cover
Contact Name
Febi Dwi Widayanti
Contact Email
febidwi07@gmail.com
Phone
+6281334744616
Journal Mail Official
febidwi07@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Jl. Danau Sentani No. 99 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang
ISSN : 14108771     EISSN : 25804812     DOI : 10.37303/likhitaprajna
Core Subject : Education,
Jurnal Likhitaprajna merupakan jurnal open access yang dipublikasikan dua kali setahun dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wisnuwardhana Malan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian atau kajian teori tentng pendidikan dan pembelajarannya.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2015)" : 10 Documents clear
PROFESIONALITAS DOSEN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI PADA PERGURUAN TINGGI (Studi Multikasus pada Universitas Wisnuwardhana Malang dan Universitas Islam Raden Rahmat Kepanjen) AS, M. Busyairi; Pribadi, Nukhan Wicaksana
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.983 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.12

Abstract

Perilaku budi pekerti luhur, sangat didambakan oleh setiap insan dalam perikehidupan berbangsa, bernegara, maupun bermasyarakat, karena pada prakteknya justru sangat sulit untuk ditemukan siapa sebenarnya yang bisa dikategorikan sebagai model yang bisa diteladani yang mempunyai perilaku berbudi pekerti luhur itu. Kata kunci: profesionalitas, budi pekerti 
MEMBANGUN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) Rahayuningsih, Sri
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.565 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.13

Abstract

Pembelajaran matematika tidak hanya mencakup berbagai penguasaan konsep matematika, melainkan juga terkait aplikasinya dalam kehidupan nyata. Kemampuan matematika aplikatif, seperti mengoleksi, menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data, serta mengkomunikasikannya sangat perlu untuk dikuasai siswa. Salah satu isu penting dalam pembelajaran matematika saat ini adalah pentingnya pengembangan kemampuan komunikasi matematika siswa. Hal ini juga sesuai dengan salah satu tujuan pembelajaran matematika, yakni mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Pada artikel ini akan dikemukakan tentang pengembangan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran matematika. Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis, model pembelajaran auditory intellectualy repetition
Teorema Paley-Wiener-Schwartz pada Domain Non Konveks Octavianti, Cynthia Tri
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.491 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.14

Abstract

Teorema Paley-Wiener adalah sebuah teorema yang berkaitan dengan transformasi Fourier dari fungsi analitik yang mempunyai turunan parsial hingga tak berhingga kali. Teorema ini telah di generalisasi menjadi teorema Paley-Wiener-Schwartz dengan mengkarakterisasi fungsi tes Schwartz dan distribusi dengan kompak support. Biasanya teorema ini bekerja pada domain yang kompak dan konveks. Sehingga akan dibahas Teorema Paley Wiener-Schwartz yang digeneralisasi oleh barisan bilangan dan polinomial yang dapat bekerja pada domain non konveks. Kata kunci: Teorema Paley-Wiener, Teorema Paley-Wiener-Schwartz, domain non konveks. 
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPS BERDASARKAN TAKSONOMI Eka, Dessy Ningrum
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.284 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.15

Abstract

Penelitian ini berawal dari persoalan yang mendasar dari pembelajaran IPS, terutama menyangkut tentang hasil belajar dan guru yang membelajarkannya. Permasalahan serupa juga terjadi pada pembelajaran IPS SMP Negeri di Kota Malang. Rendahnya hasil belajar IPS siswa menunjukkan rendahnya penguasaan konsep IPS. Dimana penguasaan konsep merupakan hasil belajar yang dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternalnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Self Regulation Learning dan persepsi siswa tentang profesionalitas mengajar guru terhadap penguasaan konsep IPS, kemudian penguasaan konsep IPS akan dianalisis berdasarkan taksonomi SOLO (Structure Observed of Learning Outcomes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey explanatory dan unit analisis yang digunakan adalah siswa SMP Negeri di Kota malang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes soal uraian dengan jumlah responden sebanyak 400 orang yang dilipih secara random. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah uji validitas, reliabilitas dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Self Regulation Learning dan persepsi siswa tentang taksonomi SOLO berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep IPS berdasarkan taksonomi SOLO. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa masih ada faktor lain yang berpengaruh terhadap penguasaan konsep siswa. Kata kunci: self regulation learning, persepsi siswa, profesionalisme guru, penguasaan konsep IPS, taksonomi SOLO 
PROSES BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PENYELESAIAN MASALAH PROGRAM LINIER Wulandari, Dewi Tri
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.847 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.16

Abstract

Untuk mengukur berpikir kritis, peneliti merumuskan ?bagaimanakah proses berpikir kritis mahasiswa melalui perkuliahan penyelesaian masalah program linier??. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan terjadinya proses berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran penyelesaian masalah program linier. Proses berpikir kritis memiliki 4 indikator antara lain: Pertama, identifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan, Kedua, penerapan strategi untuk penyelesaian masalah, Ketiga, perumusan masalah ke bentuk matematis, Keempat, interpretasi. Hasil penelitian ini diperoleh dari observasi dan tes akhir penelitian. Hasil observasi siklus I pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan PI sebesar 81% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 86% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Pada siklus II diperoleh untuk pertemuan I aktivitas mahasiswa berdasarkan pengamatan PI sebesar 85% sehingga dalam kriteria baik. Sedangkan pengamatan P2 sebesar 87% sehingga dalam kriteria baik, maka dapat disimpulkan aktivitas mahasiswa pada pertemuan I dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil tes akhir penelitian terungkap persentase ketuntasan klasikal (TB) sebesar 91%. Kata kunci: proses berpikir kritis, penyelesaian masalah, program linier
PENERAPAN EVALUASI PADA BLENDED LEARNING BERBASIS MOODLE DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI PERGURUAN TINGGI Yuniarto, Eko
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.291 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.17

Abstract

Moodle merupakan perangkat lunak untuk membuat materi perkuliahan online, mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya. Moodle dapat mudah digunakan oleh pendidik, karena pendidik tidak perlu membuat pemrograman web tetapi hanya memberikan konten pembelajaran akan disampaikan. Sistem evaluasi pembelajaran kimia di perguruan tinggi dengan blended learning akan sangat berbeda dibandingkan evaluasi pada pembelajaran tatap muka. Evaluasi diharapkan didasarkan pada proses dan hasil yang dapat dilakukan melalui penilaian kinerja mahasiswa berdasarkan portofolio maupun rubrik. Sehingga penilaian tidak dari dosen saja, tetapi perlu ada penilaian mahasiswa sendiri maupun mahasiswa yang lain. Hal ini melatih mahasiswa tersebut untuk mandiri, bertanggungjawab dan bersikap jujur dalam sistem pembelajaran. Meskipun penilaian dengan kuis, tugas maupun yang biasa diterapkan dalam pendekatan konvensional masih tetap diperlukan, tetapi tidak menjadi satu-satunya cara penilaian. Kata kunci: evaluasi, blended learning, moodle
KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI DI PESANTREN Hosaini, Ahmad
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.376 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.18

Abstract

The aim of this article is to explore the concept of leadership and organizational culture on Islamic Boarding School. This article would also discuss about the relationship between leadership and organizational culture in Islamic Boarding School and also how the impact of them can develop commitment and satisfaction of personnel in that organization. In order to know about several beneficial performance of organization, this article aim of influence leadership and organizational culture in Islamic Boarding School on performance of organization. This article will be concluded with an argument that gaining deeper insight on the theoretical base of leadership in relation to organizational culture can be a valuable paradigm for the organization. The design used in this study is qualitative research with library research. The data collections are gathered from three steps, are: (1) orientation; (2) exploration; and (3) study focused. The result of this study shows that despite the relation between leadership and organizational culture, however gaining deeper theoretical insight into leadership is still an important objective, especially to be related to the performance of organization.  Keywords: leadership, organizational culture, islamic boarding school
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN DEPOK Khasanah, Fitria
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.771 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, dan perbedaan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar sedang dengan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar rendah; (3) mengetahui hubungan interaksi antara penerapan model pembelajaran dan motivasi belajara siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, dimana terdapat dua variabel bebas yaitu model pembelajaran dan motivasi belajar dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas dua sekolah dasar di Kecamatan Depok, dan teknik pengambilan sampel adalah stratified cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) lebih bagus daripada hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran langsung; (2) hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, dan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar rendah; (3) tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Kata kunci: kooperatif, teams game together, motivasi belajar, hasil belajar
STRATEGI BELAJAR MATEMATIKA Mayangsari, Sizillia Noranda
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.494 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.20

Abstract

Matematika adalah salah satu pelajaran yang mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi akan diterima oleh peserta didik. Setiap anak memiliki kemampuan dalam menyerap ilmu dengan pelbagai kapasitas dan cara yang berbeda. Belajar dengan strategi atau metode yang tepat merupakan salah satu cara efektif untuk mendongkrak prestasi akademik anak. Penyampaian materi pelajaran dengan cara yang sesuai juga sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar. Tidak jarang juga bahwa banyak peserta didik melakukan berbagai strategi belajar yang dia sukai berulang-ulang karena mereka menganggap hal tersebut sukses dalam membantu proses belajar nya. Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik interaksi yang bersifat eksplisit maupun implicit (tersembunyi) sehingga belajar sangatlah berkaitan erat dengan dunia pendidikan yang wajib dijalani oleh setiap anak. Strategi belajar yang dilakukan masing-masing anak berbeda-beda dan disesuaikan dengan kemampuan anak sebagai peserta didik di dalam kelas untuk mempermudah tranfer ilmu yang dilakukan oleh guru guna untuk mendapatkan pembelajaran yang bermakna oleh peserta didik tersebut dan dapat disimpan dalam memori jangka panjang nya. Khusus nya untuk mata pelajaran matematika yang kebanyakan siswa mengganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang terlalu banyak rumus untuk dihafalkan. Untuk itu diperlukan strategi untuk membantu peserta didik menerima materi dan kemudian dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Kata kunci : strategi belajar, peserta didik, permasalahan matematika
PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH ADIWIYATA MANDIRI DI KABUPATEN MALANG (Study Kasus pada SMPN 5 Kepanjen) Adianto, Sukirno
Jurnal Likhitaprajna Vol 17 No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.526 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v17i2.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perubahan budaya norma-norma yang terjadi di sekolah adiwiyata mandiri; (2) mendeskripsikan perubahan budaya sikap yang terjadi di sekolah adiwiyata mandiri; dan (3) mendeskripsikan perubahan kebiasaan yang terjadi di sekolah adiwiyata mandiri. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari informan seperti kepala sekolah, guru, siswa, staf dan komite sekolah adiwiyata mandiri, pada SMPN Kepanjen 5. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interaktif meliputi wawancara, pengamatan dan dokumen. Untuk kredibilitas (validitas) data dilakukan dengan kegiatan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analsis deskriptif dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian (1) perubahan dalam pelaksanaan norma-norma pada sekolah adiwiyata mandiri berubah menjadi lebih baik, secara menyeluruh, berkualitas terhadap lingkungan sekolah yang bersih, tertib, rapi, sehat, indah dan nyaman sesuai dengan aturan budaya organisasi dan tata krama yang berkembang dalam lingkungan sekolah; (2) sikap sekolah adiwiyata mandiri terhadap disiplin, kerjasama, kebijakan, lingkungan, ketertiban dan perkembangan sekolah secara menyeluruh dan berkualitas berubah menjadi lebih baik; dan (3) kebiasaan pada sekolah adiwiyata mandiri, berubah menjadi lebih baik secara menyeluruh dalam kebiasaan melakukan kegiatan di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam budata organisasi yang perkembangan di lingkungan sekolah. Kata kunci: budaya organisasi, norma, sikap, kebiasaan

Page 1 of 1 | Total Record : 10