cover
Contact Name
Dulbaru
Contact Email
j-plantasimbiosa@polinela.ac.id
Phone
+6281369641970
Journal Mail Official
dulbari@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta 10, Rajabasa
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
J-Plantasimbiosa
ISSN : 26854627     EISSN : 26854627     DOI : -
Naskah yang dipublikasi merupakan karya dari hasil-hasil penelitian, ulasan (review) singkat, analisis kebijakan, catatan penelitian (research notes) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary results) berkaitan dengan tanaman pangan dan hortikultura.
Articles 14 Documents
PENGEMBANGAN VARIETAS TAHAN NAUNGAN UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN Hamdani, Kiki Kusyaeri; Susanto, Heru
J-Plantasimbiosa Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.153 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan budidaya di lahan-lahan tegakan seperti lahan perkebunan dan lahan perhutani adalah intensitas cahaya yang rendah akibat naungan. Varietas unggul tanaman pangan tahan naungan dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Saat ini Balitbangtan sudah menghasilkan dan mengembangkan varietas-varietas tanaman pangan tahan naungan diantaranya padi (Rindang 1 Agritan, Rindang 2 Agritan), kedelai (Dena 1 dan Dena 2), dan jagung (Jhana 1). Dengan banyak tersedianya varietas unggul tanaman pangan yang tahan naungan akan memudahkan peningkatan produksi pangan terutama untuk komoditas padi, kedelai, dan jagung.Kata kunci: budidaya, lahan tegakan, lahan perkebunan, varietas unggul
KARAKTER MORFOLOGI DAN AGRONOMI TANAMAN PADI YANG BERKORELASI DENGAN KEKUATAN BATANG, (MORPHOLOGICAL AND AGRONOMICS CHARACTERS OF RICE CORRELATION WITH THE STRENGTH OF STEM) Ahyuni, Destieka; Dulbari, Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.898 KB)

Abstract

Ancaman cuaca ekstrim dalam bentuk angin kencang dan curah hujan intensitas tinggi menyebabkan tanaman padi rebah sebelum dipanen. Kerebahan dalam skala yang luas dapat mengganggu stabilitas produksi padi. Kajian rebah tanaman padi pada kondisi cuaca ekstrim belum banyak dilaporkan. Diperlukanseleksi karakter morfologi dan agronomi varietas padi tahan rebah. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur pada Aprilâ??Agustus 2019. Tujuan penelitian untukmengevaluasi karakter morfologi dan agronomi tanaman padi yang berkorelasi dengan karakter kekuatan batang untuk seleksi padi tahan rebah. Percobaan disusun menggunakan RAKL. Bahan tanam yang digunakan adalah 20 variatas padi unggul nasional.Satuan percobaan berupa tanaman padi dalam pot dengan kapasitas ± 10 kg yang diisi dengan media tanah campuran top soil dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.Setiap perlakuan terdiri dari 6 tanaman yang diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi dan agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Kekuatan Batang (KBTG) berkorelasi positif dengan Tinggi Tanaman (TT), Diameter Batang (DBTG), dan Panjang Malai (PM), namun berkorelasi negatif dengan Ketegaran Batang (KB). Karakter KBTG berkorelasi sangat nyata dengan karakter DBTG dengan nilai korelasi 0,771 dan P-Value 0,000. 
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAKCHOY (BRASIACA RAPA L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK Bahri, Bahri; Sutejo, Sutejo; Waruwu, Waruwu
J-Plantasimbiosa Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.076 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi terhadap dua jenis tanah Mineral dan Tanah Sawah serta dosis pupuk NPK terhadap produksi tanaman sawi dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan, Lubuklinggau pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial. Faktor pertama dalam penelitian jenis tanah (T); T1= Tanah Mineral (inseptisol) , T2 = Tanah Sawah. Faktor  kedua yaitu perlakuan dosis pupuk NPK  (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu: N1= 150 Kg / ha setara dengan 0,75 gram / polybag, N2 = 200 Kg / ha setara dengan 1 gram / polybag, N3 = 250 Kg / ha setara dengan 1,25 gram / polybag. Berdasarkan kedua faktor  perlakuan  tersebut didapatkan 6 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 4 kali, sehingga di peroleh 24 unit percobaan masing ? masing unit terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa T2 memberikan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering. Perlakuan pupuk NPK majemuk dengan dosis 200 Kg/ha setara dengan 1 gram/polybag (N2) memberikan hasil terbaik terhadap peubah tinggi tanaman, lebar daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan, Tabulasi data menunjukkan bahwa interaksi perlakuan T2N2 cendrung lebih banyak memberikan respon terbaik terhadap peubah jumlah daun, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan. Kata kunci: Inseptisol, sawah, sawi pakchoi
INVENTARISASI HAMA, PENYAKIT, DAN ARTOPODA PREDATOR PADA TANAMAN POHPOHAN (PILEA TRINERVIA) PADA BERBAGAI NAUNGAN Budiarti, Lina; Maulana, Eri; Marveldani, Marveldani; Dulbari, Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.638 KB)

Abstract

Tanaman pohpohan (Pilea trinervia) belum dikenal oleh masyarakat Lampung. Tanaman ini dikonsumsi sebagai sayuran segar (lalapan) dan mengandung senyawa sekunder yang baik bagi kesehatan. Tanaman ini memiliki potensi untuk dibudidayakan didaerah Lampung. Masih sedikit informasi tentang hama, penyakit dan arthropoda pada budidaya tanaman pohpohan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan infentarisasi hama, penyakit dan artropoda predator pada budidaya tanaman pohpohan di daerah Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Budidaya tanaman dilakukan dengan naungan N1 (60%), N2 (70%), N3 (75%), N4 (90%), dan N0 tanpa naungan. Polibag yang digunakan berukuran 40 x 60 cm dengan media tanam berupa tanah top soil yang dicampur pupuk kompos kandang dengan perbandingan 3:1.  Pengamatan dilakukan dengan mengamati jenis artropoda baik hama ataupun predator dan penyakit yang menyerang sebanyak 10 tanaman pada setiap perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa populasi hama ada pada pengamatan setelah dua minggu. Hama belalang (Orthoptera; Acriididae) ditemukan pada perlakuan N1, N2, N3, N4, dan N0. Hama Ulat kantung (Lepidoptera; Psychidae) pada perlakuan N2 saja dan pada perlakuan N4 ditemukan populasi hama belalang dan kutu putih dompolan (Hemiptera; Pseudococcidae). Penyakigt yang menyerang tanaman pohpohan adalah penyakit antraknose yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum gloesporioides yang mulai menginfeksi sejak tanaman dipembibitan. Selain hama dan penyakit pada tanaman pohpohan, beberapa artropoda predator yang ditemukan adalah laba-laba (Arachnida; Oxyophidae dan Lycosidae), belalang predator (Orthoptera; Tettigonidae), dan semut (Hymenoptera; Formicidae).
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KALIUM DAN ARANG SEKAM Mutaqin, Zainal; Saputra, Hidayat; Ahyuni, Destieka
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.309 KB)

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis. Salah satu hara esensial yang diperlukan oleh jagung manis adalah kalium. Kalium dapat diperoleh dari pupuk anorganik seperti KCl maupun pupuk organik, seperti arang sekam. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan dosis pupuk kalium terbaik dan pengaruh pemberian arang sekam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Perlakuan disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Faktor pertama adalah 4 dosis pupuk kalium (K) yaitu: 0 kg ha-1, 50 kg ha-1, 100 kg ha-1, dan 150 kg ha-1. Faktor kedua adalah dosis arang sekam, yaitu 0 kg ha-1 dan 1000 kg ha-1. Data yang diperoleh kemudian dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk KCl dengan pemberian arang sekam pada semua peubah yang diamati, (2) dosis pupuk kalium 150 kg ha-1 mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis yang terbaik melalui peningkatan tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah tanaman, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, namun belum meningkatkan derajat kemanisan jagung manis, dan (3) pemberian arang sekam hingga dosis 1000 kg ha-1 belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis secara nyata.
UJI RESPON DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP TIGA GALUR TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI LAHAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Ambarwati, Diah Tri; Syuriani, Eka Erlinda; Pandu Pradana, Onny Chrisna
J-Plantasimbiosa Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.623 KB)

Abstract

Politeknik Negeri Lampung telah merakit beberapa galur tomat yang bertujuan untuk mendapatkan galur harapan, beberapa galur tersebut diantaranya adalah hasil persilangan tomat Lokal Lampung dengan Varietas Amigo (Lokal x Amigo) dan persilangan tomat Lokal Lampung dengan Gondol (Lokal x Gondol) telah dikarakterisasi dengan keunggulan kemampuan adaptasi dilapangan mencapai 98% dan memiliki potensi hasil 10?14 ton per hektar. Pemupukan diberikan untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman yang tidak dapat disediakan oleh tanah. Kalium memegang peran relatif banyak dan penting pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat dan tanaman lainnya seperti proses pembukaan dan menutupnya stomata yang dipengaruhi oleh kandungan CO2 dan proses fotosintesis. Secara signifikan berbagai status K tanah berdasarkan ketersediaan K tanah galur dan dosis pupuk K terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 ? Januari 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu galur tomat, faktor kedua yaitu dosis pupuk K yang terdiri dari 4 taraf dosis yaitu 0 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha dan 250 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan galur dan dosis memberikan pengaruh terhadap diameter buah tertinggi dan bobot per buah tertinggi.Kata kunci: tomat, galur, dosis pupuk K
HUBUNGAN ANTARA UJI PERKECAMBAHAN BENIH DAN KEMUNCULAN BIBIT DI LAPANGAN PADA LIMA GALUR PADI,( RELATIONSHIP BETWEEN GERMINATION TEST AND FIELD EMERGENCE) OF FIVE LINES OF RICE Wahyuni, Ari; Pandu Perdana, Onny Chrisna
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.42 KB)

Abstract

Benih yang berkualitas tinggi akan menunjukkan hasil pengujian yang baik. Agar hasil pengujian mutu benih valid, maka perlu dilakukan simulasi pada dua kondisi. Sehingga perlu dilakukan analisa huhungan pada dua kondisi pengujian mutu benih yaitu di laboratorium dan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perkecambahan benih di laboratorium dengan kemunculan bibit di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Benih dan Green House, Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Meiâ??Oktober 2019. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat ulangan. Faktor yang digunakan adalah galur padi yang terdiri atas lima taraf yaitu B3, B7, B2, F4 dan F3. Parameter yang diamati di laboratorium terdiri atas daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum dan daya hantar listrik. Parameter yang diamati di lapangan terdiri atas daya tumbuh, tinggi bibit dan panjang akar bibit. Antar tolak ukur mutu fisiologis benih padi (perkecambahan dan daya hantar listrik) serta kemunculan bibit di lapangan memiliki korelasi yang erat baik positif maupun negatif.  
EVALUASI GALUR SEMANGKA BERBIJI TIPE LONJONG DAN NON BIJI TIPE BULAT Wahyudi, Anung; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.474 KB)

Abstract

Program pemuliaan tanaman di kampus Politeknik Negeri Lampung telah memiliki 8 galur semangka generasi ke-5 (S5). Galur-galur tersebut telah dievaluasi dan diseleksi dengan harapan telah stabil secara genetik, serta mengetahui level adaptasi terhadap lingkungan. Hasil analisis data menggunakan uji F menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan pada tiap parameter pengamatan dengan uji BNT 5%. WM 140502 memiliki berat tertinggi per buah 3.17 kg. Kadar gula tertinggi adalah WM 140507 yaitu 9.47 brix. Saat ini Politeknik Negeri Lampung memiliki 8 galur tipe oval dengan 6 galur berdaging merah dan 2 galur berdaging orange. Dari hasil evaluasi (S5), kita berharap memiliki galur murni untuk perakitan hibrida dengan karakter yang berbeda.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI DENGAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN ASAL BAHAN ASAP CAIR Murniati, Nely; Sumini, Sumini; Orlando, Yoki
J-Plantasimbiosa Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.898 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman padi dengan pemberian konsentrasi dan asal bahan asap cair. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan kota Lubuklinggau dari bulan Desember 2017 sampai dengan April 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor I yaitu perlakuan konsentrasi asap cair (A) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu A1 : Konsentrasi asap cair 1%, A2 : Konsentrasi asap cair 2%, A3 : Konsentrasi asap cair 3%. Faktor II yaitu perlakuan bahan baku Asap cair (B) yang terdiri dari 3 bahan yaitu B1 : Kayu karet, B2 : Kayu jati, B3 : Kayu pelangas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, produksi perpetak namun tidak nyata pada perlakuan berat 1000 bulir dan berat berangkasan basah, serta hasil terbaik terdapat pada perlakuan A2. Perlakuan bahan baku asap cair (B) berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan basah dan tidak nyata terhadap peubah lainnya serta perlakuan B2 mendapatkan hasil terbaik. Interaksi perlakuan konsentrasi dan bahan baku (AB) asap cair berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah yang di amati dan perlakuan A2B2 memberikan respon terbaik pada semua peubah. Kata kunci: Asap cair, padi, konsentrasi
APLIKASI PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA)DAN DOLOMIT UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA, L.) Sutrisno, Hery; Sudrajat, Denny
J-Plantasimbiosa Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : J-Plantasimbiosa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.378 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan dan di laboratorium milik Politeknik Negeri Lampung pada bulan Mei sampai September 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok (Randomized Complete Block Design/RCBD) faktorial dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama yang dicobakan adalah 5 level PGPR yaitu P1 = 0 cc L-1; P2 = 5 cc L-1; P3 = 10 cc L-1; P4 = 15 cc L-1; P5 = 20 cc L-1. Faktor kedua adalah 3 level Dolomit yaitu D1 = 0 kg ha-1; D2 = 1000 kg ha-1; D3 = 2000 kg ha-1, sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan (Gomes and Gomes, 1995; Singh and Chaudary, 2011).Dengan demikian terdapat 45 satuan percobaan.Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, bobot kering brangkasan, umur berbunga, umur panen, bobot polong pertanaman, dan hasil polong per ha.Untuk mengetahui perbedaan respon antar perlakuan dilakukan analisis sidik ragam. Perbedaan antar perlakuan akan diuji dengan menggunakan uji BNT pada taraf nyata 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap parameter pertumbuhan, perlakuan kombinasi PGPR dan dolomit tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot kering brangkasan. Hasil polong tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan PGPR 20 cc L-1 dan dolomit 1000 kg ha-1.

Page 1 of 2 | Total Record : 14