cover
Contact Name
Muchamad Arif
Contact Email
muchamad.arif@narotama.ac.id
Phone
+6282148131332
Journal Mail Official
muchamad.arif@narotama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
MOTORIC
ISSN : 25805851     EISSN : 25805851     DOI : https://doi.org/10.31090/m.v3i2.893
Core Subject : Education,
Motoric is dedicated published scientific article in the field of teaching aid, education, and kid studies
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Penggunaan Gambar untuk Mengarang Teks Deskriptif secara Koheren dan Kesatuan Arif, Muchamad
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.912 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.545

Abstract

Gambar adalah media pengajaran bahasa yang dapat membuat siswa menyukai untuk menulis. Mereka memiliki ide untuk menulis. Mereka bisa menggambarkan apa yang mereka lihat. Penelitian ini fokus pada koherensi dan kesatuan karangan deskriptif siswa yang ditulis berdasarkan gambar. Ada beberapa cara untuk mengetahui bagaimana koherensi dan bagaimana kesatuan paragraf. Untuk koherensi, ada penggulangan kata benda, penggunaan kata ganti, penggunaan transisi, dan pengaturan kalimat dalam urutan logis. Di sisi lain, untuk kesatuan, penulis hanya membahas satu ide utama. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam tiga pertemuan. Setiap pertemuan, para siswa mendapat gambar yang berbeda. Selanjutnya, mereka harus menulis dan dikumpulkan di akhir pertemuan. Kemudian, kata-kata, frasa, dan kalimat karangan siswa dianalisis. Selanjutnya, itu dianalisis secara deskriptif. Dari hasil siswa karangan, dapat dilihat bahwa ada perbaikan yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif. Tampaknya bahwa penggunaan gambar dapat membantu siswa untuk menulis teks deskriptif. Gambar tersebut bisa memberi mereka ilustrasi apa yang akan mereka menulis. Kata kunci: gambar, teks deskriptif, koheren, kesatuan
ILMU MENDIDIK TEORETIS: BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL Arifin, Bustomi
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.444 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.546

Abstract

Media sosial dewasa ini merupakan sebuah media yang banyak akses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan hampir seluruh lapisan masyarakat dapat dengan mudah mengakses media sosial. Kemudahan dalam bermedia sosial membuat seluruh kalangan masyarakat Indonesia mudah menerima informasi dari seluruh penjuru Indonesia maupun dunia. Kemudahan dalam mengakses media sosial dan terbuka nya pintu infomasi melalu media sosial mendorong lahir nya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita atau informasi yang tidak sesuai dengan realita atau kenyataan yang ada atau disebut dengan hoaks. Isu tersebut semakin berkembang dengan pesat dikalangan masyarakat Indonesia mengingat minim nya sikap selektif serta kritis dari masyarakat Indonesia dalam menerima informasi yang terdapat pada media sosial. Dampak negatif yang ditenggarai dapat muncul terkait sikap selektif dan kritis dalam menerima informasi pada media sosial adalah lunturnya nilai-nilai ketahanan nasional. Isu tersebut diatas menjadi dasar acuan bagi penulis dalam menyusun jurnal ini. Jurnal ini menggunakan metode deksriptif analisis dengan menggunakan pemahaman yang dicetuskan oleh Prof. Driyakarna yaitu ilmu mendidik teoretis. Jurnal ini diharapkan mampu mendorong masyarakat Indonesia agar lebih selektif dan kritis terhadap informasi yang tersebar diberbagai media sosial. Kata kunci: Media Sosial, Masyarakat Indonesia, Selektif, Ilmu Mendidik Teoretis
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK ANAK USIA DINI Sari, Anisa Yunita; ,, Rodiyah; ,, Sujati; Zulfah, Umi
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.303 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.547

Abstract

Project Based Learning adalah pendekatan pengajaran yang dikembangkan berdasarkan prinsip contructivis, problem solving, inquiri riset, integrated studies dan menekankan pada aspek kajian teoritis dan aplikasi. Model pembelajaran yang diawali dengan tahapan mengumpulkan informasi berupa gagasan dan pertanyaan anak-anak sesuai dengantopik yang dipilih lalu dikembangkan menjadi kegiatan belajar dan eksplorasi. Pembelajaran menggunakan metode Project Based Learning siswa mengembangkan suatu proyek baik secara individu ataupun secara kelompok untuk menghasilkan suatu produk. Topik dalam pendekatan proyek harus konkret, dekat dengan pengalaman pribadi anak, menarik, memiliki potensial secara emosional dan intelektual. Implementasi Project Based Learning pada anak usia dini, dibagai menjadi 3 diantaranya adalah: pembelajarran proyek total,pembelajaran proyek parsial dan pembelajaran proyek okasional Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, pendidikan anak usia dini
TAUHID SEBAGAI PARADIGMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muzaqi, Sugito; ,, Masruroh; Wahyuningsih, Indah; Ratnaningsih, Ruly
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.022 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.548

Abstract

Perbedaan yang sangat mencolok antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum menjadikan penyebab adanya disintegrasi, sehingga terjadi dikotomi pendidikan. Pertama, orang barat mengatakan tidak ilmiah dalam kacamata agama karena objeknya bukan empiris. Kedua, ilmu pengetahuan umum bersifat indrawi sedangkan ilmu agama bersifat halusianasi padahal sumbernya dari al Qur?an dan Hadist sehingga system kepercayaannya masih belum seratus persen. Ketiga, ilmu yang sifatnya objektif dalam agama belum tentu bisa dikaji oleh peminat kaum modern sehingga membutuhkan pesan ilmiah yang bisa menjamin tentang keberadaan ilmu agama sumbernya dari keyakinan. Untuk bisa mengkolaborasi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum maka penulis mencoba menarik benang merah bahwa kedua ilmu tersebut mempunyai sinergi jika bisa diamalkan secara bersama terutama ilmu tauhid dengan ilmu umum. Keterkaitan antara ilmu tersebut bisa diposisikan yaitu rahmaniyah, takamuliyah, syumuliyah, tawzuniyah, istimroriyah, wasaliyah, rabbaniyah dan uswiyah. Sehingga mereka memahami bahwa it bisa di jadikan alat untuk bisa bersatu tanpa ada kepentingan apapun. Hasil dari kajian di atas maka Paradigma ini menghendaki agar seluruh entetitas antara Bumi dan Langit, entetitas Empirik dan Ghaib, terintegrasi secara seimbang dalm pengembangan teori dan praktek pembelajaran. Kata Kunci: Tauhid, Pengetahuan Umum, Paradigma, Pendidikan Islam
Early Child Marriage in India for the Sake of Tradition or an ‘Unconscious’ Organized Crime Rofiyarti, Fitri
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.566 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.549

Abstract

Jumlah kasus yang terjadi di India membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran budaya sebagai kasus kejahatan, pernikahan anak-anak mirip dengan praktik yang memiliki kesamaan dengan perbudakan. Menurut UNICEF (2009), perkawinan di bawah umur memiliki banyak implikasi negatif, termasuk fakta bahwa kehamilan pada usia belum dewasa (wanita 15-19 tahun) menyebabkan kematian pada anak-anak. Meskipun anak dapat bertahan hidup, akan ada banyak masalah nutrisi dan kemampuan kognitif. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui apa yang dalam situasi perkawinan yang terjadi di India saat ini masih merupakan wujud keberlanjutan nilai-nilai budaya atau kejahatan yang terorganisasi sejalan dengan jumlah kasus dengan dampak negatif yang terjadi. Selain itu, penulis akan menghubungkan pernikahan anak di bawah umur dengan sejauh mana globalisasi juga berkontribusi terhadap masalah. Penulis melihat bahwa telah terjadi kejahatan dalam pernikahan masa kecil di India. Globalisasi menjadikan masalah ini sebagai masalah internasional sehingga dapat dibuat untuk melawannya secara global Kata kunci: Pernikahan Dini, India, Tradisi, Dampak
BULLYING PADA ANAK USIA DINI arumsari, andini dwi; ,, Suminten; Hanum, Rohmi Zuhro Ida; Hidayati, Ilya
MOTORIC Vol 1 No 1 (2017): First Edition
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.574 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v1i1.550

Abstract

Pendidikan Anak Usia dini adalah pendidikan yang diberikan pada masa emasnya yaitu pada usia 0-6 tahun. Di masa itu, anak juga seringkali mengalami kesulitan di masa tumbuh kembangnya. Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosial emosinal anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik di rumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullying mulai muncul di TK. Anak yang diusia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying, berpotensi untuk menjadi pelaku kenakalan di usia remajanya, tindakan kekerasan, serta terjebak dalam tindakan kriminal. Perilaku bullying seringkali terjadi di sekolah yang kurang pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan, serta pihak-pihak pemegang otoritas tidak memiliki sikap dan pandangan yang tegas terhadap bullying. Pengetahuan guru TK tentang bullying juga dirasakan masih terbatas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dapat dilakukan dengan program psikoedukasi yang diberikan kepada guru mengenai perilaku bullying
DINAMIKA GURU/PENDIDIK PAUD DI SURABAYA Arifin, Bustomi
MOTORIC Vol 2 No 1 (2018): Pendidikan Jaman Now
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.749 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v2i1.686

Abstract

Education for early childhood children is an essential factor in regard to children development since this factor influences ability, way of thinking, social interaction and other children developments. Teacher is one of numerous tools that need to be prepared in order to achieve the main goals of education for children. The present study aims to elaborate the importance of qualification standards for early childhood children that are enacted by the Indonesian government through the Ministry of Education and Culture. The present study concludes that Surabaya is having great development concerning educational organization which focus on early childhood children. Unfortunately, this significant development does not followed by qualified teacher based on the regulation that is enacted by the government through the Ministry of Education and Culture. Keywords: Early Childhood Teacher, Children Development, Qualification Standard
PENGGUNAAN “APE MAGIC STRAWS” DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Arif, Muchamad; Shofiyah, Lianatus
MOTORIC Vol 4 No 2 (2020): Vol 4 No 2 Desember 2020
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the success of the implementation of teaching aid design "APE Magic Straws" TK RA Qurrata A'yun. Whether the learning media succeed in achieving the formulated goals, namely to develop aspects of early childhood development. It used qualitative descriptive. It was conducted for 4x meetings, each meeting 30 minutes and in its application it can be adjusted to the existing theme. The research subject was 20 students. APE Magic Straws can help introduce geometric shapes, colors, calculations and designs to form anything. The results showed that the APE Magic Straws can stimulate all aspects of early childhood development and make children excited about learning, fun and not boring. However, for children whose physical motor skills are weak, they need a longer time to apply. Keywords: teaching aids, geometric shapes, magic straws, APE design
The Strenght of Socio-Affective Strategy With Skype Video Call in the Teaching Speaking virdaus, varia virdania
MOTORIC Vol 2 No 1 (2018): Pendidikan Jaman Now
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.954 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v2i1.687

Abstract

To speak English for most Indonesian students is not an easy matter. Many of them feel shy and lack of confidence. That is why the teachers should use an appropriate strategy to help them improve their speaking ability. This study was a quasi- experiment applying non- randomized control group pre-test post-test design and the subjects of which were the students of Management Class of STIE Perbanas Surabaya. The researcher took two classes of the first semester. They were Class O.2 having 25 students as a control group, and class B.1 having 26 students as an Experimental group. The study has proved that socio affective strategy with Skype is more effective than conventional strategy when used in the teaching speaking and the students who were taught using socio affective strategy with Skype could be more interested to communicate with English language
THE EFFECT OF USING HOT POTATOES APPLICATION IN TEACHING DESCRIPTIVE TEXT Anggoro, Sapto Dwi; Arif, Muchamad
MOTORIC Vol 2 No 1 (2018): Pendidikan Jaman Now
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.423 KB) | DOI: 10.31090/paudmotoric.v2i1.713

Abstract

Hot Potatoes application is one of educational software that contains exercises. The teacher can make the exercise by his own. It consists of JCloze, JQuiz, JCross, JMatch, JMix, and The Masher. Each of them has their own features. The researcher had two statements of the problem. First, he focused on how to create the teaching material using hot potatoes application. Second, he focused on how to apply the hot potatoes application in teaching descriptive text. Next, the subject of this research was the seventh grade students in one of private schools in Surabaya. The research design was descriptive qualitative. The research was conducted in three meetings. Every meeting, the students got different descriptive text