cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 89 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH Haryanti, Priyani; Febrianti, Santahana
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Karakter kemandirian termasuk salah satu tujuan standar kompetensi Taman Kanak-kanak kurikulum 2004. Pada usia prasekolah anak belajar dengan cara menginternalisasi hasil interaksi dengan orang dewasa. Beberapa anak di TK Desa Argosari tingkat kemandiriannya masih rendah. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Desa Argosari Sedayu Bantul Yogyakarta 2014. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 205 orang tua anak usia prasekolah di TK Desa Argosari. Sampel 56 dengan teknik Cluster sampling. Instrumen berupa kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi-square Yate’s Correction. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 46 (82,1%) orang tua menerapkan pola asuh otoritatif, 5 (8,9%) orang tua menerapkan pola asuh permisif dan 5 (8,9%) orang tua menerapkan pola asuh otoriter. 36 (64,3%) anak tingkat kemandiriannya tinggi, 15 (26,8%) anak tingkat kemandiriannya sedang dan 5 (8,9%) anak tingkat kemandiriannya rendah. Hasil uji Chi-square Yate’s Correction diperoleh p value 0,000 (p < 0,05) dan nilai C= 0,747. Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Desa Argosari Sedayu Bantul Yogyakarta 2014 dengan tingkat korelasi cukup.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG USAHA KESEHATAN SEKOLAH DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI PROGRAM UKS Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Visi pembangunan nasional 2005-2025 adalah Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam SKN PP Nomor 72 Tahun 2012 adalah meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan pada upaya promotif dan preventif. Bentuk promosi kesehatan sekolah di Indonesia adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Program UKS terlaksana karena motivasi yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan.Tujuan: Mengetahui adakah hubungan tingkat pengetahuan tentang Usaha Kesehatan Sekolah dengan motivasi mengikuti program UKS pada siswa kelas VII di SMPN 1 Prambanan Sleman Yogyakarta Tahun 2014. Metode: Desain penelitian menggunakanAnalitik Deskriptif Correlation dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah siswa kelas VII di SMPN1 Prambanan yang berjumlah 127 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sejumlah 125 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisis hubungan dengan uji Chi Square dilanjutkan Coefisien Contigensi. Hasil: Analisis univariate menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan terdapat dalam kategori baik yaitu sebanyak 100 orang (80%), sedangkan motivasi terdapat dalam kategori tinggi yaitu 91 orang (72,8%). Analisa bivariate menunjukkan nilai p-value: 0,000< a: 0,005, dengan keeratan 0,709 (cukup kuat). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Usaha Keschatan Sekolah dengan Motivasi Mengikuti Program UKS pada Siswa Kelas VII di SMPN 1 Prambanan Sleman Yogyakarta Tahun 2014.
ANALISA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS Saputro, Dwi Nugroho Heri; Wirata, Resta Betaliani
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan kasus kematian Leptospirosis relatif tinggi, yaitu antara 2,5% - 16,45% atau rata-rata 7,1% dan termasuk peringkat tiga di dunia. Jumlah kasus Leptospirosis semakin meningkat di Kulon Progo, Yogyakarta. Tujuan: Menganalisa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Leptospirosis di Kulon Progo Yogyakarta tahun 2014. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik, menggunakan pendekatan studi retrospektif yaitu penelitian yang berusaha melihat ke belakang. Sedangkan teknik sampling menggunakan sampel jenuh atau total populasi untuk kelompok kasus yaitu 50 penderita Leptospirosis dan simple random sampling untuk kelompok kontrol yaitu 50 bukan penderita Leptopirosis. Sampel penelitian berjumalah 100 responden. Analisa data menggunakan chi square dan koefisien kontigensi. Hasil: Faktor risiko yang memiliki hubungan dengan kejadian Leptospirosis adalah lingkungan fisik yaitu p value=0,000 dengan c value=0,376 yaitu memiliki keeratan dengan korelasi rendah. Sedangkam faktor risiko yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian Leptospirosis adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan perilaku kesehatan. Kesimpulan: Lingkungan fisik memiliki hubungan dengan kejadian Leptospirosis, sedangkan faktor risiko umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan perilaku kesehatan tidak memiliki hubungan dengan kejadian Leptospirosis. Saran: dapat mengoptimalkan program kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih guna mencegah peningkatan kasus Leptospirosis.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT DENGAN SIKAP MEMILIH JAJANAN Saputro, Dwi Nugroho Heri
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak sekolah dasar. BPOM tahun 2011 mengumpulkan sampel makanan jajanan sebanyak 861 jenis makanan, hasilnya hanya 54 sampel tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Kepmenkes RI Nomor 942/Menkes/SK/VI/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan memiliki beberapa aspek yang diatur dalam penanganan makanan jajanan salah satunya yaitu peran serta konsumen dalam upaya penanganan makanan jajanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dengan sikap siswa kelas IV dan V memilih jajanan di Sekolah Dasar Negeri Tegalmulyo Yogyakarta Juni Tahun 2015. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total populasi yang berjumlah 57 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square dengan tingkat kesalahan sebesar 0,05%. Hasil: Tingkat pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dalam kategori baik sebanyak 84,2%, sedangkan sikap siswa kelas IV dan V memilih jajanan dalam kategori positif sebanyak 87,8%. Hasil uji statistic Chi Square menunjukkan X2 hitung sebesar 8,67 sedangkan X tabel sebesar 5,99, sehingga X* hitung> X* tabel. Tingkat keeratan sebesar 0,363, dengan interpretasi hasil berkorelasi rendah. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dengan sikap siswa kelas IV dan V memilih jajanan di Sekolah Dasar Negeri Tegalmulyo Yogyakarta Juni Tahun 2015. Saran: Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini sesuai dengan fenomena baru yang terjadi di SD Negeri Tegalmulyo Yogyakarta terutanma tentang pemilihan jajanan siswa yang masih kurang baik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN RETARDASI MENTAL DENGAN MEKANISME KOPING PADA ORANG TUA ANAK RETARDASI MENTAL Istiarini, Chatarina Hatri
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2006, dari 222 juta penduduk Indonesia, sebanyak 0,7% atau 2,8 juta jiwa adalah penyandang cacat. Sedangkan populasi anak retardasi mental menempati angka paling besar dibanding dengan jumlah anak dengan keterbatasan lainnya. Tujuan: Mengetahu hubungan antara tingkat pengetahuan tentang retardasi mental dengan mekanisme koping pada orang tua anak penyandang retardasi mental di SLB Marganingsih Kregan Yogyakarta Juni 2014.Metode:Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 32 orang dan sampel 30 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan Chi Square Yate's Correction Hasil:Sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 13 orang (43,3%) dan sebagian kecil memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu 5 orang(16,7%). Sebagian besar orang tua memiliki mekanisme koping adaptif yaitu 20 orang(66,7%) dansebagian kecil memiliki mekanisme koping maladaptif yaitu 10 (3,3%).Kesimpulan:Hasil uji chi square diperoleh hasil Xhitung >X tabel (11,85 >5,991), terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang retardasi mental dengan mekanisme koping pada orang tua anak penyandang retardasi mental di SLB Marganingsih Kregan Yogyakarta Juni 2014.Saran: Bagi peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian yang terkait dengan penelitian ini, peneliti menyarankan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengetahui mekanisme koping. Sehingga peneliti lain dapat mengetahui lebih dalam gambaran tentang mekanisme koping yang dialami oleh responden.
PENGARUH DISIPLIN DAN PENGHARGAAN TERHADAP KINERJ PERAWAT DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN RAWAT INAP Sudarta, I Wayan
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pelayanan keperawatan di rumah sakit salah satu faktor penentu kualitas pelayanan, perawat bertanggung jawab terhadap klien secara holistik. Survey pelaksanaan Asuhan keperawatan pada pendokumentasian kurang sesuai dengan pelaksanaan tindakan, dan survey tentang kepuasan kerja perawat ada 16,25 % mengatakan tidak puas. Metode: Survey, cross sectional, populasi perawat pelaksana, sampel 73 orang, DI keperawatan, pengumpulan data dengan Angket, dokumentasi dan observasi, analisa data dengan regressi logistic. Hasilnya : Disiplin koefisien wald 4,537 signifikansi 0,033 sehingga terdapat pengaruh antara disiplin dengan kinerja perawat, variabel Penghargaan koefisien wald 5,640, signifikansi 0,018 sehingga terdapat pengaruh variabel penghargaan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Kesimpulan: Disiplin, dan penghargaan berpengaruh secara signifikan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA Wahyono, Hadi
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dukungan sosial keluarga adalah suatu keadaan yang bermanfaat bagi individu yang diperoleh dari orang lain. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu, kegiatan di posyandu lansia berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Menurut BPS 2010 di Kabupaten Sleman jumlah penduduk lansia (60 tahun) ada 55.967 jiwa, dari total penduduk 1.090.567 jiwa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di Perumahan Boko Permata Asri Jobohan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian analitik deskriptif correlation dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik total sampling, jumlah sampel sebanyak 49 responden, instrumen menggunakan kuesioner. Hasil: penelitian analisa univariat sebagian besar lansia mendapat dukungan sosial dari keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 47 orang (72,3%) dan sebagian besar lansia memiliki motivasi untuk mengikuti posyandu lansia dalam kategori tinggi sebanyak 39 orang (83%). Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan (P-value = 0,015 < alfa = 0,05), dilanjutkan dengan uji Coefisien Continensi dengan keeratan 0,456 (agak Ka rendah). Kesimpulan: ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di Perumahan Boko Asri Jobohan Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat melengkapi indikator yang belum ada pada instrument kuesioner motivasi dan melengkapi penelitian dengan metode kualitatif.
PENGARUH DEEP TISSUE MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Istiarini, Chatarina Hatri
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah yang harus segera diatasi untuk mencegah munculnya permasalahan baru. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat diterapkan yaitu dengan massage. Tujuan: Peneltian ni dilakukan untuk mengetahui pengaruh deep tissue massage terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di Posyandu Mangga Plembutan Barat Playen Gunungkidul September 2013. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan One group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi, sampel berjumlah 29 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Paired-Samples T Test. Alat ukur dalam pemberian deep tissue massage yaitu dengan menggunakan standar operating procedure serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer air raksa dan stetoskop. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa nilai p 0,00 (p< 0,05) dengan perbedaan rata-rata MAP sebelum perlakuan dan MAP sesudah perlakuan antara 13.24 mmHg sampai 18.47 mmHg. Kesimpulan: Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan gambaran tekanan darah melalui perhitungan MAP sebelum dan sesudah diberi intervensi deep tissue massage. Deep tissue massage dapat melancarkan aliran darah ke jantung sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah. Rekomendasi: Penelitian ini dapat mendasari penelitian selanjutnya dengan lebih memperhatikan variabel confounding, meggunakan kelompok kontrol, dan menggunakan karakteristik responden yang lebih variatif.
PENGARUH BERMAIN MENGGAMBAR DAN MEWARNAI TERHADAP KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH SAAT HOSPITALISASI djuminten, Djuminten
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah yang terjadi pada hospitalisasi adalah anak mengalami kecemasan yang menimbulkan respon fisiologis, perilaku, kognitif dan afektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh bermain menggambar dan mewarnai terhadap kecemasan anak prasekolah saat hospitalisasi. Metode penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan jenis one group pre-test dan post-test design pada tanggal 28 Januari 28 Februari 2014. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bermain menggambar dan mewarnai, sedangkan variable terikatnya adalah kecemasan pada anak prasekolah (usia 3-6 tahun). Sampel penelitian adalah 33 anak prasekolah yang dirawat di salah satu Rumah Sakit Yakkum di Jawa Tengah dengan menggunakan tehnik purpossive sample dengan uji analisis wilcoxson. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi kecemasan. Hasil: Penelitian menunjukkan p<0,00 artinya bahwa ada pengaruh bermain menggambar dan mewarnai terhadap kecemasan anak prasekolah saat hospsitalisasi.
PENGARUH MINYAK ATSIRI CENGKEH TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI EKSTREMITAS BAWAH PADA LANSIA Palupi, Niken
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Minyak atsiri cengkeh adalahminyak yang diambil dari cengkeh itu sendiri digunakan sebagai obat sakit gigi dan anti nyeri sendi. Nyeri sendi adalah ketidaknyamanan pada bagian sendi yang penyebabnya dikarenakan perubahan degeneratif seperti perubahan muskuloskeletal. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak atsiri cengkeh terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia di RW 05 Kelurahan Klitren Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta 2014. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimentaldengan rancangan pretest-postest one group design Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami nyeri sendi ekstremitas bawah. Sampel penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami nyeri sendi ekstremitas bawah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan tehnik fotal populasi sejumlah 25 subjek. Instrumen penelitian menggunakan tehnik wawancara dengan Numerical rating scale (NSR). Uji statistik yang digunakan adalah wilcoxon signed ranks test. Hasil Penelitian: Analisa statistik dengan wilcoxon signed ranks test menunjukkan hasil yang bermakna dengan signifikansi P=0,000 dengan a=0,05 (P<0.05). Nilai mean pretest 5,28 dan postest 3,36. Selisih rata-rata pretest-postest sebesar 1,92. Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna dari penggunaan minyak atsiri cengkeh terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia di RW 05 Kelurahan Klitren Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta 2014. Saran: Penggunaan minyak atsiri cengkeh bisa menjadi terapi komplementer herbal sebagai pereda nyeri sendi untuk lansia.