cover
Contact Name
Dian Widya Damaiyanti
Contact Email
damaiyanti@hangtuah.ac.id
Phone
+628563385805
Journal Mail Official
journal.denta@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jalan Arif Rahman Hakim No. 150 Surabaya 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi
ISSN : 19075987     EISSN : 26151790     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/denta.v12i1
Core Subject : Health, Science,
Denta Jurnal Kedokteran Gigi is a scientific journal published twice a year (February and August), published by the Faculty of Dentistry, Universitas Hang Tuah. The purpose of this journal as a publication of research reports, case reports, and review of the latest literature in the field of dentistry.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2015)" : 13 Documents clear
Efek Pemberian Kombinasi PRF Dengan Xenograft dan Alloplast terhadap Jumlah Osteoblas Kurniawan, Hansen
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.14

Abstract

Latar Belakang: Bahan one graft ?telah banyak digunakan untuk meregenerasi cacat tulang , yang disebabkan oleh trauma, reseksi tumor, degenerasi karena proses patologis, dan cacat tulang bawaan. macam-macam bone graft ?diklasifikasikan menjadi? autograft , allograft , xenograft , dan alloplast. PRP dan PRF yang berasal dari darah autologous yang mengirimkan konsentrasi tinggi faktor pertumbuhan di daerah cacat tulang. Objectives: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh xenograft ?dengan PRF dan alloplast dengan PRF pada osteoblas di tulang? kelinci New Zealand. Bahan dan Metode: Penelitian ini dilakukan dengan ?desain Post test group design. Dua puluh tujuh ?Kelinci jantan New Zealand? dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama dilakukan terapi pada kaki belakang? dengan Alloplast dan PRF , Kelompok kedua dilakukan terapi ?pada kaki belakang yang? dengan Xenograft ?dan PRF, dan Kelompok ketiga adalah kelompok kontrol dilakukan terapi ?pada? kaki belakang diberi PRF. Setelah terapi kelinci dikorbankan. Osteoblas dari masing-masing kelompok diukur dengan metode EDTA dan Data percobaan ?dianalisis dengan ANOVA dan uji LSD (p <0,01). Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa? ekspresi osteoblas antara PRF dengan Alloplast dibandingkan dengan PRF dengan Xenograft ?didapatkan perbedaan yang signifikan sebagai hasil dari proses pembentukan tulang untuk melihat proses dari pembentukan tulang yang lebih baik. Simpulan: Pada PRF dengan Alloplast memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan PRF dengan Xenograft ?dilihat dari peningkatan jumlah osteoblas.
Efektivitas Kombinasi Grafting Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dan Minyak Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Terhadap Penurunan Jumlah Osteoklas Pada Proses Bone Repair divilia, Dinda; sari, Rima parwati; Teguh, Paulus Budi
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.3

Abstract

Latar belakang: Luka pasca ekstraksi, penyakit periodontal, bedah prostetik, kondisi patologis, dan trauma dapat menyebabkan kerusakan bahkan kehilangan tulang alveolar apabila tidak dilakukan perawatan dapat mengakibatkan tanggalnya gigi. Penggunaan bahan hidroksiapatit yang berasal dari cangkang kerang darah yang banyak mengandung CaCO3 dapat mengisi bone? defect dan mengembalikan fungsi tulang. Kandungan omega-3 pada minyak ikan lemuru akan merangsang proses penyembuhan kerusakan tulang dengan penurunan jumlah osteoklas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kombinasi grafting cangkang kerang darah (Anadara granosa) dan minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) terhadap penurunan jumlah osteoklas pada proses bone repair. Metode: Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 24 ekor tikus wistar jantan, yang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Osteoklas dilihat menggunakan HPA pada hari ke-7. Hasil : Berdasarkan uji statistik deskriptif terjadi penurunan jumlah osteoklas dengan rata-rata kelompok K- : 2.67?1,033, P1 : 2.33?0.09, K+ : 1.5?0.09, P2 : 0.83?0.54. Data tidak homogen maka uji yang digunakan uji Kruskall-Wallis dan Mann-Whitney. P1 dengan P2 memiliki perbedaan yang bermakna 0,048 ,dan P2 dengan K- 0,026 (p<0,05). Simpulan: Kombinasi pemberian cangkang kerang darah (Anadara granosa) dan minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah osteoklas pada proses bone repair pada hari ke-7.
KARAKTERISASI ESKTRAK AIR TERIPANG EMAS (Stichopus hermanii) Damaiyanti, Dian Widya
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.19

Abstract

Background. Indonesia is the country with the biggest sea cucumbers world?s producer. So far, sea cucumbers are only used as a side dish alone. Indonesia can provided added value and high economic value of gold sea cucumber through right procedure. A lot of gold sea cucumbers active substance that are suspected to have an influence on wound healing. For the best result, extract gold sea cucumber must be prepare with correct procedure. Water extract is one of a safe procedure with a small risk that may damage parts of the active substanceObjectives. The aim of this study is to know the characterization of water extract gold sea cucumber (Stichopus hermanii).Methods. Gold sea cucumbers were collected, homogenized with distillated water and shaken with water-bath shaker. Then extract was freeze dried, the result then characterized using spectrophotometer.Results. The largest component to fewest component of water extract gold sea cucumber is total protein 76,82%, essential amino acid 48,11%, non essential amino acid 28,70%, glycoprotein 4,62%, collagen 4,05%, GAG?s 1,62%, proteoglycan 1,13%, heparin sulfat 1,02%, calcium 59%, saponin 56%,heparin 38%, hyaluronat acid 29%, calcium 0,59%, Zinc 0,01%Conclusion: There is many active substance of water extract gold sea cucumber that involed in wound healing process.?
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Mangrove Api-Api Putih (Avicennia Alba) Terhadap Kesembuhan Ulkus Traumatikus Wulandari, Devy Tri; Karsini, Isidora; Mulawarmanti, Dian
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.67

Abstract

Latar belakang: Ulkus sering dijumpai pada masyarakat dan menyebabkan rasa nyeri, kesulitan berbicara, makan maupun menelan. Avicennia alba telah terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan ulkus pada mukosa lambung. Avicennia alba mengandung flavonoid, saponin, komponen NSL, mineral dan vitamin C yang berperan dalam penyembuhan luka. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Avicennia alba konsentrasi 10%, 20%, dan 40% terhadap kesembuhan ulkus traumatikus. Bahan dan Metode: Subyek penelitian 30 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok. (K0) tanpa perlakuan, (K1) pemberian asam hialuronat, (P1) ekstrak Avicennia alba 10%, (P2) ekstrak Avicennia alba 20%, (P3) ekstrak Avicennia alba 40%. Subyek dilukai dengan amalgam stopper yang dipanaskan. Subyek diberikan aplikasi topikal 1 kali sehari sampai pada hari tampak adanya kesembuhan. Pengukuran diameter ulkus dilakukan pada hari ke-2 sampai hari terlihat adanya kesembuhan ulkus traumatikus menggunakan kaliper digital. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one way ANOVA. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p<0,05 yaitu terdapat perbedaan selisih diameter antara dua kelompok. Rerata selisih diameter ulkus traumatikus pada tikus berturut-turut sebesar: 0,75 mm (K0), 1,51 mm (K1), 1,01 mm (P1), 2,02 mm (P2), dan 1,70 mm (P3). Hasil statistik menunjukkan nilai signifikansi p>0,05 yaitu tidak terdapat perbedaan efektifitas ekstrak Avicennia alba dengan kelompok K1. Simpulan: Konsentrasi ekstrak etanol Avicennia alba 10%, 20%, dan 40% memiliki pengaruh terhadap kesembuhan ulkus traumatikus ,efektifitas ekstrak etanol Avicennia alba sama seperti pemberian asam hialuronat 0,2%. Konsentrasi etanol ekstrak Avicennia alba paling efektif yaitu 20% terhadap kesembuhan ulkus traumatikus.?
Daya Hambat Ekstrak Teripang Emas (Stichopus hermanii) terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Tamara, Roy; Rochyani, Linda; Teguh, Paulus Budi
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.4

Abstract

Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi saluran akar. Perawatan saluran akar terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya yaitu sterilisasi saluran akar. ChKM merupakan obat yang sering digunakan pada tahapan ini. Ekstrak Stichopus hermanii diketahui memiliki efek antibakteri terhadap bakteri gram negatif dan gram positif, sehingga berpotensial dikembangkan sebagai obat sterilisasi saluran akar. Tujuan: Untuk mengetahui kemampuan ekstrak Stichopus hermanii dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Bahan dan Metode : Penelitian eksperimental dengan desain penelitian the post test only control group, serta diuji menggunakan metode difusi dengan 4 konsentrasi, yaitu 2,5%, 3%, 3,5%, 4%, dan 2 kontrol yaitu kontrol negatif menggunakan DMSO 1% serta kontrol positif menggunakan ChKM, dimana tiap kelompok terdiri dari 7 sampel. Daya hambat? diperiksa dengan mengukur diameter zona jernih disekitar kertas saring. Analisis data menggunakan uji one way ANOVA diikuti dengan uji LSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat pada konsentrasi 2,5% (7,3543 mm), 3% (8,1086 mm), 3,5% (8,7286 mm), 4% (9,4029 mm), untuk kontrol negatif DMSO 1% (6,0257 mm) dan kontrol positif ChKM (25,49 mm). Ini menunjukkan bahwa ekstrak Stichopus hermanii dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis (p<0,05). Diameter terbesar dari zona jernih di sekitar kertas saring terdapat pada konsentrasi 4%. Simpulan : Ekstrak Stichopus hermanii dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dengan konsentrasi hambat yang paling efektif adalah 4%.?
Pengaruh Pemberian Ekstrak Nannochloropsis oculata Terhadap Penurunan Kadar TNF-α pada Tikus yang Diinduksi Bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans Halim, Peggie Octavia; Revianti, Syamsulina; Wedarti, Yoifah Rizka
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.68

Abstract

Latar belakang: Actinobacillus actinomycetemcomitans merupakan bakteri periodontopatik dengan beberapa faktor virulensi, termasuk LPS. LPS dapat menstimulasi pelepasan sitokin proinflamasi salah satunya adalah TNF-?. Nannochloropsis oculata merupakan mikro alga hijau yang memiliki banyak khasiat salah satunya sebagai antiinflamasi. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak ?Nannochloropsis oculata terhadap penurunan kadar TNF-? di jaringan gingiva pada tikus yang di induksi Actinobacillus actinomycetemcomitans. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. 36 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 6 kelompok. K1 merupakan kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan, K2 merupakan kelompok kontrol positif yang diinduksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans, K3 diinduksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans dan diberi antibiotik minosiklin 0.1%, dan kelompok K4, K5, K6 diinduksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans & diberi ekstrak Nannochloropsis oculata masing-masing dengan konsentrasi 2.375%, 2.5%, 2.625%. Setelah perawatan pada hari ke-37, semua kelompok tikus dikorbankan dan diukur kadar TNF-? jaringan gingiva dengan metode ELISA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan Mann-Whitney U (p>0,05). Hasil: studi menunjukan kadar TNF-? jaringan gingival kelompok K2((36.9444). signifikan lebih tinggi bila dibandingkan dengan K1(27.8889). ?Kelompok K3 (29.2778) menunjukan penurunan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan K2 (36.9444). Kelompok K4 (35.2778), K5 (33.1111) dan K6 (29.2778) menunjukan penurunan yang tidak signifikan bila dibandingkan dengan K2 (36.9444). Simpulan: Ekstrak Nannochloropsis oculata tidak dapat menurunkan kadar TNF-? jaringan gingiva pada tikus yang diinduksi bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans.
Daya Hambat Ekstrak Rumput Laut Spesies Eucheuma Cottonii Terhadap Pertumbuhan Bakteri Mixed Periodontopatogen Asmoro, Iqbal Fahmiliyan; riezka, Yoifah; Teguh, Paulus Budi
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.6

Abstract

Latar belakang: Bakteri mixed periodontopatogen merupakan populasi bakteri yang didominasi bakteri gram negatif. Rumput laut Eucheuma cottonii sebagai salah satu tumbuhan yang memiliki kemampuan antibakteri terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri pada penyakit periodontal. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak rumput laut jenis Eucheuma cottonii dengan konsentrasi 0,25%, 0,5%, 1%, dan 2% terhadap pertumbuhan bakteri Mixed periodontopathogen. Bahan dan metode: Rumput laut eucheuma cottonii diekstrak dengan etanol 95% dengan metode soxhlet. Bakteri mixed periodontopatogen diinokulasi pada media BHI. Efek antibakteri dari ekstrak rumput laut jenis Eucheuma cottonii terhadap bakteri mixed periodontopatogen diuji dengan menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 0,25%, 0,5%, 1% dan 2%, akuades dan tetrasiklin dimana tiap kelompok terdiri dari 5 unit eksperimen. Efek daya hambat diteliti dengan mengukur diameter daerah jernih pada disk menggunakan kaliper digital satuan milimeter. Hasil: Ada efek daya hambat pada masing-masing konsentrasi dari setiap perlakuan. Diameter zona hambat konsentrasi 0,25% (6,184), konsentrasi 0,5% (6,356), konsentrasi 1% (6,62), konsentrasi 2% (7,148) dan kontrol positif dengan tetrasiklin (39,336). Simpulan: Ekstrak rumput laut jenis Eucheuma cottonii mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri mixed periodontopatogen.
Perbedaan Kitosan Berat Molekul Rendah dan Tinggi Terhadap Jumlah Sel Limfosit pada Proses Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi Gunawan, Felinda; S, Sularsih; S, Soemartono
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.69

Abstract

Latar belakang: Berat molekul merupakan salah satu karakteristik dari kitosan yang mempengaruhi efektifitas aplikasi untuk penyembuhan luka pencabutan. Kitosan dapat menunjang proses penyembuhan luka karena dapat sebagai anti-inflamasi dan mendukung tahapan proliferasi. Sel limfosit merupakan salah satu sel yang berperan utama dalam proses inflamasi. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh antara kitosan berat molekul rendah dan tinggi terhadap jumlah sel limfosit pada proses penyembuhan luka pencabutan gigi. Bahan dan Metode: 54 Rattus Norvegicus jantan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok I adalah kelompok kontrol (tanpa kitosan), kelompok II diberi kitosan gel berat molekul rendah, kelompok III diberi kitosan gel berat molekul tinggi. Dilakukan pengamatan pada hari ke-5 dan ke-7. Tikus didekaputasi dan mandibula tikus diambil kemudian dibuat sediaan histopatologi untuk melihat jumlah sel limfosit. Hasil: Analisa statistik One Way ANOVA dan LSD dengan derajat kemaknaan p< 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok kitosan berat molekul tinggi dan rendah pada pengamatan hari ke-5 dan ke-7? Simpulan: Kitosan berat molekul tinggi lebih efektif terhadap penurunan jumlah sel limfosit pada proses penyembuhan luka pencabutan gigi.?
Aplikasi Gel Kitosan Berat Molekul Tinggi dan Rendah terhadap Ketebalan Epitel Mukosa pada Proses Penyembuhan Luka Pencabutan Gigi Hartono, Fransiska amelia; Prabowo, Puguh Bayu; Revianti, Syamsulina
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.1

Abstract

Latar belakang: Percepatan proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi merupakan hal yang paling utama. Salah satu perbaikan jaringan dalam penyembuhan luka adalah terjadinya reepitelisasi. Kitosan merupakan biomaterial yang dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara meningkatkan reepitelisasi. Tujuan: Membuktikan perbedaan pengaruh aplikasi ekstrak kitosan gel berat molekul tinggi dan berat molekul rendah terhadap ketebalan epitel mukosa dalam proses penyembuhan luka pencabutan gigi. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. 24 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 3 kelompok. K1 merupakan kelompok kontrol yang dilakukan pencabutan tetapi tidak diberi aplikasi kitosan gel, K2 merupakan kelompok perlakuan yang dilakukan pencabutan dan aplikasi kitosan gel berat molekul rendah, kelompok K3 dilakukan pencabutan dan aplikasi kitosan gel berat molekul tinggi. Tujuh hari setelah perlakuan, semua kelompok tikus dikorbankan dan diukur ketebalan epitel mukosa secara mikroskopik dengan menggunakan mikroskop cahaya pembesaran 100x. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way ANOVA dan LSD. Hasil: Studi menunjukkan ketebalan epitel kelompok K2 dan K3 signifikan lebih tinggi dibandingkan K1, tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok K2 dan K3. Simpulan: Kitosan gel berat molekul tinggi dan rendah memiliki efektivitas yang sama dalam meningkatkan reepitelisasi pada penyembuhan luka pencabutan.?
Efektifitas Perbandingan Kombinasi Clindamycin dan Ekstrak Nannochloropsis Oculata Terhadap Peningkatan Kepadatan Kolagen Pada Osteomielitis Mandibula N, Faidha Azmi; Mulawarmanti, Dian; Prameswari, Noengki
DENTA Jurnal Kedokteran Gigi Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : FKG Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v9i1.17

Abstract

Latar Belakang: Osteomielitis merupakan infeksi tulang yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penggunaan clindamycin dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi. Senyawa yang ada pada ekstrak Nannochloropsis oculata mengandung antibakteri, antiinflamasi dan antioksidan yang dapat digunakan sebagai terapi osteomielitis. Tujuan: Mengetahui efektifitas perbandingan kombinasi clindamycin dan ekstrak Nannoochloropsis oculata terhadap peningkatan kepadatan kolagen pada osteomielitis mandibula. Bahan dan Metode: Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design,. Dengan menggunakan 40 tikus wistar jantan model osteomielitis mandibula dibuat dengan menginduksi bakteri Staphylococcus aureus yang dimasukkan kedalam soket setelah ekstraksi pada gigi insisif kiri rahang bawah dan ditunggu selama 28 hari. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif (K1), clindamycin (K2), clindamycin dan ekstrak Nannochloropsis oculata 50mg (K3), clindamycin dan ekstrak Nannochloropsis oculata 100mg (K4), clindamycin dan ekstrak Nannochloropsis oculata 200mg (K5). Setelah perlakuan selama 7 hari semua kelompok dikorbankan lalu kepadatan kolagen diukur menggunakan preparat HPA dengan pengecatan Masson?s Trichom dan pembesaran 100x, kemudian dilakukan analisis kepadatan kolagen menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan kepadatan kolagen yang signifikan antara K1 dengan K2 (p=0,037), K1 dengan K3 (p=0,013), K1 dengan K4 (p=0,002), K1 dengan K5 (p=0,013), dan terdapat perbedaan kepadatan kolagen yang signifikan antara K2 dan K5 (p=0,013). Tetapi tidak terdapat perbedaan kepadatan kolagen secara signifikan antara K2 dan K3 (p=1,000), K2 dan K4 (p=0,288). Simpulan: kombinasi clindamycin dan ekstrak Nannochloropsis oculata 200mg memiliki pengaruh terhadap peningkatan jumlah kepadatan kolagen secara signifikan pada penyembuhan osteomielitis mandibula.?

Page 1 of 2 | Total Record : 13