cover
Contact Name
Marselli Sumarno
Contact Email
-
Phone
(021) 2306106
Journal Mail Official
lppm@ikj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikini Raya
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni Nasional Cikini
ISSN : 25802860     EISSN : 27157482     DOI : -
Jurnal Seni Nasional CIKINI, is a collection of various topic of art studies that contain ideas, research, or views on the developtment of artistic phenomena and symptoms as well as various problems. The purpose of this Journal is for contribute to the researching about art, to develop our understanding about arts in Indonesia into a better perspective, and able to compete in global community. Editorial Board of Jurnal Seni Nasional CIKINI, will accept unpublished article, to be reviewed and edited in order to takes part in our journal. Jurnal Seni Nasional CIKINI released twice a year at June and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2" : 5 Documents clear
Reaksi Interpretatif Terhadap Teks Susastra dan Tingkat Elaborasi Estetika Dalam Teks Sinema: Telaah Bumi Manusia Sebagai Karya Adaptasi dari Novel ke Film Fitriyani, Nurbaiti
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2
Publisher : LPPM-Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.689 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v5i2.78

Abstract

Teks film tentu selalu memiliki keberpihakan terhadap kemampuannya dalam mengadaptasi teks susastra, tak terkecuali dalam karya-karya kanonik, seperti novel masyhur Bumi Manusia, gubahan Pramoedya Ananta Toer. Hanung Bramantyo mengadaptasi novel ini menjadi film dengan judul yang sama, Bumi Manusia.Tentunya dalam tindakan mengadaptasi novel ke film, sutradara tidak serta-merta bertungkus-lumus terhadap teks novel anggitan Pramoedya tersebut. Beberapa adegan yang sangat krusial dalam novel, justru tak diikutsertakan oleh sutradara sebagai bagian dalam film. Pula muncul adegan di dalam film yang berkebalikan dari teks sumbernya. Pastilah sutradara memiliki variabel tertentu dalam mengelaborasi novel menjadi film, baik dari segi orisinalitas atau prioritas terhadap elemen sakral dan karakterisasi dalam teks susastra. Dari sanalah muncul distingsiatas kedua teks tersebut. Dengan adanya reinterpretasi yang mewujud perbedaan-perbedaan dari teks susastra ke film, perlulah dilakukan sebuah studi komparasi. Hal ini untuk mengetahui karakteristik masing-masing medium, baik novel maupun film. Salah satu cara untuk mengetahui perbandingan tersebut, yakni menggunakan pendekatan intertekstualitas dalam penelitian ini.
“Doumo. Boku desu.”: Negosiasi Maskulinitas dalam Citra Idola Sakurai Sho Respati, Bawuk
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2
Publisher : LPPM-Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.156 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v5i2.79

Abstract

Idola laki-laki Jepang dapat dipandang sebagai sebuah bentuk manifestasi dari ide mengenai maskulinitas yang dapat ditemukan dalam masyarakat Jepang. Citra seorang idola adalah sesuatu yang kompleks, maka nilai-nilai maskulinitas yang dimanifestasikan pun kompleks. Hal ini tercermin dalam citra Sakurai Sho, anggota grup idola Arashi, yang tidak hanya tampil dalam konteks dirinya sebagai seorang idola, dengan menggelar konser, tetapi juga bekerja rutin sebagai seorang newscaster dalam sebuah acara berita televisi. Dengan merujuk kepada konsep mengenai maskulinitas hegemonik, yang terwujud dalam sosok salaryman di Jepang, serta konsep mengenai performa gender idola laki-laki yang dinilai sebagai bentuk alternatif dari maskulinitas di Jepang, ditemukan bahwa dalam konstruksi citra Sakurai Sho, terdapat proses negosiasi antara nilai-nilai maskulinitas dominan dengan nilai-nilai maskulinitas alternatif. Negosiasi tersebut terutama muncul dalam hubungan intertekstual antara sejumlah teks media yang membentuk citra Sakurai Sho secara keseluruhan. Negosiasi dalam intertekstualitas ini menunjukkan bahwa maskulinitas bukanlah entitas yang tetap.
REPRESENTASI PASAR TUMPAH DI SURYAKENCANA BOGOR SEBAGAI REALITAS SOSIAL DALAM KARYA SKETSA Permata Ayu, Ardianti; Alibasyah, Hafid
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2
Publisher : LPPM-Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.629 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v5i2.80

Abstract

Pasar tumpah dapat dikatakan sebagai fenomena sosial yang terjadi di ruang publik, juga dapat digolongkan sebagai pasar tradisional yang mempunyai relasi langsung dengan realitas kemasyarakatan, menyajikan barang jualan dengan tanpa berhias---spontan, jujur, apa adanya, tidak memikirkan penataan atau display tertentu---, bersifat arbitrer, dalam ruang temporal karena tidak permanen, bahkan terkadang menunjukkan adanya kontestasi dalam keberlangsungannya. Adapun segala bentuk permasalahan yang ditimbulkan---kemacetan, mengotori lingkungan tetap membuat kegiatan ini terus berlangsung dan menjamur di pelbagai daerah. Dalam hal ini konteks-konteks sosial, seperti relasi kuasa dan ‘supply-demand’ dihubungkan dengan waktu dan peristiwa, ikut berperan dalam membangun pasar tumpah. Studi ini mengkaji pergulatan konteks sosial yang terjadi di pasar tumpah khususnya di Jalan Suryakencana, kota Bogor. Adapun realita dan konteks sosial yang ada di pasar tumpah tersebut menjadi dasar bagi pengamatan kesenirupaan, sebagai konsep visual, yang akan direpresentasikan ke dalam penciptaan karya seni visual yaitu sketsa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, yang dilakukan melalui observasi langsung dan studi literatur dengan pendekatan kajian budaya.
Kritik Struktur Budaya Patriarki dari Point Of View Feminis Ratna Indraswari Ibrahim dalam Tokoh Drupadi di Cerpen Baju Pamungkas, Satrio
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2
Publisher : LPPM-Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.872 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v5i2.81

Abstract

Menyoroti sebuah struktur budaya memang perlu memahami bagaimana pola kerja teori strutralis dan post-strukturalis. Jika kita melihat sistem patriarki, di dalam budaya Jawa saat ini masih sangat kental. Pada Praktiknya, budaya patriarki memiliki struktur Bahasa yang jelas terepresentasikan dalam kehidupan yang terjadi. Namun, dalam sebuah karya sastra contohnya cerpen Baju ini, struktur itu mengalami sebuah arena pertarungan makna baru. Dekonstruksi makna tentang bagaimana gender diperlakukan, dalam cerpen Baju ini sebagai bentuk alih wahana baru dari sebuah cerita tradisi lisan yang sudah terkonstruksi tentang budaya patriarki memaknai Drupadi. Drupadi dalam cerpen ini dipinjam untuk menyampaikan kritik terhadap wacana dominan tentang poisisi laki-laki dalam budaya patriarki.
Bagaimana Pendidikan Tinggi Seni Indonesia, Khususnya Institut Kesenian Jakarta Menghadapi Revolusi Industri 4.0? Tjahjawulan, Indah
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Seni Nasional CIKINI VOL. 5 No. 2
Publisher : LPPM-Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v5i2.82

Abstract

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar istilah Revolusi Industri 4.0. Apa sebetulnya yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0? Bagaimana ia bisa mengubah dunia? Schwab, dalam bukunya yang berjudul Revolusi Industri Keempat, menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 telah mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan berhubungan dengan yang lain. Dalam hal skala, cakupan, serta kompleksitasnya, revolusi industri keempat ini belum pernah dialami oleh umat manusia sebelumnya. Teknologi yang berkembang dalam revolusi industri keempat menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologis, yang di satu sisi membuka peluang besar untuk kemajuan, tetapi di sisi lain memaksa kita untuk memikirkan kembali bagaimana negara dapat berkembang, bagaimana organisasi menciptakan nilai, dan bahkan apa artinya menjadi manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5