cover
Contact Name
Hayatul Khairul Rahmat
Contact Email
hayatulkhairul@gmail.com
Phone
+6281268928954
Journal Mail Official
manajemen.bencana@idu.ac.id
Editorial Address
Indonesia Defense University Campus, Indonesian Peace and Security Center Region, Sentul, Bogor Regency, West Java Province, Indonesia
Location
,
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Published by Universitas Pertahanan
ISSN : -     EISSN : 27164462     DOI : https://doi.org/10.33172/jmb
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) publishes articles of research and conceptual thinking in the field of disaster management but not limited in: Disaster Risk Management; Disaster Risk Psychology; Geographical Information System for Disaster Management; Civil and Military Coordination in Disaster Management; Disaster Mitigation; Disaster Response and Recovery Management; Disaster in National Security Perspective; and Disaster in Defense Science Perspective
Articles 36 Documents
LANGKAH TAKTIS KEPEMIMPINAN GUBERNUR BALI I WAYAN KOSTER DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PROVINSI BALI Widyaningrum, Nrangwesthi; Rahmat, Hayatul Khairul; Maarif, Syamsul
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v6i2.625

Abstract

N/A
ANALISIS KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGANAN PENYANDANG DISABILITAS MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Wulandari, Riskyana
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bencana
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v3i1.37

Abstract

Abstrak - Berdasarkan paradigma bencana sebagai perang, gempa bumi dipandang sebagai musuh yang harus dilawan. Pemerintah adalah unsur utama dalam penanggulangan bencana yang berkewajiban melindungi segenap warga Indonesia termasuk penyandang disabilitas. Meski demikian, kebijakan dan strategi yang telah disusun cenderung kurang peka terhadap kebutuhan khusus tiap ragam disabilitas. Kondisi ini menyebabkan perencanaan penanggulangan bencana gempa bumi kurang menyertakan kelompok disabilitas. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Pemerintah Daerah dalam penanganan penyandang disabilitas menghadapi gempa bumi. Lokasi penelitian bertempat di Kabupaten Bantul dengan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, studi dokumen dan materi audio-visual yang kemudian dianalisis secara tematik menurut Cresswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan bencana Pemerintah Daerah dalam penanganan penyandang disabilitas adalah dengan mengintegrasikan prioritasi dan pembukaan kesempatan partisipasi bagi penyandang disabilitas ke dalam setiap kegiatan mulai dari asesmen, perencanaan, kerangka kerja institusional, sistem informasi, pangkalan sumber daya, sistem peringatan, pembentukan mekanisme respon, kemudian pendidikan, sosialisasi dan simulasi. Ke depannya, Pemerintah Daerah dapat membangun kesadaran disabilitas pada setiap lapisan masyarakat untuk menciptakan komunikasi yang positif antar pihak dalam bencana, dan mengkader penyandang disabilitas sebagai tenaga relawan yang mampu berkomunikasi sercara efektif dengan keberagaman disabilitas.Kata Kunci: Kesiapan Pemerintah Daerah, Penyandang Disabilitas, Pelibatan dalam Penanggulangan BencanaAbstract - Within the paradigm of disaster as a war, earthquake is an enemy that must be countered. Government is the main element in disaster management that has the responsibility to protect its citizen, including people with disability. However, the policies and strategies which are formulated tend to be insensitive toward the special needs of disability and resulted in disaster planning that lacks disability inclusion. This qualitative research aims to analyze the local government preparedness in managing people with disability to face the earthquake disaster. The research is taken place at Bantul Region. The participants are selected through purposive and snowball sampling. The data collecting techniques are indepth interview, qualitative observation, document study and audio-visual material which then analyzed thematically according to Cresswell. The results showed that local government disaster preparedness in managing people with disability is by integrating proritizing and opening participation for people with disability in every starts from assessment, planning, institusional framework, information system, resource base, warning system, response mechanism, education, socialization and simulation. In the future, local government should raise the awareness of disability in every level of community to create positive communication between stakeholders in disasters and empower people with disability as volunteers that able to communicate effectively with the diversity of disability.Keywords: Local Government Preparedness, People with Disability, Involvement in Disaster Management
ANALISIS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DARI SISI FAKTOR PEMICU DAN EKOLOGI POLITIK Subiyanto, Adi
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v6i2.620

Abstract

Forest fires are seen as a technical problem so that their resolution is only a technological measure. This study aims to find answers to the question of forest fires. What are the factors that trigger forest fires, the correlation between trigger factors, and explain that the human is the leading cause of forest fires? The method used is mixed methods, combining quantitative analysis and qualitative descriptive. Hot weather and dry ecosystem conditions do not cause fires, not a causality relationship. The leading cause of forest fires in Indonesia is by human activities. The importance of a political ecology approach to explaining the linkages between forest fires and the role of actors, both local and regional/global in managing the environment.
MANAJEMEN PENANGANAN ANAK DI PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA ERUPSI GUNUNG SINABUNG DI PROVINSI SUMATERA UTARA Pratiwi, Dewinta Sari; Hidayat, Eri Radityawara; Widjaja, Wisnu
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v5i1.607

Abstract

Children who survived from natural disasters are not necessarily safe from the threat of life and survival. The emergency condition of the disaster requires the readiness of all humanitarian actors to put forward the principles of protection in the handling of disaster victims especially for vulnerable groups such as children. The eruption of Mount Sinabung is an extraordinary event because it is a disaster with very long evacuation activities and affect the lives of refugee children. This research is a qualitative research with case study approach that aims to analyze the management of the refugee children's handling of disaster victims viewed from the perspective of child protection. The research location was located in Karo Regency with selected participants using purposive and snowball sampling technique. The data was collected through in-depth interviews, observations and document studies assisted by audio-visual materials which were then analyzed by Creswell's data analysis model. The result of this research indicate that child protection factor has not become the point that is considered in the management of the refugee children handling of the eruption of Mount Sinabung eruption as seen from legislative, institutional, planning, organizing, resource management, funding component. Evaluation results of management of refugee children handling are seen from three indicators: the fulfillment of children's rights that only focus on the fulfillment of physical needs; the existence of violations of child protection by the existence of cases or events involving refugee children as perpetrators as well as victims and involvement of children in the demonstration activities and accidents of transportation of school children; as well as other psychosocial mental effects.
PERAN KEMENTERIAN PERTAHANAN RI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BUATAN MANUSIA (MAN-MADE DISASTER) Manuella, Agnes; Widana, I Dewa Ketut Kerta
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v6i1.615

Abstract

Bencana buatan manusia pada hakekatnya adalah ancaman terhadap keamanan nasional, yang perlu ditanggulangi bila terjadi serta perlu dikaji untuk dapat diantisipasi dan dicegah. Di dalam upaya penanggulangan bencana buatan manusia, Kementerian dan Lembaga terkait sebagai unsur utama sedang Kementerian Pertahanan RI bertindak sebagai unsur pendukung dan pembuat kebijakan di lingkungannya serta TNI sebagai pelaksana secara teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi peran Kementerian Pertahanan RI dalam penanggulangan bencana buatan manusia di Indonesia. Teknis Analisis  yang digunakan adalah Teknis Analisis Kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi, serta gabungan (triangulasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perannya di bidang kebijakan, Kementerian Pertahanan RI belum membuat kebijakan yang mengatur upaya penanggulangan bencana buatan manusia di lingkungan Kemhan dan TNI, sehingga perlu dilakukan optimalisasi atas perannya. Agar peran Kementerian Pertahanan RI dapat lebih optimal dalam penanggulangan bencana buatan manusia, maka  Kementerian Pertahanan RI perlu menentukan sasaran yang ingin dicapai, subjek dan objek, sarana dan prasarana serta metode yang tepat; dan melaksanakan upaya berupa kegiatan-kegiatan yang bermuara kepada pembuatan kebijakan. Dalam optimalisasi peran Kementerian Pertahanan RI, peneliti menyarankan agar Kementerian Pertahanan RI merumuskan Permenhan Tentang Penanggulangan Bencana Buatan Manusia di Lingkungan Kemhan dan TNI serta mengusulkan pembuatan Perpres Tentang Upaya Penanggulangan Bencana Buatan Manusia, bila diperlukan kebijakan yang lebih besar lagi yang dapat mengatur keterlibatan Kementerian dan Lembaga yang lain sesuai tupoksi masing-masing.
Dampak Penyebaran Berita Palsu (Hoax) Erupsi Gunung Agung Rahmawati, Oktavia Putri; Ari S, Yohannes; Kharis, Faisol Abdul; Rizayati, Mega Putri; Oktariandari, Santi; Mukhtadi, Mukhtadi
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v5i2.459

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi merupakan aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan dalam memberikan akses informasi dan perpesanan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Seiring berkembangnya zaman, ujaran kebencian melalui berita palsu (hoax) semakin meningkat intensitasnya. Kasus yang terjadi sebagai akibat dari menyebarnya hoax dan ujaran kebencian seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga oleh pemerintah dalam menentukan regulasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Aktivitas Gunung Agung menyebabkan penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Bali. Dampak yang ditimbulkan berupa penurunan wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode Agustus 2018 sebanyak 5,02% dibandingkan jumlah wisatawan pada Agustus Tahun 2017. Pada tahun 2017, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Pulau Bali mencapai 601.553 wisatawan, namun pasca erupsi Gunung Agung jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali menurun menjadi 571.379 wisatawan. Pemerintah Indonesia mencoba mengubah kondisi ini, terutama menjelang Tahun Baru 2018, dimana pemerintah membuat beberapa kampanye untuk menyatakan Bali aman.
IMPLEMENTASI BIOSEKURITI DALAM PENANGANAN AGEN BIOLOGIS PENYEBAB ZOONOSIS DI BALAI BESAR PENELITIAN VETERINER Septiyani, Septiyani; Heridadi, Heridadi; Tirton Nefianto, Tirton Nefianto
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Bencana
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v4i1.313

Abstract

Abstrak -- Indonesia dengan keberagaman biodiversitasnya memiliki segala macam agen penyakit yang menyebabkan wabah atau epidemi. Wabah atau epidemi termasuk ke dalam bencana non alam. Agen penyakit tersebut bila direkayasa menjadi sangat potensial untuk dijadikan senjata biologis. Agen biologis penyebab penyakit zoonosis yang dikelola BBlitvet berpotensi menimbulkan risiko yang berdampak pada aspek keamanan nasional. Biosekuriti dibutuhkan agar-agen biologis yang berada di laboratorium Bblitvet tidak dapat keluar tanpa perizinan dan pengawasan agar tidak jatuh pada pihak yang tidak bertanggung jawab untuk dipergunakan dalam kegiatan yang tidak semestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi biosekuriti dalam penanganan agen biologis penyebab zoonosis di BBlitvet. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan pejabat stuktural dan staff BBlitvet, anggota Asosiasi Biorisiko Indonesia (ABI), ahli zoonosis dan ahli bioterorisme. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan guideline WHO tahun 2006 tentang biosekuriti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi biosekuriti di BBlitvet telah dilakukan dengan baik dengan persentase nilai rata-rata 83,65% untuk komponen biosekuriti di BBlitvet dan 85,7% untuk penerapan program biosekuriti yang sudah dijalankan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu BBlitvet sejauh ini sudah mengimplementasikan biosekuriti dengan baik dalam penanganan agen biologis penyebab zoonosis. Saran yang dapat diberikan adalah pemeliharan dan perawatan terhadap fasilitas biosekuriti yang rusak serta perlu dilakukan simulasi darurat bagi seluruh personil ketika terjadi bencana.Kata kunci : biosekuriti, agen biologis, zoonosis Abstract -- Indonesia with its biodiversity has a lot of disease agents that cause outbreaks or epidemics. Outbreaks or epidemics fall into non-natural disasters. Agents of the disease is very potential to be used as biological weapons when its engineered. Biological agents causing zoonotic diseases handled by BBlitvet have the potential risk that affects national security. Biosecurity is required so biological agents in the Bblitvet laboratory can be prevented from unauthorized access, loss, theft, misuse, diversion or intentional release. The aim of this study is to analyze the implementation of biosecurity in the treatment of zoonotic bi[1]ological agents in BBlitvet. The research method used is qualitative descriptive. The study involved officials and staff of BBlitvet, member of the Indonesian Biorisk Association (ABI), zoonotic expert and bioterrorism expert. The research instrument used WHO interview guidelines. The results showed that the implementation of biosecurity in BBlitvet has been done well with an average percentage value of 83.65% for biosecurity components in BBlitvet and 85.7% for the implementation of biosecurity programs. The conclusion of this research is BBlitvet had a good level of biosecurity implementation in the treatment of zoonotic biological agents. Suggestions to be given are maintenance of damaged biosecurity facilities and simulation of disaster.emergency for all personnel in Bblitvet. Keywords : biosecurity, biological agents, zoonotic disease 
Analisis Partisipasi Masyarakat Melalui Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya Dalam Menghadapi Risiko Kebakaran Permukiman di Kota Banjarmasin Lestari, Dessy Puji; Pramono, Rudy; Nefianto, Tirton
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Prodi Manajemen Bencana
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v3i2.105

Abstract

Abstrak - Kota Banjarmasin merupakan kota dengan jumlah kejadian kebakaran permukiman tertinggi di Pulau Kalimantan. Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki keterbatasan armada dan anggaran dalam menghadapi risiko kebakaran permukiman. Sehingga masyarakat berusaha menghadapinya sendiri dengan mendirikan Barisan Pemadam Kebakaran swadaya. Penelitian tesis ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi masyarakat melalui Barisan Pemadam Kebakaran swadaya dalam menghadapi risiko kebakaran permukiman. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi langsung di lapangan dan studi dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan Model Miles dan Huberman dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran permukiman berada pada tahap perencanaan, pelaksaan hingga evaluasi. Partisipasi masyarakat sebagai pengguna jasa Barisan Pemadam Kebakaran swadaya berada pada jenjang citizen power berdasarkan pengelompokkan jenjang partisipasi oleh Arnstein (1969). Sedangkan partisipasi masyarakat sebagai tenaga sukarela Barisan Pemadam Kebakaran swadaya berada diantara jenjang interactive participation dan self-mobilization berdasarkan pengelompokkan jenjang partisipasi oleh Pretty (1994). Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terdiri atas faktor internal dari dalam diri masyarakat dan faktor eksternal dari luar masyarakat. Terdapat faktor keinginan masyarakat untuk menciptakan rasa aman sebagai salah satu bentuk penerapan konsep community security yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini.Kata Kunci:  Partisipasi Masyarakat, Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya, Risiko Kebakaran Permukiman, Community Security. Abstract - Banjarmasin is a city with the highest number of urban fires in Borneo. The community try to face the urban fires risk themselves by establish the swadaya firefighters group. This research is a qualitative research that use case study as research strategy. The main purpose of this research is to analyze community participation through swadaya firefighters group to face the urban fires risk. The location of this research located is in Central Banjarmasin sub-district, Banjarmasin. Data collected thechniques of this research use observation, interviews, directly documentation and documents then analyze used a Miles an Huberman model and content analysis techniques. The results indicate that the community participation to face the urban fires risk  is in stage of planning, implementation and evaluation. Community participation as the users of swadaya firefighters group service at the citizen power level by ladders of participation group by Arnstein (1969). While community participation as volunteers of swadaya firefighters group are in the interactive participation and self-mobilization level by participation ladder group by Pretty (1994). The factors that affect the community participation are internal factors from inside of the community and external factors from outside of the community. There is a needed factor from community to create  sense of security as one of the community security concept application have been found in this research.Keywords: Citizen Participation, Swadaya Firefighters Group,  Urban Fires Risk, Community Security
STRATEGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA: SEBUAH LITERATUR REVIEW Subagia, Dina; Santoso, Iko Aulya Prabandari; Maryanti, M; Ramadhani, Rizkia Mutiara
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v6i2.624

Abstract

n/a
PERAN KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA (Studi Pengurangan Risiko Bencana pada Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur dengan Metode System Dynamics) Lestari, Fitta Amellia; Soesilo, Tri Edhi Budhi; Khaerudin, Khaerudin
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bencana
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v3i1.36

Abstract

Abstrak - Gunung Kelud merupakan gunung api aktif yang berada di Kabupaten Kediri. Gunung Kelud dengan ketinggian 1731 meter merupakan gunung api yang memiliki ciri khas khusus yaitu memiliki danau kawah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran peran komunikasi pada masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko bencana dan menganalisis model kegiatan evakuasi korban pada masa tanggap darurat di Gunung Kelud. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai kearifan lokal pada masa tanggap darurat. Metode kuantitatif menggunakan system dynamics dipakai untuk mengetahui model kegiatan evakuasi korban. Hasilnya adalah terdapat dua kegiatan komunikasi yang ada pada masyarakat sekitar Gunung Kelud, yaitu kegiatan Radio Komunitas dan Sosialisasi Informal. Masyarakat sadar bahwa ada bahaya yang mengintai mereka setiap harinya dan merekat memiliki inisiatif untuk membangun radio komunitas sebagai salah satu alternatif penyampaian informasi mengenai status terbaru Gunung Kelud. Kegiatan Sosialisasi Informal dilakukan karena pemerintah tidak dapat menjangkau dan memberikan informasi dengan cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat. Simulasi yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan system dynamics menunjukan hasil bahwa jumlah penduduk yang terevakuasi meningkat setiap harinya, namun waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan seluruh penduduk terdampak masih terhitung lama, yaitu 7 hari. Peningkatan jumlah penduduk yang terevakuasi setiap hari dipengaruhi oleh efektivitas kegiatan evakuasi.Kata Kunci: Komunikasi, Evakuasi Korban, Pengurangan Risiko BencanaAbstract - Mount Kelud is the volcano active are located in Kabupaten Kediri. Mount kelud with a height 1731 meters is the volcano having typical special that is having a crater lake who makes lava eruption very dangerous nearby residents. The purpose of this research is analyze the role of communication in mount kelud as an effort to disaster risk reduction and analyze model activities evacuate the victims who in the emergency on mount Kelud. This study used mixed methods. Qualitative methods are used to answer research questions about the local wisdom in emergency relief.  Quantitative methods using system dynamics models are used to determine the casualty evacuation activities. The result is that there are two type of communication in communities around Mount Kelud, namely the activities of Community Radio and Informal Socialization. The community is aware that there are dangers lurking glue them every day and have the initiative to establish a community radio as an alternative to deliver information about the latest status of Kelud. Informal Socialization activities carried out because the government can not reach out and provide information quickly and precisely to the entire community. Simulations conducted by researchers using system dynamics results show that the number of people who terevakuasi increasing every day, but the time required to move the entire population affected is still relatively long, ie 7 days. Increasing the number of people who terevakuasi every day is influenced by the effectiveness of evacuation activities. Keyword: Communication, Evacuation, Disaster Risk Reduction

Page 1 of 4 | Total Record : 36