cover
Contact Name
Muhammad Agung Nugraha
Contact Email
-
Phone
+628122902361
Journal Mail Official
jtms.ubb@gmail.com
Editorial Address
Gedung Teladan Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Prov. Kepulauan Bangka Belitung.
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Journal of Tropical Marine Science
Journal of Tropical Marine Science (JTMS, e-ISSN: 2623-2235) adalah terbitan open-access diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bangka Belitung, Indonesia. Journal of Tropical Marine Science menyediakan media daring untuk mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian dan pengembangan di bidang kelautan dan oseanografi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science" : 6 Documents clear
Analisis Vegetasi Dan Pemanfaatan Mangrove Oleh Masyarakat Di Solok Buntu Taman Nasional Sembilang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Febriansyah, Rico; Agustriani, Fitri; Agussalim, Andi
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.868 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.670

Abstract

Hutan mangrove di Solok Buntu Taman Nasional Sembilang telah mengalami kerusakan akibat aktifitas manusia seperti penebangan hutan untuk aktifitas tambak, kayu bakar, dan pengambilan kayu untuk kontruksi rumah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis vegetasi dan pemanfaatan mangrove oleh masyarakat di Solok Buntu. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2015. Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat dimana ukuran plot pohon 10 x 10 meter, anakan 5 x 5 meter dan semai 2 x 2 meter. pengambilan data vegetasi mangrove dibagi menjadi dua cara yaitu transek tegak lurus sungai dan transek sejajar sungai. Hasil yang diperoleh ditemukan 7 jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Excoecaria agallocha, Xylocarpus granatum dan Nypa fruticans. Vegetasi mangrove yang terdapat disepanjang Sungai Solok Buntu Taman Nasional Sembilang yaitu Rhizophora apiculata dengan INP tertinggi sebesar 182,98% pada tingkat pohon sedangkan pada tingkat anakan Rhizophora apiculata dan Excoecaria agallocha memiliki INP tertinggi sebesar 300% dan pada tingkat semai Rhizophora apiculata memiliki nilai tertinggi sebesar 200%. Pemanfaatan mangrove oleh masyarakat di Solok Buntu banyak dimanfaatkan sebagai tempat mencari ikan, udang, kepiting. Jenis mangrove yang banyak dimanfaatkan adalah Avicennia sp karena jenis ini banyak tumbuh disekitar tempat tinggal masyarakat sehingga mudah untuk diambil. Analysis Of Mangrove Vegetation And Utilization By Communities In Solok Buntu National Park, Banyuasin Regency, South Sumatera Province The mangrove forests in Solok Buntu Sembilang National Park have suffered damage as a result of human activities such as deforestation for aquacultur, firewood and horsing construction. The purpose of this study was to analyze the mangrove vegetation in Solok Buntu and its utilization. The experiment was conducted in December 2015. The method used is the square of the transect method in which a plot size of 10 x 10 meter tree, 5 x 5 meter saplings and seedlings, 2 x 2 meters. Mangrove vegetation data collection is divided into two ways ie perpendicular transects and river transects parallel to the river. There are 7 mangrove species Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Excoecaria agallocha, Xylocarpus granatum and Nypa fruticans found in the location. Mangrove vegetation found along the Sungai Solok Buntu Sembilang National Park is Rhizophora apiculata with the highest INP at tree level is 182.98%, while at the seedling level Rhizophora apiculata and Excoecaria agallocha has the highest INP 300% and for seedlings of Rhizophora apiculata had the highest value 200%. Utilization of mangrove communities in Solok Buntu used by the public to catch fishes, shrimps, and crabs. Species of mangrove that often used are Avicennia sp because this species are widely grown in the community area.
Pemetaan Pulau Kecil Gelasa Kabupaten Bangka Tengah Adi, Wahyu
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.619 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.909

Abstract

Pulau Kecil Gelasa merupakan daerah yang belum banyak diteliti. Pemetaan ekosistem di pulau kecil dilakukan dengan bantuan citra Advanced Land Observing Satellite (ALOS). Penelitian terdahulu diketahui bahwa ALOS memiliki kemampuan memetakan terumbu karang dan padang lamun di perairan dangkal serta mampu memetakan kerapatan penutupan vegetasi. Metode interpretasi citra menggunakan alogaritma indeks vegetasi pada citra ALOS yaitu NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), serta pendekatan Lyzengga untuk mengkoreksi kolom perairan. Hasil penelitian didapatkan luasan Padang Lamun di perairan dangkal 41,99 Ha, luasan Terumbu Karang 125,57 Ha. Hasil NDVI di daratan/ pulau kecil Gelasa untuk Vegetasi Rapat seluas 47,62 Ha; luasan penutupan Vegetasi Sedang 105,86 Ha; dan penutupan Vegetasi Jarang adalah 34,24 Ha. Small Island Gelasa rarely studied. Mapping ecosystems on small islands with the image of Advanced Land Observing Satellite (ALOS). Previous research has found that ALOS has the ability to map coral reefs and seagrass beds in shallow water, and is able to map vegetation cover density. The method of image interpretation uses the vegetation index algorithm in the ALOS image, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), and the Lyzengga approach to correct the water column. The results of the study were obtained in the area of Seagrass Padang in the shallow waters of 41.99 ha, the area of coral reefs was 125.57 ha. NDVI results on land / small islands Gelasa for dense vegetation of 47.62 ha; area of Medium Vegetation coverage 105.86 Ha; and the coverage of Rare Vegetation is 34.24 Ha.
Analisis Pencemaran Perairan Pesisir Bedukang, Desa Deniang, Kabupaten Bangka. Rema, Dareen Nadya; Kurniawan, Kurniawan; Umroh, Umroh
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.341 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.910

Abstract

Administratively Bedukang coastal waters get into the District of Riau Silip Bangka. There is a tin mining activities and farms in the region that directly or indirectly provide significant pressure on water quality in the region. The purpose of this study was to analyze the characteristics of the quality of coastal waters Bedukang and assess the degree of pollution in coastal waters Bedukang using Pollution Index (IP). Methods of data collection was done at 4 stations by purposive sampling. Insitu measurement parameters are parameters of temperature, pH, and salinity and measurement parameters are parameters exsitu TSS, TDS, BOD, Metals Pb and Total Coliform. Analysis of water quality data using Pollution Index (IP). The results show the value of IP, namely at the first station, the station 3 and the station 4, including lightly polluted category with the value of each value of 2.819, 1.025 and 1.022. At station 2 including good water quality category with the pollution index value of 0.919.There are 3 point lightly polluted so it needs special attention from the local government in the utilization of resources in the region.
Analisis Aspek Reproduksi Kepiting Bakau (Scylla sp.) Di Perairan Kendal, Jawa Tengah Tiurlan, Ester; Djunaedi, Ali; Supriyantini, Endang
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.313 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.911

Abstract

Kepiting bakau Scylla sp. merupakan salah satu biota laut yang mempunyai nilai ekonomis penting. Penyebarannya hampir di seluruh kawasan pesisir Indonesia, yang memiliki ekosistem mangrove termasuk di perairan Kendal. Banyaknya penangkapan kepiting bakau tanpa memperhatikan ukuran yang layak tangkap. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memperoleh beberapa aspek reproduksi kepiting bakau Scylla sp. di perairan Kendal, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari–Maret 2017, dua minggu sekali selama dua bulan di perairan Kendal, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan parameter pendukung seperti suhu, salinitas, pH, dan DO. Materi yang digunakan adalah kepiting bakau Scylla sp. Analisis yang digunakan untuk menghitung perbandingan jumlah kepiting bakau jantan dan betina adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ukuran kepiting bakau mempunyai lebar karapas 81-130 mm, berat 100-350 gram dengan ukuran rata-rata yang tertangkap 99,62 mm, perbandingan jantan dan betinanya 1:2,09. Hubungan lebar karapas dengan berat menunjukkan sifat allometrik positif. Faktor kondisi yang didapatkan adalah 1,0185. Tingkat kematangan gonad kepiting bakau di dominasi oleh TKG II, nilai indeks kematangan gonad pada kepiting bakau betina berkisar antara 6,84% - 18,49%. Tingkat kematangan gonad yang di dominasi oleh TKG II dikarenakan di lokasi penelitian tidak sedang masa pemijahan. Mangrove crab (Scylla sp.) is one of the marine biota that it has value economically important. It spreads in almost all over coastal areas of Indonesia, which has the mangrove ecosystem. Mangrove crab has a high nutritional value. Thus, encouraging people in Kendal to consume a large amount of mangrove crab and reach the local market demand.This led to the occurrence of a lot of mangrove crab catching regardless of the size of the catch.Therefore, this study was conducted to obtain some of reproduction aspects of Scylla sp. in the Kendal waters, Central Java. Sampling was conducted in February-March 2017,every two weeks in two months in Kendal waters, Central Java. The method used in this research was descriptive explorative method with supporting parameters such as temperature, salinity, pH, and DO. The used material was mangrove crab (Scylla sp.). Chi square test was used to analyze and calculate the ratio of male and female mangrove crabs. The results showed that the size composition of mangrove crab had a carbide width of 71-130 mm, weight of 100-350 grams, with average size captured was 99.62 mm, male and female ratio of 1: 2.09. The Relations between width and weight of caparace indicated negative allometric properties. The obtained condition factor was 1.0184767. Maturity level of mangrove crab gonad was dominated by TKG II, gonad index maturity value on female mangrove crab ranged between 6.84% - 18.49%. The maturity level of gonad was dominated by TKG IIbecause the research location was not in the spawning period.
Performa Pertumbuhan Hibrida Antara Ikan Kerapu Batik Betina (Epinephelus microdon) Dengan Ikan Kerapu Kertang Jantan (E. lanceolatus) yang Dipelihara Pada Salinitas Berbeda Syarif, Ahmad Fahrul; Seolistyowati, Dinar Tri; Arfah, Harton
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.745 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.986

Abstract

Hibridisasi antara spesies ikan kerapu batik (Epinephelus microdon) betina dan ikan kerapu kertang (E. lanceolatus) jantan terus dikembangkan untuk memperoleh strain baru dengan performa unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pertumbuhan hibrida ikan kerapu “TIKTANG” (hibridisasi antara ikan kerapu batik betina x ikan kerapu kertang jantan) terhadap perbedaan salinitas 10, 20 dan 30 ppt pada beberapa parameter pertumbuhan panjang dan bobot. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan perbedaan salinitas dan masing-masing diulang tiga kali. Pemeliharaan dilakukan selama 21 hari dengan metode pemberian pakan at satiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kelangsungan hidup ikan kerapu hibrid “TIKTANG” selama pemeliharaan sebesar 100%, sedangkan performa pertumbuhan baik panjang maupun bobot menunjukan perlakuan 10 ppt lebih rendah dibandingkan 20 dan 30 ppt (p<0,05). Hibridisasi antara spesies ikan kerapu batik (Epinephelus microdon) betina dan ikan kerapu kertang (E. lanceolatus) jantan terus dikembangkan untuk memperoleh strain baru dengan performa unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pertumbuhan hibrida ikan kerapu “TIKTANG” (hibridisasi antara ikan kerapu batik betina x ikan kerapu kertang jantan) terhadap perbedaan salinitas 10, 20 dan 30 ppt pada beberapa parameter pertumbuhan panjang dan bobot. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan perbedaan salinitas dan masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Pemeliharaan dilakukan selama 21 hari dengan metode pemberian pakan secara at satiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kelangsungan hidup ikan kerapu hibrid “TIKTANG” selama pemeliharaan sebesar 100%, sedangkan performa pertumbuhan baik panjang maupun bobot menunjukan perlakuan 10 ppt lebih rendah dibandingkan 20 dan 30 ppt (p<0,05)
Studi Morfometrik Dan Meristik Ikan Kurisi (Nemipterus Sp) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat Kabupaten Bangka Gustomi, Andi; Putri, Sri Dewi Dinata
Journal of Tropical Marine Science Vol 2 No 1 (2019): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.769 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v2i1.1092

Abstract

Ikan Kurisi (Nemipterus sp) merupakan salah satu ikan yang menjadi komoditas utama dari bermacam ikan yang didaratkan di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka. Ikan Kurisi ini dimanfaatkan sebagai lauk pauk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfometrik dan meristik ikan kurisi yang didaratkan di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember Tahun 2018 hingga Bulan Januari 2019 di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka. Pengambilan data menggunakan metode random sampling sebanyak 21 ekor ikan kurisi. Berdasarkan 23 karakter morfometrik dan 9 karakter meristik yang di analisis. Karakter morfometrik ikan kurisi menunjukkan bahwa Panjang Total 16,5 cm hingga 21 cm dengan rerata 18,93 cm. Sedangkan karakter meristik ikan kurisi menunjukkan bahwa ikan ini memiliki rumus Jari-jari Sirip Punggung (D.XI-D.XII.8), Sirip Dubur (A.III.11-A.III.14), Pectoral rays (P.12), Ventral rays (V.9-V.10) dan Caudal rays (C.40-C.43). Berdasarkan hasil identifikasi ikan kurisi termasuk ke dalam jenis dari genus Nemipterus dengan Spesies Nemipterus japonicus .

Page 1 of 1 | Total Record : 6