cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
putrirona@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna Tlogomas Malang Telp. 0341 565500 fax 0341 655522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 25483463     DOI : http://dx.doi.org/10.33366/japi.v4i1.1154
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) ISSN 2548-3463 (online) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 96 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK RUMAH PANGAN LESTARI DALAM BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK Tutuko, Pindo; Widiyaningtyas, Triyanna; Sonalitha, Elta; Nurdewanto, Bambang
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.755 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.843

Abstract

Jumlah perumahan di perkotaan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin banyak lahan pertanian dan perkebunan yang dikonversi menjadi perumahan, akan mengurangi produksi pangan. Pertanian di perkotaan bukan hal yang tidak mungkin diadakan, pertanian dapat dilakukan di setiap rumah dan lingkungan sekitar rumah. Salah satu upaya menyeimbangkan kebutuhan pangan dan jumlah kebutuhan pangan di perkotaan adalah dengan dibentuknya Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penanaman Hidroponik adalah salah satu solusi yang efektif untuk penanaman di lingkungan sekitar rumah. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dibandingkan pada budidaya tanaman dengan media tanah. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan tanam, pelatihan perawatan, dan pelatihan teknik pemanenan. Hasil menunjukkan bahwa dengan penanaman model hidroponik ini pada KRPL lebih bisa dimanfaatkan oleh warga dan membudidayakannya dengan lebih mudah dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
PKM PANTI ASUHAN ‘AISYIYAH KASIH IBU KOTA BENGKULU Kurniati, Novitri Kurniati; Islamuddin, Islamuddin Islamuddin; Jafrizal, Jafrizal Jafrizal
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.04 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i2.1581

Abstract

Pengurus Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kasih Ibu menyadari masih kurangnya program kegiatan yang bisa menambah soft skill anak asuh yang dapat menjadi modal anak nantinya dalam memasuki dunia kerja. Dari SOP pengasuhan, hanya tercantum tiga kegiatan keterampilan hidup (live skill) yaitu keterampilan memasak kue, menjahit dan komputer. Minimnya pelatihan keterampilan ini dikhawatirkan akan melemahkan kemampuan anak dalam membangun masa depannya di kemudian hari. Untuk kedepan, pihak panti berkeinginan agar anak-anak panti bisa mendapatkan pelatihan keterampilan yang bisa menghasilkan produk yang laku di pasaran. Selama ini memang sudah pernah dilakukan pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh pihak ketiga, akan tetapi belum ada diantara pelatihan tersebut yang berkelanjutan dan menghasilkan produk yang laku dipasarkan. Cabe merah merupakan salah satu bumbu yang tidak bisa dipisahkan lagi dengan keseharian kita, bersifat gampang busuk dan harga sering berfluktuasi. Dengan teknologi cabe segar dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk olahan seperti cabe kering, cabe bubuk, pasta cabe, dan bermacam-macam saos cabe. Disamping dapat memperpanjang umur simpan produk, pengolahan cabe merah juga merupakan peluang usaha yang menjanjikan. Dengan memperhatikan hal di atas dan berdasarkan diskusi tim pengusul dengan pengurus panti, maka disepakati untuk mengajukan suatu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam mengolah cabe merah menjadi aneka produk olahan cabe diantaranya cabe kering, cabe bubuk, abon cabe, pasta cabe dan aneka saos cabe. Bentuk kegiatan yang dilakukan diantaranya pendidikan dan penyuluhan mengenai teknologi pengolahan tanaman hortikultura khususnya cabe merah, pelatihan pembuatan aneka pengolahan cabe merah, pengemasan, pemasaran dan analisis usaha. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat meningkatkan keberdayaan, pengetahuan dan keterampilan mitra kegiatan.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI MAKANAN RINGAN LADU DENGAN MENGGUNAKAN INOVASI TEKNOLOGI DI DESA BANJAREJO DUSUN LAJU KECAMATAN NGANTANG Mukoffi, Ahmad; Soebagio, Agustinus Soemardi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.063 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.601

Abstract

Upaya untuk meningkatkan pendapatan usaha Mikro Makanan Ringan "LADU" Desa Banjarejo Dusun Laju Kecamatan Ngantang melalui inovasi teknologi oven pengeringan guna meningkatkan kapasitas produksi sehingga diharapkan dapat mengatasi ketergantungan terhadap pengeringan secara tradisional (Sinar Matahari). Dengan menggunakan alat yang modern memberikan kemudahan proses pengeringan yang dapat dilakukan kapan saja baik musim penghujan maupun kemarau. Menggunakan alat modern juga dapat mengeringkan adonan ladu dengan kapasitas besar. Pada proses pembuatan makanan ringan ladu ada proses pengeringan adalah dimana pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan atau mengurangi kadar air dari suatu bahan beras ketan dengan metode penguapan melalui penggunaan energi panas dari alat pengering yang digunakan UKM Ladu Bu Siwa dan Ladu Mak Yah. Pengemasan ladu secara tradisional yang di lakukan Mitra mengalami permasalahan yang disebabkan oleh mudahnya ruangan kemasan terisi angin yang berdampak pada daya tahan produk ladu selama pemasaran. Proses pengemasan merupakan cara yang dilakukan Mitra dengan pembungkusan atau pewadahan pada ladu agar dapat terhindar dari angin, kotoran dan kerusakan.
Pendampingan Lansia dengan Pendekatan Terapi Kombinasi Sugesti dan Spiritual Care Hidayat, Syaifurrahman; Hannan, Mujib; Mumpuningtias, Elyk Dwi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v5i2.1655

Abstract

Gangguan fisiologis pada lansia disebabkan karena kemampuan regenerasi jaringan yang menurun. Penatalaksanaan untuk gangguan tersebut melalui pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi berupa sugesti dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hipnoterapi dengan pemberian sugesti merupakan bentuk intervensi relaksasi melalui pemberian terapi spiritual care dengan melakukan dzikir. Pendekatan Terapi Kombinasi Sugesti dan Spiritual Care untuk memandirikan lansia diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dalam memenuhi aktivitas harian sehingga diharapkan pula terjadi peningkatan kualitas hidup lansia. Pemberian sugesti melalui hipnoterapi dapat digabungkan dengan menganjurkan kepada lansia untuk membaca dzikir sebagai bentuk intervensi relaksasi yang disebut dengan terapi spiritual. Dzikir merupakan bentuk kepasrahan diri makhluk kepada Allah SWT. Penatalaksanaan dzikir ini merupakan bentuk sikap memasrahkan diri menggunakan pengulangan kata sehingga menimbulkan respon rileks. Metode kegiatan berupa pemberian pemahaman lansia untuk menanggulangi gangguan karena proses degeratif pada lansia dengan pendekatan terapi kombinasi sugesti dan spiritual care. Tempat atau lokasi pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep, terlaksana pada bulan Mei-Juni 2019 dengan sasaran adalah kelompok lansia di desa tersebut. Seluruh rangkaian pegabdian kepada masyarakat mendapatkan respon baik dari peserta sehingga terjadi perubahan yang baik mengenai gangguan degeratif pada lansia di Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep.
Dampak Penerapan GMP dan SSOP terhadap Kualitas Minuman Kunyit Asam SMUD SMK Muhammadiyah 2 Malang warkoyo, warkoyo; Damat, Damat; Winarsih, Sri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.441 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i1.1121

Abstract

Di Malang dan sekitarnya pertumbuhan UMKM yang memproduksi minuman berasa dalam kemasan semakin banyak dikarenakan permintaan produk ini juga semakin banyak. Produk minuman dalam kemasan yang beredar di Malang yang khas adalah sari apel, temulawak, sari buah jambu, sinom dan kunyit asam. SMK Muhammadiyah 2 juga mengambil peran dalam pemenuhan permintaan minuman dalam kemasan yaitu kunyit asam. SMK Muhammadiyah 2 Malang memiliki unit usaha minuman kunyit asam dalam kemasan. Proses produksi minuman kunyit asam ini masih belum menerapkan sistem GMP dan SSOP yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan tenatng sistem GMP dan SSOP agar mutu minuman meningkat. Metode yang digunakan untuk pendampingan ini adalah tutorial dan pendampingan penerapan GMP dan SSOP kepada staff yang berperan aktif dalam produksi minuman kunyit asam dan mampu meningkatkan mutu produk yang sesuai dengan SNI 01-4320-1996.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN NGANTANG DALAM PEMBUATAN LESSON PLAN BAGI SEKOLAH DASAR Wijaya, Elita Mega Selvia; Fidiastuti, Hasminar Rachman
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.106 KB) | DOI: 10.33366/japi.v1i1.476

Abstract

Ngantang merupakan salah satu wilayah kabupaten Malang yang memiliki berbagai potensi, diantaranya potensi wisata, potensi budaya, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Potensi wilayah dapat menjadi sumber belajar yang konstruktivistik bagi peserta didik. Konsep pendidikan yang melibatkan kearifan lokal, akan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kearifan lokal di wilayahnya, agar dalam jangka waktu ke depan, peserta didik dapat memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengelola lingkungannya, meningkatkan soft skill serta succes skill dalam pengelolaan potensi wilayah. Guru sebagai fasilitator bagi peserta didik perlu mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembuatan lesson plan. Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru di Kecamatan ngantang, diperoleh bahwa guru masih kesulitan dalam pembuatan lesson plan. Hal ini dibuktikan bahwa guru dengan segala tuntutan yang diberikan kepadanya, kerap kali berbuat praktis dengan mengunduh lesson plan yang “dijual” bebas di internet. Hal ini menyebabkan peserta didik kurang mengoptimalkan   sumber   belajar   yang   ada   di   lingkungannya.   Padahal,   jika   guru mengoptimalkan potensi daerahnya, tentu akan menciptakan atmosfer baru dalam kegiatan pembelajarannya. Peserta didik dapat belajar langsung dari alam dan memiliki pengalaman yang melekat. Dengan demikian, dalam mewujudkan hal tersebut dilakukan kegiatan penunjang berupa pelatihan seminar dan workshop integrasi kearifan lokal kepada guru kelas 5 SD di beberapa sekolah di kecamatan Ngantang.
PKM Pertanian Organik di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Susanti, Sri -; Karamina, Hidayati; Murti, Ariani Trisna
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.244 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i2.1066

Abstract

Upaya mewujudkan Tawangargo sebagai kawasan organik perlu didukung oleh segenap masyarakat termasuk seluruh kelompok tani dengan memberdayakan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Program kemitraan masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk mendukung segera terwujudnya target tersebut. Kelompok tani (Poktan) Tani Mulya dan Rukun Damai Desa Tawangargo memiliki potensi besar yang bisa dioptimalkan dan ditingkatkan produktivitasnya, namun masih mempunyai beberapa kendala yang perlu diberikan solusi oleh tim PKM. Secara keseluruhan, masyarakat petani telah mengenal sistem pertanian organik namun belum semua melaksanakannya. Fasilitas yang telah tersedia masih perlu ditingkatkan pemanfaatannya. Untuk meningkatkan kontinyuitas produksi pupuk organik, mitra perlu dukungan berupa sarana naungan. Untuk memenuhi kebutuhan bibit yang berkualitas, perlu fasilitas, keterampilan dan kemampuan untuk menyemaikan benih dengan benar. Tim PKM memberikan bantuan berupa mendirikan bangunan naungan sehingga proses pembuatan pupuk organik tidak lagi terkendala musim hujan. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra baik dalam pembuatan pupuk organik ataupun persemaian benih tanaman sayuran. Melalui pendampingan dari tim PKM, maka kegiatan usaha produksi pupuk organik plus semakin berkembang, dan ketersediaan pupuk untuk pertanian organik dapat berkelanjutan. Di samping mampu memenuhi sebagian kebutuhan bibit dari internal kelompok, kemampuan menyemaikan benih yang dimilliki kelompok memberikan peluang usaha pembibitan tanaman sayuran secara organik.
Peran PGPR sebagai Bahan Ramah Lingkungan dalam kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Pujon Kidul Suryanto, Agus; Sudiarso, Sudiarso; Permanasari, Paramyta Nila; Fajarwati, Santi Kusuma; Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2399

Abstract

Desa Pujon Kidul merupakan desa pertanian yang memiliki luas lahan pertanian sayur mencapai 2.513 hektar dan 0.3 hektar digunakan budidaya tanaman padi dengan ketinggian wilayah 1200 m. Penggunaan PGPR dan pupuk organik yang merupakan bahan ramah lingkungan oleh petani Desa Pujon Kidul masih sangat terbatas sehingga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh KJF Sumber Daya Lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok tani terhadap aplikasi PGPR dalam kegiatan budidaya tanaman pangan. Metode yang digunakan yaitu dengan penyuluhan aplikasi PGPR kepada masyarakat Desa Pujon Kidul khususnya kelompok Tani Sari Agung dan pembuatan demplot. Luaran yang diharapkan yaitu 1) Pemahaman kelompok tani Sari Agung terhadap aplikasi PGPR tanaman cabai, dan 2) Pemahaman tentang teknologi budidaya tanaman cabai yang sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu penyuluhan dan praktek penggunaan PGPR pada budidaya tanaman cabai membuka wawasan petani di Desa Pujon Kidul untuk menggunakan bahan ramah lingkungan, hal ini diperoleh dari kegiatan FGD (Forum group Discussion) dan data diperoleh melalui kuesioner. Rencana pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dengan memberikan pendampingan pembuatan kebun bibit melalui metode pengomposan dan PGPR di Desa Pujon Kidul. Saran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu perlu integrasi pengendalian hama pathogen terpadu pada budidaya tanaman cabai.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BITING, DUPA, DAN SAYUR ORGANIK DI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Indawati, Ninik; Sarwoko, Endi; Mintarti W, Sri Umi; Wardani, Nila Restu
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.564 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.714

Abstract

Desa Dalisodo dan Pandanrejo berada di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sangat potensial dalam mengembangkan usaha biting dan dupa, yang mayoritas masih diproduksi secara manual. Permintaan terhadap produk biting dan dupa dari Pulau Bali dan Lombok sangat tinggi. Metode pelaksanaan melalui tahapan identifikasi dan pengelompokan jenis usaha di desa Dalisodo dan desa Pandanrejo, manajemen usaha, pengemasan, pemasaran, administrasi keuangan, dan perpajakan, sosialisasi kebersihan lingkungan, serta pelatihan pertanian organik bagi masyarakat petani, praktik menanam tanaman sayur organik sampai pada panennya, serta monitoring dan pendampingan yang dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Hasil disampaikan bahwa produktivitas biting sebagai bahan pembuatan dupa meningkat setelah menggunakan mesin gesek yaitu 140 %, sebelum menggunakan mesin gesek hanya 5 kg/hari dan setelah menggunakan mesin gesek meningkat menjadi 12 kg/hari. Produktivitas dupa secara manual hanya 7 kg/hari dan setelah menggunakan mesin mixer meningkat menjadi 20 kg/hari. Sayur organik yang dikembangkan yaitu bayam merah, bayam hijau, selat, kecai, cabai, tomat, terong, sawi. Tim pengabdi telah berkoordinasi dengan perangkat desa, kantor dinas koperasi, usaha mikro kabupaten Malang, sasaran program tim pengabdi tercapai, pendapatan masyarakat mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas produk untuk dipasarkan serta tanaman organik menjadi salah satu budidaya masyarakat untuk dikonsumsi sebagai makanan sehat dalam keluarga, dan nantinya menjadi desa wisata.
PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SD NEGERI MERJOSARI 3 Silalahi, Verarica; Putri, Ronasari Mahaji
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.7 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i2.821

Abstract

Personal hygiene adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Faktor yang memengaruhi personal hygiene adalah kebudayaan, agama, lingkungan, tingakatan perkembangan sesuai usia, kesehatan dan energi, serta preferensi pribadi. Mitra adalah SD Negeri Merjosari 3. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan mitra mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Selain itu, tidak adanya program UKS mengenai personal hygiene menambah kurangnya penyebarluasan informasi mengenai personal hygiene yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi konsep personal hygiene. Dari hasil pemeriksaan personal hygiene, didapatkan bahwa permasalahan mitra paling banyak adalah masalah gigi berlubang (63%) dan masalah kuku panjang dan/atau kotor (62%). Kegiatan selanjutnya adalah memberikan penyuluhan mengenai konsep personal hygiene yang baik dan benar. Keikutsertaan siswa terlihat dari antusias mereka ketika diberikan penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan. Kehadiran siswa dalam mengikuti penyuluhan adalah 99,49%.

Page 1 of 10 | Total Record : 96