cover
Contact Name
Chairunnisa Murniati
Contact Email
chairunnisa.murniati@bkkbn.go.id
Phone
+6281932570347
Journal Mail Official
e-jurnal@bkkbn.go.id
Editorial Address
Jl. Permata No. 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keluarga Berencana
ISSN : 25273132     EISSN : 25033379     DOI : -
Jurnal Keluarga Berencana (JKB) awal merupakan berupa Jurnal Kependudukan dan Keluarga Berencana, seiring dengan perkembangan teknologi yang awalnya diterbitkan secara manual, sekarang Jurnal Kependudukan dan Kependudukan tidak diterbitkan lagi dengan cetakan kertas tapi di terbitkan secara online. Akhirnya nama Jurnal Kependudukan dan Keluarga Berencana berubah menjadi Jurnal Keluarga Berencana.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Demografi
Articles 32 Documents
ANALISIS KETERLAMBATAN OPERASI ELEKTIF DI KAMAR BEDAH RS AWAL BROS PEKANBARU TAHUN 2017 Farhansyah, Fani
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan operasi elektif di ruang operasi Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Variabel yang diteliti adalah kedatangan tim bedah, kedatangan pasien, waktu persiapan pasien, operasi cito sebelumnya, keterlambatan bedah sebelumnya, kelengkapan alat bedah, kelengkapan administrasi dan kondisi medis pasien. Penelitian ini adalah penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data retrospektif dengan desain penelitian cross sectional diikuti oleh concensus decision making grup (CDMG). Sampel dalam penelitian ini menggunakan perhitungan rumus Slovin, dengan ukuran sampel 100 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian dan data sekunder dari laporan kinerja ruang bedah. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian pada uji statistik bivariat, dari semua variabel yang diteliti ada 3 yang memiliki hubungan signifikan dengan keterlambatan operasi elektif, yaitu kedatangan pasien, waktu persiapan pasien, dan keterlambatan operasional sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlambatan operasi elektif adalah 81,15 menit jauh di atas standar kualitas rumah sakit <30 menit.
ANALISIS FERTILITAS DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017). Sari, Uniek M.
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v5i1.39

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis fertilitas di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan khusus dalam penelitian ini ada empat yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik daerah tempat tinggal, karateristik responden, karakteristik rumah tangga dan hubungan variabel antara dengan fertilitas. Penelitian ini bersifat problem oriented, menggunakan desain penelitian explanatory. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan usia 15-49 tahun yang pernah menikah atau hidup bersama di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 633. Dalam penelitian ini untuk menjawab tujuan dalam tulisan ini menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (uji regresi logistik linier). Dari empat variabel dan dua belas subvariabel yang dianalisis dalam penelitian ini yang mempengaruhi fertilitas di Kalimantan Selatan yaitu 3 variabel dan 6 subvariabel antara lain : (1) karakteristik responden : usia diatas 35 tahun dan tidak tamat SMA; (2) karakteristik rumah tangga : usia persalinan pertama tidak ideal dan kematian anak; (3) variabel antara : pelaku perkawinan anak dan tidak menggunakan KB. Diurutkan dari yang paling berpengaruh yaitu usia perempuan saat survei diatas 35 tahun, kematian anak, usia persalinan pertama tidak ideal, tidak tamat SMA, menjadi pelaku perkawinan anak dan tidak menggunakan KB.
SEGMENTASI WILAYAH UNTUK MENEKAN STUNTING MELALUI PROGRAM 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Yuliati, Istiqomatul Fajriyah
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v5i1.35

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator pada Tujuan 2 Sustainable Development Goals (SDGs) yang harus dikerjakan oleh Pemerintah. Hasil survei Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia sebesar 29.6%, berada di atas ambang batas 20% negara dengan kasus stunting berdasarkan parameter WHO. Tujuan penelitian adalah melakukan segmentasi wilayah berdasarkan indikator intervensi gizi spesifik atau selanjutnya disebut sebagai variabel Program 1000 HPK. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari hasil survei PSG tahun 2017. Variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari delapan variabel Program 1000 HPK. Unit analisis dalam penelitian adalah 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi stunting yang merupakan bagian dari unit wilayah survei PSG tahun 2017. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan segmentasi wilayah menggunakan Latent Class Cluster Analysis. Hasil segmentasi wilayah diperoleh empat cluster, yaitu cluster wilayah awas stunting yang merupakan kabupaten/kota garapan utama ( 13 kabupaten/kota), cluster wilayah siaga stunting yang merupakan kabupaten/kota garapan kedua (19 kabupaten/kota), cluster wilayah waspada stunting yang merupakan kabupaten/kota garapan ketiga (27 kabupaten/kota), dan cluster wilayah tanggap stunting yang merupakan kabupaten/kota garapan keempat (41 kabupaten/kota). Hasil segmentasi wilayah bisa dijadikan rujukan bagi pemangku kepentingan untuk mengalokasikan sumber daya pada wilayah prioritas sebagai upaya percepatan penanganan stunting.
HUBUNGAN PEMBANGUNAN KELUARGA DAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI INDONESIA (ANALISIS DATA SRPJMN 2017) Ekoriano, Mario; Rahmadhony, Aditya; Prihyugiarto, Titut Yuli; Samosir, Omas Bulan
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v5i1.36

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan yang besar dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan global. Angka pertumbuhan penduduk relatif masih tinggi. Penurunan tingkat kelahiran mandek pada periode 2000-2012. Pemakaian kontrasepsi meningkat lambat. Studi ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara pembangunan keluarga dan pemakaian kontrasepsi di Indonesia. Data yang digunakan bersumber dari hasil Survei Indikator Kinerja Program KKBPK RPJMN tahun 2017. Unit analisis adalah perempuan kawin usia 15-49 tahun berstatus kawin atau hidup bersama. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Secara deskriptif, pola dan perbedaan pemakaian kontrasepsi menurut kualitas pembangunan keluarga dan faktor-faktor demografi, sosial, dan ekonomi disajikan. Secara inferensial, suatu analisis multivariat pengaruh pembangunan keluarga terhadap pemakaian kontrasepsi dilakukan, dengan dikontrol terhadap pengaruh faktor-faktor demografi, sosial, dan ekonomi, dengan menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dikontrol terhadap pengaruh faktor-faktor demografi, sosial, dan ekonomi, probabilitas pemakaian kontrasepsi lebih tinggi pada pasangan usia subur usia 15-49 tahun yang berstatus kawin atau hidup bersama yang telah melaksanakan fungsi keluarga.
Promosi Kesehatan Reproduksi: Strategi Konvensional hingga Materi Kesehatan Reproduksi Bias Gender? Reni Pebrianti
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v1i1.33

Abstract

Kajian ini merupakan analisis sistematis terhadap literatur yang membahas mengenai promosi kesehatan reproduksi remaja. Sebanyak 8 studi menggunakan pendekatan kualitatif, 2 studi pendekatan kuantitatif, dan 1 studi mix-methode. Literatur dipilah berdasarkan strategi promosi kesehatan reproduksi pada keluarga, sekolah, instansi pemerintah, dan kelompok atau komunitas sebaya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Berdasarkan studi-studi literatur diatas dapat disimpulkan bahwa, promosi kesehatan reproduksi dilakukan melalui saluran (1) sekolah, (2) Puskesmas, (3) instansi pemerintah, dan kelompok atau komunitas sebaya. Adapun agen-agen sosialisasi yang berperan adalah (1) guru, (2) tutor sebaya, dan (3) peer education. Kemudian, metode penyampaiannya adalah (1) tatap muka, (2) sosialisasi, (3) pelatihan, dan (4) media komunikasi visual. Ditemukan berdasarkan analisa literatur, bahwa strategi yang digunakan untuk promosi kesehatan reproduksi dinilai masih bersifat konvensional. Selain itu, pada beberapa studi ditemukan wacana kesehatan reproduksi remaja yang bias gender, dikarenakan masih tabunya pembahasan mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas. Studi lainnya memperlihatkan promosi kesehatan reproduksi yang berimbang dengan seksualitas.
KEBIJAKAN DAN POTENSI DAERAH MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI MENUTUP: TRANSISI DEMOGRAFI LANJUT Nurjono Agung, Darojad
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.27

Abstract

Bonus demografi masih di tingkat nasional. Daerah perlu peka terhadap perubahan dinamika kependudukan diwilayahnya bahwa bonus demografi peluang sekali, rentang waktu cukup singkat dan menutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kepekaan pemerintah daerah terhadap bonus demografi dan bagaimana kondisi masyarakat di wilayah yang sedang menghadapi bonus demografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokus penelitian ditentukan berdasarkan kriteria wilayah yang sedang mengalami bonus demografi yaitu Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Bali dan selanjutnya diambil 1 kabupaten yang tertinggal dengan indikator IPM rendah. Hasilnya menujukkan pemerintah daerah kabupaten ada yang belum terpapar pemahaman bonus demografi, sedangkan di tingkat provinsi antar instansi belum mempunyai pemahaman yang sama tentang bonus demografi. Adanya kebijakan pusat dangan daerah yang belum serasi dan sinergis mengoptimalkan bonus demografi. Bonus demografi diiringi meningkatknya usaha mikro dan industri kecil sebagai upaya penciptaan kerja mandiri. Masyarakat belum menyadari adanya bonus demografi dan berharap peran pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas pelatihan keterampilan dan keahlian yang dapat diakses secara online.
PEMETAAN PRILAKU PENGGUNAAN MEDIA INFORMASI DALAM MENGAKSES INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI DI KALANGAN PELAJAR DI JAWA BARAT Dida, Susanne; Lukman, Syauqy; Sono, Sukarno; Herison, Feliza; Priyatna, Centurion Chandratama; Zaidan, Arif Rifqi; Prihyugiarto, Titut Yuli
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui dan kemudian menjabarkan perilaku penggunaan media informasi di kalangan remaja dalam mencari informasi tentang kesehatan reproduksi; serta (b) perilaku penggunaan internetnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi remaja tahun pertama hingga keempat dengan rentang umur 18 hingga 24 tahun yang berada di Jawa Barat. Penggumpulan data akan dilakukan melalui angket, wawancara dan observasi. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan atau mendeskripsikan obyek dan fenomena yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan, khususnya seputar informasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja dengan tujuan untuk memetakan pola, prilaku penggunaan media informasi di kalangan remaja di Jawa Barat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa platform media informasi yang banyak diakses di kalangan remaja adalah melalui media sosial, paling tinggi instagram dan twitter sedangkan paling rendah koran kemudian diikuti radio. Metode penyampaian pesan dengan infografis dan meme dirasa paling efektif disampaikan melalui media sosial, ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan dalam mengemas pesan-pesan kesehatan reproduksi untuk remaja, baik oleh BKKBN, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KEKERASAN PADA PEREMPUAN DI KOTA PEKANBARU Meilani, NL.; Asriwandari, Hesti
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i1.26

Abstract

Artikel ini bertujuan mengukur dan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan pada perempuan di Kota Pekanbaru. Data Susenas 2015 menjadi sumber data yang dianalisis dengan menggunakan software Stata 13. Teknik analisis yang dilakukan adalah analisis bivariat dan multivariat. Karakteristik latar belakang, aspek sosial ekonomi dan kependudukan menjadi variabel independen (X) dan kekerasan pada perempuan sebagai variabel dependen (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik latar belakang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap munculnya kekerasan pada perempuan di Kota Pekanbaru, terutama pada variabel umur dan status perkawinan. Pada aspek sosial ekonomi, hanya variabel pendidikan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya kekerasan pada perempuan di Kota Pekanbaru. Mobilitas sebagai salah satu derivasi aspek kependudukan ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap munculnya kekerasan pada perempuan di Kota Pekanbaru.
STUDI PROSES PEMULANGAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AWAL BROS BATAM TAHUN 2010 Kusuma, Retno; Rijadi, Suprijanto; Sari, Kurnia
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.23

Abstract

Tesis ini membahas proses pemulangan pasien rawat inap di Rumah Sakit Awal Bros Batam dalam rangka mencari penyebab ketidaklancaran proses yang setiap harinya telah dilaksanakan di rumah sakit ini melalui sudut pandang sistim. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan untuk memperbaiki sistem pemulangan pasien rawat inap yang terintegrasi, melakukan rapat koordinasi berkala dengan unit-unit terkait, dan menggunakan teknologi terbaru untuk efisiensi waktu dan SDM
ANALISIS PROSES PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AWAL BROS BATAM TAHUN 2010 Putri, Widya; Rijadi, Suprijanto; Sari, Kurnia
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.21

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah jumlah pasien yang membatalkan rawat jalan di Rumah Sakit Awal Bros Batam yang mungkin disebabkan oleh masa tunggu yang lama, angkanya berkisar dari 4% bulan dari total kunjungan. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya kualitas layanan dan penghancuran kinerja rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mencari informasi dan mengetahui penyebab pasien lama menunggu dengan melakukan penelitian di sub-unit yang relevan di unit rawat jalan pengamatan langsung , wawancara mendalam dan tinjauan dokumen. Berdasarkan hasil, sub-unit yang berkontribusi besar terhadap lama menunggu pasien adalah subunit Rekam Medis selama proses file persiapan file Rekam Medis dan dalam penelitian ini, terlalu banyak waktu setiap proses melalui mana pasien sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk standar waktu perawatan pasien Rumah Sakit Awal Bros Batam. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa sebagai unit Rawat Jalan yang terdiri dari sub-unit sub unit, diperlukan prosedur operasi standar yang menetapkan keseluruhan sebagai satu unit untuk layanan di Rumah Sakit, sehingga memudahkan koordinasi dan evaluasi layanan.

Page 1 of 4 | Total Record : 32