cover
Contact Name
Ns. Made Ermayani, M.Kep
Contact Email
ermayani.made@gmail.com
Phone
+6281392200104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pasundan No. 21
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
ISSN : -     EISSN : 26853086     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Focus and scope of Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) is contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2020): March" : 7 Documents clear
HUBUNGAN JENIS KANKER DENGAN FATIGUE PADA PASIEN KEMOTERAPI DI RSUD. ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Hat, Bonifasius; Hurai, Rufina
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.132

Abstract

Chronic Kidney Disease merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel, salah satu penanganannya dengan hemodialisa, keluhan yang sering pada pasien hemodialisa adalah kelelahan. Tujuan penelitian ini melihat pengaruh edukasi berbasis self care terhadap perubahan tingkat kelelahan pada pasien hemodialisa, merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen pre post test design di RSUD A. Wahab Sjahranie periode Mei-Juni 2017, pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling melibatkan 111 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi edukasi berbasis self care 83 orang dan kelompok kontrol 28 orang. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan intervensi selama 6 minggu, Uji Beda Berpasangan Non Parametrik Independent menunjukan bahwa nilai Asymp Sig (2 tailed) = 0,000 atau p-value < 0,05 ada pebedaan tingkat kelelahan antara kelompok intervensi terhadap kelompok kontrol, nilai OR menunjukkan kelompok intervensi edukasi berbasis self care memiliki kecenderungan mengalami perubahan tingkat kelelahan 1,22 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada analisis uji logistik ordinal hasil menunjukkan nilai p = 0,00 atau p-value <0,05 ada pengaruh yang signifikan intervensi edukasi berbasis self care yang diberikan terhadap perubahan tingkat kelelahan. Simpulan penelitian edukasi berbasis self care mempunyai pengaruh terhadap perubahan tingkat kelelahan dan direkomendasikan intervensi ini dapat diaplikasikan sebagai salah satu edukasi yang diberikan pada pasien menjalani hemodialisa
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TUNGGU PASIEN BPJS DI POLI UMUM UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X Tetty, Vinsensia; Bone, Andrea Theofirida
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.134

Abstract

Latar Belakang : peningkatan permintaan layanan kesehatan oleh masyarakat ini menjadi salah satu komponen penting dalam menajemen sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Sistem antrian di rumah sakit menjadi permasalahan yang pelik. Hal ini dikarenakan waktu tunggu pasien sejak mendaftar sampai ruang pemeriksaan lebih lama dari tindakan pelayanan yang diterima. Berdasarkan Kemenkes nomor 129/menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan minimal dikatakan bahwa waktu tunggu untuk pasien rawat jalan adalah sama dengan atau kurang dari 60 menit. Mengingat pentingnya meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit khusunya lama waktu tunggu pasien dalam menerima pelayanan kesehatan, maka penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pasien BPJS. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama waktu tunggu pasien BPJS dalam menerima layanan kesehatan di Poli Umum Unit Rawat Jalan (URJ) Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda, Tahun 2019. Metode: rancangan penelitian ini akan menggunakan desain penelitian deskriptif (cross sectional). Pengambilan sampel menggunakan tehnik Accidental Sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa responden kebetulan muncul. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner tertutup untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama waktu tunggu pasien. Hasil Penelitian: Rata-rata 64,3 % setuju jika pelayanan administrasi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi waktu tunggu, Rata-rata 57,9 % mengatakan setuju jika sumber daya manusia yang memberikan pelayanan di unit rawat jalan sudah memberikan pelayanan yang baik dan mempengaruhi waktu tungggu mereka, sedangkan masih ada 30,2 % yang menjawab tidak setuju, Rata-rata sebesar 44,9 % menjawab tidak setuju untuk pernyataan terkait sarana pra sarana yang tersedia di unit rawat jalan namun masih ada 23,4 % yang menjawab setuju.
HUBUNGAN INTENSI DENGAN PERILAKU KADER SEBAGAI PENOLONG PERTAMA SERANGAN STROKE Tambi, Imelda Feneranda Seravia; Kurniawati, Fidiana; Prastyawati, Irine Yunila; Putri, Nadia Oktiffany
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.135

Abstract

Pengurangan dan keterlambatan dalam mengambil keputusan akan mempengaruhi waktu pengobatan itu sendiri. Kader memiliki peran dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada pasien. Kader juga berperan dalam menyediakan beberapa layanan langsung seperti pertolongan pertama dan pemeriksaan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara intensi dan prilaku kader sebagai penolong pertama serangan stroke. Jenis penelitian ini adalah study korelasi. Lokasi penelitian di Puskesmas Janti Kota Malang. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 44 orang kader kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan non parametrik (spearman rho). Hasil menunjukkan bahwa ditemukan p = 0,031 atau p < 0,05, serta memilik rs +0.326. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensi dengan perilaku kader sebagai penolong pertama serangan stroke, hubungan ini memiliki kekuatan positif sedang. Ada hubungan antara intensi dengan perilaku kader sebagai penolong pertama serangan stroke. Peningkatan kinerja kader ditekankan dengan pemberian motivasi, dukungan dan pengakuan masyarakat untuk dapat meningkatkan intensi kader dalam menjalankan perannya sebagai penolong pertama serangan stroke.
GAMBARAN TINGKAT TEKANAN DARAH PADA KELOMPOK USIA LANJUT ST. MONIKA DI SAMARINDA Sastrini, Yovita Erin
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.136

Abstract

Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajad kesehatan masyarakat yang optimal ,yang ditandai dengan penduduk yang sehat. Meningkatnya usia harapan hidup manusia Indonesia menjadi 72 tahun, memberikan konsekuensi dengan permasalahannya sendiri dan merupakan pengguna layanan kesehatan paling banyak. Berdasarkan data dari badan pusat statistik (Bapenas) tahun 2019 dalam publikasi statistik penduduk lanjut usia (lansia) 2019 menyebutkan bahwa Kurun waktu hampir lima dekade, prosentase lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2019), yakni menjadi 9,6 persen (25juta-an) di mana lansia perempuan sekitar satu persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki (10,10 persen banding 9,10 persen). Pada tahun 2019 sudah ada lima provinsi yang memiliki struktur penduduk tua di mana penduduk lansianya sudah mencapai 10 persen, yaitu: DI Yogyakarta (14,50 persen), Jawa Tengah (13,36 persen), Jawa Timur (12,96 persen), Bali (11,30 persen) dan Sulawesi Barat (11,15 persen). Metode penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif univaria dan deskripsi bivariat. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan melihat prosentase data yang terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik tertinggi pada kelompok lanjut usia dan terendah pada kelompok usia pertengahan, rata-rata tekanan darah diastolik tertinggi pada kelompok usia pertengahan dan terendah pada kelompok lanjut usia. Rata-rata tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik pada kelompok responden yang paling tua yaitu kelompok usia tua, nilainya justru diantara kedua kelompok usia lainnya. Kesimpulan: Berdasarkan data tersebut tidak ada hubungan antara usia dengan tingkat tekanan darah pada manusia usia lanjut yang menjadi responden penelitian ini, yang berarti bahwa para manusia usia lanjut semuanya memiliki risiko yang sama untuk mengalami hipertensi tanpa mengenal klasifikasi usia
PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA USAHA KESEHATAN SEKOLAH TENTANG BULLYING DI SMP X DI KOTA SAMARINDA Ola, Fransiska Keron
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.137

Abstract

Tujuan: Bullying adalah perilaku yang berlebihan, monoton, dan merusak, berdasarkan pada kekuatan siswa. Ada banyak bentuk bullying seperti memanggil nama, memukul atau mengancam orang lain dan menyebarkan desas-desus palsu. Dengan demikian, bullying menciptakan hambatan untuk belajar dengan hasil negatif pada siswa dan institusi. Siswa dapat lebih diburu dan bertindak beberapa kali sesuai dengan situasi. Metode: Penulis menggunakan metode analisis deskriptif, yang menjelaskan data yang diperoleh dengan menggunakan perhitungan persentase atau yang biasa disebut frekuensi relatif. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap bullying di SMP X Kota Samarinda. Penelitian ini di lakukan pada Agustus 2018 dan data dianalisis dengan persentase. Hasil: Karakteristik responden adalah siswa yang menggikuti organisasi usaha kesehatan sekolah di Kota Samarinda yang tergabung dalam organisasi usaha kesehatan sekolah. Perhitungan pengetahuan perilaku bullying baik dengan persentase 100% dan sikap siswa terhadap bullying dengan presentase 93,33% serta hasil uji korelasi Spearman Rank antara pengetahuan bullying dan sikap bullying dengan nilai r= 0. 357 dan dibandingkan dengan tabel rho dengan tingkat kesalahan 5% (r = 0,05), tingkat kepercayaan 95% dan N = 30, maka harga (r) = 0,364. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan perilaku bullying terhadap sikap siswa tentang bullying.
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI PESERTA KELUARGA BERENCANA DI KAMPUNG KB KELURAHAN HANDIL BAKTI KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA Wiwiek, Endang; Utami, Sri
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.138

Abstract

Kampung KB adalah miniatur pelaksanaan program KB secara terpadu dan komprehensif ditingkat lini lapangan (desa/kelurahan/dusun/RW). Konsep kampung KB merupakan konsep terpadu program KB dengan program pembangunan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain. Kampung KB didesain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terhadap pengelolaan program KB pada kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran. Tujuan akhirnya tentu pembangunan masyarakat itu sendiri. Pemerintah hanya menstimulasi dan melakukan pendampingan, selebihnya menjadi tanggungjawab masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan mendorong peran serta aktif keluarga atau masyarakat dalam segala bentuk meningkatkan kesejahteraan (Notoatmodjo, 2005). Desain yang digunakan adalah deskriptif analisis, dimana populasinya adalah ibu peserta keluarga berencana yaitu sejumlah 60 responden. Teknik pengambilan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu angket berupa kuesioner. Dari analisa yang diperoleh dari 60 reponden 53 (88.33%) dengan pengetahuan baik, sebanyak 38 responden (63.33%) menggunakan alat kontrasepsi efektif. p value pada uji statistic adalah 0.00 < 0.05 .
PREVALENSI SINDROM PRA MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI ASRAMA KARTINI SAMARINDA Ping, Maria Floriana; Natalia, Elfina; Jho, Yulieta Lehyun
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 2 No 1 (2020): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v2i1.139

Abstract

Suatu keadaan dimana timbul beberapa gejala yang terjadi secara teratur dan terus menerus yang berkaitan dengan menstruasi disebut sindrom pra menstruasi (Nugroho et al, 2014). Menurut Bahala (2010) sindrom pra menstruasi pernah dialami oleh lebih dari 90% wanita sedangkan frekuensi gejala sindrom pra menstruasi pada wanita Indonesia adalah 80-90% (Pudiastuti, 2012). Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh gambaran tingkat sindrom pra menstruasi pada remaja putri yang tinggal di Asrama Kartini Samarinda, Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survey menggunakan instrument berupa kuisioner, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja putri yang tinggal di Asrama Kartini Samarinda. Menggunakan metode total sampling, peneliti memperoleh 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian ini. Kriteria inklusi tersebut antara lain: sudah pernah haid, bersedia menjadi responden, tinggal di Asrama Kartini Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yakni 32 (64%) remaja putri mengalami gejala sindrom pra menstruasi ringan dan tidak ada responden yang mengalami gejala sindrom pra menstruasi berat. Sebanyak 14 (28,0%) responden tidak mengalami tanda dan gejala sindrom pra menstruasi (dengan skor kuisioner 0-25). Sebanyak 4 (8,0%) responden mengalami gejala sindrom pra menstruasi sedang (skor kuisioner 51-75) gejala yang dirasakan mulai mengganggu aktivitas namun masih bisa ditahan. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian sindrom pra menstruasi, adanya kegiatan/aktivitas terjadwal berupa kegiatan fisik maupun rekoleksi dan rekreasi serta makanan yang terjamin oleh Pembina asrama menjadi faktor penyebab gejala sindrom pra menstruasi pada remaja putri di Asrama Kartini adalah ringan

Page 1 of 1 | Total Record : 7