cover
Contact Name
Anindya Dwi Risdhayanti
Contact Email
ninndoo@gmail.com
Phone
+62341-440424
Journal Mail Official
elkolind@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta no. 9 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Elektronika Otomasi Industri
ISSN : 23560533     EISSN : 23559195     DOI : http://dx.doi.org/10.33795
Core Subject : Engineering,
Elektronika : VLSI Sistem Embedded Devais IoT Konverter Data Sensor Sistem Instrumentasi Sistem Otomasi Industri : Mekatronika dan Robotika Sistem Kontrol Instrumentasi Industri Autonomous Vehicle Kecerdasan Buatan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)" : 7 Documents clear
SISTEM KONTROL DIRECTIONAL MAINTAINING STABILITY PADA UAV GLIDER Rochmanda, Septian Dimas; Sirajuddin, Indrazno; Pracoyo, Agus
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.79

Abstract

Teknologi pesawat terbang model terus berkembang dengan menerapkan kontrol manual maupun kontrol otomatis seperti pada quadcopter yang berfungsi sebagai alat monitoring area dari udara. Quadcopter di satu sisi memiliki kelemahan ketahanan daya (maks. 20-30 menit). Untuk mengatasi hal tersebut alternatif yang tepat adalah dengan prinsip gliding menggunakan Pesawat UAV Glider. Pesawat ini dapat diperintahkan untuk melakukan stabilitas terbang sesuai set point yang diberikan berdasarkan titik sudut pitch, roll, dan yaw. Untuk melakukan penyesuaian arah hadap berdasarkan sudut yaw, maka pesawat bergerak menggunakan aktuator pada rudder. Akurasi kemiringan arah hadap pesawat terhadap sudut yaw juga dipengaruhi oleh kecepatan angin dan kecepatan pesawat. Kontrol yang diterapkan adalah Kontrol Proporsional pada metode PID dan algoritma kontrol dibebankan pada kontroler Arduino Mega dengan feedback berupa data sensor kompas. Sedangkan untuk safety control, maka pesawat ini juga memiliki fasilitas pergantian mode kontrol dari manual ke semi otomatis.
SISTEM STABILISATOR ZERO ROLL PADA UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) GLIDER Tama, Risqi Sugeng Putra; Setiawan, Budhy; Nurcahyo, Sidik
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.84

Abstract

Perkembangan teknologi robot terbang semakin pesat, hal ini ditandai dengan semakin banyak pemanfaatan robot terbang untuk membantu kerja manusia utamanya dalam bidang pengindraan jarak jauh salah satunya seperti evakuasi bencana. Penggunaan robot terbang blimp (balon udara) dan quadcopter pada area terbuka yang sedang terjadi bencana dinilai kurang efisien karena kestabilan roll blimp sangat rendah karena bentuknya yang besar dan ketahanan daya pada quad copter kurang optimal dikarenakan menggunakan empat motor penggerak untuk terbang. Solusi terbaik untuk mengatasi pengaruh gerakan angin terhadap kestabilan roll dan untuk memaksimalkan ketahanan daya dengan memanfaatkan angin yang datang adalah dengan menggunakan desain pesawat fixed wing berjenis glider yang terkontrol, dengan menerapkan kontrol PID dan megintegrasikan sensor Inertial Measurement Unit (Accelerometer dan Gyroscope) sehingga apabila terdapat gangguan angin dari arah samping kestabilan sudut roll pesawat saat terbang di udara dapat terkontrol dengan baik. Dari hasil percobaan yang diambil pada tanggal 20 Agustus 2016, robot terbang fixed wing dengan jenis glider dapat terbang di udara dengan baik dan dapat melakukan gerakan gliding secara crosswind (melawan angin) pada kecepatan angin ±4m/s. Pembacaan sensor IMU menggunakan metode complementary filter sudah optimal dengan nilai a sebesar 0,93, sehingga didapatkan time constant complementary filter sebesar 33,214ms. Penerapan algoritma PID kontroller dengan nilai variabel kp sebesar 1,2, ki sebesar 0,00005, kd sebesar 0.026  didapatkan hasil yang optimal, kontroller dapat menstabilkan posisi pesawat pada posisi nol derajat terhadap sumbu roll pada nilai hysterisis rata - rata antara 0,65 ° sampai -0,55 ° dengan nilai settling time  sebesar 300ms  serta  overshoot  sebesar -6,7 saat terjadi turbulensi udara.
KONTROL KECEPATAN MOTOR DC PADA ELECTROSTATIC PRECIPITATOR (ESP) DENGAN METODE PID Sari, Venita Amalia; Parastiwi, Andriani; Yulianto, Yulianto
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.73

Abstract

Di daerah tertentu banyak terjadi pencemaran udara berupa partikel-partikel polutan dari asap kendaraan bermotor, debu, dan mesin-mesin proses produksi di industri.  Sementara itu tersedianya udara bersih merupakan salah satu kebutuhan bagi kehidupan manusia. Untuk dapat mengurangi partikel-partikel polutan tersebut perlu dirancang dan dibuat sebuah alat Electrostatic Precipitator untuk membersihkan udara dengan metode penangkapan partikel polutan menggunakan medan listrik. Pembersihan udara dengan cara ini dilakukan penangkapan secara elektrostatis dimana partikel-partikel diberi muatan positif dan negatif di dalam medan listrik sehingga akan mendapat gaya tarik dan ditangkap pada deretan plat-plat logam. Tujuan penelitian ini adalah rancang bangun alat pembersih udara dari partikel polutan menggunakan prinsip penangkapan menggunakan medan listrik yang dibangkitkan dari tegangan tinggi searah yang diterapkan pada plat-plat pembangkit medan listrik.Metoda pengujian yang dilakukan yaitu dengan cara mengalirkan udara yang diberi polutan dan dialirkan ke sela-sela pembangkit medan listrik dengan kecepatan terkontrol sebanding kepekatan partikel polutan untuk mengetahui tanggapan sistem. Pengujian berikutnya adalah menerapkan mesin pada ruang mengandung partikel polutan dan mencatat jumlah polutan yang dapat ditangkap dalam satuan waktu. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu alat Electrostatic Precipitator ini mampu mengendapkan debu sebesar 12.5 gram tiap 8 jam dengan kecepatan motor 1000 RPM. Kecepatan motor DC dikontrol dengan menggunakan kontroller PID. Pada sistem kontroller PID ini terdapat dua buah kontroller yaitu PID1 yang merupakan kontrol kecepatan motor (RPM) dengan nilai Kp1 = 0.0003, Ki1 = 0.005, Kd1 = 0.00125 dan PID2 yang  merupakan kontrol debu dengan nilai Kp2 = 10000, Ki2 = 0, dan Kd2 = 0.  
SISTEM PENSTABIL TEMPERATUR SEMEN BEKU SAPI MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY Laras, Handinata; Mandayatma, Eka; Safitri, Hari Kurnia
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.78

Abstract

Teknologi Inseminasi Buatan dilakukan dengan maksud agar diperoleh efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan pejantan terpilih.Berdasarkan  proses pemeriksaan, sel semen sapi yang sebelumnya disimpan pada suhu - 180ºC harus dipanaskan saat diperiksa menggunakan mikroskop.Pemeriksaan motilitas (keaktifan) sel semen sapidengan suhu 37o-38C pada meja penghangat yang dilakukan dibawah mikroskop bertujuan untuk mengetahui sel semen sapi tersebut masih bermutu dengan baik atau tidak.Untuk itu diperlukan alat pemanas.Alat pemanas yang ada saat ini masih terbatas berbentuk besar dan harus diimpor.Karena keterbatasan tersebut, maka dibutlah alat pemanas semen beku sapi menggunakan kontrol logika fuzzy yang memakai sensor PT100 dan mikrokontroler ATmega16, yang lebih portable dan mudah diperoleh dilingkungan lokal. Prinsip kerja alat ini mempertahankan suhu plat warmer sesuai setpoint suhu yang ditentukan. Apabila setpoint yang dimasukan 37ºC maka sistem akan menaikkan suhu plat pemanas mulai dari suhu awal atau suhu ruangan sampai mencapai setpoint yang ditentukan. Jika setpoint yang diinginkan sudah tercapai maka suhu akan distabilkan dengan metode logika fuzzy hingga proses pengamatan selesai. Set suhu dan suhu riil ditampilkan pada monitor LCD. Pada sistem keseluruhan  dengan kontrol logika fuzzy didapatkan hasil waktu tunda (delay time) adalah 96 detik, waktu naik (rise time) adalah 192 detik, waktu puncak (peak time) adalah 288 detik dengan suhu 38,4oC, dengan overshoot 3,78%. Maka didapati Error Steady State yang tergolong kecil yaitu 0,81% sehingga hasil suhunya dapat terjaga dengan baik.
SISTEM KESTABILAN SUDUT PITCH PADA UAV (UNMANNED AERIAL VEHICLE) GLIDER Prakoso, Teguh; Setiawan, Budhy; Safitri, Hari Kurnia
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.83

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle Glider merupakan drone atau pesawat tanpa awak sehingga dapat di program untuk melakukan monitoring area, pantauan bencana alam dengan systemkestabilan sudut pitchpada UAV Glider. Kestabilan tersebut diberi setpoint pada sudutpitchagar pesawat bisa menyetabilkan kestabilan sudut pitchatau posisi badan pesawat sejajar garis horisontal. Sementara ini teknologi yang digunakan adalah pengembangan dari balon udara(blimp) dan quadcopter yang dapat melakukan maping area dengan baik, namun di satu sisi balon udara (blimp) memiliki kekurangan yaitu lemah dengan angin, dalam arti pada saat balon tersebut terbang terkena angin sedikit akan melayang dan sulit untuk di kendalikan, dimanaquadcopterjugamemilikikelemahan tidak dapat bertahan lama diudara.Pengembangan kestabilan sudut pitch dilakukan agar mendapatkan kestabilan yang baik untuk monitoring area dan dengan konsep pesawat Glider yang melayang atau menaiki angin dengan menstabilkan sudutpitch.Skripsi ini membahas tetang pengontrolan pergerakan UAV Glider untuk mencapai kestabililan sudut pitch pada pada UAV Glider
Kontrol Kecepatan Putar Motor Pengaduk Nira Menggunakan Metode PID pada Alat Pembuat Gula Merah Tebu Widianti, Dian Ayu; Fauziyah, Mila; Dewatama, Denda
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.77

Abstract

Gula merah tebu terbuat dari cairan nira yang dikumpulkan dari tanaman tebu. Pada pengolahan gula merah tebu dipengaruhi oleh kecepatan pengadukan. Pengadukan diperlukan untuk mempercepat penguapan air dari nira dan untuk membentuk kristal gula yang kompak serta menghasilkan warna gula yang seragam. Semakin tinggi kecepatan pengadukan, gula merah yang dihasilkan memiliki kadar air yang semakin rendah, sehingga tekstur (kekerasan) gula merah tebu yang dihasilkan semakin baik. Kecepatan pengadukan yang digunakan yaitu 100 rpm, 110 rpm dan 130 rpm. Pengontrolan kecepatan pengadukan dengan aktuator motor DC menggunakan metode kontrol PID yang ditanamkan pada arduino. Metode kontrol ini diharapkan mampu  menjaga kestabilan putaran motor DC  agar sesuai dengan  setpoint. Dari hasil pengujian didapatkan nilai parameter PID dengan metode tuning Zeigler – Nichols yaitu Kp= 0.3, Ki = 0.4 dan Kd = 0.056. Analisa hasil respon sistem pada setpoint 100 rpm diperoleh delay time (Td) = 0.47 s, rise time (Tr) = 1.7 s, settling time (Ts)= 7.6, peak time (Tp) = 3, Overshoot = 6% dan Error Steady State = 3%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontrol PID mampu mempertahankan kecepatan sesuai setpoint yang diharapkan. Hasil gula merah terbaik yaitu pada kecepatan pengadukan 100rpm. Warna gula merah yang dihasilkan coklat kekuningan, tekstur gula keras dan rasa yang manis.
IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL PID UNTUK STABILISASI SUHU PADA ALAT PEMANAS SEMEN BEKU SAPI Wiratama, Bayu Prasetyadi; Mandayatma, Eka; Budi, Edi Sulistio
Jurnal Elektronika Otomasi Industri Vol 3, No 2 (2016): Elkolind Volume 3 No 2 (Juli 2016)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v3i2.82

Abstract

Dalam inseminasi buatan (IB) pada hewan, pemeriksaan keaktifan sel semen sangat diperlukan, demikian pula pada sapi. Berdasarkan proses pemeriksaan pada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB), sel semen yang sebelumnya disimpan pada suhu rendah (-196˚C) harus dipanaskan (37˚C) saat diperiksa menggunakan mikroskop. Oleh sebab itu, perlu dibutuhkannya suatu alat plate warmer. Namun saat ini plate warmer tersebut masih terbatas dipasaran, dan dalam memperoleh alat tersebut masih harus impor. Berdasarkan sulitnya mendapat plate warmer semen beku sapi dipasaran, maka dibuatlah prototype plate warmer semen beku sapi dengan range suhu 29˚C-40˚C dengan metode pengaturan kontrol PID menggunakan sensor suhu PT100 dan Mikrokontroller ATMega16, yang lebih portable dan mudah diperoleh dilingkungan lokal. Alat ini bekerja dengan cara mengatur suhu plate warmer sesuai kebutuhan. Dari hasil penelitian suhu yang dibutuhkan untuk memanaskan semen beku sapi ialah 37˚C dan didapatkan nilai parameter PID sebesar Kp = 30, Ki = 1.5, Kd = 150 dengan metode Tuning Ziegler-Nichols dimana mampu menjaga kestabilan suhu dengan error 1,5%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7