cover
Contact Name
Dr. Otih Rostiana
Contact Email
otihrostiana@gmail.com
Phone
+62251-8321879
Journal Mail Official
buletintro@gmail.com
Editorial Address
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office : Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI) Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111 Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010 E mail : buletintro@gmail.com
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
ISSN : 02150824     EISSN : 25274414     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Focus and Scope Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on spice, medicinal, aromatic and industrial crops that have never been publish in any other scientific publications. Scopes of Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat are: Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Plant Biotechnology, Plant Breeding, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops
Articles 381 Documents
ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF POTENTIAL ISOLATES OF RHIZOSPHERE BACTERIA TO CONTRO BUDOK DISEASE IN PATCHOULI PLANT Sukamto, NFN; Listiana, Novi; Indrayanti, Reni; Wahyuno, Dono
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v30n1.2019.35-46

Abstract

Synchytrium pogostemonis, the causal agent of budok disease, is one of the major limiting factors in patchouli production in Indonesia. Patchouli farmers usually control budok disease with chemical fungicides. Chemical control pollutes environment and disrupts agricultural ecosystem. Therefore, an environmentally friendly pest control should be conducted to control the disease. The objective of the study was to isolate and evaluate some rhizobacteria from the rhizosphere of patchouli and black pepper plants against Fusarium oxysporum f.sp. vanillae, F. solani, Sclerotium rolfsii. Potential rhizobacterial isolates were tested to control budok disease on a pot scale. The results showed that 26 rhizobacterial isolates from 100 tested were antagonistic to F. oxysporum, F. solani and S. rolfsii. Four rhizobacteria isolates (RL13-A, RL31-A, RL35-A, RL32-A) showed strong inhibition (>40 %) against the 3 pathogens. In polibag experiment, RL35-A, PS9, RL13-A, RL32-B, RL31-A isolates were able to suppress budok disease significantly by 84.01; 76.00; 65.99; 43.99; and 21.98 % respectively. These results indicated that RL35-A isolates have strong antagonistic effect compared to other isolates. Based on 16S rDNA analysis, RL35-A isolates possessed close relationship (99 %) with all species of Enterobacter sp. The antibiotic compound extracted from RL35-A culture broth using GC-MS analysis was identified as phenol, 2,6-dimethoxy-(canola). These results suggested that Enterobacter sp. was potential to be developed as biological agent for controlling budok disease in patchouli plants.
STUDI FLUKTUASI HASIL CENGKEH ( STUDY ON CLOVE PRODUCT) Chairani, Fauzi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v1n2.1986.1-12

Abstract

Till the end of the 18 th century Indonesia had been the main clove producing and exporting country. The increasing clove demand, particularly for kretek cigarette industries the beginning of the 20 th century converted Indonesia to the greatest clove importing country Indonesia, however still plays the role of clove business and the country of clove origine that has brought clove to the raw material for kretek cigarettes consumed by millions the population. The fluctuation of the clove product has been the couse of the instability supply of clove for cigarette industries. One way out lesson the product fluctuation is to improve cultural technique. Fertilizing with appropriate dose and time, using high gulding seeds, and plant protection are fairly recommended
INVENTARISASI DAN ASPEK BIOLOGI SERANGGA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA (BURM F.) NESS) Mardiningsih, Tri L.; Suhenda, Asep
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v18n2.2007.%p

Abstract

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Ness) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak khasiatnya. Di lapangan tanaman ini diketahui terserang oleh serangga hama. Tujuan pene-litian untuk mengetahui jenis dan aspek biologi serangga yang berasosiasi dengan tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di Kebun Per-cobaan (KP) Cimanggu, Bogor, KP Cicurug, Sukabumi, rumah kaca dan laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak April 2005 sampai Januari 2006. Parameter yang diamati ialah populasi serangga, persen-tase tanaman terserang, lama tiap stadia, masa peletakan telur dan banyaknya telur yang di-hasilkan oleh seekor imago. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga yang menyerang tanaman sambiloto di KP Cimanggu, Bogor dan KP Cicurug, Sukabumi ada 11 jenis yang terdiri dari 4 ordo yaitu Homoptera, Hemiptera, Lepidoptera dan Orthoptera. Diantara serang-ga-serangga tersebut yang berpotensi penyebab kerusakan ialah kutu tempurung (Parasaissetia nigra) (Homoptera: Coccidae) dan kepik (Hemiptera: Pachygrontidae). P. nigra dapat berkembang dan menyelesaikan hidupnya pada tanaman sambiloto. Lama hidup kutu ini dari telur sampai imago berkisar antara 64 ? 141 hari dan banyaknya telur yang dihasilkan oleh seekor imago berkisar antara 14 ? 258 butir. Selain serangga yang merugikan juga ditemu-kan serangga yang berperan sebagai musuh alami. P. nigra mempunyai musuh alami berupa parasitoid yaitu Coccophagus n r bogoriensis dari famili Encyrtidae, ordo Hymenoptera.
PENGARUH UMUR BATANG BAWAH TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH MENGKUDU TANPA BIJI HASIL GRAFTING Rahardjo, Mono; Djauhariya, Endjo; Darwati, Ireng; SMD, Rosita
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v24n1.2013.%p

Abstract

Tanaman mengkudu tanpa biji merupakan tanaman langka sehingga untuk mengantisipasi kelangkaan tanaman ini perlu pengembangan teknologi perbanyakan. Pengembangan mengkudu tanpa biji tidak dapat melalui perbanyakan generatif, tetapi harus melalui perbanyakan vegetatif. Perbanyakan vegetatif yang prospektif adalah menggunakan metode penyambungan pucuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan umur bibit batang bawah yang dapat menghasilkan bibit mengkudu tanpa biji bervigor tinggi. Penyambungan pucuk mengkudu tanpa biji telah dilakukan di KP. Cimanggu sejak Januari sampai Desember 2012 menggunakan batang atas mengkudu tanpa biji yang entresnya disimpan selama satu hari. Batang bawah yang diuji adalah lima umur batang bawah, yaitu umur 3, 4, 5, 6, dan 7 bulan, diulang lima kali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Parameter yang diamati adalah daya tumbuh, jumlah daun, dan panjang tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penyambungan mencapai 68%. Berdasarkan jumlah daun dan panjang tunas, benih mengkudu tanpa biji optimal dipindah ke lapang dan produksi pada umur tiga bulan setelah penyambungan. Benih yang dihasilkan mempunyai vigor tinggi pada umur tiga bulan setelah penyambungan. 
KERAGAMAN PERTANAMAN CENGKEH DI PROPINSI SULAWESI UTARA Hadad-E.A, NFN
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v6n2.1991.61-68

Abstract

Cengkeh merupakan komoditas perkebunan utama di Propinsi Sulawesi Utara dengan luas 7.112 ha. Produksi 1988/1989 sebanyak 932 ton. Karakteristik lokasi di daerah Sulawesi Utara sebagian sangat ideal untuk pertanaman cengkeh. Namun tidak dipelihara menurut teknologi yang dianjurkan. Keragaman jenisnya tidak sebanyak di Maluku, dan fluktuasi produksinya terjadi antara 4-5 tahun sekali. Produksi bervariasi antara 11-694 kg per ha pada saat panen raya. Tipe cengkeh yang banyak dibudidayakan adalah tipe Siputih, Sikotok dan Zanzibar. Turunan. Turunan AFO di daerah Kecamatan Eris hanya 5 pohon. Harga bunga cengkeh kering pada tahun 1988 sangat rendah (tertinggi Rp. 2000,- per kg). penggerek batang merupakan hama utama kemudian gangguan penyakit : Gugur daun cengkeh (GDC), mati ranting, bercak daun, dan jamur sarang laba-laba. Sedangkan gejala penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) tidak ditemukan.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS LADA TERPADU Risfaheri, NFN; Hidayat, Tatang
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v13n1.2002.29-38

Abstract

Pengolahan lada putih di petani masih dilakukkan secara tradisional. Dengan cara merenam buah lada di dalam air atau kolam buah lada di dalam air atau kolam selama 10 ? 14 hari untuk memudahkan pengupasan kulitnya Kontaminasi mikroba dan bau lumpur, serta hilangnya sebagian minyak atsiri, merupakan masalah utama pada pengolahan lada putih tradisional. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan cara pengelohan lada dengan mesin. Pada penelitian ini telah dirancang bagun alat pengupas lada terpadu yang menyatukan fungsi perontokan, pengupasa dan pencucian dalam satu mesin. Pengujian alat dilakukkan untuk melihat kinerja dari masing-masing komponen alat. Sebagai perlakuan adalah (1) putaran slinder perontok(350, 400 dan 450 rpm), (2) putaran piring prngupas (300, 325 dan 350 rpm), dan (3) tekanan air pada komponen pemisah kulit dan pencuci (0,4,0,6,0,8,1,0 dan 1,2 kg/cm2). Setiap perlakuan dilaksanakan dengan ulangan tiga kali. Hasil uji perfomansi menunjukkan bahwa alat yang dirancang bangun berkapasitas 210 kg per jam dengan efisiensi perontokan 92,2% pengupasan 97,5% dan pemisahan kulit 59% persentase lada putih uth 93,60% dan lada putih pecah 6,40% Kondisi optimal operasional alat dicapai pada kecepatan silinder perontok 400 rpm dan kecepatan piring pengupas 325 rpm. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan produksi lada putih bubuk. Untuk tujuan produksi lada putih butiran, masih diperlukan sosialisasi produk di pasar.
POTENSI MINYAK DAUN CENGKEH SEBAGAI PENGENDALI PLANOCOCCUS MINOR (MASK.) (PSEUDOCOCCIDAE; HOMOPTERA) PADA TANAMAN LADA Balfas, Rodiah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n1.2008.%p

Abstract

Minyak daun cengkeh dapat diguna-kan untuk mengendalikan serangga hama, ter-masuk kutu putih. Planococcus minor meru-pakan kutu putih yang berperan sebagai serang-ga vektor penyakit kerdil pada tanaman lada. Penelitian telah dilakukan yang bertujuan un-tuk mengetahui potensi minyak daun cengkeh (MDC) sebagai bahan pengendali P. minor. Pe-nelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan kutu P. minor yang berasal dari tanaman lada dan diperbanyak pada umbi ken-tang. Perlakuan terdiri dari tiga konsentrasi MDC (5; 2,5; 1,25%) dan kontrol. Aplikasi di-lakukan secara kontak dan pada pakan (umbi kentang). Nimfa P. minor disemprot suspensi MDC, kemudian kutu tersebut dipindahkan pada umbi kentang secara individual. Aplikasi pada pakan dilakukan dengan mencelupkan kentang ke dalam suspensi MDC, dikering-anginkan dan selanjutnya diinfestasikan kutu secara individual. Setiap perlakuan mengguna-kan 40 ekor kutu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Penelitian lan-jutan dilakukan di rumah kaca dengan menggu-nakan MDC 2,5% yang disemprotkan ke bibit lada setiap satu dan dua minggu sekali. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa MDC dapat mengakibatkan kematian P. minor pada semua konsentrasi yang diuji dan pada konsen-trasi 5% memberikan kematian kutu hampir 90%. Perlakuan pada pakan mengakibatkan mortalitas yang lebih tinggi dibanding dengan penyemprotan langsung pada kutu. Selain itu, perlakuan MDC dapat mengurangi jumlah keturunan yang dihasilkan baik pada penyem-protan langsung maupun perlakuan pada pakan. Uji di rumah kaca dengan MDC 2,5% yang disemprotkan setiap minggu dapat menurunkan populasi kutu namun tidak berbeda nyata de-ngan perlakuan lain dan kontrol. Hasil pene-litian ini mengungkapkan bahwa MDC berpo-tensi untuk mengendalikan P. minor pada tanaman lada apabila dilakukan penyemprotan yang lebih sering (dua kali seminggu). 
HUBUNGAN BERBAGAI KARAKTER MORFOLOGI DENGAN PRODUKSI DAN KADAR MINYAK NILAM Nuryani, Yang; Sutjihno, NFN
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v9n2.1994.85-91

Abstract

The relationship between various morphological characters with the production and oil content of patchouly.Characterization of various morphological characters and estimation of the production and soil content of patchouli is very important in plant selection. A field experiment was conducted in Manoko, Lembang, from July 1993 to February 1994, to characterize some morphological characters and estimate their affect to production and oil content of patchouly. The experimental design used was aRandomized Block Design with 10 types as the treatment replicated 3 times. Each types, were observed for 9 characters i.e. plant height, number of branch, length of branch, number of leaf per branch, length of leaf, width of leaf, leaf thicknes, production (terna) and oil content. A path analysis was employed obtain direct and indirect effects of the morphological characters to the yield and to the oil content. The result showed that number of branch, length of branch, number of leaf per branch and leaf thickness were directly affect the production. However, plant height length and width of leaf indirectly affect the production. Characters that directly affect the oil content were length of branch number of leaf per branch, length of leaf and leaf thicknes. Plant height and width of leaf were indirectly effect the oil content.
AKTIVITAS MAKAN MAENAS MACULIFASCIA WLK. SERTA SERANGANNYA TERHADAP YLANG-YLANG DAN KENANGA Wiratno, NFN; Munaan, Amri
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v4n2.1989.104-108

Abstract

Feeding activity of Maenas maculifascia and its injury on Canangium odoratum forma Genuina and Macrophylla.Maenas maculifascia Wlk. (Lepidoptera; Artiidae) may pose as threat to development of Canangium odoratum forma Genuina (Genuina for brevity) as well as C. odoratum forma Macrophylla (Macrophylla), since its caterpillars are capable of devoliating the trees and consequently reducing the production of their flowers, harvested for the essential oils. This preliminary study which was carried out at the end of 1989 and early 1990 at Bogor, showed that under laboratory conditions the eggs of this insect hatched in 7 days, larvae developed through 6 instars in 28-30 days, prepupal stage was 2 days, while pupal stage 10-12 days, or the insect completed its development in approximately 50 days. Its adults males and females lived for 7 days in average, and egg numbers were approximately 350/females. A larva consumes + 1.9 of canangium leaves, throughout its development.
PENGARUH PUPUK HIJAU KUBIS-KUBISAN TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU BAKTERI JAHE Ruhnayat, Agus; Hartati, Sri Yuni; Rostiana, Otih
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v25n2.2014.101-109

Abstract

Tanaman dari famili Brasicaceae (kubis-kubisan) selain dapat digunakan sebagai pupuk hijau juga dapat berperan sebagai biofumigan yang dapat menekan bakteri Ralstonia solanacearum, penyebab penyakit layu pada jahe. Penelitian bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pupuk hijau enam jenis kubis-kubisan (sawi tanah, selada air, caisin, kubis, brokoli dan lobak) terhadap pertumbuhan jahe dan perkembangan penyakit layu. Penelitian dilaksanakan sejak Juni 2010 sampai April 2011, di Kebun Percobaan Cimanggu, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Keenam jenis pupuk hijau tersebut diaplikasikan pada jahe yang ditanam di dalam polibag. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa aplikasi pupuk hijau kubis-kubisan (brokoli dan lobak) dapat memperbaiki pertumbuhan dan meningkatkan produksi rimpang jahe (26,27 dan 33,13%). Namun, pengaruh biofumigan dari tanaman kubis-kubisan yang diuji belum terlihat secara nyata terhadap perkembangan penyakit layu bakteri.

Page 1 of 39 | Total Record : 381


Filter by Year

1986 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue