cover
Contact Name
Dina Dwirayani
Contact Email
ddwirayani@gmail.com
Phone
+6282127972664
Journal Mail Official
paradigmaagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati Jl. Pemuda No. 32 Kota Cirebon 45132
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Paradigma Agribisnis
ISSN : 26262199     EISSN : 26221780     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/.v3i1.3543
Paradigma Agribisnis merupakan media jurnal yang memuat tentang hasil - hasil penelitian di bidang Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian. Ruang lingkup artikel yang akan diterbitkan pada Paradigma Agribisnis (1) Manajemen Agribisnis (2) Kebijakan Pembangunan Pertanian (3) Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian (4) Ekonomi dan Sumber Daya (5) Pembiayaan Agribisnis (6) Preferensi Konsumen Paradigma Agribisnis menerima publikasi dari Praktisi, Peneliti dan Stakeholder Pertanian. Paradigma Agribisnis menerima artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
Articles 24 Documents
KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN USAHATANI PETANI MANGGA YANG MELAKUKAN KEMITRAAN PEMASARAN DI KECAMATAN SINDANGKASIH KABUPATEN MAJALENGKA Rasmikayati, Elly; Budi Kusumo, Rani Andriani; Sukayat, Yayat; Arisyi, Yudistira Haikal; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.12 KB) | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
ANALISIS POTENSI USAHATANI BAWANG MERAH DI LAHAN PESISIR LAUT PANTAI UTARA (STUDI KASUS DI KABUPATEN INDRAMAYU) Hidayat, Yayat Rahmat
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.539 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan; pertama, mengetahui produksi, pendapatan dan keuntungan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Kedua, mendeskripsikan tingkat kelayakan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Ketiga, menganalisis potensi pengembangan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu menganalisis data kuantitas yang terdiri dari; jumlah produksi, pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang merah petani di Kabupaten Indramayu. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis potensi usahatani bawang merah dengan menggunakan teknik analisis kelayakan usahatani. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 orang dari dua kecamatan yang masing-masing 25 petani di Kecamatan Krangkeng dan 25 petani di Kecamatan Patrol. Teknik pengumpulan dilakukan dengan wawancara dengan alat bantu kusioner dan Focus Group Discussion (FGD). Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani yang menyangkut; jumlah produksi, pendapatan, keuntungan dan analisis R/C Ratio, yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani bawang merah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa  total biaya yang dikeluarkan untuk usahatani bawang merah sebesar Rp. 64.235.000 dengan produksi sebesar 1,5 Ton (10500 Kg) sehingga penerimaannya Rp. 136.500.000 sehingga keuntungan yang didapatkan sebesqar Rp. 72.265.000. Usahatani bawang merah di lahan pesisir pantai utara Kabupaten Indramayu layak diusahakan karena R/C Ratio = 2,1 lebih besar dari satu yaitu (R/C Ratio > 1) dan B/C Ratio sebesar 1,1. Lahan pesisir pantai utara Kabupaten Indramayu memiliki potensi bagi pengembangan usahatani bawang merah bagi masyarakat.
POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Rasmikayati, Elly; Azizah, Mentari Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.613 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
EFISISENSI PEMASARAN KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON Awaliyah, Fitri; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.874 KB) | DOI: 10.33603/.v3i1.3543

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, menganalisis margin pemasaran, profit marjin farmer?s share dan efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran mangga gedong gincu yang terjadi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, teknik pengambilan data menggunakan metide wawancara dan focus group discussion . Metode analisis data menggunakan analisis saluran pemasaran, analisis marjin pemasaran, analisis farmer?s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 saluran pemasaran pada pemasaran mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon yang melibatkan beberapa lembaga pemasaran antara lain petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, pedagang luar pulau, pedagang retail modern dan eksportir. Marjin pemasaran dan profit marjin terbesar terjadi pada eksportir. Persentse farmer?s share tertinggi berada pada saluran pemasaran yang memlalui kios pengecer dan pasar luar pulau. Efisiensi pemasaran terjadi pada semua saluran, namun hasil analisis menunjukkan saluran pemasaran melalui kios pengecer dan pasar luar pulau mempunyai nilai paling efisien di banding saluran retail modern dan ekspor. Kata- kata Kunci : Efisiensi, pemasaran, mangga, gedong gincu, Cirebon.
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Saefudin, Bobby Rachmat; Rasmikayati, Elly; Dwirayani, Dina; Awaliyah, Fitri; AD Rachmah, AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.244 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH-BUAHAN IMPORT DI KOTA CIREBON (KASUS DI PERUMAHAN SAPPHIRE, TAMAN CIPTO DAN TAMAN WAHIDIN) Sungkawa, Iman; Eviyati, R; Nuresi, Nuresi
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1994.644 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1493

Abstract

Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Buah-buahan Import di Kota Cirebon (Kasus di Perumahan Sapphire Boulevard, Taman Cipto dan Taman Wahidin). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian buah-buahan import dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian buah-buahan import. Penelitian ini dilakukan di Perumahan Sapphire Boulevard, Taman Cipto dan Taman Wahidin Di Kota Cirebon, pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2015. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perilaku konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian buah-buahan import. Adapun buah-buahan import yang disenangi oleh konsumen yaitu buah apel, selain itu buah import mempunyai kelebihan yaitu rasa manis, kualitas buah yang terjamin, serta harga yang terjangkau, dan konsumen dalam membeli buah import rata-rata sebanyak 4-8 kg.
ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN CASCARA (DESA LEMAHSUGIH, KECAMATAN LEMAHSUGIH, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT) Ismaya, Dena; Sulaksana, Jaka; Marina, Ida
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.939 KB) | DOI: 10.33603/.v3i1.3551

Abstract

Tanaman kopi disebarkan oleh orang-orang Arab hingga menembus pasar Eropa dan Asia. perkembangan luas perkebunan dan produksi kopi di Indonesia cenderung berfluktuatif, Jika dirataratakan produktivitas kopi Indonesia dari tahun 2011-2017 sekitar 652.258 ton/tahun. Seiring dengan meningkatnya produksi kopi maka pengolahan kopi akan menghasilkan banyak limbah kulit kopi yang berdampak pada pencemaran lingkungan, Oleh karena itu, perlu sebuah terobosan baru guna mengolah limbah kopi agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis nilai pendapatan, kelayakan dan menentukan strategi pengembangan usaha pengolahan cascara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis SWOT dan QSPM. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa, Cascara dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sebanyak 29,4% dari penggunaan bahan baku sebanyak 100 kg. Perhitungan dengan menggunakan matriks IFE dan EFE diperoleh total skor sebesar 3,58 (IFE) dan 3,30 (EFE) dan pada matik matriks Grand Strategy usaha pengolahan Cascara dalam kuadran III. Alternatif strategi matriks SWOT menghasilkan tujuh strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah Melakukan pemberdayaan anggota kelompok tani untuk meningkatkan usahanya. Kata kunci: Pendapatan, Analisis SWOT, QSPM
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN TERHADAP MAKANAN DARI JAMUR TIRAM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Salehawati, Nurul
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.187 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2232

Abstract

Salah satu produk agroindustri yang semakin disukai masyarakat dan permintaannya meningkat adalah produk dengan tinggi protein, Dewasa ini, produk berbahan baku tinggi protein semakin disukai masyarakat. Produk agroindustri tersebut adalah jamur tiram. Jamur tiram merupakan tanaman yang termasuk dalam kelompok hortikultura. Saat ini makanan olahan jamur tiram sudah semakin banyak, mulai dari sebagai lauk pelengkap ataupun sebagai snack makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap makanan berbahan baku jamur tiram di DIY. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi, uji asumsi klasik, serta uji regresi linier berganda untuk mengetahui faktor faktor apa yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsumen yang membeli makanan berbahan baku jamur tiram sebagian berusia antara 15 ? 32 tahun, memiliki pendidikan S1 dan SMA, berprofesi sebagai karyawan swata dan mahasiswa, serta memiliki pendapatan setiap bulannya sebesar lebih dari Rp.1.000.000 ? Rp.2.500.000. Terdapat pengaruh signifikan dan kuat porsi, harga, rasa,  keamanan, kebersihan, ajakan teman, kandungan gizi, dan pelayanan secara simultan dengan ditunjukkan dari nilai uji t nya tidak melebih nilai alpha 0,05. Selanjutnya hubungan variabel yang ada dalam penelitian ini memberikan pengaruh yang kuat terhadap keputusan pembelian konsumen makanan berbahan baku jamur tiram. Kata kunci : Faktor, keputusan konsumen, Pembelian, Jamur tiram, DIY.
PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat; Nadapdap, Hendrik; Supriyadi, Supriyadi
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.916 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3154

Abstract

Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 ? 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli. Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.  
ANALISIS KOMPARASI BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI BAWANG MERAH DATARAN TINGGI ANTARA SISTEM PENGOLAHAAN TANAH CULTIVATOR DENGAN SISTEM KONVENSIONAL (KASUS DI DESA SUKASARI KALER KECAMATAN ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA) Gumilar, Ayu Shyntia; Hidayat, Yayat Rahmat; Sukanata, I ketut
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.657 KB) | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3160

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui : 1) perbedaan biaya usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka 2) perbedaan pendapatan usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan survey, yaitu salah satu metode penelitian yang banyak digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu kejadian. Data yang digunakan adalah berupa data primer dan data sekunder yang akan diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya tetap dan pendapatan, R/C ratio, analisis BEP, dan B/C ratio dan analisis uji beda (uji T). Terdapat perbedaan biaya dan pendapatan usahatani bawang merah antara yang menggunakan sistem pengolahaan tanah cultivator dengan sistem konvensional. Penggunaan sistem pengolahan tanah cultivator mengeluarkan biaya usaha lebih kecil daripada sistem konvensional, yaitu maisng-maisng Rp. 75.567.890 dan Rp. 80.464.381. begitu juga pada pendapatan usahatani yang dihasilkan, dimana sistem pengolahan tanah cultivator penghasilan pendapatan lebih besar yaitu Rp. 104.423.110 sedangkan yang menggunakan sistem konvensional sebesar Rp. 56.785.619, dimana selisih pendapatannya yaitu sebesar Rp. 47.637.491. Berdasarkan perbedaan pendapatan tersebut, maka tingkat kelayakan usahapun berbeda, dimana perbedaan kedua sistem tersebut yaitu masing-masing 2,38 dan 1,70. Kata Kunci: Analisis Usaha Tani Bawang Merah, Cultivator, Biaya dan Pendapatan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24