cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 46939158     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR BINA TERNAK MANDIRI DI KELURAHAN MAPANE KECAMATAN POSO PESISIR Mongi, Helmi
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.083 KB)

Abstract

Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat serta dilihat dari aspek kebutuhan gizi yang dapat dipenuhi jika mengkonsumsi daging dan telur (Soekartawi dkk,  1986).  Akan tetapi dalam menunjang keberhasilan usaha tersebut maka suatu  proses produksi yang dijalankan dalam usaha peternakan harus selalu diupayakan memberdayakan semua potensi, guna memaksimalkan keuntungan.Menurut Rasyaf (2002), besarnya pendapatan dari usaha ternak merupakan salah satu pengukur yang penting untuk mengetahui seberapa jauh suatu usaha peternakan telah berhasil. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profit dalam Usaha Peternakan Ayam Petelur ?Bina Ternak Mandiri?  di Kelurahan Mapane Kecamatan Poso Pesisir.
STUDI HABITAT DAN IVENTARISASI ANGGREK HITAM (BLACK ORCHID) DI KAWASAN HUTAN CAGAR ALAM BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN, KABUPATEN POSO Managanta, Andri A.
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.317 KB)

Abstract

Sulawesi   adalah   pulau   terbesar   dan   terpenting   di  Wallace, suatu wilayah unik di dunia, tempat bercampurnya  tumbuhan  dan  hewan  dari  Asia  dan  Australia.  Apabila  dibandingkan  dengan pulau Jawa dalam luasan yang sama, telah berhasil  dikoleksi 200 spesimen herbarium. Kondisi ini menunjukkan  masih  diperlukan  lebih  banyak  kegiatan  eksplorasi  flora  di  Sulawesi untuk mengungkap kekayan flora dan potensinya.  Sebanyak   27   suku,   40   marga,   dan   76   jenis   pohon  dinyatakan  endemik  di  Sulawesi. Agar  keberadaan  jenis-jenis  anggrek  di  suatu  wilayah   dapat   diketahui   dengan   baik,   diperlukan suatu  penelitian  berupa  eksplorasi  dan  inventarisasi. Eksplorasi  bertujuan  untuk   mengambil  contoh tanaman  yang  mempunyai  nilai  ekonomi  dan  nilai ilmu  pengetahuan   yang  penting, sedangkan inventarisasi  bertujuan  untuk  mendata  keragaman jenis  tanaman  di  suatu  kawasan,  sehingga  apabila nantinya  kawasan  tersebut  mengalami  perubahan ekosistem,  sudah  tersedia  data  keragaman  floranya. Studi habiat dan inventarisasi  dilakukan  di  Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea,  Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso  pada  Maret ? Oktober  2014. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif. Bertujuan untuk membuat deskripsi, atau gambaran mengenai kelimpahan keragaman genetik anggrek terlebih khusus anggrek hitam (black orchid) di Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea dengan cara mengakumulasi data yang diperoleh.Berdasarkan hasil pengamatan terdapat berbagai jenis anggrek alam yang tumbuh secara alami dan hasil survey identifikasi spesies anggrek yang dilaksanakan ditemukan 24 spesies, 13 genus dan 78 rumpun. Jenis anggrek yang ada di dalam kawasan Hutan Cagar  Alam Bancea antara lain: Eria feroks, Eria rigida, Aerides thibautian, Spathoglottis plicata, Spathoglottis asperata, Spathoglottis sp Thrixspermum trichoglottis, Agrostophyllum stipulatum, Agrostophyllum majus, Dendrobium finlaysonianum, Dendrobium discolor, Dendrobium sp, Coelogyne speciosa, Coelogyne spa, Coelogyne spb, Coelogyne spc, Cymbidium pubescens, Phalaenopsis gigantean, Phalaenopsis bellina, Grammatophyllum scriptum, Grammatophyllum sp, Bulbophyllum ecinolobium, Arundina graminifolia, Lusia sp.Anggrek Hitam ditemukan dominan terdapat pada zona 3 (tiga) ditemukan sebanyak 13 rumpun dan spesies pohon yang menjadi  inang Angrek Hitam (black orchid) adalah Theobrema cacao, Ficus benjamina, Agathis sp, Elmerillia ovalis, Arenga pinnata dan pohon  inang   yang   paling banyak  ditempeli  adalah Agathis sp.Kata Kunci: Anggrek Hitam (black orchid), Studi Habitat, Inventarisasi
PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI DAN KELAPA SAWIT DENGAN SISTEM INTEGRASI DI KECAMATAN MORI ATAS Th. Lakiu, Panji Berkat
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.005 KB)

Abstract

Pengkajian sosial ekonomi sistem integrasi sapi dalam perkebunan kelapa sawit (SISKA) dilakukan untuk mengetahui keragaan dan efisiensi yang diperoleh, mencari teknologi yang tepat, serta kendala dan faktor pendorong dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan juni 2003 di PT.Astra yang telah mengintegrasikan ternak sapi dalam kebun sawitnya sejak tahun 1997, metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SISKA meringankan kerja pemanen dalam mengumpulkan tadan buah segar (TBS) sehingga meningkatkan kemampuan kerja pemanen dari areal kerja (ancak) 10 ha menjadi 15 ha. Ternak sapi menghasilkan kotoran yang potensial untuk dijadikan kompos (pupuk) untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan biaya produksi. Hasil samping perkebunan kelapa sawit (pelepah, daun, rumput, solid, bungkil inti sawit) dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Daya tampung sapi dalam 1 ancak (15 ha) dari komponen pelepah, daun, dan rumput adalah 23 unit ternak sapi dewasa. Skala usaha 1 ekor induk tanpa memperhitungkan biaya tenaga kerja menghasilkan R/C 2,37; NPV Rp.2.241.00; dan IRR 37,3%. Skala usaha 3 ekor induk sapi dengan memperhitungkan biaya tenaga kerja memberikan R/C 2,46; NPV Rp.7.324.000 dan IRR 39%; selanjutnya pada skala usaha 6 induk + 1 jantan menunjukkan suatu usaha yang komersial dengan R/C 3,13; NPV Rp.22.425.000 dan IRR diatas 50%.Kata kunci: Integrasi, sapi dan kajian ekonomi
KAJIAN PENINGKATAN SERAPAN NPK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ANORGANIK MAJEMUK DAN BERBAGAI PUPUK ORGANIK Dewi Hs, Endang Sri; Tambingsila, Meitry
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.147 KB)

Abstract

Tanaman jagung adalah tanaman pangan kedua setela padi. Tanaman jagung dapat dikembangkan dengan pengelolaan hara karena dalam pertumbuhannya tanaman jagung sangat banyak menyerap unsur nitrogen, pospor dan  kalium.    Tujuan  dari  penelitian  ini adalah  untuk  mengkaji  peningkatan serapan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan pemberian kombinasi pupuk anorganik majemuk dan berbagai pupuk organik. Penelitian direncanakan dilaksanakan pada bulan Februari 2014 samapi Juli 2014. dilaksanakan di Kebun Percontohan Balai Benih Hortikultura Desa Maliwuko Kecamatan Lage  Kab. Poso , Propinsi Sulawesi Tengah. Bahan yang dipergunakan adalah benih jagung pulut lokal  serta pupuk majemuk NPK, pupuk organik daun gamal, pupuk organik kulit kakao, pupuk organik kandang sapi, pupuk  organik  kandang  kambing  dan  pestisida.  Peralatan  yang  dipergunakan untuk penelitian ini adalah timbangan analitik, mistar ukur, oven, pengukur kadar air biji, dan alat pertanian lainnya.  Penelitian di lakukan di  di rumah kaca dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan    kombinasi pupuk anorganik majemuk dan pupuk organik terdiri dari 5 taraf  di ulang sebanyak 3 kali sehingga 5  x  4 =  20  Petak Percobaan.  Kombinasi pemupukan dapat digambarkan sebagai berikut :Pupuk Anorganik majemuk 100 %  (N0), Pupuk Anorganik majemuk  50 %  +  Kompos daun gamal 50 % , Pupuk Anorganik Majemuk 50 % +   Kompos Kakao 50 %, Pupuk Anorganik Majemuk 50 %+ pupuk kandang Sapi   50 %, Pupuk Anorganik Majemuk 50 % + Pupuk kandang kambing   50 %. Pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan, pengamatan fisiologi dan parameter hasil. Hasil Penelitian Menujukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi pupuk anorganik majemuk 50% dan pupuk organik kandang kambing 50 % dan Perlakuan dengan kombinasi pupuk anorganik majemuk 50% dan pupuk organik daun gamal 50 % memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan, Serapan N dan hasil Tanaman.Kata Kunci:  Serapan, Jagung Pulut, Anorganik, Organik, Nitrogen, Posfor dan Kalium
PENGARUH KOMPOSISI TANAMAN TUMPANGSARI TERHADAP HASIL JAGUNG KUNING DAN KACANG TANAH H, Toyip
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi tanaman jagung dan kacang tanah yang tepat dalam memberikan hasil tertinggi dalam sistem tumpangsari.  Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok satu  faktor dengan perlakuan yang dicobakan terdiri atas 5 taraf berdasarkan populasi tanaman monokulturnya yaitu J0: monokultur jagung, J1: monokultur kacang tanah, J2: 3 : 3 (3 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J3: 1 : 3 (1 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J4: 2 : 5 (2 jalur jagung:5 jalur kacang tanah). Pengamatan dilakukan terhadap variabel pertumbuhan jagung dan kacang tanah, komponen hasil jagung dan kacang tanah dan variabel tumpangsari. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa monokultur jagung dan kacang tanah berbeda dengan semua perlakuan kecuali pada tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah, untuk  pengamatan luas daun jagung menunjukkan nilai yang sama. Selanjutnya tumpangsari dengan komposisi 1 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah pada tinggi tanaman kacang tanah menunjukkan nilai yang berbeda dengan semua perlakuan. Selanjutnya komponen tumpang sari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai NKL yang berbeda dengan komposisi yang lain dan menunjukkan nilai NKL yang sama dengan monokultur jagung dan kacang tanah. Tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai KKR yang berbeda dengan semua perlakuan.Kata Kunci: Tumpang sari, NKL, KKR, Jagung Kuning, Kacang Tanah
PENGARUH JARAK TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (GLYCINE MAX L MERRIL) Pangli, Marten
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.941 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai untuk mendaptkan kerapatan yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di desa sulewana Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso, dimulai dari bulan juli 2013 hingga bulan Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari J1 dengan jarak tanaman 20 cm x 20 cm, J2 dengan jarak tanaman 25 cm x 25 cm, J3 dengan jarak tanaman 30 cm x 30 cm dan J4 dengan jarak tanaman 35 cm x 35 cm. Hasil penelitian di dapatkan jarak tanama 35 x 35 merubah hal lebih tinggi yakni mencapai  2,75 ton/Ha.
PERKIRAAN WAKTU TANAM PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA SILANCA TAHUN 2015 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL THOMAS-FIERING Jayanti, Kamelia Dwi; Mowidu, Ita
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.74 KB)

Abstract

Penelitian Perkiraan Waktu Tanam Padi Sawah Tadah Hujan Di Desa Silanca Tahun 2015 Dengan Menggunakan Model Thomas-Fiering telah dilaksanakan di Desa Silanca. Penelitian ini selain bertujuan untuk membangkitkan data curah hujan, juga menganalisis neraca air untuk menentukan masa tanam yang tepat. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sampel tanah yang diambil langsung di Desa Silanca, sedangkan data primer yang berupa data anasir iklim diperoleh dari stasiun meteorologi kasiguncu.Hasil analisis analisis tanah menunjukkan bahwa tanah pada lahan sawah tadah hujan di Desa Silanca memiliki Bulk density 1,42gr/cm3, kadar lengas kapasitas lapangan 88,39%, kadar lengas titik layu permanen 17,20% dan lengas tersedia 71,19% . Berdasarkan analisis neraca air diketahui bahwa lahan sawah di Desa Silanca, Kecamatan Lage memiliki ketersediaan lengas tanah yang cukup untuk budidaya tanaman padi gogo rancah maupun padi sawah. Masa tanam yang diusulkan untuk budidaya padi sawah di Desa Silanca, Kecamatan Lage Tahun 2015 antara lain Januari-April, Februari-Mei, Maret-Juni, April-Juli, Mei-Agustus, September-Desember, Oktober-Januari, November-Februari, dan Desember-Maret. Kata kunci: Masa Tanam, Pembangkitan Data Curah Hujan Bulanan Tahun 2015, Neraca Air.
PENGENDALIAN GETAH KUNING MANGGIS MELALUI PENGATURAN DOSIS SUMBER KALSIUM Tanari, Yulinda; Tinggogoy, Dolfie DD
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.385 KB)

Abstract

Getah kuning adalah getah yang dihasilkan secara alami pada setiap organ manggis; merupakan kelainan fisiologis dan salah satu bentuk dari fenomena stres kekurangan hara yaitu kalsium. Rusaknya saluran getah kuning dapat dicegah apabila kalsium tersedia, karena kalsium merupakan unsur penting pada dinding sel. Kalsium menentukan kekakuan (rigidity) dinding sel, sesuai peran ion Ca2+ sebagai penghubung antara rantai pektin pada dinding sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kalsium yaang tepat untuk mengendalikan getah kuning manggis. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok yang terdiri dari lima faktor yaitu kontrol (tanpa kalsium), 1 ton ca ha-1, 2 ton ca-1, 3 ton ca-1 dan 4 ton ca-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 3 ton kalsium ha-1 (18 kg pohon-1) merupakan dosis kalsium yang paling tepat untuk mengendalikan getah kuning manggis di Desa KambaKata kunci : manggis, getah kuning, kalsium

Page 1 of 1 | Total Record : 8