cover
Contact Name
Sugeng Maryanto
Contact Email
sugengmaryanto99@gmail.com
Phone
+6281225183599
Journal Mail Official
sugengmaryanto99@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
ISSN : 19780346     EISSN : 25803751     DOI : 10.35473
Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Gizi dan Kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 181 Documents
NILAI GIZI SNACK BAR TEPUNG CAMPURAN (TEPUNG MOCAF & TEPUNG KACANG MERAH) DAN SNACK BAR KOMERSIAL Asriasih, Dwifa Novita; Purbowati; Anugrah, Riva Mustika
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i27.57

Abstract

Background: Snack bar is a snack in the form of a bar made from a mixture of various ingredients such as cereals, nuts. Mocaf flour and red bean flour are local food products that can be used as snack bar products. Objective: Find out an overview of the nutritional value of a mixed flour snack bar (mocaf &red bean flour) and a commercial snack bar.Research Method: Design of studyanalytic descriptive research. The research sample is a commercial snack bar. The types of commercial snack bars are obtained from supermarkets in Ungaran. Analysis of data using microsoft office excel and presented in table form. Results: Mixed flour snack bar (mocaf with red bean flour) contains 128 kcal of energy, 4.5 grams of protein, 3 grams of fat, 20.5 grams of carbohydrates, and 5.7 grams of fiber. The nutritional content of 11 commercial snack bar brands is 80-160 kcal energy, 1-6 gram protein, 2.5-10 gram fat, 10-19 gram carbohydrate, and 1-4 gram fiber. Conclusion: The nutritional content of the mixed flour snack bar (mocaf &red bean flour) contains higher fiber than the commercial snack bar. Abstrak : Latar Belakang :Snack bar merupakan makanan ringan yang berbentuk batangan berbahan dasar campuran dari berbagai bahan seperti sereal, kacang-kacangan. Tepung mocaf dan tepung kacang merah merupakan hasil pangan lokal yang dapat digunakan menjadi produk snack bar. Tujuan :Mengetahuigambaran nilai gizi snack bar tepung campuran (tepung mocaf & tepung kacang merah) dan snack bar komersial. Metode Penelitian :Desain penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian ini adalah snack bar komersial. Jenis-jenis snack bar komersial didapatkan dari swalayan yang ada di Ungaran. Analisis data menggunakan microsoft office excel dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil : Snack bar tepung campuran (tepung mocaf dengan tepung kacang merah) mengandung energi 128 kkal, protein 4,5 gram, lemak 3 gram, karbohidrat 20,5 gram, dan serat 5,7 gram. Kandungan gizi dari 11 merk snack bar komersial yaitu energi 80-160 kkal, protein 1-6 gram, lemak 2,5-10 gram, karbohidrat 10-19 gram, dan serat 1-4 gram. Simpulan :Kandungan gizi snack bar tepung campuran (tepung mocaf & tepung kacang merah) mengandung serat lebih tinggi daripada snack bar komersial.
HUBUNGAN ASUPAN ZINK, ZAT BESI, DAN VITAMIN C DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK USIA 6–24 BULAN DI DESA LEYANGAN, KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Sari, Anggun Novita; Maryanto, Sugeng; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i27.56

Abstract

Background : Adequate intake of zinc, iron, and vitamin C affects the occurrence of infection. Infectious diseases can increase the risk of undernutrition. Objective : The Study aims to investigate the correlation between intake of zinc, iron, andvitamin C with incidences of undernutrition in children aged 6–24 months old at leyangan village east ungaran semarang regency. Method: The study was cross sectional approach. The population was children aged 6 –24 months old. The samples of study were taken by proportional random sampling with 78 respondents. The data collecting used questionnaires, SFFQ, and babyscaleor digital tread scale. The data analysis used kendall tau (α=0,05) Result: Percentage of zinc intake category in less is 47,4%, good is 37,2%, and over is 23,1%. Percentage of iron intake category less is 46,2%, good is 34,6%, and over is 19,2%. Percentage of vitamin C intake category less is 43,6%, good is 33,3%, and over is 23,1%. There is a significant correlation beetwen intake of zinc, iron, an vitamin C with incidences of undernutrition in children aged 6–24 months old at leyangan village east ungaran semarang regency.( p= 0,03; p= 0,002; p= 0,045). Conclution: Thereis a significant correlation beetwen intake of zinc, iron, an vitamin C with incidences of undernutrition in children aged 6–24 months old at leyangan village east ungaran semarang regency Abstrak : Latar Belakang: Kecukupan asupan zink, zat besi, dan vitamin C berpengaruh terhadap terjadinya infeksi. Penyakit infeksi dapat meningkatkan resiko terjadinya gizi kurang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan zink, zat besi, dan vitamin C dengan kejadian gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu anak usia 6-24 bulan. Sampel penelitian ini ditentukan dengan metode proportional random sampling sejumlah 78 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, FFSQ, dan babyscale atau timbangan injak digital. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau (α = 0,05). Hasil: Persentase kategori asupan zink kategori kurang yaitu 47,4%, baik 37,2%, dan lebih 23,1%. Persentase kategori asupan zat besi dengan kategori kurang yaitu 46,2%, baik 34,6%, dan lebih 19,2%. Persentase kategori asupan vitamin C dengan kategori kurang yaitu 43,6%, baik 33,3%, dan lebih 23,1%. Ada hubungan yang bermakna antara asupan zink, zat besi, dan vitamin C dengan kejadian gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ( p= 0,03; p= 0,002; p= 0,045). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara asupan zink, zat besi, dan vitamin C dengan kejadian gizi kurang pada anak usia 6-24 bulan di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
DAYA TERIMA FORMULA BUBUR INSTAN DARI TEMPE KEDELAI SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) UNTUK BAYI USIA 6-12 BULAN Rachmawati, Ninda; Pontang, Galeh Septiar; Mulyasari, Indri
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 12 No 27 (2020): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v12i27.55

Abstract

Background:Tempehis one of Indonesia's traditional foods which has high amino acid content and biological value so it can be an alternative MP-ASI for babies. Instant porridge is one of the MP-ASI that can be given because it is practicalin serving. The study aim to find acceptability and analysis of nutrient content in soybean tempeh instant porridge Methods:This research isa pre experimental design research. The population is mothers who have babies aged 6-12 months as many as 40 subjects. The sampling technique uses total sampling. Retrieval of data by testing the level of preference and analysis of nutrient content. Data analysis is presented in the frequency distribution table Results:The highest level of preference for taste(45%), aroma(70%)and texture (70%)in soybean tempe porridge in formula 6 and for the highest level of color(57.5% )likeness in soybean tempe instant porridge in formula 5. The highest acceptance of soy tempe instant porridge in formula 6. Analysis of energy content of 312,55 Kcal, protein 7.5 grams of fat 30 grams, carbohydrates 24.58 grams. Conclusion:Formula 6 is preferred and accepted by the subject. Formula 6 has energy, fat and carbohydrate content that is in accordance with the MP-ASI instant porridge, but the protein content is not in accordance with the MP-ASI instant porridge. Abstrak : Latar Belakang : Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia memiliki kandungan protein asam amino dan nilai biologis yang tinggi sehingga dapat menjadi alternaltif MP-ASI untuk bayi. Bubur instan merupakan salah satu MP-ASI yang dapat diberikan karena praktis dalam penyajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan analisis kandungan zat gizi pada bubur instan tempe kedelai Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental design. Populasi adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sebanyak 40 subjek. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengambilan data dengan uji tingkat kesukaan dan analisis kandungan zat gizi. Analisis data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi Hasil: Tingkat kesukaan tertinggi terhadap rasa (45%), aroma (70%) dan tekstur (70%) pada bubur instan tempe kedelai pada Formula 6 dan untuk tingkat kesukaan warna tertinggi pada bubur instan tempe kedelai pada Formula 5 (57,5%). Daya terima bubur instan tempe kedelai tertinggi pada Formula 6 (42,5%). Hasil analisis kandungan gizi Formula 6 yaitu energi 312,55 Kkal, protein 7,5 gram lemak 30 gram, karbohidrat 24,58 gram Simpulan : Formula 6 lebih disukai dan diterima oleh subjek . Formula 6 memiliki kandungan energi, lemak dan karbohidrat sudah sesuai SNI MP-ASI bubur instan, namun kandungan protein belum sesuai SNI MP-ASI bubur instan.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI AIR PUTIH DENGAN DENYUT NADI PADA TENAGA KERJA PRIA DI CV LAKSANA KAROSERI SEMARANG Sancitawati, Ni Komang Agnes; Mulyasari, Indri; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i26.54

Abstract

Background:The workload differences among workers is depend on type and duration of work. Pulse rate is one of indicators of workload. The lack of water intake isone of that increase pulse rate. Objective :To analyze association between water intake and pulse rate, on male workers in CV Laksana Karoseri Semarang. Method:The population of this study was male workers in the production section. The sample 98 respondents taken by Random sampling technique.Data analysis used Spearman Rankcorrelation test(a=0.05).This research was descriptive correlational study with cross sectionalapproach,water intake was measured using recall-24 hours method pulse rate was measured using 10 pulse method. Results:Water intake was 60.2% (59 respondents) were a adequate level of water intake and 39.8% (39 respondents) were less intake.The workload of respondents categorized as non-fatigue is 66.3% (65 respondents), 26.5% (26 respondents), weight 6.1% (6respondents) and very heavy 1.0% (1 respondent).There is no correlation between water intake and pulse rate on male workers in CV Laksana Karoseri Semarang (p= 0,862). Conclusion :There is no correlation between water intake and pulse rate on male workers in CV Laksana Karoseri Semarang. Abstrak : Latar Belakang : Beban pekerjaan pada tenaga kerja berbeda tergantung pada jenis dan lama pekerjaan yang dilakukan, denyut nadi dipakai sebagai indikator untuk mengetahui berat atau ringannya beban kerja pada pekerja. Kurangnya konsumsi air putih menjadi salah satu faktorterjadinya peningkatan denyut nadi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi air putih dengan denyut nadi pada tenaga kerja pria di CV Laksana Karoseri Semarang. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kerja pria bagian produksi, Sampel 98 responden diambil dengan teknik Random sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank (a = 0,05). Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional denganmenggunakan pendekatan cross sectional, instrumen penelitian ini adalah menggunakan formulir Recall konsumsi air putih diukur menggunakan metode recall-24 jam dan denyut nadi diukur menggunakan metode 10 denyutan. Hasil: Konsumsi air putih memiliki kategori yang termasuk cukup minum sebanyak 60,2% (59 responden) dan kategori kurang minum sebanyak 39,8% (39 responden). Beban kerja responden yang dikategorikan tidak terjadi kelelahan sebanyak 66,3% (65 responden), sedang 26,5% (26 responden), berat 6,1% (6 responden) dan sangat berat sekali 1,0% (1 responden). Tidak ada hubungan antara konsumsi air putih dengan denyut nadi pada tenaga kerja pria di CV Laksana Karoseri Semarang (p= 0,862). Simpulan :Tidak ada hubungan antara konsumsi air putih dengan denyut nadi pada tenaga kerja pria di CV Laksana Karoseri Semarang.
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA DEWASA MUDA Prihandini, Kurnia Dwi; Purbowati; Mulyasari, Indri
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i26.53

Abstract

Background:Body Mass Index (BMI) is widely used as nutritional status indicator in adults. People who can not be measured their actual body weight and height are need other measurements as alternatives. Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) is one of indicators that can be used to estimate BMI in adults. Objective :To analyze the correlation between MUAC and BMI in young adults. Method:This research was using correlation study with cross sectional approach.The population of this study was students of Health Sciences and Nursing Faculty of Ngudi Waluyo University aged 19-29 years. 303 samples were taken by disproportionate random sampling method. MUAC was measured using metlineon the supine position and BMI value obtained by body weight (kg) divided by body height (m)squared measured on the standing position. Analysis data was using spearman rho (α = 0,05). Results : The mean of respondents MUAC is 254,00 ± 38,2 mm, with lowest MUAC 186,00 mm and highest 412,00 mm. The mean of respondents BMI is 22,45 ± 4,6kg/m2, with lowest BMI 15,17 kg/m2 and highest 45,63 kg/m2. There is a correlation between MUAC and BMI in young adults (p=0,0001). Conclusion :There is a correlation between MUAC and BMI in young adults. Abstrak : Latar Belakang : Indikator penilaian status gizi pada dewasa dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Namun, pada individu yang tidak dapat diukur tinggi badan dan ditimbang berat badan secara aktual diperlukan indikator lain. Salah satu indikator lain untuk memperkirakan IMT yaitu Lingkar Lengan Atas (LILA) Tujuan : Mengetahui hubungan LILA dengan IMT pada dewasa muda. Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo yang berusia 19-29 tahun. Sampel sebanyak 303 responden diambil menggunakan metode disproportionate random sampling. LILA di ukur dengan menggunakan metline pada posisi berbaring dan nilai IMT diperoleh dengan berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat yang diukur pada posisi berdiri. Analisis data dengan menggunakan uji kolerasi Spearman rho (α = 0,05). Hasil : Rata-rata LILA responden yaitu 254,00 ± 38,2 mm, LILA terendah 186,00 mm dan tertinggi 412,00 mm. Rata-rata IMT responden yaitu 22,45 ± 4,6 kg/m2 . IMT terendah 15,17 kg/m2 dan tertinggi 45,63 kg/m2 . Ada hubungan LILA dengan IMT pada dewasa muda (p=0,0001). Simpulan : Ada hubungan LILA dengan IMT pada dewasa muda
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN ASUPAN ENERGI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PEKERJA LAKI-LAKI DI CV. KAROSERI LAKSANA Maulana, Inna; Mulyasari, Indri; Pontang, Galeh Septiar
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i26.52

Abstract

Background: Obesity is one of health problems in workers which affects onwork productivity. Workload and energy intake are factors that affect body mass index. Objectives: To analyzecorrelation between workload and energy intake with body mass indexat male workers in CV. Karoseri Laksana. Methods: Thisresearch used crossectionalapproach. The population of this research was all of production workers at CV. Karoseri Laksana. The samplewere 98 male workers by using random sampling method. Body Mass Index was calculated by dividingweight (kg) for height (m2), work load was measured by using 10 pulse method, energy intake was measured by using food24hoursrecallmethod.The test analysis usedkendall tautest(α = 0,05). Result: 68 workers(69,4%)were mild workload level, 27 workers (27,6%) were moderate workload, and 3 workers (3,1%) were high workload. Energy intake at workers inadequate 28 workers (28,5%), adequatewas in 62workers(63,2%), and excessivewas in 8 workers (8,16%). There was correlation between workload with body mass index (p=0,025). There was not relation energy intake with body mass index (p=0,157). Conclusion: There is a corelation between workload andbody mass indexon maleworkers at CV. Karoseri Laksana. There is nocorrelation between energy intake and body mass index on male workers at CV. Karoseri Laksana Abstrak : Latar Belakang : Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan pada pekerja yang dapat berpengaruh pada produktivitas kerja. Faktor yang mempengaruhi obesitas antara lain beban kerja dan asupan energi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara beban kerja dan asupan energi dengan indeks massa tubuh pada pekerja laki-laki di CV. Karoseri Laksana. Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi kolerasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian produksi di CV. Karoseri Laksana. Jumlah sampel sebanyak 98 pekerja diambil dengan teknik random sampling. Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dilakukan dengan cara pengukuran berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m2 ), beban kerja diukur menggunakan metode 10 denyut, dan asupan energi diukur menggunakan metode recall 24 jam. Uji yang digunakan adalah uji kendall tau(α=0,05). Hasil : Beban kerja kategori ringan 68 orang (69,4%), kategori sedang 27 orang (27,6%), dan kategori berat 3 orang (3,1%). Asupan energi pada pekerja kategori kurang 28 orang (28,5%), kategori baik 62 orang (63,8%), dan kategori lebih 8 orang (8,16%). Ada hubungan antara beban kerja dengan indeks massa tubuh (p=0,02). Tidak ada hubungan asupan energi dengan indeks massa tubuh (p=0,15). Simpulan : Ada hubungan antara beban kerja dengan indeks massa tubuh pada tenaga kerja laki-laki di CV. Karoseri Laksana. Tidak ada hubungan antara asupan energi dengan indeks massa tubuh pada pekerja laki-laki CV. Karoseri Laksana.
MODIFIKASI FORMULA ENTERAL RUMAH SAKIT SIAP SEDUH Lestari, Suci; Rahmawati A, Meika; Shita J, Dewi; Eka T, Listiyani
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i26.51

Abstract

Background:Kariadi Hospital utilizes a commercial formula for oral nutrition supplement (ONS) and enteral feeding. A commercial formula has been viewed as more superior compared to Blenderized Tube Feeding (BTF) due to its food safety and extended expiry date. However, a commercial formula may contribute to the higher cost. Developing powdered, hospital-made formula with low-cost and optimum food safety is essential. Objective:To develop powdered, ready to brewhospital-made formula and analyze the macronutrient content, microbiological, physical and organoleptic quality and total cost of the formula. Method:This study used univariate analysis with a descriptive design. Result:Macronutrient content in 1000 ml was 994,07 kcal of energy total, 37,2 g of protein, 26,8 g of fat, and 150,6 g of carbohydrate. The first Total Plate Count (TPC) test result was 0,9 x 102 CFU/ml and 1,1 x 102 CFU/ml for the second trial. There was no contamination of E.Coli dan Staphylococcus. The viscosity of the formula was 10,02 Cp, and the caloric density was 0,994 kcal/1ml. In organoleptic testing, most of the taste panels accepted the viscosity (80%), color (95%), odors (85%) and taste (75%). Food shelf life testing on day 4 and 11 were 0,4914 and 0,4914 (mg Malondialdehyde /kg sample). The cost of ready to brewhospital made formula was Rp. 39.586,80/1000 ml. Conclusion:Macronutrient composition, food microbiological, and physical quality of modified hospital-prepared enteral feeding was acceptable compared to the Indonesian standard. More than 80 % of the sensory panelist was satisfied based on the organoleptic test. Moreover, the cost was less expensive than commercial formula. Abstrak : Latar Belakang : Rumah Sakit dr Kariadi menggunakan formula komersial (FK) untuk oral nutrition supplement (ONS) dan enteral feeding. Penggunaan FK dipandang lebih superior dibanding formula rumah sakit (FRS) dari segi keamanan pangan serta masa kadaluwarsa yang lebih lama, namun penggunaan FK enteral lebih mahal dari FRS. Perlu adanya modifikasi FRS dengan keamanan pangan yang optimal dan biaya lebih terjangkau. Tujuan : Mengembangkan FRS bubuk siap seduh dan menganalisis kandungan zat gizi, mutu mikrobiologi, mutu fisik, mutu organoleptik dan biaya Metode : Penelitian univariat dengan desain penelitian deskriptif. Hasil ; Energi formula enteral dalam 1000 ml adalah 994,07 kkal, protein 37,2 gr, lemak 26,8 gr, dan karbohidrat 150,6 gr. Hasil uji Total Plate Count adalah 0,9 x 102 CFU/ml (Uji pertama) dan 1,1 x 102 CFU/ml (Uji kedua). Tidak ditemukan bakteri E.Coli dan Staphylococcus. Hasil uji viskositas adalah 10,02 Cp, densitas kalori sebesar 0,994 kkal dalam 1 ml formula. Hasil uji organoleptik menyatakan sebagian besar panelis suka terhadap kekentalan (80%), warna (95%), aroma (85%) dan rasa (75%) modifikasi FRS. Uji daya simpan dengan uji Thiobarbituric Acid diperoleh hasil MO 0,1014 dengan duplo 0,1716 (mg malonaldehid/kg sampel). Hasil M1 0,4914 dengan duplo 0,4914 (mg malonaldehid/kg sampel). Biaya FRS Rp. 39.586,80/1000 ml. Simpulan ; Kandungan gizi sesuai dengan komposisi umum untuk Indonesia, hasil uji mikrobiologi dan daya simpan dalam batas aman sesuai SNI, lebih dari 80 % sensory panelis menyukai FRS bubuk berdasar uji organoleptik. Biaya bahan lebih murah dibandingkan formula enteral komersial.
PENGARUH JUS TOMAT TERHADAP PROFIL LIPID PADA PENDERITA DISLIPIDEMIA Sugini
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 11 No 26 (2019): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v11i26.50

Abstract

Background :High LDL cholesterol can develop into atherosclerosis. Tomatoes contain lots of lycopene which plays a role in protecting fat from peroxidation which reacts with hydroperoxyl fat by binding to free radicals. Lycopene is known to play a role in preventing several important chronic diseases, one of which is atherosclerosis. Method :The research design was a quasi experiment control design with pre post test. The subjects of the study were 62 employees of Kendal Hospital, aged 35-50 years, suffering from dyslipidemia and not suffering from metabolic or degenerative diseases based on the examination of a specialist in internal medicine. Subjects were divided into 2 groups, each with 31 subjects. Group I was given ripe tomato juice 336 grams per day for 21 days and group II as a control. Data analysis using Kolmogorov Smirnov test, Mann Whitney test and Independent Samples t-test.Conclusion withdrawal uses a confidence level of 95% (α = 0.05). Results:There was a reduction in total cholesterol levels of 29.6 gr / dl (p = 0.00), LDL levels 32.5 gr / dl (p = 0.00), triglyceridelevels 41.4 gr / dl (p = 0.01). Conclusion :The administration of tomato juice can reduce total cholesterol, LDL and triglyceride Abstrak : Latar Belakang : Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat berkembang menjadi aterosklerosis. Tomat mengandung banyak likopen yang berperan dalam melindungi lemak dari peroksidasi yang bereaksi dengan hidroperoksil lemak dengan cara mengikat radikal bebas. Likopen diketahui mampu berperan mencegah beberapa penyakit kronis penting salah satu diantaranya aterosklerosis. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perubahan profil lipid penderita dislipidemia. Metode : Rancangan penelitian adalah quasi experiment control design with pre post test. Subyek penelitian 62 karyawati RSUD Kendal, umur 35 – 50 tahun, menderita dislipidemia dan tidak menderita penyakit metabolik atau degeneratif berdasarkan dari pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam. Subyek dibagi 2 kelompok masing-masing 31 subyek. Kelompok I diberikan jus tomat matang 336 gram per hari selama 21 hari dan kelompok II sebagai kontrol. Analisa data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov, uji Mann Whitney dan Independent Samples t-test. Penarikan simpulan menggunakan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian : Ada penurunan kadar kolesterol total 29.6 gr/dl (p = 0,001), kadar LDL 32.5 gr/dl (p = 0,001) , kadar trigliserida 41.4 gr/dl (p = 0,01) Simpulan : Pemberian jus tomat dapat menurunkan kadar kolesterol, kadar LDL dan kadartrigliserida
DAMPAK SOSIALISASI ANTI NARKOBA TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMK NU UNGARAN TENTANG NARKOBA TAHUN 2018 Rosyidi, M. Imron; Susilo, Eko
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v10i23.49

Abstract

Background : Narkotic that continously consumed will make the weak of body, because inserted unused drug or narcotic will threat the body, this threat have 2 kind, physical threat and pshycological threat. (UNODC,2008). In the history, narkotic used in the treatment and research activity, but drugs abuse very danger to our nation, so the goverment will call it emergency situation of drugs abused. Base on BNN reserach on 2014 have been found that youth consumed narcotic was increase. Except health, narcotic have social impact and economical impact. Purpose: to know the impact of narcotic socialisation to the student of SMK NU Semarang Region knowledge about Narcotic Method: the research design are descriptive comparative, with cross sectional approach, the population are 360 student with sample 80 student of SMK NU Semarang Region, Sampling methode uses purposive sampling. Bivariat analysis using Wilcoxon test. Result : have been found 80 % with good knowledge category before socialisation and 90% with good knowledge category after socialisation. Result of wilcoxon test have been value 0,034 < 0,05 have an impact of socialisation to the student knowledge about narcotic. Conclusion: more of the youth have a good knowledge about narcotic Abstrak : Latar belakang: Narkoba yang dikonsumsi secara terus menerus akan membuat tubuh seseorang menjadi melemah, karena zat yang dia masukkan secara langsung menjadi ancaman bagi tubuh, ancaman ini baik ancaman fisik maupun ancaman psikologis (UNODC,2008). Secara historis, narkoba sebenarnya digunakan dalam dua kegiatan yaitu pengobatan dan penelitian, akan tetapi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhwatirkan sehingga Indonesia masuk kategori Darurat Narkoba. Berdasarkan riset BNN tahun 2014 didapatkan bahwa jumlah pengguna narkoba remaja dalam kategori meningkat. Selain kesehatan narkoba juga memberikan dampak ekonomi dan sosial. Tujuan: untuk mengetahui dampak sosialisasi anti narkoba terhadap pengetahuan siswa SMK NU Ungaran tentang Narkoba Metode: desain penelitian ini adalah deskriptif komparatif menggunakan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 360 siswa dengan sampel penelitian 80 siswa SMK NU Kab Semarang, pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 80 % remaja berpengetahuan baik sebelum dilakukan sosialisasi dan 90 % berpengetahuan baik setelah dilakukan sosialisasi. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai 0,034 < 0,05 sehingga dapat dikatakan ada dampak sosialisasi narkoba terhadap pengetahuan siswa SMK NU tentang Narkoba. Simpulan: bahwa sebagian besar siswa SMK NU memiliki pengetahuan yang baik tentang narkoba.
HUBUNGAN PERSEN LEMAK TUBUH DAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA REMAJA DI SMK WIDYA PRAJA UNGARAN Suciani, Indah; Maryanto, Sugeng; Mulyasari, Indri
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 10 No 23 (2018): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v10i23.48

Abstract

Background :Physical fitness atadolescents work decreasesevery year. Physical fitness is an important health indicator for adolescentsbecause it can predict health impact and is associated with improved health status. Excess body fat percentageand lessiron intakeare the factors that can affect physical fitness in adolescents. Objective :To know the correlation between percent body fat and iron intake with physical fitness of the adolescents in deviationWidya Praja Ungaran. Methods :The type of this study wasa correlationalstudy using cross sectional approach in Vocational SchoolWidya Praja Ungaran. The samplesof 122 students waretaken by total samplingmethod. Percent body fat wasmeasuredby using BIA Hand to Foot electrode, iron intake by using semiquantitative FFQ.Physical fitness was measured using a Multistage fitness test. Data analysis usedSpearman Rankcorrelation test (α = 0,05). Results :Average body fat percentage of the respondent was 19.73% ± 7.28%.The average iron intake of the respondent was compared of daily requirement was47,27% ± 31,49%. The average physical fitness was 26,74 ml/kg/minute ± 6ml/kg/minute. There was a correlation between body fat percent and iron intakewith physical fitness (p = 0.0001, p= 0.0001) Conclusion :There is a correlation betweenbody fat percentage and iron intake with physical fitness of adolescentsat Vocational SchoolWidya Praja Ungaran Abstrak : Latar Belakang : Kebugaran jasmani pada remaja setiap tahun menurun. Kebugaran jasmani merupaka indikator kesehatan yang penting untuk remaja karena dapat memprediksi dampak kesehatan dan berhubungan dengan peningkatan derajat kesehatan. Persen lemak tubuh yang berlebih dan asupan zat besi yang kurang merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani pada remaja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan persen lemak tubuh dan asupan zat besi dengan kebugaran jasmani pada remaja di SMK Widya Praja Ungaran. Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi kolerasi menggunakan pendekatan cross sectional di SMK Widya Praja Ungaran. Sampel sebanyak 122 siswa diambil dengan metode total sampling. Persen lemak tubuh di ukur dengan menggunakan BIA Hand to Foot electrode, asupan zat besi menggunakan FFQ semikuantitatif. Kebugaran jasmani di ukur dengan menggunakan Multistage Fitness Test. Analisis data dengan menggunakan uji kolerasi Spearman Rank (α = 0,05). Hasil : Rerata persen lemak tubuh responden 19,73% ± 7,28%. Rerata asupan zat besi resonden dibandingkan dengan kebutuhan sehari sebesar 47,27%, ± 31,49%. Rerata kebugaran jasmani responden 26,74 ml/kg/menit ± 6,0 ml/kg/menit. Terdapat hubungan persen lemak tubuh dan asupan zat besi dengan kebugaran jasmani (p=0,0001, p=0,0001) Simpulan : Ada hubungan persen lemak tubuh dan asupan zat besi dengan kebugaran jasmani pada remaja di SMK Widya Praja Ungaran.

Page 1 of 19 | Total Record : 181