cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
STUDI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK MENGHITUNG VOLUME PENGUPASAN OVERBURDEN DI PIT 2 ELEKTRIFIKASI BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM, TBK. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Maharfi, Ezil Defri; Arief, Taufik; Purbasari, Diana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.531 KB)

Abstract

PT. Bukit Asam, Tbk. merupakan perusahaan pertambangan batubara yang terletak di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Selama ini pengukuran volume pengupasan overburden dilakukan menggunakan alat Total Station. Pengukuran area overburden yang luas dan bentuk permukaan yang beragam menggunakan Total Station dinilai kurang efektif karena lamanya waktu yang dibutuhkan dan rendahnya tingkat ketelitian. Oleh kerena itu, diperlukan alat yang dapat mengukur volume dengan cepat serta menghasilkan data ukuran volume yang detail dan dengan kerapatan tinggi. Salah satunya yaitu penggunaan Terrestrial Laser Scanner. Metode yang digunakan dalam melakukan pengukuran yaitu metode occupation and backsight. Pengukuran menggunakan metode occupation and backsight diperlukan dua titik yang telah diketahui koordinatnya yang digunakan sebagai titik berdiri alat dan untuk titik acuan (backsight). Metode registrasi yang digunakan yaitu metode occupation and backsight dan metode cloud to cloud. Data point clouds yang telah diregistrasi perlu dilakukan filtering untuk menghilangkan noise dan objek asing yang bukan lapisan overburden. Perhitungan volume dilakukan dengan metode cut and fill terhadap model tiga dimensi dari point cloud yang terbentuk. Data hasil perhitungan didapatkan volume pengupasan overburden selama Desember 2017 sampai dengan Mei 2018 adalah sebesar 847.937 m3, dengan rincian 255.700 m3 di bulan Desember 2017, 299.120 m3 di bulan Januari 2018, 227.543 m3 di Bulan Februari 2018 dan 65.572 m3 di bulan Maret 2018.
PENERAPAN METODE BIOREMEDIASI DAN FITOREMEDIASI PADA REKLAMASI LOW WALL PIT PERI, PT KALTIM PRIMA COAL Gusprastomo, Niko; Febrianto, Agung; Wardana, Wahyu; Pranoto, Kris
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.002 KB)

Abstract

Kegiatan penambangan pada akhirnya akan menyisakan lubang tambang (void)dan dinding-dinding lubang tambang. Low Wall merupakan dinding lubangtambang dengan sudut kemiringan searah lapisan batu bara, sedangkan HighWall merupakan dinding lubang tambang dengan arah sebaliknya. Keduanyaakan tetap nampak di atas permukaan air void dan menjadi bagian dari kewajiban reklamasi. Low Wall Pit Peri seluas ± 6 ha memiliki sudut kemiringan 26 % dengan sifat kimia tanah: miskin zat organik, pH masam, kandungan batuan pembentuk asam (PAF) tinggi, serta rendahnya nilai KTK (kapasitas tukar kation) dan kejenuhan basa. Kondisi tersebut tergolong lahan kritis sehingga memerlukan rekayasa khusus dalam melakukan reklamasi.PT KPC telah melakukan reklamasi-revegetasi di Low Wall Pit Peri dengankombinasi metode bioremediasi dan fitoremediasi. Tahapan reklamasi diawalipembersihan permukaan carbonaceous untuk mengurangi tereksposnya batuanPAF, penyiapan media tanam bioremediasi, dan penanaman fitoremediasi.Metode ini cukup efektif memperbaiki sifat kimia tanah. Terbukti pada umur ±11 bulan setelah tanam, pohon turi telah mencapai ketinggian rata-rata ± 1,5 mdan rumput signal grass mampu menutupi mayoritas areal yang ditabur.
PENENTUAN VOLUME POTENSI LONGSORAN LERENG TAMBANG TERBUKA MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS 3 DIMENSI Azizi, Masagus Ahmad; Marwanza, Irfan Marwanza; Hartanti, Nadya A.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.938 KB)

Abstract

Salah satu dampak dari suatu risiko longsoran lereng tambang terbuka adalahjatuhnya material longsor ke dalam tambang yang sedang melakukan operasitambang yang berakibat dapat menimbulkan terjadinya fatalitas dan/atau ciderabagi pekerja, serta kerusakan properti perusahaan. Oleh sebab itu analisis kestabilan suatu lereng selain digunakan untuk menentukan nilai faktor keamanan (FK) dan probabilitas kelongsoran (PK) lereng, juga dapat memprediksi besaran volume longsoran bila terjadi kegagalan dalam disain lereng. Penelitian ini menggunakan metode kesetimbangan batas (limit equilibrium method) 3 dimensi dalam penentuan volume longsoran lereng dengan lokasi pada tambang terbuka batugamping di Rembang, Jawa Tengah. Ke depan diharapkan pendekatan ini dapat dimanfaatkan para praktisi untuk perencanaan mitigasi kelongsoran lereng. Kata Kunci : Tambang terbuka, stabilitas lereng, metode kesetimbangan batas 3 dimensi, dampak longsoran
Kajian Karakteristik Fisik Dan Mekanik Pastefill Yang Digunakan Pada Penambangan Emas Bawah Tanah Metode Cut And Fill Di PT. Nusa Halmahera Minerals–Gosowong Halmahera karim, Razak; kusrima, Anita
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.893 KB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) merupakan perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di daerah Kencana Gosowong Desa Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Dari hasil evaluasi, metode Underhand Cut and Fill (UCF) dipilih karena beberapa pertimbangan ; cash flow rendah, recovery tinggi, dan lebih aman saat berhadapan dengan kondisi batuan yang buruk. Namun permasalahan yang dihadapi adalah mengenai kekuatan material backfill jenis pastefill yang digunakan untuk bertindak sebagai atap dan dinding terowongan produksi bagi para pekerja dan peralatan yang berada disekitarnya. Kajian sifat fisik dan mekanik pastefill ini dilakukan berdasarkan hasil pengujian di Laboratorium Geomekanika Puslitbang Tekmira Kementerian ESDM di Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung kekuatan fisik dan mekanik pastefill yang digunakan untukmengisi ruang- ruang kosong pada terowongan produksi setelah pengambilan bijih emas. Hasil uji sifat fisik vulkanik tuff terlihat adanya peningkatan bobot isi dari kondisi kering ke kondisi jenuh rata-rata 0,17gr/cm3. Kadar air pun mengalami peningkatan dari kondisi natural ke kondisi jenuh rata-rata 20.82%, hal ini dikarenakan jumlah air yang masuk ke dalam pori-pori meningkat. Banyaknya kadar air asli rata-ratasebesar 23,83% dan kadar air jenuh rata-rata 44.65%, derajat kejenuhan berkisar 14.74–91.2% serta nilai porositasnya 38.12–43.94% dan angka pori rata-rata 0.7. Penggunaan pastefill untuk mengisi ruang-ruang kosong (stope) pada tambang emas bawah tanah Kencana harus dirancang dengan nilai c berkisar 0.5–2 MPa, t berkisar 0.05–0.2 MPa, kohesi (c) berkisar 0.07–0.3 MPa dan sudut gesek dalam (ϕ) berkisar300–450, sebagai persyaratan sifat mekanik untuk melakukan penambangan bijih disamping dinding pastefill harus memenuhi UCS minimal 0.5 MPa, sedangkan penambangan dibawah pastefill, UCSminimal 1.2 MPa. Blok pastefill di dalam stope yang diinterpretasi dari hasil uji diperoleh kondisi stabil untuk dilakukan penambangan dengan pastefill sebagai dinding terowongan yaitu kandungan semen 6%pada umur 14 hari, kandungan semen 12% pada umur 7 hari, dan kandungan semen 14% pada umur 3 hari. Sedangkan jika penambangan dilakukan dibawah pastefill atau sebagai atap terowongan menunjukkan kondisi tidak stabil kecuali persentase kandungan semen 14% pada umur 28 hari akan stabil, artinya penambangan dapat dilakukan pada umur pastefill antara 21-28 hari dengan diberi perkuatan. Desain sifat mekanik pastefill disesuaikan dengan rencana penambangan, jika sikluspenambangan membutuhkan waktu yang sangat cepat maka persentase semen akan dinaikkan, dan jika siklus penambangannya membutuhkan waktu yang lama, maka persentase semen akan dikurangi denganmenunggu umur pastefill mencapai kekuatan dan faktor keamanan yang dipersyaratkan untuk melakukan penambangan berikutnya, baik disamping maupun dibawahnya.
Pembentukan Cincin Lumpur pada Area Rawa di Pit K12 Blok 1-2 Binungan Mine Operation 1, PT. Berau Coal Terangganadjati, R. Sussukma; Hudiantoro, Arief
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.008 KB)

Abstract

Pit K12 terletak di area konsesi Tambang PT Berau Coal di Kabupaten Berau,Kalimantan Timur, tepatnya di blok 1-2 Binungan Mine Operation (BMO-1).Secara umum blok 1-2 BMO-1 terbagi menjadi 2 pit yaitu Pit D12 dan Pit K12.Kondisi material penyusun di Pit K12 memiliki banyak material lunak sedangkanlokasi disposal yang tersedia sangat terbatas. Setiap alternatif lokasi disposal harusditeliti lebih lanjut terkait dengan analisis geoteknik dan ketersediaan alat yangtersedia agar dpat direalisasikan di lapangan.
MEMBANGUN KETAHANAN BANGSA MELALUI PROGRAM CSR PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA YANG TEPAT GUNA DI KECAMATAN MERAPI BARAT, LAHAT, SUMATERA SELATAN Wijaya, Andre Rio; Rinaldi, Ardi; Hadi, Alek Al
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.072 KB)

Abstract

Hadirnya industri pertambangan batubara di Kecamatan Merapi Barat,Lahat, Sumatera Selatan menimbulkan berbagai dampak kepada masyarakatseperti sosial, pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan lingkungan. Tidakdipungkiri, eksistensi perusahaan pertambangan batubara berpotensi besar dalam membentuk kondisi masyarakat, salah satunya ialah program Corporate Social Responsibillty (CSR). Adapun yang melatarbelakangi penulisan paper ini adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan harus diaplikasikan secara tepat guna agar apa yang diharapkan dari program tersebut dapat berjalan secara maksimal.Metode penilitian ini menggunakan kuisioner untuk mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai pelaksanaan program CSR yang dilakukan perusahaan pertambangan batubara, jumlah kuisioner yang digunakan sebanyak 53 buah yang tersebar di Kecamatan Merapi Barat. Penellitian ini disajikan dengan deskriptif kuantitaf dan kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini 71,69 % responden menyatakan setuju bahwa perusahaan sering memberi bantuan sosial, sisanya masih meyatakan keraguan dan tidak sependapat. Bantuan perusahaan dinilai lebih mengedepankan pada sektor pendidikan, buktinya dari data yang diambil 90,56 % responden menyatakan perusahaan biasanya memberi bantuan dalam bentuk peralatan belajar dan dana sekolah, hanya 3,77 % yang tidak mengetahui itu dan sisanya ragu- ragu. Sebanyak 67,67 % responden menilai dengan kehadiran perusahaan pertambangan batubara menggerakan roda perekonomian masyarakat. Kesimpulan dari penilitian ini adalah pelaksanaan program CSR di Kecamatan Merapi Barat sudah ada tetapi belum maksimal bahkan ada yang hanya berjalan sebentar dan setelah itu tidak dilanjutkan, oleh karena itu harus ada tokoh- tokoh sebagai aktor penggerak sekaligus memonitor jalannya program CSR. Beberapa hal juga harus diperhatikan seperti diperlukannya pemetaan wilayah untuk mengetahui potensi yang ada, hemat kami dari sektor perikanan, olahraga dan wisata masih sangat mungkin dikembangan maka program CSR yang diberikan harusnya lebih menekankan pada sektor tersebut, hal ini berguna agar dapat meningkatkan pembangunan di kecamtan Merapi Barat, Lahat, Sumatera Selatan yang ujungnya sebagai upaya dalam mempertahankan ketahanan bangsa.
METODOLOGI PERANCANGAN JALAN ANGKUT BATUBARA DARI ASPEK SIPIL DAN MANAJEMEN KESELAMATAN DI PT LAHAI COAL Sidabutar, Geniusman
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.961 KB)

Abstract

Merunut KBBI, metodologi adalah ilmu-ilmu tentang metode; uraian tentangmetode. Umumnya dimengerti sebagai ilmu-ilmu atau cara yang digunakan untuk memperoleh suatu hasil menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu tergantung dari realitas atau kondisi yang sedang dikaji dan dilakukan secara terstruktur. Makalah ini membahas salah satu cara dalam penyusunan metodologi perancangan jalan angkut batubara dari aspek sipil dan manajemen keselamatan. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM nomor 1827 K/30/MEM/2018, salah satu perencanaan kegiatan teknis pertambangan yang wajib disusun atau dirancang oleh tenaga teknis pertambangan yang berkompeten adalah kegiatan pengangkutan. Jalan angkut batubara sebagai bagian dari kegiatan pengangkutan dirancang dengan memperhatikan aspek sipil dan manajemen keselamatan yang terintegrasi. PT Lahai Coal sebagai salah satu perusahaan tambang batubara yang memiliki jalan angkut batubara mencapai 46 kilometer dan memiliki karakteristik tersendiri, yaitu jalan angkut yang digunakan oleh beberapa kepentingan baik perusahaan tambang batubara, perusahaan mitra kerja, masyarakat, pemerintah dan perusahaan kayu. Kondisi ini memberikan pengaruh dalam perancangan jalan angkut khususnya dari aspek sipil yang meliputi road geometry, bridge and culvert, perkerasan jalan, drainage dan fasilitas jalan. Aspek sipil dirancang dengan referensi pada beberapa dokumen penunjang, yaitu Peraturan Pemerintah, SNI, Standar Internasional dan referensi lain. Manajemen keselamatan meliputi manajemen kegiatan pengangkutan batubara, TARP dan zonasi, road construction, maintenance and inspection, radio monitoring dan aktivitas lain yang dirancang sesuai kondisi yang ada. Diharapkan dengan makalah ini menjadi referensi bagi tenaga teknis pertambangan dalam merancang jalan angkut batubara dengan mempertimbangankan aspek sipil dan manajemen keselamatan dengan tujuan kegiatan pengangkutan batubara berjalan dengan aman, efisien dan produktif.
Mekanisme Operasi Pintu Air Ulin pada Dua Bilik Labirin dalam kaitan untuk penentuan rencana perawatan Kolam Asparaga Bravo ST, MBA, Kiagus Nirwan,
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.173 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan tata kelola air limbah di tambang diperlukan tahapanperencanaan yang memadai dengan tujuan untuk memastikan implementasioperasional pengelolaan air dapat berjalan konsisten dan efektif. Hal ini akan erat kaitannya dengan penyedian struktur bangunan kolam pengendap untuk mengatur kuantitas dan kualitas air limbah dari tambang sebelum dialirkan ke sungai. Dari proses ini team yang terlibat mengajukan konsep konfigurasi kolam untuk mengantisipasi air limpasan dari DTA (daerah tangkapan air) tertentu. Salah satu konsep konfigurasi kolam yang menjadi percontohan adalah Kluster Aspharaga. Kluster Asparagha pond direncanakan dan dikonstruksi untuk mengantisipasi luas daerah tangkapan air seluas 323.6 hektar dengan mengkonfigurasi bentuk kolam bendung dibagian hulu sebagai struktur pengatur debit (Aspharaga Alpha) dan kolam labirin dengan dua bilik di bagian Hilir sebagai struktur percepatan pengendapan (Aspharaga Bravo).Terkiat dengan strategi percepatan pengandapan pada kolam polishing AsparagaBravo dikonstruksi masing masing terdapat 2 tampungan dengan kapasitastampungan pada RL23.6 sebesar 22.5 kbcm dan pada RL24.2 sebesar 33.5 kbcm. Dan pada labirin ini pula dilengkapi dengan 2 pintu air Ulin (wodden gates way) dengan dimensi 2m x 2m yang dioperasikan pada masing-masing bilik sebagai kontrol pengatur air dan kontrol proses sedimentasi lumpur. Dari data pengujian material insitu (UCCS) diketahui berupa lanau/lempung dengan nilai ukuran perimetric 0.0364 mm sehingga hasil analisis waktu pengendapan partikelsekitar 875 detik dan waktu pengaliran 1.139 jam. Dari proses mekanisme operasi 2 buah pintu air ini diperoleh jadwal perawatan per bilik kolam sehingga operasional tata kelola air secara komprehensif dapat dilakukan.
Aplikasi Metode Zero Meter Haul Distance Measurement Untuk Meningkatkan Keselamatan Kerja Dan Menghemat Biaya Penambangan Wibowo, Wahyu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.236 KB)

Abstract

Jarak angkut adalah salah satu komponen dalam biaya penambangan yang dapat mempengaruhi keekonomisan sebuah tambang. Jarak angkut direncanakan bersamaan dengan perencanaan produksi suatu tambang. Jika jarak angkut yang dihasilkan dalam suatu proses perencanaan tambang ternyata membuat tambang tersebut tidak ekonomis, maka akan dilakukan perencanaan ulang sehingga dihasilkan jarak angkut yang membuat tambang tersebut menjadi ekonomis yaitu dengan merubah lokasi timbunan dan arah penambangan. Pengawasan jarak angkut di PT Arutmin Indonesia dilakukan bersama antara perwakilan perusahaan dan perwakilan kontraktor secara harian yaitu dengan pengukuran lokasi penambangan dan lokasi buang tiap unit alat berat yang bekerja. Untuk meningkatkan keselamatan kerja, PT Pama Persada Nusantara telah membuat suatu standar prosedur kerja yang mengharuskan kendaraan pengambil data jarak angkut berada pada jarak aman minimal tiga puluh meter dari unit alat berat yang bekerja. Tambahan jarak aman ini akan menjadi variabel tetap pada rekonsiliasi jarak angkut bulanan. Melalui pengamatan berkala, terlihat bahwa jarak aman aktivitas pengukuran jarak angkut kurang dari tiga puluh meter. Hal ini tentunya menambah resiko terjadinya kecelakaan kerja dan juga menjadi faktor penambah biaya penambangan. Melalui pengamatan kondisi kerja di lapangan dan analisa data, disepakati bersama untuk menghilangkan jarak aman pada aktivitas pengukuran jarak angkut namun dengan menghentikan sementara aktivitas unit alat berat yang bekerja selama pengukuran. Metode ini diberi nama Zero Meter Haul Distance Measurement. Metode ini terbukti aman dan dapat menghemat biaya bulanan sebesar enam ratus juta rupiah pada tingkat produksi lima ratus ribu ton batubara perbulan pada nisbah pengupasan (SR) empat.
DARO ZERO ACCIDENT MINDSET (a-ZAM), STRATEGI MENUJU PENINGKATAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PT ADARO INDONESIA Setiawan, Darmawan Saputra; Langoy, Jamri; Wibowo, Didik Tri; Suhernomo, Suhernomo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.555 KB)

Abstract

Sebagian perusahaan yang bergerak di industri pertambangan memilikiparadigma bahwa kecelakaan di industri pertambangan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, bukan saja menerima adanya kecelakaan kerja justru sebagian perusahaan mengantisipasinya dengan membuat target berapa banyak kecelakaan yang boleh terjadi (objective). Secara tidak langsung bahwa target ini mengizinkan ada beberapa pekerja yang boleh mengalami kecelakaan setiap tahunnya, tentu secara moral hal ini tidak dapat dibenarkan. PT Adaro Indonesia berkomitmen meminimalkan risiko tersebut menggunakan pengendalian secara strategis yang menitik beratkan pada cara berfikir (mindset) dari pada target jumlah kecelakaan yang selama ini dicanangkan setiap tahunnya yang disebut dengan Adaro Zero Accident Mindset (a-ZAM) dengan tujuan untuk menumbuhkan pola pikir selamat dalam usaha peningkatan budaya K3. Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tercermin pada perilaku aman pekerja memegang peranan penting dalam mewujudkan visi perusahaan, selain itu juga budaya K3 menentukan bagaimana praktik keselamatan benar-benar dilakukan di tempat kerja. Menurut Ramsey, perilaku kerja yang aman atau terjadinya perilaku tidak aman dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu : pengamatan (perception),kognitif (cognition), pengambilan keputusan (decision making) dan kemampuan (ability). Keempat faktor tersebut merupakan suatu proses yang sekuensial mulai dari yang pertama hingga yang terakhir. Bila ke empat tahapan ini dapat berlangsung dengan baik maka akan dapat terbentuk suatu perilaku yang aman. Berdasarkan hal tersebut berbagai macam pendekatan dijalankan untuk mendukung Adaro Zero Accident Mindset yang tertuang di dalam 4 (empat) pilar a-ZAM yaitu budaya a ZAM, sistem manajemen, kompetensi dan implementasi. Sasaran Adaro Zero Accident Mindset (a-ZAM) adalah merubah pola pikir pekerja agar berniat dan berpikir selamat sebelum melakukan pekerjaan.

Page 1 of 11 | Total Record : 105