cover
Contact Name
Febi Dwi Widayanti
Contact Email
febidwi07@gmail.com
Phone
+6281334744616
Journal Mail Official
febidwi07@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Jl. Danau Sentani No. 99 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang
ISSN : 14108771     EISSN : 25804812     DOI : 10.37303/likhitaprajna
Core Subject : Education,
Jurnal Likhitaprajna merupakan jurnal open access yang dipublikasikan dua kali setahun dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wisnuwardhana Malan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian atau kajian teori tentng pendidikan dan pembelajarannya.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI DI SEKOLAH Suryanti, Eny Wahyu
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.777 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.45

Abstract

Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan pada keefektifan suatu organisasi dan prestasinya. Penerapan konsep budaya organisasi di sekolah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penerapan konsep budaya organisasi lainnya. Keberadaan sekolah sebagai organisasi pendidikan memiliki peran dan fungsi untuk berusaha mengembangkan, melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada para siswanya. Budaya organisasi di sekolah merupakan cermin kerangka pencapaian mutu pendidikan di sekolah. Nilai dan keyakinan pencapaian mutu pendidikan di sekolah menjadi hal yang utama bagi seluruh warga sekolah dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berakhlak mulia.Kata Kunci: Budaya, Organisasi, Sekolah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Setiawan, Nur Candra Eka
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.158 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.46

Abstract

Teachers in SMAN 1 Turen had tried to apply innovative learning models but some problems occurred in the implementation. The improvement of learning quality which emphasized on learning process could be done by giving students scientific experience. The scientific experience which was implemented in Hypothetical-Deductive Learning Cycle (HDLC), Student Teams Achievement Divisions (STAD) and Direct Instruction method (DI) was expected to be able to improve the students? achievement and higher order thinking skills. This research aimed to know the difference of the effect of using HDLC, STAD and DI based on prior knowledge on the chemical equilibrium toward achievement and high ordered thinking skill of XI IPA SMAN 1 Turen students. This research used a quasi experiment design with factorial design: 3x2. The research was performed in SMAN 1 Turen, research sample were chosen using cluster random sampling technique, consist of 3 classes, which are XI IPA 2 class (36 students) using HDLC, XI IPA 3 class (36 students) using STAD and XI IPA 4 class using MPL. The Instrument validity and reliability test showed that 30 questions were valid with content validity of 95,3% and the reliability of 0,917. Data was analyzed using program Statistical Package for Social Sciences 16.0 version for windows on significance degree a(alpha)= 0,05 with ANOVA test. The research showed that (1) There was a difference on students? achievement and high order thinking skills of science XI SMAN 1 Turen students using HDLC, STAD and DI on the chemical equilibrium; (2) There was a difference on students? achievement and high order thinking skills of science XI SMAN 1 Turen students with high and low level of prior knowledge on the chemical equilibrium; (3) There was a difference of students? achievement and high ordered thinking skill using HDLC, STAD and DI with different prior knowledge.Keywords: learning models, prior knowledge, chemistry achievement, high order thinking skills
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR PKn DENGAN TINGKAT KESADARAN MORAL SISWA KELAS VII DI MTs SUNAN KALIJOGO KABUPATEN MALANG Pujiati, Eko
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.316 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara prestasi belajar Pkn dengan tingkat kesadaran moral siswa, yaitu kesadaran siswa untuk mematuhi norma yang berlaku di masyarakat, baik itu norma keagamaan, norma hukum, norma kesopanan maupun norma kesusilaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Kabupaten Malang yang berjumlah 40 siswa. Untuk memperoleh data prestasi belajar digunakan metode dokumentasi, yaitu melihat nilai total dari ulangan harian, sikap, tugas dan Ujian Akhir Semester pada semester ganjil, dan untuk memperoleh data tingkat kesadaran moral siswa digunakan metode kuisioner dengan instrument berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah  teknik analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral keagamaan siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral hukum siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral kesopanan siswa dan tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral kesusilaan siswa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, kiranya dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan pembinaan kesadaran moral sekaligus prestasi belajar siswa.Kata kunci: prestasi belajar PKn, tingkat kesadaran moral
IMPLEMENTASI METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP NU HASYIM ASYARI MALANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Koesmiyati, Endang
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.627 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.48

Abstract

Pengalaman belajar Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kelas dengan metode diskusi. Siswa diharapkan aktif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan berpartisipasi sebagai warga negara yang efektif dan bertanggung jawab, berpikir kritis, terlibat dalam pembangunan bangsa dan negara serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. masalah dalam penelitian ini dapat dijabarkan adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana peningkatan prestasi belajar dengan menerapkan metode diskusi Siswa Kelas VII SMP NU Hasyim Asyari Malang?; (2) Apakah Dengan Menerapkan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP NU Hasyim Asyari Malang?. Dari hasil keseluruhan yang diperoleh, kemudian dilakukan perbandingan guna mengetahui apakah metode diskusi benar-benar dapat meningkatkan daya serap anak terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat diketahui dari meningkatnya nilai-nilai yang didapat pada latihan. Pada tes A maupun pada tes B, kedua-duanya mengalami kenaikan nilai yang cukup baik. Hal ini berarti menandakan bahwa dengan diadakannya metode diskusi di kelas benar-benar dapat meningkatkan daya serap anak didik terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pokok Bahasan Masyarakat Politik, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan prestasi belajarnya.Kata kunci: prestasi belajar, pendidikan kewarganegaraan, metode diskusi
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn DENGAN MODEL DEBAT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS VIII SMP PGRI 8 MALANG Bariyah, Khoirotul
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.697 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.50

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) termasuk mata pelajaran wajib yang memiliki arti strategis yang harus diikuti oleh seluruh siswa MTs di seluruh Indonesia. Karena sifatnya sebagai mata pelajaran umum, sering terjadi salah persepsi terhadap tujuan mata pelajaran ini khususnya di kalangan siswa SMP PGRI 8 Malang. Siswa terkadang menganggap kurang penting terhadap penyelenggaraan mata pelajaran ini, sehingga hasil belajar mereka kebanyakan tidak sesuai dengan potinsi yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan. Motivasi dan hasil belajar siswa perlu ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran debat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui motivasi siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang setelah melaksanakan pembelajaran dengan model debat dan Mengetahui prestasi siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang setelah melaksanakan pembelajaran dengan model debat, yang dianggap dapat dicapai melalui penerapan model pembelajaran debat. Metode dan teknik penelitian menggunakan Penelitian tindakan Kelas dengan subyek penelitian berjumlah 37 orang pada kelas VIII SMP PGRI 8 Malang. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I rata-rata motivasi belajar siswa hanya 70,33%, rata-rata hasil belajar baru mencapai 7,01%, sehingga siswa yang telah tuntas hanya mencapai 74,82% dan yang belum tuntas mencapai 16,52%. Pada siklus II rata-rata motivasi belajar meningkat sampai 85,55%, rata-rata hasil belajar meningkat sampai 7,80%, siswa yang tuntas menjadi 89,96% dan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan hingga 7,88%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran debat dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar.Kata kunci: motivasi, prestasi, debat
PENERAPAN MODEL MORAL REASONING UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP NU NURUL HUDA PAKIS KABUPATEN MALANG Suarniati, Ni Wayan
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.82 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan model Moral Reasoning dan untuk mengetahui peningkatan keberanian mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan setelah menggunakan model Moral Reasoning pada siswa SMP NU NURUL HUDA Pakis Kabupaten Malang. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII di SMP NU NURUL HUDA Pakis Kabupaten Malang yang berjumlah 38 siswa. Dengan menggunakan tahapan Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi aspek (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Pengamatan (4) Refleksi. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan langkah-langkah yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil belajar yang diperoleh dari siklus I masih dikategorikan kurang, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 6 siswa, kemampuan mengambil keputusan 7 siswa, kemampuan menghargai orang lain 13 siswa, dan kemampuan bekerja sama 15 siswa. Pada siklus II ada peningkatan dan dikategorikan cukup, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 13 siswa, kemampuan mengambil keputusan 15 siswa, kemampuan menghargai orang lain 20 siswa, dan kemampuan bekerja sama 19 siswa. Pada siklus III juga meningkat dan dikategotikan baik, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 22 siswa, kemampuan mengambil keputusan 20 siswa, kemampuan menghargai orang lain 27 siswa, dan kemampuan bekerja sama 30 siswa. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas tentang penerapan model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga kompetensi dan hasil belajar siswa juga meningkat.Kata kunci: moral reasoning, mengemukakan pendapat, mengambil keputusan
PENGARUH MODEL THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VII SMP KARTIKA IV 8 MALANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Supomo, Warno Edy
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.207 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.52

Abstract

Penelitian ini dirumuskan, Apakah Pengaruh Model Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pembelajaran PKn di Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018? dan Bagaimanakah Pengaruh Model Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pembelajaran PKn di Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif. Subjek penelitian tindakan adalah siswa Kelas VII SMP Kartika Malang dengan jumlah siswa 36 orang, terdiri dari laki-laki 18 orang dan perempuan 18 orang. Langkah-langkah analisis data meliputi; 1) mereduksi data, 2) menyajikan data, 3) menyimpulkan data. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat, teoretis maupun bersifat praktis maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perencanaan peningkatan motivasi dengan penerapan model Think-Pair-Share (TPS) siswa Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 pada siklus I dikategorikan belum maksimal karena berbagai hambatan yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, perencanaan pada siklus II semua hambatan yang dihadapi pada siklus I sudah dapat diantisipasi sehingga pembelajaran dapat dioptimalkan; (2) Pelaksanaan peningkatan motivasi siswa Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 pada siklus I dikategorikan belum mencapai target yang diinginkan karena berbagai kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Namun pada siklus II terjadi perubahan peningkatan yang signifikan karena semua kendala dapat diantisipasi dan direvisi dari berbagai kekurangan yang dihadapi pada siklus I. Pada  siklus I  aktivitas siswa belum menampakkan keseriusan baik kegiatan kelompok maupun pada kegiatan presentasi kelas. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa, terlihat pada keaktifan siswa bertanya dan merespons pertanyaan.Kata kunci: model think pair share, motivasi belajar siswa
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PENGELOMPOKAN BERDASARKAN JENIS MODALITAS BELAJAR Widayanti, Febi Dwi
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.106 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.83

Abstract

Setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi abstraksi, memecahkan masalah, dan belajar. Sehingga setiap mahasiswa memiliki modalitas belajar yang berbeda sehingga dalam menerima, mengolah, dan mengingat informasi yang diperoleh juga berbeda-beda. Ada tiga jenis modalitas belajar, yaitu: (1) Modalitas belajar visual; (2) Modalitas belajar auditorial; dan (3) Modalitasbelajar kinestetik. Jika modalitas belajar mahasiswa diketahui, maka dosen dapat membantu mahasiswa belajar sesuai dengan modalitas belajar yang dimiliki mahasiswa tersebut, sehingga prestasi belajar mahasiswa dapat tumbuh dengan baik melalui pembelajaran yang sesuai dengan modalitas belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan mahasiswa pendidikan matematika melalui pengelompokan berdasarkan jenis modalitas belajar. Data diperoleh dari nilai tes hasil belajar serta data yang dilakukan secara verbal, sehingga penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pengelompokan mahasiswa berdasarkan modalitas belajar memberikan pengaruh yang positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Pengelompokan berdasarkan modalitas belajar, ternyata lebih efektif dalam pemberdayaan mahasiswa dan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci: modalitas belajar, visual, auditorial, kinestetik
PENGARUH SIKAP BELAJAR DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 PONGGOK KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR Sarwiyatin, Lucia Fransisca Endang Sri
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.745 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.86

Abstract

Learning outcomes of students are influenced by internal factors and external factors. Internal factors are dominated by psychological conditions and potential students in the form of intellectual intelligence, including learning attitudes. External factors such as environmental factors (family environment, school environment and community). In the school environment, teachers with their various competencies are seen as one of the subfactors contributing to the success of students in education. This research is a quantitative research. The population of this study are students of class X SMA Negeri 1 Ponggok Blitar, with sampling technique is proportional random sampling. From the results of hypothesis test results obtained that the variable X1 has a relationship with variable Y, where each addition of one point X1 will increase the learning outcome of 7.314. As for the variable X2 has a relationship with the dependent variable Y, with each addition of 1 point on the variable X2 will be able to improve student learning outcomes of 5.166. This does not mean that students 'learning attitudes are less important in supporting students, but these factors will become more influential when accompanied by good learning habits and high learning attitudes of students can improve the motivation of students that will affect participants' learning outcomes educate. Through the coefficient of determination means learning outcomes 51.10% is positively influenced by learning attitudes and learning habits, while 48.90% is influenced by things outside the independent variables such as the ability of students, income levels of parents, family conditions, and others.Keyword: Learning Attitudes, Learning Habits, Learning Outcomes
MENCIPTAKAN JOYFUL LEARNING TEACHING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Utami, Sri
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.8 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.88

Abstract

Penggunaan bahasa dalam pembelajaran di kelas merupakan realitas komunikasi yang berlangsung dalam interaksi kelas. Dalam berinteraksi, guru selalu menggunakan bahasa untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar. Guru harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Selain itu guru memiliki tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sejalan dengan pernyataan-pernyataan tersebut, salah satu wujud dari menciptakan pembelajaran yang menyenangkan atau joyful learning adalah dengan menggunakan bahasa dalam pembelajaran. Untuk itu masalah dalampenelitian ini adalah  membahas dengan  lebih teliti dan seksama pengaruh tindak tutur guru dalam interaksi di kelas,serta penggunaan  bahasa sehingga dapat memberikan perasaan senang kepada  siswa pada saat kegiatan belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini termasuk jenis penelitian grouded  theory  dengan menggunakan gabungan teori tindak tutur dan joyful learning. Data penelitian ini berupa kalimat yang diperoleh dengan catatan lapangan. Analisis data dilakukan  melalui prosedur yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan  menyimpulkan data atau verifikasi. Analisis dilakukan oleh peneliti dengan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami.Kata kunci:   joyful learning, pembelajaran bahasa Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10