cover
Contact Name
Theodorus Pangalila
Contact Email
theopangalila@unima.ac.id
Phone
+6281320593135
Journal Mail Official
theopangalila@unima.ac.id
Editorial Address
Jln. Kampus Unima Tondano Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL CIVIC EDUCATION: MEDIA KAJIAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
ISSN : 25991833     EISSN : 26213567     DOI : https://doi.org/10.36412/ce.v2i1.430
Core Subject : Education, Social,
Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Manado. Jurnal diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini mempublikasikan Karya Ilmiah/Hasil penelitian di bidang Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
PEMBELAJARAN PPKN MELALUI MODEL SIMULASI SOSIAL DI SMA NEGERI 1 TONDANO Lonto, Apeles Lexi
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.483 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.493

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk menemukan model simulasi sosial dalam pembelajaran PKn di SMA.  Melalui model ini sasaran yang hendak dicapai ialah: (1) memperkuat pencapaian ranah afektif terutama ranah nilai-nilai sosial, (2) peningkatan suasana dan mutu proses pembelajaran, (3) dampak baik instructional effect maupun nurturant effect, seperti kepekaan terhadap masalah nilai yang terjadi di lingkungan ataupun di masyarakat, kemampuan menganalisis nilai, dan mengambil keputusan terhadap setiap pilihan nilai.Urgensi penelitian ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: 1). Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan nilai dengan penekanan pada pembentukan afeksi di dalam diri siswa. 2). Praktik pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat menekankan pada pembentukan aspek kognitif atau ranah kognitif daripada ranah afektif. 3). Proses pembelajaran  nilai yang dikembangkan oleh guru-guru lebih banyak dilakukan melalui metode ceramah. Pembewntukan nilai tidak efektif melalui ceramah, tetapi melalui  perbuatan atau melalui apa yang dilakukan siswa, dan apa yang dialami oleh siswa itu sendiri. 4). Pembelajaran model simulasi sosial merupakan dalam satu model dalam pembelajaran Kurikulum berbasis kompetensi di sekolah-sekolah. 5). Memperkuat kemampuan atau kompetensi professional guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran PKn yang lebih varuatif dan inovatif.Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam satuan hitung prosentase terhadap ketercapaian indiktor-indikator  setiap fokus masalah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagia berikut: (1). Desain model pembelajaran simulasi sosial dalam mata pelajaran PKn di SMA, yang mencakup: analisis kompetensi, asumsi dan tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan sistem pendukung belum berjalan dengan baik.  (2). Dampak instruksional pembelajaran terutama dalam pembentukan nilai seperti: kompetisi, kooperasi, empati, sistem sosial, konsep, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis belum berjalan dengan baik. (3). Perbaikan dan peningkatan mutu proses pembelajaran PKn di sekolah-sekolah sangat dibutuhkan. Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Model Simulasi Sosial
DISIPLIN PEGAWAI ADMINISTRASI FIS UNIMA Santie, Yoseph D A
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.98 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.492

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: Disiplin Pegawai Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Manado, adapun fokus penelitian ini melihat disiplin sebagai salah satu aspek  yang sangat penting dalam sistem kerja yang harus diperhatikan oleh setiap lembaga atau organisasi. Disiplin merupakan suatu proses atau pengendalian keinginan, dorongan, atau kepentingan demi tujuan atau cita-cita yang telah ditetapkan. Disiplin mempengaruhi hasil kerja pegawai, dan hal ini disebabkan oleh kemampuan seorang pegawai bekerja secara optimal dan tentunya dikendalikan oleh pemimpin yang mampu mengelola organisasi yang dipimpinnya secuai aturan yang berlaku. Disiplin kerja pegawai FIS Unima disinyalir disebabkan oleh beragam faktor, antara lain faktor individu, sistem kerja, budaya atau etos kerja.Dalam penelitian ini, dilakukan observasi kepada para pegawai administrasi di lingkungan FIS Unima. Selanjutnya disebarkan kuesioner berisis variabel disiplin pegawai. Sampel yang ditetapkan sebanyak 21 responden. Jawaban dari kuesioner akan membantu mereduksi masalah penelitian, selanjutnya diadakan wawancara untuk mendapatlan informasi yang lebih mendalam. Hasi wawancara dan hasil kuesioner digunakan untuk melakukan interpretasi terhadap data dan dibuat pembahasan serta kesimpulan.Hasil penelitian menggambarkan bahwa disiplin pegawai administrasi FIS Unima, belum optimal karena ada faktor-faktor yang menghambat, yaitu faktor individu seperti masalah keluarga, masalah kepribadian. Faktor sistem kerja seperti belum adanya SOP di lingkungan kerja, belum bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi karena ketrampilan yang dimiliki. Faktor budaya atau etos kerja seperti bekerja tidak tuntas dan tidak optimal. Kata Kunci:  Disilpin, Pegawai Administrasi PNS
PENGEMBANGAN MODEL JURISPRUDENSIAL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGRAAN DI SMA NEGERI 10 MANADO Biringan, Julien
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.486 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.496

Abstract

Penelitian ini memfokus pada pengembangan model jurisprudensial inkuiri dalam rangka memperkuat ketercapaian kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam pengajaran PKn di SMA Negeri 10 Manado. Model ini ini sangat penting karena: pertama model ini memperkuat dan meningkatkan mutu proses pembelajaran karena model ini berpusat pada siswa (student active learning), Kedua perkembangan dan eksplosi ilmu pengetahuan tidak lagi memungkinkan pendekatan pembelajaran konvensional yang banyak dilakukan guru-guru selama ini di mana guru menyediakan ?bahan jadi? dan siswa siap disuapi. Ketiga katrakteristik mata pelajaran PKn berdasarkan KTSP, memiliki ciri kontekstual. Keempat, perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menghasilkan sangat banyak informasi, masalah ataupun kasus yang dapat diakses oleh siswa, dan model ini memberikan peluang yang sangat luas kepada siswa untuk mengeksplorasi sumber-sumber informasi untuk kepentingan pembelajarannya. Tujuan umum penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik model pembelajaran jurisprudensial inkuiri dalam pengajaran PKn di SMA, (2) langkah-langkah pengembangan model jurisprudensial inkuiri, (3) kekuatan dan kelemahan serta kendala-kendala dalam implementasinya, dan (4) prakondisi yang diperlukan untuk implementasi model ini, dan (5) sejauhmana model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dalam  bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). penelitian dan  hasil analisis menyimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut: (1). Penerapan model Jurisprudensial Inkuiri yang dikembangkan melalui tiga aspek yakni cakupan masalah, sikap siswa dan aspek pelaksanaan penilaian, secara signifikan efektif dan dapat meningkatkan evaluasi proses pada pengajaran PKn. (2). Penerapan model pembelajaran Jurisprudensial Inkuiri dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang determinan. (3). Pengembangan validasi penilaian berbasis portofolio secara signifikan dapat memperkuat ketercapaian evaluasi komprehensif berbasis kompetensi. (4). Melalui penerapan model pembelajaran Jurisprudencial Inkuiri, maka dapat engukur pencapaian tujuan pembelajaran yang  cukup baik, dimana terdapat konsistensi sikap dan perilaku dengan pertimbangan-pertimbangan untuk pengetesan asumsi dan penyimpulannya. (5). Implikasi penerapan model pembelajaran Jurisprudensial Inkuiri dapat merangkum strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yaitu menyangku guru, lingkungan sosial dan sistem pendukung lainnya. Kata Kunci: Model Jurisprudensial, Inkuiri, Pembelajaran PKn
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR BIDANG STUDI PPKN MELALUI PENERAPAN METODE DIALOG PADA SISWA DI SMK WONOKROMO SURABAYA Hakim, Lukman
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.051 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.491

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa belajar PKn dan upaya-upaya apa saja yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar PKn. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan metode dialog pada mata pelajaran PKn. 2. Meningkatkan kemampuan belajar bidang studi PKn dengan menerapkan metode dialog. 3. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan metode dialog pada mata pelajaran PKn. kesimpulan sebagai berikut: 1. Ada perbedaan nilai PKn sebelum dan setelah penerapan metode dialog pada mata pelajaran PKn signifikan. 2. Penerapan metode dialog dalam pembelajaran PKn berhasil meningkatkan kemampuan belajar PKn siswa kelas XI di SMK Wonokromo Surabaya. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan, antara lain: Dengan metode, Pembelajaran ini lebih efisien dan etektif jika diterapkan dengan baik, terutama pada mata pelajaran PKn yang ruang lingkup pengajarannya mempunyai tujuan agar siswa terampil dalam hal menyimak, berbicara, membaca, memahami dan mengerjakan soal. 3. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan prinsip pembelajaran integratif pada siswa kelas XI di SMK Wonokromo Surabaya  adalah: a. Siswa kurang percaya diri dalam menyelesaikan setiap kegiatan yang dibebankan. b. Hasil observasi peneliti di kelas memperlihatkan adanya beberapa ciri siswa yang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda yaitu ada yang mampu menyesuaikan diri, menyukai tantangan, bertanggungjawab, mandiri, dan ada pula yang cenderung kurang aktif. Kondisi ini membutuhkan keaktifan guru dalam mengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik.Penelitian ini menyarankan: 1. adanya penerapan metode dialog dapat mempengaruhi tingkat prestasi siswa dalam belajar. 2. direkomendasikan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan pengelolaan fasilitas sekolah agar layanan pembelajaran lebih bermutu yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas mutu siswa-siswinya dan juga para pengajar atau guru. 3. Pembelajaran lebih diarahkan pada cara membaca, memahami dan berdiskusi, menggunakan komunikasi lisan dan tata bahasa dengan baik. Keberhasilan penerapan pembelajaran dengan metode dialog perlu melibatkan berbagai pihak. Kata Kunci: Kemampuan Belajar, PPKn, Metode Dialog
PEMBINAAN GENERASI MUDA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DALAM KONTEKS TORANG SAMUA BASUDARA DI KOTA MANADO Lumowa, Engelbert
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.472 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembinaan generasi muda, baik di lingkungan keluarga maupun oleh lembaga-lembaga terkait; dan mengetahui faktor-faktor penyebab potensi kerukunan dan ketidakrukunan umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda oleh keluarga dan lembaga-lembaga terkait ternyata cukup efektif. Hal ini ternyata, selama ini perkelahian antar pemuda yang berbeda suku, agama atau yang berbeda budaya dapat diminimalisasi. Untuk mencegah potensi konflik antar umat beragama/suku, khususnya generasi muda, maka tokoh agama/tokoh Gereja berperan aktif melaksanakan dialog dan kerjasama untuk mendiskusikan masalah-masalah sosial yang berbau SARA. Potensi kerukunan cukup kuat, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dan menghargai nilai kekerabatan dengan semangat semboyan: Torang Samua Basudara. Artinya masyarakat di Kota Manado selalu mengedepankan kebersamaan dan bukan perbedaan, walaupun masyarakat sangat majemuk karena semua agama dan sebagian besar suku, etnik, golongan berada di Kota Manado. Dengan semangat tersebut jika ada konflik sosial dapat diatasi dengan baik oleh pemuka agama dan masyarakat. Namun bukan berarti bahwa tidak ada gejolak sosial, masih ada upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengacaukan masyarakat. Jadi potensi ketidakrukunan juga ada dalam masyarakat, yaitu khotbah yang menyinggung pemeluk agama lain, isu-isu selebaran gelap yang berisikan permusuhan, kebencian , kemunafikan karena menganggap kelompoknya yang benar dan yang lain tidak benar, dan lain-lain. Kata Kunci: Pembinaan Generasi Muda, Potensi Kerukunan, Potensi Ketidakrukunan.
PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP PADA MAHASISWA JURUSAN PPKN FIS UNIMA Rattu, Jan A
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.753 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.490

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang: (1) Pentingnya penilaian kompetensi sikap, (2) Implementasi penilaian kompetensi sikap pada Mahasiswa Jurusan PPKn FIS Unima.Berdasarkan hasil kajian berbagai literatur penulis menyimpulkan bahwa: a) Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran PPKn  merupakan hal yang patut dilaksanakan karena amanat dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Permendikbud RI Nomor: 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 6:1, pasal 20:3, dan Panduan Akademik Universitas Negeri Manado edisi 2014 pasal 38 dan 39; b) Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan sumberdaya manusia yang perlu dibekali dengan prilaku dan akhlak mulia sebagaimana diarahkan oleh falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila, sehingga dapat berperan sebagai warganegara yang efektif dan bertanggung jawab melalui mekanisme penilaian sikap; c) Implementasi penilaian sikap dalam bentuk observasi/pengamatan langsung dengan menggunakan program aplikasi.  dan; d)  Indikator penilaian sikap minimal meliputi: (1) Kompetensi spiritual, (2) Kompetensi kejujuran, (3) Kompetensi tanggung Jawab, (4) Kompetensi kerjasama, (5) Kompetensi Kesantunan dan (6) Kompetensi kepercayaan diri. Kata Kunci: Penilaian Sikap, Implementasi Penilaian Sikap.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN Pasandaran, Sjamsi
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.191 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.489

Abstract

Setiap negara dan pemerintahan mempuyai kepentingan nilai yang sangat mendasar yaitu memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan itu akan menjadi landasan bagi bangunan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Apabila niai-nilai kebangsaan itu melemah, akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan bahkan terhadap kelangsungan hidup suatu bangsa ataupun negara. Menjelang pertengahan 2012, Indonesia sempat menjadi gempar ketika Lembaga The Fund for Peace  (FFP) melaporkan bahwa Indonesia terancam menjadi negara ?gagal? dan menempati posisi ke 63 dari 178 negara (Kompas.com, 21 Juni 2012). Dua tahun sebelumnya, Lembaga Transparency International Indonesia pada 2010 menurunkan laporan mengenai ancaman-ancaman menuju kehancuran yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia. Tingkat ancaman-ancaman tersebut persentasenya secara berturut-turut adalah sebagai berikut: budaya korupsi merupakan ancaman yang sangat serius dan dipersepsi oleh 38.5% responden, kemudian diikuti oleh  krisis ekonomi (15.1%), pengangguran (10.3%), terorisme dan keamanan (9.7%), konflik antara kelompok (9.3%), dan layanan birokrasi yang buruk (5.6%). Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Kebangsaan
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE DISKUSI MKDU – PAK BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MANADO Wua, Telly D
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.559 KB) | DOI: 10.36412/ce.v1i1.494

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah metode mengajar sebagai salah satu teknik untuk membangkitkan perhatian belajar mahasiswa di kelas. Metode mengajar yang dimaksud adalah metode mengajar mata kuliah dasar umum Pendidikan Agama Kristen dalam hal ini yang lebih tepat diterapkan dalam proses belajar mengajar pendidikan Agama Kristen yaitu metode diskusi dengan melihat beberapa cara dan bentuk diskusi yang dapat diterapkan. Desain penelitian yang dipilih adalah: menggunakan pola eksperimen yang dilakukan adalah dengan rancangan 2 x 2 yang. Rancangan (desain) yang dipilih ini adalah rancangan ekperimental yang sebenarnya (sungguhan). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah: (1). Untuk meneliti efektivitas penerapan metode diskusi pada mahasiswa Universitas Negeri Manado, khususnya mahasiswa FIP Jurusan PGSD semester IV UPP I, II, III, yang sedang mengikuti perkuliahan pendidikan agama Kristen. (2). Untuk mengetahui apakah dua kelompok bebas mempunayai perbedaan yang siknifikan dalam hal hasil belajarnya dalam efektivitas penerapan metode diskusi MKDU-PAK. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapatlah diberikan beberapa pokok pemikiran sebagai kesimpulan dari penelitian ini, seperti berikut: (1). Hasil belajar mahasiswa ditentukan oleh faktor internal mahasiswa itu sendiri baik motivasi, sikap terhadap pelajaran, bakat, IQ, dan sebagainya dan motivasi belajar tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebiasaan dalam belajar, disiplin dalam belajar, faktor fasilitas dan lingkungan belajar. (2). Metode mengajar yang tepat untuk suatu proses belajar mengajar mata kuliah banyak mempengaruhi sikap belajar mahasiswa, seperti hal dalam proses belajar mengajar MKDU-PAK. (3). Penerapan metode diskusi dipandang cocok untuk pengajaran pendidikan agama kristen, terutama dalam memecahkan masalah yang membutuhkan perhatian dan semangat dari setiap mahasiswa untuk memecahkan masalah tersebut. (4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk efektifitas penerapan metode diskusi baik metode diskusi kelas maupun metode diskusi kelompok MKDU-PAK memberikan pengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa, hal ini dapat dilihat pada perbedaan skor atau urutan tingkat yang terjadi. (5). perbedaan urutan tingkat yang terjadi dalam perbedaan hasil antara kelompok diskusi tersebut adalah hal yang sebenarnya, kalaupun terjadi di luar itu merupakan faktor lain. Penelitian ini menyarankan efektifitas pengajaran MKDU-PAK dan mengupayakan pemilihan dan penerapan metode diskusi dengan menyesuaikan materi perkuliahan dengan jenis dan bentuk diskusi apa yang digunakan. Kata Kunci: Metode Diskusi, MKDU-PAK, Mahasiswa

Page 1 of 1 | Total Record : 8