cover
Contact Name
Ika Chastanti
Contact Email
Chastanti.ika@gmail.com
Phone
+628116511986
Journal Mail Official
nukleus@ulb.ac.id
Editorial Address
Jalan Sisingamangaraja No.126 A KM 3.5 Aek Tapa, Bakaran Batu, Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara 21418
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus
ISSN : 24429481     EISSN : 26857332     DOI : https://doi.org/10.36987/jpbn
Jurnal Pendidikan Biologi merupakan jurnal elektronik yang merupakan wadah penerbitan artikel penelitian original yang terkait dengan penelitian pendidikan biologi. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Biologidibawah naungan LPPM Universitas Labuhanbatu. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian dibidang Pendidikan Biologi dan sains Biologi.
Articles 104 Documents
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MEDIA CHARTA DAN MEDIA SLIDE PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS VIII MTs ALLIFUL IKHWAN SAA SILANG KITANG Suharni, Siti
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v1i1.1233

Abstract

Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan , kegagalan dalam belajar rata-rata di hadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar .untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa , misalnya dengan menggunakan berbagai media ajar untuk membimbing siswa untuk terliobat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep biologi. Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa dengan di terapkannya pembelajaran menggunakan media power point dan media charta ? (b) bagaimankah pengaruh metode pembelajaran dengan menggunakan media power point terhadap hasil belajar biologi (c) bagaimanakah pengaruh pembelajaran dengan menggunakan media charta terhadap hasil belajar biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) ingin mengetahui perbedaan hasil belajar siswa setelah diterapkan nya pembelajaran menggunakan media power point dan media chrarta . (b) ingin mengethaui phasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media power point dan charta . Penelitian ini adalah penelitian experimen , yang bertujuan ingin melihat perbedaan hasil belajar biologi setelah diterapkannya metode pembelajaran dengan menggunakan media charta dan media power point . sasdaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negri 3 Bilah Hulu. Dari hasil analisis di dapatkan hasil belajar dengan menggunakan media charta dan media power point rata-rata sebesar 3,41. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metpde pembelajaran menggunakan media power point lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran dengan media charta . hal ini dapat di lihat dari mean posttes sebesar 78,2.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN DIRECT INSTRUCTION (DI) PADA SUB MATERI JARINGAN HEWAN DI KELAS XI SMA SWASTA AEK NABARA Boru Gultom, Halimah Sakdiah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v3i1.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran mana yang baik digunakan antara STAD dengan Direct Instruction (DI) pada Sub materi jaringan Hewan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta AEKNABARA yang beralamat Jalan Perhubungan No. 69 Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang terdiri dari dua kelas, dengan sampel sebanyak 80 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan tes berupa soal tentang Jaringan hewan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan tes berbentuk pilihan berganda sebanyak 25 soal. Data dianalisis dengan uji t. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan Model Kooperatif Student Teams Achiement Division (STAD) pada Sub Materi Jaringan Hewan di SMA Swasta AEK NABARA adalah 7,57 (termasuk kategori cukup) dengan standart deviasi
PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP MORFOLOGI NANOFIBER POLISULFON-FEOOH YANG DISINTESIS DENGAN METODE ELEKTROSPINNING Adam, Dini Hariyati
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v2i2.1210

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pemisahan Cu2+ menggunakan nanofiber polisulfon-FeOOH yang disintesis dengan metode elektrospinning. Nanofiber polisulfon P-3500 disintesis dengan cara melarutkan pelet polisulfon ke dalam 30 mL DMAc. Pengaruh kondisi seperti konsentrasi, jarak nozzle dengan kolektor, tegangan dan laju alir terhadap morfologi dan diameter serat dipelajari. Didapatkan kondisi optimum pembuatan nanofiber polisulfon dengan konsentrasi 23 %, jarak 12 cm, tegangan 25 kV, dan laju alir 0,05 mL/min dengan ukuran 762,927 nm.
Analisis Pemahaman Orientasi Pendidikan Seks di Kalangan Siswa Chastanti, Ika; Lestari, Widya
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v4i1.1116

Abstract

Pendidikan seks merupakan salah satu untuk mengurangi dan mencegah penyakit seks. Pendidikan seks dapat diterapkan dalam kurikulum, biologi merupakan salah satu pembelajaran yang dapat dilakukan untuk menambah pengetahuan seks kepada siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan In-depth Interview kepada guru dan siswa dan memberikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan seks siswa. Teknik pengambilan sampling dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih banyak yang belum memahami mengenai seks, dan pubertas antara laki-laki dan perempuan. Pendidikan seks sudah diajarkan melalui pembelajaran biologi tetapi belum sepenuhnya diterapkan karena guru masih belum memahami mengenai pendidikan seks.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Pada Materi Pencemaran Lingkungan Di SMA Negeri 1 Kualuh Hulu Nazliah, Rahmi; Saragih, Siti Zahara
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap: hasil belajar belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan di SMA Negeri 1 Kualuh Hulu. Metode penelitian menggunakan quasi- eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 3 kelas yang ditentukan secara acak dengan menggunakan teknik cluster random sampling.  Pada kelas X-2 dibelajarkan dengan model pembelajaran guided inquiry, kelas X-5 dibelajarkan dengan model pembelajaran modified free inquiry, dan kelas X-3 dengan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS 22.0 for Windows, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran terhadap Hasil belajar  dengan F=7,58 ; P=0,002 Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model guided inquiry (72,36±11,44) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan model modified free inquiry (68,27±12,05) dan yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Konvensional (65,00±13,56). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat model pembelajaran yang signifikan guided inquiry antara peserta didik yang diajar dengan model modified free inquiry dan peserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada taraf nyata α = 0,05
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATERI EKOSISTEM DI KELAS X MAS NURUL IKHWAN KONSESI KECAMATAN TORGAMBA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017 Simamora, Siti Suharni
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v3i2.1126

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan kolaborator. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa materi Ekosistem pada siswa kelas X melalui model pembelajaran kooperatif examples non examples. Obyek penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah Swasta Nurul Ikhwan konsesi kelas X yang terdiri dari 22 siswa, dengan komposisi 14 siswa perempuan, dan 8 siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata hasil belajar Pada siklus I nilai rata-rata yang di peroleh sebesar 78 yang mencapai ketuntasan adalah 15 orang siswa, siswa yang tidak tuntas yaitu 7 orang dan pada siklus II nilai rata-rata diperoleh sebesar 87 yang mencapai ketuntasan adalah 20 orang siswa dan yang tidak tuntas hanya 2 orang siswa diketahui ada peningkatan jumlah nilai rata-rata sebesar 9 angka dan peningkatan jumlah ketuntasan siswa sebanyak 5 orang. Hasil belajar siswa meningkat 22,9%. Peningkatannya dapat dilihat dari perolehan presentase siklus I sebesar 68,1% dan siklus II 91%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MAS Nurul Ikhwan Konsesi Kecamatan torgamba. Selain itu model pembelajaran kooperatif examples non examples dapat meningkatkan disiplin, kerjasama, dan keberanian siswa dalam proses pembelajaran.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 BILAH HILIR Siregar, Zunaidy Abdullah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v2i1.1219

Abstract

Individualization dengan student facilitator and explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bilah Hilir. Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang terdiri 2 kelas yang berjumlah 70 orang. Sempel dalam penelitian ini adalah 2 kelas yaitu kelas XI1 dan kelas XI2 masing-masing berjumlah 35 orang, sehingga sampel penelitian seluruhnya berjumlah 70 orang. Hasil penelitian ini telah diuji kebenarannya melalui beberapa tahapan penguji sehingga data yang diperoleh sesuai dengan hipotesis yang diujukan sebelum perlakuan diberikan. Sesuai dengan pengajuan hipotesis yang diperoleh maka pencapaian nilai thitung table. Hal ini ditunjukan bahwa Ho ditolak dengan Ha diterima. Sedangkan thitung nilai pretest = 0,06 dan harga ttabel =1,669 pada α =0,05 dan dk =68 ternyata thitung tabel. Hal ini mengemukakan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demekian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) seorang siswa sangat terpengaruh terhadap pencapain hasil belajar yang diperolehnya. Diperoleh thitung nilai per test =2,26 dan harga ttabel =1,667 dan α = 0,05 dan dk = 68 ternyata thitung tabel. Hal ini menunjukan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang memiliki model pembelajaran TAI (Team Asssisted Individualization) lebih baik dari siswa yang diajarkan dengan student facilitator and explaining (SFAE) pada materi sistem eksresi pada manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Bilah Hilir.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH DENGAN MEDIA BERBASIS TORSO PADA MATERI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Ritonga, Nurhakima
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v1i1.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada pembelajaran penerapan kerja kelompok di kelas Xá´®
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGUNAKAN METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATERI VIRUS KELAS X MAS DARUL FALAH Hasibuan, Zunaidy
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i1.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada tindakan kelas dengan metode guided discovery learning pada materi virus kelas X MAS Darul Falah. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Sample Penelitian ini adalah siswa kelas X MAS Darul Falah yang berjumlah 30 siswa. Pada siklus pertama Hasil belajar biologi dengan menggunakan metode guided discovery learning pada tindakan kelas masih rendah karena dari 30 siswa yang mengikuti tes belajar awal, hanya 13 siswa yang tuntas  43,33 % . Pada tes hasil belajar pada siklus ke II ini yang mana hasil belajar siswa meningkat dari nilai 56,5 pada pertemuan I menjadi 70,83 pada pertemuan ke II ini dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 orangatau atau sekitar 83,33 % . Dari peningkatan hasil belajar siswa dari nilai 70,83 pada pertemuan II menjadi 74,83 pada pertemuan III dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 27 orang dengan demikian dapat diketahui persentasi ketuntasannya sekitar 90,00%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning pada tindakan kelas dapat meningkatkan hasil belajar biologi.
Antibacterial Activity Test of the Ethanol in Leaves Extract of Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Sapitri, Alfi; Lara, Nofita; Sitorus, Panal
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v6i2.1766

Abstract

Senduduk (Melastoma malabathricum L.) is one of the wild plants used as traditional medicine. Senduduk leaves are used as a medicine for sprue, boils, diarrhea and smallpox. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of senduduk leaves of the against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Senduduk leaves extracted by maceration using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity testing is carried out using the diffusion method using paper discs.This experiment was repeated three times using concentrations of 20%, 40%, 60% and 80%.Ethanol extract of the senduduk leaves contains flavonoids, saponins, tannins and steroids/triterpenoids. The test results showed that the ethanol extract of the leaves has antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus which is characterized by the inhibition zone formed around the disc paper. In Escherichia coli bacteria the smallest inhibition zone at a concentration of 20% with a diameter of inhibition zone 11 mm and the largest diameter of the inhibitory zone at a concentration of 80% with a diameter of inhibition zone 19 mm. whereas for the smallest inhibitory zone Staphylococcus aureus bacteria at a concentration of 20% with an inhibition zone diameter of 12.6 mm and the largest inhibitory zone dameter at a concentration of 80% with a diameter of the inhibitory zone 21,3 mm.The results of the study concluded that the ethanol extract of Senduduk leaves has antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus.

Page 1 of 11 | Total Record : 104