cover
Contact Name
Hasbullah
Contact Email
hasbullah@uinbanten.ac.id
Phone
+6287771350333
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jalan Jend. Sudirman No. 30. Telp (0254) 200323 Serang–Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam
ISSN : 24074616     EISSN : 26543575     DOI : -
Core Subject : Education,
Geneologi PAI, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN “SMH” Banten.
Articles 77 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Education Games terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Muslihah, Eneng; Nasehussalam, Nasehussalam
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 01 (2016): June 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang monoton akan membuat anak bosan dan jenuh. Seorang guru harus kreatif dalam proses pembelajaran, penyajiaan materi harus disesuaikan dengan kondisi perkembangan, lingkungan, kesenangan, dan harus mampu mengemas materi yang diajarkan dalam bentuk permainan yang menyenangkan dan mendidik. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah prestasi belajar aqidah akhlak siswa yang menggunakan model pembelajaran education games lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran education games.? Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah mengetahui apakah prestasi belajar aqidah akhlak siswa yang menggunakan model pembelajaran education games lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran education games. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Khairiyah Karangtengah, dengan metode penelitian ialah Quasi Experiment. Desain penelitian ialah nonequivalent control group design. Teknik penarikan sampelnya ialah teknik random cluster sampling untuk memilih 2 kelas. kelas VIII b sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII c sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data yaitu menggunakan soal tes. Prasyarat normalitas menggunakan rumus chi kuadrat dan homogenitas menggunakan uji F. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis ialah ststistik inferensial parametris yaitu t-test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan data hasil perhitungan uji-t pada data prestasi belajar sebelum perlakuan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diperoleh nilai sebesar -0,05 lebih kecil dari nilai pada taraf signifikasi 0,05 yakni 1,671 sehingga -0,05 ≤ 1,671. Sedangkan setelah perlakuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diperoleh nilai sebesar 1,931 lebih besar dari nilai pada taraf signifikasi 0,05 yakni 1,699 sehingga 1,931 ≥ 1,699, Ho ditolak dan Ha diterima dengan presentase skor sebesar 80,28%, > 63,25 %.
PENGARUH PLANE PLAYING LEARNING MODEL (MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PESAWAT TERBANG) DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Eksperimen di Kelas V SDN Mustikajaya V Kota Bekasi) Asep Irfan, jusaini,
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Playing Plane Learning Model (Model Pembelajaran Bermain PesawatTerbang) dan Disiplin belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (StudiEksperimen di Kelas V SDN Mustikajaya V Kota Bekasi). Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) Perbedaan hasil belajar antara kelompoksiswa yang belajar dengan Playing Plane Learning Model dan Metode Ceramah padapelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN Mustikajaya V Kota Bekasi; 2)Pengaruh interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan disiplin belajar terhadaphasil belajar pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN Mustikajaya VKota Bekasi; 3) Perbedaan hasil belajar antara pembelajaran siswa yang memilikidisiplin belajar tinggi pada kelompok Playing Plane Learning Model dan MetodeCeramah pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN Mustikajaya V KotaBekasi; 4) Perbedaan hasil belajar antara pembelajaran siswa yang memiliki disiplinbelajar rendah Menggunakan Playing Plane Learning Model dan Metode Ceramahpada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas V SDN Mustikajaya V Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan factorial 2x2dengan sampel penelitian diambil menggunakan teknik Multistage Randaom Samplingdari populasi terjangkau 100 siswa didapatkan sampel 78 siswa yang tersebar pada duakelas yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol denganmasing - masing kelas 39 siswa, dimana kelas disiplin belajar tinggi dan rendah diambil27% dari skor tertinggi dan 27% dari skor terendah, maka pada kelas eksperimendidapatkan 11 siswa dengan disiplin belajar tinggi dan 11 siswa dengan disiplin belajarrendah dan pada kelas control didapatkan 11 siswa dengan disiplin belajar tinggi dan 11siswa dengan disiplin belajar rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Secara keseluruhan, terdapat perbedaan rata– rata hasil belajar yang dibelajarkan dengan Playing Plane Learning Model danMetode Ceramah (α 0.048<0.05), dimana rata – rata hasil belajar Pendidikan AgamaIslam siswa yang dibelajarkan dengan Playing Plane Learning Model ( 72.51) lebihtinggi dari pada rata – rata hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yangdibelajarkan dengan Metode Ceramah ( ); 2) Secara keseluruhan terdapat pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan disiplin belajar terhadap hasil belajarPendidikan Agama Islam (α 0.034<0.05); 3) Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang dibelajarkan dengan Playing Plane Learning Model memiliki disiplinbelajar tinggi lebih baik daripada yang siswa yang dibelajarkan dengan Metode Ceramah memiliki disiplin belajar tinggi (α 0.021<0.05) dimana Playing PlaneLearning Model disiplin belajar tinggi memiliki 87.73 Metode Ceramah disiplinbelajar tinggi memiliki 80.00 dan; 4) Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswayang dibelajarkan dengan Playing Plane Learning Model memiliki disiplin belajarrendah lebih rendah daripada yang siswa yang dibelajarkan dengan Metode Ceramahmemiliki disiplin belajar rendah (α 0.137>0.05) dimana Playing Plane Learning Modeldisiplin belajar rendah memiliki 60.82 Metode Ceramah disiplin belajar rendahmemiliki 69.09. Berdasarkan penelitian ini, bahwa hasil belajar Pendidikan Agama Islam Kelas VSDN Mustikajaya V dapat ditingkatkan melalui penggunaan Plane Playing Learning model yang sesuai dengan disiplin belajar siswa
STRATEGI PENDIDIK DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMIK Samsi, Nining Nur; Zuhri, Saefuddin
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v8i1.4706

Abstract

Wabah virus Covid-19 adalah Musibah yang meninmpa beberapa Negara di dunia termasuk Indonesia dampaknya sangat luas pada kehidupan manusia termasuk di bidang pendidikan. Dengan demikian pemerintah menerapkan Beberapa kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di sekolah dan perguruan tinggi, Fenomena terjadi di masa sekarang banyak program menjadi problem berkepanjangan yang merugikan banyak pihak alasannya jelas karena perencanaan yang lemah, hal hal yang membuat perencanaan tersebut menjadi lemah diantaranya adanya keterbatasan kemampuam manusia dalam membuat rencana, kekurangan media dan dana serta kekurangan pengalaman Masa pandemi yang terjadi saat ini menguji guru untuk bisa menghadapai tantangan dalam pemebelajaran secara online dengan aplikasi yang baru dikenal tentu banyak kendala yang dihadapi diantaranya, kemampuan SDM, sinyal yang tidak sesuai harapan, tenaga listrik yang terkadang kurang memadai, dan dana pulsa yang membengkak, fasilitas hp yang tidak dimiliki, olehn karena itunguru harus bisa membuat startegi dalam pembelajaran di masa pandemic ini agar pemebajaran dapat berjalan dengan baik
Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Zakiyah, Yayu; Subekhan, Moch.
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v5i2.1304

Abstract

Abstrak. Dalam sebuah pernikahan sering kita jumpai tentang “putusnya perkawinan” yaitu merupakan istilah yang digunakan dalam Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 Bab VIII Pasal 38 untuk menjelaskan berakhirnya hubungan perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang selama ini hidup sebagai suami istri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui penyebab terjadinya perceraian orang tua di Kelurahan Kabayan, (2) untuk mengetahui kondisi akhlak anak korban perceraian, serta (3) untuk mengetahui pengaruh akibat perceraian orang tua terhadap akhlak anak di Kelurahan Kabayan. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan logika untuk logika kualitatif dan pendekatan stastistika untuk data kuantitatif. Namun yang lebih dominan adalah kuantitatif, karena kualitatif hanya sebagai penunjang saja. penelitian ini menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 (5%). Artinya, tingkat kepercayaan pengujiannya 95%. Berdasarkan data populasi berjumlah 300 anak yang orang tuanya bercerai sehingga yang menjadi sampelnya sebanyak 30 anak, 10% dari jumlah populasi. Berdasarkan perhitungan diperoleh t hitung sebesar 13,80 dan t tabel sebesar 2,37 dengan taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebesan 58. Harga t hitung lebih besar dari t tabel maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis Ho ditolak dan H1 diterima. Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh perceraian orang tua terhadap akhlak anak sebesar 76% dan sisanya sebesar 24% dipengaruhi oleh faktor lain.
METODE AL BARQY DALAM PERSPEKTIF MULTIPLE INTELLIGENCES Huliyah, Muhiyatul
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 01 (2016): June 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran baca tulis al- Qur’an dengan menggunakan metode al Barqy perspektif multiple intelegences. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pembelajaran membaca dan menulis al-Qur’an melalui metode al barqy sudah menerapkan system dan metode pembelajaran al Qur’an berbasis multiple intelligences, meskipun masih terdapat dua kecerdasan yang belum diakomodir yakni kecerdasan kinestetik dan naturalis.
METODE PEMBINAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR'AN DENGAN MEDIA KARTU KWARTET TAJWID Umi Hani, Ali Maksum,
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baca tulis Al-Qur’an adalah salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) dan diajarkan dari jenjang sekolah dasar sampai jenjangmenengah atas. Cakupan materi dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)terdiri dari 5 unsur pokok, yaitu: Al-Qur’an, keimanan atau aqidah, akhlak, fikih danbimbingan ibadah, serta tarikh atau sejarah Islam. Isi dari materi Al-Qur’an adalah ayatayatA-Qur’an beserta terjemahnya dan ilmu tajwid. Faktanya ketika peserta didikduduk di sekolah menengah atas mereka belum menguasai tata cara merangkai hurufhijaiyah. Dari segi bacaan Al-Qur’annya pun tidak menguasai ilmu tajwid baik dalamteori maupun praktik. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca dan menulis AlQur’an,tidak cukup hanya dengan mengandalkan 2 jam pelajaran dari mata pelajaranpendidikan agama Islam (PAI) saja. Harus ada pembelajaran diluar jam pelajaran formalagar guru lebih leluasa dalam pembelajarannya. Selain itu harus ditunjang juga denganmedia yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik. Salah satu media yang dapatdigunakan dalam pembelajaran tajwid adalah kartu kwartet tajwid, kartu kwartet tajwidini adalah hasil modifikasi dari kartu kwartet mainan anak-anak. Satu set kartu kwartettajwid terdiri dari 32 buah kartu, didalamnya terdapat 8 himpunan kartu yang berisicontoh-contoh bacaan hukum nun sukun atau tanwin dan mim sukun. Satu himpunan kartu terdiri dari 4 buah kartu.Dengan digunakannya kartu kwartet tajwid kemampuan peserta didik dalam membacadan menulisAl-Qur’an meningkat, proses belajar dan mengajar pun terasa lebihmenyenangkan. Selain itu banyak manfaat yang dapat diambil dari permainan kartukwartet tajwid ini, yaitu:1) melatih konsentrasi dan ingatan, 2) mengasah kemampuanbersosialisasi, 3) menjalin kedekatan, 4) belajar mematuhi aturan, 5) belajar sportif, 6) mengasah kemampuan kognitif, 7) menambah wawasan.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Perilaku Juvenille Deliquency Abdurrohman, Iqbal
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v5i2.1308

Abstract

Abstrak. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SMKN 2 Pandeglang ditemukan sesuatu yang menarik untuk diteliti, yaitu peran guru Pendidikan Agama Islam dalam usaha mencegah juvenile deliquency. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengetahui usaha-usaha yang telah diupayakan guru PAI untuk mengoptimalkan perannya dalam mencegah perilaku juvenile deliquency di SMKN 2 Pandeglang, 2) Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat guru pendidikan Agama Islam dalam upaya mencegah perilaku juvenile deliquency di SMKN 2 Pandeglang. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pandeglang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi data. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa usaha guru PAI di SMKN 2 Pandeglang dalam upaya penekanan juvenile deliquency terbagi ke dalam dua pendekatan yaitu pendekatan preventif dan pendekatan kuratif. Pendekatan preventif dilakukan di dalam kelas, yaitu pemberian nasihat dan contoh yang baik pada siswa, menanamkan budaya literasi, serta hafalan al-Qur’an, kemudian pendekatan preventif di luar kelas, diantaranya mengadakan program pembinaan seperti jumtaq, spiritual question, dan salat duha bersama. Adapun pendekatan kuratif yaitu berupa pemberian hukuman skorsing pada siswa untuk menimbulkan efek jera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa guru PAI memiliki peran aktif dalam penekanan juvenile deliquency, sebab guru PAI harus memberikan suri tauladan yang baik kepada siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN DAN HADITS Subekhan, Moch.
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v6i1.1943

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya interaksi antara guru dan siswa serta siswa dan siswa sehingga siswa kurang aktif dalam belajar. Kurangnya interaksi dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran yang membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan metode Pembelajaran Talking Stick. Metode ini melibatkan siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran sangat penting, karena dengan siswa mengambil peran aktif, siswa akan merasa belajar lebih bermakna. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penerapan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadits di MTsN 1 Lebak, 2). Bagaimana keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Alquran dan Hadis dengan menggunakan metode pembelajaran talking stick di MTsN 1 Lebak, 3). Apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran talking stick terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits pada MTsN 1 Lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadits pada MTsN 1 Lebak 2). Untuk mengetahui keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Alquran dan Hadis dengan menggunakan metode learning stick dalam MTsN 1 Lebak, 3). Untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran berbicara tongkat pada keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Al-Qur'an dan Hadits di MTsN 1 Lebak. Penelitian ini dilakukan di MTsN Lebak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol tidak setara. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan setelah menerapkan metode pembelajaran talking stick pada mata pelajaran Alquran dan Hadis. Dari nilai posttest siswa di kelas eksperimen memiliki rata-rata = 88,4. Untuk kelas kontrol memiliki nilai posttest rata-rata = 82,0 dan pengujian hipotesis dengan t hitung> t tabel maka Ha diterima. Ada pengaruh dari penerapan metode pembelajaran talking stick terhadap keaaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Alquran dan Hadis. Kata kunci: Talking Stick, Metode dan Pembelajaran Aktif Abstrak.This research is motivated by the lack of interaction between teachers and students and students and students so that students are less active in learning. Lack of interaction can occur because it is caused by several factors, such as learning methods that make students less active in the learning process. One effort to overcome this is by applying the talking stick learning method. This method involves students being active in the learning process. Student learning activeness in the learning process is very important, because with students taking an active role, students will feel more meaningful learning. Based on the background above, the formulation of the problem in this study are: 1). How to apply the talking stick learning method to the subjects of the Qur'an and Hadith in MTsN 1 Lebak, 2). How is the active learning of students in the subjects of the Qur'an and Hadith using the talking stick learning method in MTsN 1 Lebak, 3). Is there any effect of the talking stick learning method on student learning activeness in the subjects of the Qur'an and Hadith on MTsN 1 Lebak. The objectives of this study are: 1). To find out the application of the talking stick learning method to the subjects of the Qur'an and Hadith on Lebak 1 MTsN. 2). To find out the learning activeness of students in the subjects of the Qur'an and Hadith by using the talking stick learning method in MTsN 1 Lebak, 3). To find out the effect of the talking stick learning method on student learning activeness in the subjects of the Qur'an and Hadith on Lebak 1 MTsN. This research was conducted at Lebak 1 MTsN. The research method used in this study was a quasi-experimental research design with non-equivalent control group design. Data collection instruments used were observation, interviews, questionnaires, and documentation. Based on the results of this study it can be concluded that student learning activeness has increased after applying the talking stick method to the subjects of the Qur'an and Hadith. From the posttest value students in the experimental class had an average = 88.4. For the control class has an average posttest value of = 82.0 and hypothesis testing with the price of t count > t table then Ha is accepted. There is an influence from the application of the talking stick learning method to the active learning of students in the subjects of the Qur'an and Hadith. Keywords: Talking Stick, Method and Active Learning
ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Umi Hani, Ali Maksum,
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active learning adalah suatu pembelajaran yang mengajak siwa/mahasiswa untuk belajar secara aktif. Ketika mereka belajar secara aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, siswa/mahasiswa diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran. Dengan cara ini biasanya siswa/mahasiswa akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Active learning sangat diperlukan oleh siwa/mahasiswa untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimum. Ketika siwa/mahasiswa pasif, atau hanya menerima dari guru/dosen, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah ia terima. Ciri-ciri active learning, antara lain : 1) Interaktif, 2) Memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, 3) Menantang, 4) Guru memberikan keteladanan. Ada beberapa strategi active learning yang bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab atau mata pelajaran yang lain, diantaranya yaitu: 1) Al-Taa’ruf ma’a al-ashdiqa, 2) Al-Qira’ah al-Muwajjahah, 3) Ta’bir al-Kalimat al-Fabi’iyyah, 4) Yal’ab Daur al-mudarris, 5) Bithaqat Muzaawijah, 6) Tartib al-Nash, 7) Al-Ta’allum al-ta’awuniy, 8) Al-Ta’lim bi uslubaini, 9) Ikhtiyar al-Jumal dan 10) Uslub Kurati al-Tsalji.
EKSISTENSI KETELADANAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA Subekhan, Subekhan; Annisa, Syifa Nur
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologi pai.v5i1.1049

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku menyimpang di kalangan remaja, Pemuda dan pelajar semakin meningkat.Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan karakter bagi anak adalah agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki prinsip, tidak mudah goyah jika dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang melanda negeri Indonesia tercinta. Sanggup memegang teguh nilai-nilai luhur dan taat pada agama, sehingga akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Berdasarkan latar belakang tersebut Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana eksistensi keteladanan pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi keteladanan pendidikan karakter dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini termasuk penelitian literer yang berfokus pada referensi buku dan sumbersumber yang relevan. Pencarian data dicari dengan jenis penelitian Library Research dan pendekatan kualitatif literatur yaitu suatu penelitian kepustakaan murni, menggunakan metode dokumentasi yang mencari data mengenai hal-hal berkaitan dengan focus penelitian yang berupa catatan atau buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen harian, catatan rapat, jurnal dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi keteladanan dalam pendidikan karakter perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah memberikan dorongan dan motivasi pada anak agar lebih rajin dalam melaksanakan tugas dan yang paling penting harus dapat dijadikan teladan bagi anak didiknya. Eksistensi dalam pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara adalah sebagai daya upaya untuk mewujudkan perkembangan budi pekerti.Serta Ki Hajar Dewantara ini dalam konsep pendidikan karakter yang mengusung antara keseimbangan kecerdasan ilmu dan akhlak peserta didik sehingga dapat menghasilkan generasi yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang baik serta karakter yang religius, berani, tegas dan berpendirian teguh. Serta menjadikan salah satu solusi dalam mengembangkan dan membangun kembali pendidikan nasional yang telah diporak-porandakan oleh dekadensi moral di era globalisasi mengingat pendidikan nasional yang saat ini memiliki segudang persoalan.