cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 53 Documents
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN KRIM DAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia L.) Fara Azzahra; Hastin Prastiwi; Solmaniati
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.47

Abstract

Daun pare (Momordica charantia L) mempunyai kandungan flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka. Berdasarkan aktivitasnya, penggunaan daun pare sebagai penyembuh luka dapat diupayakan menjadi bentuk sediaan yang lebih efektif, yaitu sediaan krim dan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim dan salep ekstrak etanol daun pare. Daun pare diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dan salep. Uji sifat fisik sediaan krim dan salep, meliputi organoleptik, homogenitas menggunakan mikroskop, pH dengan indikator pH universal, daya lekat, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan krim ekstrak etanol daun pare memiliki berwarna hijau kecoklatan, memiliki bau khas, berbentuk semipadat, homogen, daya lekat 1,09±0,10 detik, daya sebar 5,51 ± 0,37 cm. Salep ekstrak etanol daun pare memiliki berwarna hijau kecoklatan, memiliki bau khas, berbentuk semipadat, tidak homogen, daya lekat 6,76±0,88 detik, daya sebar 4,69±0,29 cm. Sediaan krim ekstrak etanol daun pare memenuhi persyaratan uji fisik, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Sediaan salep ekstrak etanol daun pare memenuhi persyaratan uji fisik untuk pengujian organoleptis, uji pH, daya lekat, tetapi tidak memenuhi persyaratan homogenitas dan daya sebar.
PENGARUH PENGGUNAAN KARBOPOL DAN CMC-Na TERHADAP SIFAT FISIK PADA FORMULASI LOTION EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca var sapientum) Erma Yunita; Annisa Ayu Rinanda; Sukatrin Amalia Nur Habibah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.48

Abstract

Kandungan kulit pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) adalah flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas dari antioksidan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber kolagen, maka kulit pisang dapat dikembangkan menjadi suatu sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk formulasi lotion ekstrak kulit pisang Ambon dan menguji fisik lotion. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Penelitian menggunakan 6 formula dengan konsentrasi ekstrak kulit pisang Ambon 4%. Perbedaan konsentrasi terletak pada variasi konsentrasi karbopol dan CMC-Na. Formula I, II dan III masing-masing untuk formula dengan karbopol konsentrasi 0,3%, 0,4%, dan 0,5% dan Formula IV, V, dan VI masing-masing untuk formula dengan konsentrasi CMC-Na 0,25%, 0,5% dan 1,0%. Lotion diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi karbopol menyebabkan lotion menjadi lebih kental, namun tidak mempengaruhi pH, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat lotion. Pada formulasi menunjukkan bahwa dalam penyimpanan selama empat minggu, lotion ekstrak kulit pisang Ambon Formula I,II, dan III memiliki bentuk, warna, bau, pH, homogenitas, kemampuan daya sebar dan lekat tidak mengalami perubahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit pisang Ambon dapat dibuat sediaan lotion. Penggunaan karbopol menghasilkan sediaan dengan sifat fisik yang lebih stabil selama 4 minggu penyimpanan.
UJI KUALITAS MINYAK ZAITUN (OLEUM OLIVARUM) MERK “X” DAN “Y” BERDASARKAN BILANGAN ASAM YANG BEREDAR DI KECAMATAN KASIHAN, BANTUL, DIY Yunita Wulan Sari; Harti Astuti; Sumantri
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Minyak zaitun adalah minyak lemak yang diperoleh dari buah masak Olea europea Linné (Familia Oleaceae) (Anonim, 1995). Minyak zaitun dalam bidang farmasi harus memenuhi persyaratan kualitas yang di antaranya adalah bilangan asam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan bilang asam dari produk minyak zaitun yang beredar di Kecamatan Kasihan, Bantul, DIY.Metode: Bilangan asam ditetapkan dengan cara yang tertera dalam Farmakope Indonesia Edisi IV (1995). Bilangan asam yang ditetapkan untuk minyak zaitun berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi IV (1995) ialah tidak lebih dari 5 ml kalium hidroksida 0,10 N untuk menetralkan asam lemak bebas dalam 10 g. Pada produk minyak zaitun merk “X” dan “Y” bilangan asam ditetapkan dengan metode Alkalimetri. Larutan baku yang digunakan sebagai titran adalah larutan kalium hidroksida 0,1 N dengan indikator fenolftalein dan titik akhir titrasi berupa perubahan warna menjadi merah muda.Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan asam pada produk minyak zaitun merk “X” sebesar 0.38 dengan jumlah kalium hidroksida 0,0964 N yang digunakan sebanyak 0,73 ml, sedangkan produk minyak zaitun merk “Y” memiliki bilangan asam sebesar 11,95 dengan jumlah kalium hidroksida 0,0964 N yang digunakan sebanyak 22,53 ml.
EVALUASI KEPATUHAN KONSUMSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI DI RUMAH SAKIT KIA PERMATA BUNDA KOTAGEDE PERIODE FEBRUARI- MARET 2016 Andi Wijaya; Emi Yuniasri
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi suplemen zat besi dan kurangnya perhatian terhadap anemia pada kehamilan merupakan salah satu penyebab angka prevalensi anemia di Indonesia masih tetap tinggi. Suplementasi besi atau pemberian Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia, khususnya anemia kekurangan besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi suplemen zat besi di Rumah Sakit KIA Permata Bunda Periode Februari – Maret 2016.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pada ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Rumah Sakit KIA Permata Bunda pada bulan Februari – Maret 2016. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Rumah Sakit KIA Permata Bunda pada bulan Februari dan Maret 2016. Data diperoleh menggunakan kuesioner tertutup dan tabel evaluasi kepatuhan diolah menggunakan program pada Microsoft Excel yang disajikan dalam bentuk tabel persentase tingkat kepatuhan.Hasil daripenelitian ini diperoleh sebanyak 54,16% responden termasuk ibu hamil yang patuh dalam mengkonsumsi suplemen zat besi. Sisanya, sebanyak 45,84% termasuk ibu hamil yang tidak patuh dalam mengkonsumsi suplemen zat besi.
IDENTIFIKASI BORAKS PADA TAHU YANG BEREDAR DI PASAR GIWANGAN YOGYAKARTA PERIODE FEBRUARI 2016 Deny Kusuma; Mega Utami
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan olahan dari bahan kedelai yang sering dikonsumsi di Indonesia adalah tahu. Dari anak hingga dewasa hampir semua mengkonsumsi tahu. Namun sekarang ini banyak tahu yang mengandung boraks. Boraks merupakan hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih tidak berbau. Penyalahgunaan dari penambahan boraks dalam tahu selain agar tahan lama yaitu agar lebih kenyal dan padat. Bahaya dari penggunaan boraks antara lain merusak susunan syaraf pusat, hati, ginjal bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan adanya boraks pada tahu yang beredar di Pasar Giwangan Yogyakarta beserta kadarnya bila ada.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2016 di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta. Sampel yang digunakan adalah tahu putih yang tidak bermerk yang diambil secara acak di Pasar Giwangan Yogyakarta dari 3 pedagang. Metode yang digunakan untuk uji kualitatif boraks dengan menggunakan uji warna kertas kurkuma.Berdasarkan hasil penelitian secara kualitatif menggunakan uji kertas kurkuma menunjukkan tahu negatif terhadap boraks.
EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS DI INSTALASI BEDAH RSUD TUGUREJO SEMARANG PERIODE APRIL 2014 Antoni, Priski; Supadmi, Woro
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Antibiotika merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan pada pencegahan infeksi bakteri karena perlakuan bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis dari parameter tepat indikasi, tepat obat, tepat pasiendan tepat dosis dan mengetahui hubungan kerasionalan penggunaan antibiotika dengan lama rawat inap pasien.Metode: Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data restropektif. Subyek penelitian ini adalah semua rekam medik pasien di instalasi bedah RSUD Tugurejo Semarang dengan kriteria inklusi rentang usia 20-60 tahun, mendapatkan terapi antibiotika profilaksis, data rekam medik jelas. Data penggunaan antibiotika dianalisis kerasionalannya berdasarkan Pedoman Penggunaan Antibiotika 2011, Clinical Practice Guidelines for Antimicrobial Prophylaxis in Surgery2008, Antibiotic Guidelines 2014-2015 dan Drug Information Handbook 2010.Hasil: penelitian menunjukkan penggunaan antibiotika cefuroxime 10%, cefazoline 44%, ceftriaxone18%, cefotaxime 15% dan ampisiln 13%. Kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis meliputi tepat indikasi 86%, tepat obat 54%, tepat pasien 54% dan tepat dosis 44%. Tidak terdapat hubungan kerasionalan penggunaan antibiotika dengan lama rawat inap pasien (p>0,05).Kesimpulan: Penggunaan antibiotika rasional sebesar 44%, tidak ada hubungan antara kerasionalan penggunaan antibiotika profilaksis dengan lama rawat inap pasien operasi di RSUD Tugurejo Semarang periode April 2014.
HUBUNGAN KEPELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA 21 YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-MARET 2018 Sheila P.V.J.; Fitri Sriwaty Situmorang
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.45

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas (Anonim, 2016). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasaan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 Yogyakarta berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance serta empathy dan untuk mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif dimana penelitian ini akan Mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 Yogyakarta . Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di Apotek Kimia Farma. Sampel penelitian ini adalah semua pasien yang membeli obat dengan resep di Apotek Kimia Farma yang berjumlah sebanyak 118 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan persentase tiap jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat tingkat kepuasan pasien untuk setiap butir pertanyaan pada masing-masing dimensi . Hasil secara keseluruhan menunjukkan pasien memiliki persepsi puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 yang diperoleh dengan menjumlahkan persepsi sangat puas dan puas, pada dimensi Tangible (bentuk fisik) sebesar 96,4%, pada dimensi Reliability (keandalan) 98,7%, pada dimensi Responsiveness (cepat tanggap) 98,9%, pada dimensi Assurance (jaminan) 99,4% , dan pada dimensi Empathy ( empati) 97,7% . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 dipersepsikan puas oleh sebagian besar pasien. Hal ini menunjukkan Apotek Kimia Farma 21 perlu mempertahankan kualitas pelayanan kefarmasiannya serta lebih ditingkatkan lagi.
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN “INDONESIA” YOGYAKARTA TERHADAP OBAT TRADISIONAL Sunardi; Sri Sumartini
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.46

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia merupakan bagian dari budaya bangsa dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sejak berabad-abad yang lalu. Pengetahuan tenaga kesehatan tentang obat tradisional yang benar dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sekolah Menengah Kejuruan “Indonesia“Yogyakarta mendidik siswa dengan kompetensi lulusan sebagai asisten Tenaga Teknik kefarmasian yang mempunyai kemampuan dibidang kefarmasianmeliputi obat modern dan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan”Indonesia“ Yogyakarta. Penelitian ini dirancang secara non eksperimental (observatif) dengan data yang diperoleh melalui kuesioner. Penentuan responden secara accidental sampling yaitu pengambilan sampel yang mengambil sampel secara kebetulan. Data yang diambil adalah karakteristik responden meliputi usia dan jenis kelamin sertapengetahuan respondententang obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan dalam tingkat rendah, sedang dan tinggi.Data di analisa secara diskriptif meliputi persentase demografi responden dan persentasetingkat pengetahuan pada tiap katagori. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan “Indonesia”Yogyakarta tentang penggunaan obat tradisional yaitu sebesar 79,02% dengan kategori baik, sebanyak 19,75% dengan kategori cukup dan 1,23% dengan kategori kurang.
UJI AKSEPTABILITAS PEMBERIAN IMUNAX@ PADA RELAWAN SEHAT ACCEPTIBILITY TEST OF IMUNAX@ IN HEALTHY RESPONDEN Adnan; Akrom
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Minyak biji jinten hitam (MBJH)/imunax@ yang mengandung timokuinon bersifat antioksidatif dan antiinflamasi. Imunax@ potensial untuk dikembangkan sebagai agen imunomodulator antioksidan untuk terapi ajuvan atau profilaktif kelompok berisiko tinggi mengalami penyakit degenerative. Namun data akseptabilitas dan tolerabilitas penggunaan imunax@ pada manusia belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang pendapat dan tanggapan relawan terhadap penggunaan imunax@ dosis 2,5; 5 dan 7,5 mL/hari selama 4 minggu meliputi rasa, bau, akibat atau dampak ketidak nyamanan yang ditimbulkan. Metode: Penelitian eksperimental klinik desain prospektif dengan kelompok kontrol selama 4 minggu. Sebanyak 48 relawan sehat, 11 pria dan 37 wanita, dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok dosis 2,5; 5; dan 7,5 mL/hari peroral masing-masing 16 relawan. Kriteria inklusi meliputi laki-laki dan wanita sehat, berusia 18 – 60 tahun dan bersedia mengisi inform consent. Data yang diambil meliputi parameter klinis dan pendapat relawan terkait rasa, bau, dan kondisi ketidak nyamanan yang dirasakan selama mengkonsumsi imunax@. Data dianalisis dengan uji one way anova. Hasil: Hasil penelitian didapatkan skor total di atas 3 yang berarti paling tidak memberikan lebih dari cukup puas hingga lebih dari puas konsumen dalam mengkonsumsi sediaan ini. Ada 6 pertanyaan yaitu pertanyaan 1,2,5,6, 8 dan 9, memiliki rata-rata skor total lebih dari 4 (lebih dari puas) sedangkan ada 4 pertanyaan (3,4,7 dan 10) memiliki rata-rata skor total lebih dari 3 (lebih dari cukup puas). Kesimpulan: Kesimpulan bahwa sediaan soft capsul MBJH (imunax@) dapat diterima oleh konsumen.
GAMBARAN PENANGANAN NYERI HAID PADA SISWI SMPN 2 SEDAYU PERIODE MARET 2017 Sheila Priscilla Virmala Dewi Jaikishin; Onida Rhimbi Tanira
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah upaya pengobatan dengan cara mendiagnosa sendiri penyakit yang diderita oleh pasien. Dismenore adalah suatu gangguan kesehatan berupa nyeri yang dialami oleh seorang wanita saat menstruasi, yang dapat dilakukan dengan swamedikasi. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan saat mengalami dismenore yaitu dengan pengobatan secara farmakologi maupun nonfarmakologi, pengobatan secara nonfarmakologi yaitu dengan penanganan sederhana, pengobatan secara farmakologi yaitu menggunakan obat seperti golongan analgetika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai tindakan swamedikasi dismenore yang dilakukan oleh siswi SMPN 2 Sedayu. Desain penelitian ini adalah non eksperimen yang tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposif sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 2 Sedayu dengan jumlah 70 siswi, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisoner. Hasil penelitian ini menggambarkan siswi yang melakukan tindakan swamedikasi secara nonfarmakologi pada dismenore sebanyak 24 (57,1%) siswi melakukan olahraga dan istirahat yang cukup untuk mencegah nyeri haid dan siswi yang melakukan tindakan secara farmakologi pada dismenore sebanyak 10 (23,8%) siswi meminum obat anti nyeri dari warung dan serta sebanyak 7 (16,6%) siswi meminum obat anti nyeri dari resep dokter. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan instansi sekolah mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.