cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.poltekkesjayapura@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padang Bulan II Kelurahan Hedam Distrik Heram, Jayapura, Papua.
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
GEMA KESEHATAN
ISSN : 20885083     EISSN : 26548100     DOI : 10.47539
Core Subject : Health, Science,
Gema Kesehatan (GK) adalah media publikasi karya ilmiah dalam bidang kesehatan, yang mencakup seluruh bidang ilmu kesehatan seperti: kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, gizi, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, farmasi, analis kesehatan, fisioterapi, teknologi kesehatan, informatika kesehatan, kesehatan komplementer, manajemen kesehatan, pendidikan kesehatan, kesehatan populer.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
KOSMESEUTIKAL HERBAL PADA HIPERPIGMENTASI PASCAINFLAMASI (HPI) Azmi, Aulia Salma
GEMA KESEHATAN Vol 12, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v12i2.109

Abstract

Hiperpigmnetasi pascainflamasi (HPI) merupakan penggelapan warna kulit yang terjadi setelah inflamasi atau cedera pada kulit. HPI sering terjadi pada warna kulit lebih gelap dan dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Pengobatan konvensional HPI adalah hydroquinone (HQ) topikal yang sering dikombinasikan dengan retinoid. HQ memiliki efek samping berupa dermatitis, perubahan warna kuku, leukoderma permanen, hipopigmentasi, dan okronosis eksogen sedangkan retinoid memiliki efek samping teratogenik. Senyawa fitokimia pada tanaman dapat digunakan sebagai kosmeseutikal herbal untuk terapi alternatif HPI yang lebih aman karena memiliki efek toksisitas minimal. Beberapa kosmeseutikal herbal yang dapat digunakan di antaranya adalah aloesin pada lidah buaya, alpha-bisabolol pada kamomil, arbutin pada tanaman bearberry, ellagic acid pada teh hijau, stroberi, ceri, walnut, anggur, dan geranium, glabridin pada akar manis, polifenol pada teh hijau dan kedelai, vitamin C, silimarin pada Silybum marianum, procyanidin pada Pinus pinaster dan kacang tanah, dan lektin pada gandum, kacang-kacangan, dan berbagai jenis sayuran.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD ASYIYAH 2 PROVINSI SULAWESI TENGAH Nurhayati, Nurhayati
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v10i2.42

Abstract

Toilet training sangat penting dalam membentuk karakter anak dan membentuk rasa saling percaya dalam hubungan anak dan orang tua. Keberhasilan toilet training dipengaruhi oleh pengetahuan dan pola asuh orang tua dalam mendorong anak mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training pada anak usia toddler di PAUD Asyiyah 2 Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu semua orang tua yang memiliki anak usia toddler di PAUD Aisyah 2 Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 32 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia toddler di PAUD Aisyah 2 Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact test. Hasil uji Fisher’s Exact didapatkan nilai p=0,000 dan nilai p=0,001 (p Value < 0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan pengetahuan dan pola asuh orang tua dengan kemampuan toilet training pada anak usia toddler. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi orang tua (ibu) yang menerapkan pola asuh kurang baik agar dapat merubah atau menerapkan pola asuh yang tepat kepada anaknya agar mampu melaksanakan toilet training dengan baik. Kata kunci : Pengetahuan, pola asuh, toilet training.
SUBSTITUSI TEPUNG SAGU (Metroxylon sp), BERAS MERAH (Oryza Nivara) DAN KACANG TANAH (Arachis Hypogaea L.) PADA PEMBUATAN FOOD BARS TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK Gultom, Ewil Jumiaty; Raya, Maxianus Kopong
GEMA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v11i1.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susbtitusi tepung sagu, beras merah dan kacang tanah dalam pembuatan Food Bars terhadap penilaian organoleptik dari segi aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 5-10 April 2019. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen. Penilaian menggunakan uji hedonik kepada 30 panelis agak terlatih dan dosen jurusan gizi. Hasil uji hedonik pada Food Bars menunjukan bahwa nilai rata-rata tertinggi untuk apsek warna adalah F1 sebesar 46.7% yang berada pada kategori sangat suka. Pada aspek aroma, nilai rata-rata tertinggi adalah F1 sebesar 46.7% dengan kategori sangat suka. Hasil uji hedonik pada aspek tekstur, nilai rata-rata tertinggi adalah F2 sebesar 50% yang berada pada kategori agak suka. Pada aspek rasa, nilai rata-rata tertinggi adalah F3 sebesar 56.7% dengan kategori suka. Kata Kunci: Food Bars, Tepung Sagu, Beras Merah, Kacang Tanah, Sifat Organoleptik
MENGUKUR PENGETAHUAN MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA TERHADAP INFEKSI COVID-19 SELAMA PEMBELAJARAN DARING Hartati, Risda; Imbiri, Meidy J; Setiani, Dwi
GEMA KESEHATAN Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v12i1.128

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan oleh WHO saat ini menjadi permasalahan di dunia dengan jumlah penyebaran kasus yang semakin meningkat dan meluas. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui dan mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jayapura terhadap infeksi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian diambil dengan menggunakan total samping yaitu seluruh mahasiswa yang tergabung dalam himpunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebanyak 115 mahasiswa yang tergabung dalam semua jurusan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner melalui google form yang disebarkan pada media whatssapp secara online. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Hasil pengukuran tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap infeksi Covid-19 yaitu sebanyak 109 mahasiswa (94,8%) mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, 6 mahasiswa (5,2%) tingkat pengetahuan moderat/sedang, dan tidak ditemukan mahasiswa dengan tingkat pengetahuan kurang (0%). Pengetahuan kategori baik dari mahasiswa terhadap infeksi Covid-19 paling banyak pada usia 20 tahun yaitu sebanyak 74 mahasiswa (64,35%), pengetahuan sedang pada usia 20 tahun sebanyak 4 mahasiswa (3,48%). Berdasarkan jenis kelamin mahasiswa tingkat pengetahuan kategori baik ditemukan pada mahasiswa perempuan sebanyak 80 mahasiswa (69,57%) dan laki-laki sebanyak 29 mahasiswa (25,22%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jayapura Terhadap Infeksi Covid-19 Selama Pembelajaran Daring adalah sebanyak 109 (94,8%) mempunyai tingkat pengetahuan baik, sehingga dapat menjadi acuan kepada seluruh civitas manajemen akademik untuk dapat menggunakan berbagai rumusan metode dalam pembelajaran daring sehingga lebih meningkatkan hasil belajar selama pandemi Covid-19 ini.
EFEKTIVITAS TERAPI SISTEMIK DAN TOPIKAL DALAM PENGOBATAN MELASMA Purwaningrum, Ni Made Ari; Suryantari, Sang Ayu Arta; Karna, Ni Luh Putu Ratih Vibriyanti
GEMA KESEHATAN Vol 12, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v12i2.136

Abstract

Melasma secara klinis digambarkan sebagai makula tidak teratur atau bercak hiperpigmentasi kronis yang umumnya terjadi pada wajah. Patogenesis melasma belum diketahui secara pasti namun berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet (UV). Karena sifatnya yang kronis dan sering kambuh, melasma sulit untuk ditangani. Pengobatan yang tersedia saat ini seringkali memiliki efek samping yang tidak diinginkan dan hasil yang kurang optimal. Ulasan sistematis dibuat untuk merangkum efektivitas dan rekomendasi terapi sistemik dan topikal pada pengobatan melasma. Metode: Pencarian artikel di basis data PubMed, Cochrane library dan Medline dari Januari 2010 sampai Desember 2019. Hanya studi RCT, meta-analisis dan ulasan sistematis yang berfokus pada terapi sistemik dan topikal pada melasma yang dilakukan ekstraksi, analisis dan didiskusikan. Didapatkan total 17 artikel yang sesuai dengan kriteria tersebut. Terapi sistemik dan topikal yang diulas yaitu glutathione, asam traneksamat melatonin, cysteamine, flutamide, methimazole dan serum pengoreksi pigmen. Agen tersebut terbukti efektif, aman dan ditoleransi dengan baik. Berbagai bukti terapi sistemik, topikal dan kombinasi saat ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan modalitas pengobatan harus disesuaikan dengan tingkat keparahan, luas dan lokasi melasma. Pemahaman yang lebih baik tentang melasma melalui penelitian lebih lanjut dapat meningkatkan pilihan terapi dengan efek samping yang paling sedikit.
EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA KELINCI (Oryctalagus cuniculus) Titihalawa, Debyjen Resni; Tukayo, Brechkerts Lieske Angruni; Paepadaseda, Marselino F
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v10i1.2

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) secara tradisional digunakan sebagai obat alternatif karena mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Penelitilian ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia rebusan daun kersen (Muntingia calabura L.) dan penurunan kadar glukosa darah pada kelinci (Oryctolagus cuniculus) yang diberi rebusan daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan konsentrasi 5% v/v, 10% v/v, 15% v/v, 20% v/v, dan 25% v/v. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium yang dilaksanakan pada bulan April 2018, bertempat di Laboratorium Farmasi Poltekes Kemenkes Jayapura dan Laboratorium Farmasi FMIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura. Sebanyak 7 ekor kelinci jantan lokal, dan berat badan 1,2-2,5 kg. Kelinci diberi pembebanan glukosa 50% kemudian masing-masing kelinci diberi perlakuan Na-cmc sebagai kontrol negatif, akarbose sebagai kontrol positif, dan rebusan daun kersen dengan konsentrasi 5% v/v, 10% v/v, 15% v/v, 20% v/v, dan 25% v/v. Darah diambil dari vena telinga kelinci pada menit ke 0, 30, 60, 90, dan 120 untuk melihat penurunan kadar glukosa darah. Hasil skrining fitokimia rebusan daun kersen (Muntingia calabura L.) menunjukkan terdapat senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Penurunan kadar glukosa darah yang diberi rebusan daun kersen (Muntingia calabura L.) 5% sebesar 15 mg/dl, 10% sebesar 20 mg/dl, 15% sebesar 27 mg/dl, 20% sebesar 29 mg/dl, dan 25% sebesar 35 mg/dl.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK PADA SWAMEDIKASI NYERI DI KELURAHAN HINEKOMBE DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2018 Persulesi, Ronaldo Brian; Tukayo, Brechkerts Lieske Angruni; Soegiharti, Pratiwi
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v10i2.64

Abstract

Swamedikasi merupakan sebuah tahap pembangunan kesehatan dimana setiap orang memiliki hak dalam menentukan kualitas selfcare-nya sehingga dapat memanajemen keuangan sendiri. Dengan swamedikasi, keluhan dapat diatasi dan di tanggulangi secara cepat dan efektif tanpa memerlukan konsultasi medis. Obat-obatan yang dijual secara bebas di kios-kios memudahkan masyarakat memperoleh obat untuk melakukan tindakan swamedikasi. Namun bila tidak dilakukan secara benar justru menimbulkan masalah baru yaitu tidak sembuhnya penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat analgetik pada swamedikasi nyeri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode accidental sampling. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang, data dikumpulkan menggunakan kuesioner di kelurahan Hinekombe pada bulan April-Mei 2018. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa dari 96 responden, didapatkan data demografik responden paling banyak berasal dari kelompok umur 17 – 25 tahun dan > 25 tahun (35 %), berjenis kelamin perempuan (59%), dengan pendidikan terakhir SMA (54 %), dan tidak bekerja (68 %). Untuk hasil pengukuran tingkat pengetahuan tentang swamedikasi, responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (48%). Untuk tindakan swamedikasi, 43 % responden memilih membeli obat di apotik, 55% obat yang dipilih yaitu asam mefenamat. Berdasarkan ketepatan tindakan swamedikasi, 67% responden telah meminum obat penghilang nyeri dengan frekuensi minum obat yang tepat, dan telah tepat dalam memilih obat. Perlu diadakan seminar atau penyuluhan kepada masyarakat tentang swamedikasi dan ketepatan penggunaan obat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga lebih berhati-hati melakukan tindakan swamedikasi
Sherly Novita Mamoribo1, Maria Cornelia Yuliana Hukubun2 Mamoribo, Sherly Novita
GEMA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v11i1.66

Abstract

HUBUNGAN AKSES MEDIA CETAK DENGAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS CENDERAWASIH Sherly Novita Mamoribo1, Maria Cornelia Yuliana Hukubun2 1Peminatan Promosi Kesehatan 2Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat 3Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat 4Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Email : sherlynovita101@gmail.com ABSTRAK Masalah kesehatan reproduksi merupakan salah satu isu penting yang perlu diketahui remaja, mengingat kesehatan reproduksi yang buruk akan menyebabkan rendahnya kualitas generasi muda yang mengarah pada rendahnya indeks sumber daya manusia. Salah satu faktor dan hambatan yang mendorong seorang remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi yaitu kurangnya informasi kesehatan reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Remaja umumnya tidak memiliki cukup informasi tentang kesehatan reproduksi sehingga remaja mengalami miskonsepsi. Kurang fasilitas sarana informasi yang akurat, sehingga remaja dengan sendirinya mencari akses lewat internet untuk melakukan eksplorasi tentang apa itu seks. Tujuan penelitian adalah menganalisis Hubungan Akses Media Cetak dengan Pengetahuan Mahasiswa tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian di lakukan pada bulan September 2017. Populasi mahasiswa aktif angkatan 2015 berjumlah 249 orang, sampel mahasiswa dipilih menggunakan rumus slovin dan diperoleh 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan SPSS 16,0. Hasil penelitian menunjukkan 18 responden (25%) tidak mengakses majalah sedangkan 54 responden (75%) mengakses majalah tentang kesehatan reproduksi remaja, tidak ada hubungan akses majalah dengan pengetahuan responden. 12 responden (6,7%) tidak mengakses tabloid sedangkan 60 (83,3%) mengakses tabloid, tidak ada hubungan mengakses tabloid dengan pengetahuan responden. 20 responden (27,8%) tidak mengakses koran sedangkan 52 responden (75%) mengakses koran, tidak ada hubungan mengakses koran dengan pengetahuan responden. 30 responden (25%) tidak mengakses poster sedangkan 42 responden (75%) mengakses poster, tidak ada hubungan antara mengakses poster dengan pengetahuan responden. 46 responden (63,9%) memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi remaja sedangkan 26 responden (36,1%) memiliki pengetahuan kurang. Empat media cetak tidak ada hubungan yang signifikan dengan peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, tetapi responden yang pernah mengakses majalah, poster dan koran tidak ada hubungan dengan peningkatan pengetahuan sedangkan remaja yang mengakses tabloid merupakan faktor protektif terjadinya peningkatan pengetahuan. Kata kunci : Media Cetak, Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi Remaja.
GAMBARAN PERESEPAN BENZODIAZEPINE DI APOTEK KIMIA FARMA MUTIARA JAYAPURA TAHUN 2019 Naiboho, Rumanto; Tukayo, Brechkerts Lieske Angruni; Wandasari, Baiq Daraquthni
GEMA KESEHATAN Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v12i1.131

Abstract

Benzodiazepine adalah golongan obat penenang atau sedatif yang digunakan untuk membantu dalam menenangkan pikiran dan melemaskan otot- otot. Benzodiazepine digunakan sebagai pengobatan pada kondisi – kondisi, seperti :Gangguan kecemasan, Serangan panik, Obat penenang, Insomnia, Otot tegang, Kejang, dan Sindrom ketergantungan alkohol.Pemakaian psikotropika khususnya golongan benzodiazepine yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahakan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian (Prakoso, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peresepanbenzodiazepine di Apotek Kimia Farma Mutiara Jayapura Periode Januari – Desember 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan retrospektif yang dilakukan pada bulan Maret 2020dengan total sampel sebanyak 168 resep. Dari total 168 sampel ditemukan bahwa jumlah pasien perempuan lebih banyak persentasenya yaitu 52%, berdasarkan umur kelompok 36-45 tahun lebih banyak persentasenya sebesar 23%, jenis obat Alprazolam yang lebih sering digunakan persentasenya sebesar 34%, kesesuaian dosisdengan pedoman persentasenya sebesar 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambaran peresepanbenzodiazepine di Apotek Kimia Farma Mutiara tahun 2019 sudah sesuai dengan pedoman yang ada.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN OBAT PENURUN PANAS PADA BALITA DI POSYANDU MELATI PUSKESMAS KAWATUNA PALU dg. masikki, maharani farah dhifa
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v10i2.41

Abstract

Penanganan demam pada anak sangat tergantung pada peran ibu.Ibu yang memiliki pengetahuan tentang demam dan memiliki sikap yang baik dalam memberikan perawatan.Obat penurun panas seperti parasetamol banyak dipakai orang tua untuk mengatasi demam pada anaknya akan tetapi tidak semua orangtua memberikannya dalam dosis yang tepat dan sebagian dari itu dosisnya terlalu besar. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian obat penurun panas pada balita di Posyandu Melati Puskesmas Kawatuna Palu. Jenis penelitian Quasi Eksperimen. Jumlah populasi penelitian adalah 32 orang ibu dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Analisis data menggunakn univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan responden yang baik sebelum diberi penyuluhan (Pretest) adalah 15 dari 32 responden dengan nilai rata-rata 3,66. Sesudah di berikan penyuluhan (Posttest) yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 responden dengan nilai rata-rata 7,28. Hasil analsisis uji paired T Test didapatkan nilai probabilitas (p=0,000), dan ini berarti P value = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang pemberian obat penurun panas pada balita. Saran bagi pihak puskesmas agar lebih aktif lagi melakukan penyuluhan tentang pemberian obat penurun panas yang tepat dan benar bagi ibu-ibu yang mempunyai balita. Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Penurun Panas.