cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 46939158     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet" : 7 Documents clear
STUDI PERFORMA AKAR JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Kurniadinata, Kurniadinata; Rusdiansyah, Rusdiansyah; Palupi, Nurul P
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.791 KB)

Abstract

High adaptability causes maize to be cultivated in different geographical conditions. The physical properties of the soil have an effect on the growth of maize, including the growth and distribution of plant roots. Organik and inorganik applications will affect the growth and development of root maize crops. This study aims to: (1) Identify the effect of application of organik fertilizer (bokashi chicken manure) and inorganik (NPK compound fertilizer) to root growth and development; (2) Developing Rekomedasi root performance optimization technology to improve nutrient uptake and translocation to fruit tissue. The experiment was conducted using non factorial Randomized Block Design (RAK) with 3 replications, the treatment of fertilizer application (P) consisting of 6 levels: c0 = control (without fertilizer); c1 = 100% bokashi Application; c2 = 100% NPK Fertilizer Application; c3 = Bokasi Application 50% + NPK 50%; c4 = Bocation Application 75% + NPK 25%; and c5 = Application Bocation 25% + NPK 75%. The results showed that: (1) the application of 75% and inorganik (25%) organik fertilizer (NPK) increased the total root length, root diameter and root depth respectively 57.4 cm, 58.3 cm and 20.1 cm (2) To increase the growth and development of maize roots the application of combinations of organik and inorganik fertilizers can be given.Keywords: root aeration, root, rhizosphere, fertilizer, maize
PENGARUH POPULASI NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DI LAPANGAN Saleh, Abdul Rahim; Jayanti, Kamelia Dwi
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.89 KB)

Abstract

Persoalan serius yang dihadapi dalam pengembangan produksi biji kakao di tingkat petani adalah pohon kakao yang telah menua dan rusak akibat serangan hama penyakit. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan rehabilitasi dengan penanaman kembali tanaman kakao yang baru. Namun ancaman kekeringan terutama pada musim kemarau yang menyebabkan terjadinya cekaman kekeringan yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman kakao yang baru pindah tanam (replanting). Penelitian  ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh kerapan pohon naungan terhadap pertumbuhan awal bibit kakao di lapangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat taraf penaungan yaitu (N0) tanpa naungan; (N1) Satu pohon naungan untuk empat tanaman kakao; (N2) Dua pohon naungan untuk empat tanaman kakao; (N3) Empat pohon naungan untuk empat tanaman kakao. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 12 unit perlakuan.Pengamatan meliputi variabel lingkungan dan variabel pertumbuhan tanaman kakao. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kerapatan naungan tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kakao setelah replanting. Hal tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama penelitian yang menyebabkan iklim mikro dibawah kanopi pohon naungan maupun tanpa kakao yang ternaungi tidak berbeda nyata. Kata Kunci: Tanaman kakao, kerapatan naungan dan pertumbuhan
PENGARUH NAUNGAN DAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Tanari, Yulinda; Vita, Vera
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.327 KB)

Abstract

The objective of this research is to find out the influence of shield and some planting medium toward the growth and production of lettuce plant. This research uses split plot design with 3 times repetition. The treatment consists of 2 main compartments and 6 sub compartments. The main compartment is a shield that consists of two levels  which are N1 (0% shield) and N2 (50% shield). Sub compartment is a growth media this consists of six levels which are M0 (soil), M1 (soil + sand 1:1), M2 (soil + charcoal 1:1), M3 (soil + chickenrun 1:1), M4 (Soil + goat stall fertilizer 1:1), M5 (Soil + cow hause fertilizer 1:1). The abserved parameter are temperature and humidity, plant height, leaf number, leaf wide, wet weight of the plant, wet weight of tree, wet weight of root, dry weight of plant, dry weight of tree, and dry weight of root. The research result shows that the combination of 0% shield and planting medium + chickenrun fertilizer has significant influence toward all the production component of the plant. Key Words: Chickenrun, Cow Hause Fertilizer and Husk Charcoal
PEMANFAATAN CENDAWAN ENTOMOPATOGENIK ISOLAT LOKAL POSO POTENSINYA SEBAGAI BIOINSEKTISIDA HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (CONOPOMORPHA CRAMERELLA SNELLEN) Tambingsila, Meitry
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.668 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. sebagai biopestisida terhadap penggerek buah kakao (C.cramerellaSnelen) di laboratorium dan di lapang. Luaran penelitian berupa didapatkan informasi potensi Penicillium sp. sebagai agensia pengendali penggerek buah kakao C.cramerella yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber acuan dalam program Pengendalian OPT  di pertanaman kakao secara terpadu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium IAD Universitas Sintuwu Maroso Poso dan Perkebunan kakao Kec. Poso Pesisir dan Lage yang berlangsung selama 6 bulan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan C1 = Tanpa Pupuk Organik + Tanpa Penicillium; C2 = 100cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium knsentrasi spora 107; C3 = 100cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;C4 = 150cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;C5 = 150cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora107; C6 = 200cc/15L + pupuk Padat 2 kg + Penicillium konsentrasi spora 107;  C7 = 200cc/15L + pupuk Padat 3 kg + Penicillium konsentrasi spora 107. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Penicillium sp isolat lokal Poso yang di dapatkan dari rhizosfer tanaman jagung dan dari kadafer di perkebunan kakao dapat menyebabkan mortalitas larva instar terahir dan pupa PBK pada uji bioassay di laboratorium dan cendawan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bioinsektisida karena dapat menurunkan pesentase buah kakao terserang PBK yang diaplikasikan di kebun kakao di dataran rendah dan dataran menengah/ sedang masing-masing sebesar 62,96 hingga 88% dansebesar 36,53 hingga 90,7%. Kata Kunci: Tanaman Kakao, Penggerek Buah Kakao (PBK), Cendawan Penicillium sp
ANALISIS LENGAS TANAH PADA TANAH REGOSOL Jayanti, Kamelia Dwi
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.873 KB)

Abstract

Neraca air merupakan perimbangan antara masukan (input) dan keluaran (output) air di suatu tempat pada suatu periode tertentu. Sebagai keluaran dari analisis neraca air akan diperoleh informasi tingkat ketersediaan air tanah di Kecamatan Kalasan, Sleman sesuai dengan informasi fisika tanahnya. Tingkat ketersediaan air tanah diperoleh dengan menganalisa data kandungan lengas tanah (KLT) terhadap nilai kapasitas lapang (KL) dan titik layu permanen (TLP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah neraca air lahan Thornthwaite and Mather. Ketersediaan air tanah di Kecamatan Kalasan, Sleman mengalami surplus pada bulan Desember ? April, defisit pada bulan Mei ? Oktober dan seimbang pada bulan November. Kata kunci: tanah regosol, neraca air lahan
PENGELOLAAN KERACUNAN FE PADA TANAH SAWAH OLEH PETANI DI KABUPATEN POSO Mowidu, Ita
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.043 KB)

Abstract

Tanah sawah di kabupaten Poso, khususnya di sekitar danau Poso, mengandung Fe total sangat tinggi (1,16-2,26%). Padi yang keracunan Fe tumbuh kerdil, anakan sedikit, daun tua berwarna kuning kemerahan berbercak coklat, dan bisa tidak menghasilkan malai dan mati. Untuk mengetahui pengelolaan keracunan Fe pada tanah sawah di sekitar danau Poso, telah dilakukan wawancara kepada petani padi sawah pada 7 desa di wilayah dengan regim curah hujan tinggi, sedang dan rendah dengan berbagai formasi geologi. Dari responden diperoleh informasi bahwa petani padi sawah di kabupaten Poso pada umumnya memilki luas lahan ? I ha sebesar 68,57%, umur produktif antara 20 ? 60 tahun 94,29% dan tingkat pendidikan sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) 51,43%. Petani yang memiliki luas lahan < I ha sebanyak 31,43%, umur > 60 tahun 5,71%, tingkat pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD) 28,57%  dan Sekolah Lanjutan Tingkat pertama (SLTP) 20,00%. Semua responden mengetahui keberadaan Fe pada tanah sawah. Sedangkan yang mengetahui gejala keracunan Fe pada padi sawah adalah 2,86% SD, 11,43% SLTP  dan 20,00% SLTA; sedangkan yang tidak mengetahui gejala keracunan besi pada padi sawah adalah 25,71% SD, 8,57% SLTP  dan 31,43% SLTA. Makin tinggi tingkat pendidikan makin besar persentase petani yang mengetahui gejala keracunan Fe pada padi sawah. Gejala keracunan Fe pada padi sawah menurut petani adalah tanaman tumbuh abnormal, kerdil, tidak berkembang, tidak ada anakan, daun kekuningan, dan akar kemerahan. Untuk mengatasi keracunan Fe pada padi sawah, petani melakukan drainase, memberikan pupuk organik, pupuk kimia, kapur, garam dan menggenangi. Kata kunci: Fe, keracunan, padi, pengelolaan, sawah
KAJIAN PRODUKSI PADI SAWAH TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK NPK Ridwan, Ridwan; Pangli, Marten
Agropet Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah AgroPet
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.492 KB)

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditi tanaman pangan yang amat penting dalam pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK. Penelitian dilaksanakan di Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir.Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi yang memamnfaatkan kuisioner. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner). Data sekunder diperoleh dariliterature yang terdapat pada dinasPertanian dan Instansi yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk NPK dapat menghasilkan produksi padi sebesar 70.200 ton/MT dengan rata-rata per responden sebesar 965,6 ton/MT dengan harga penjualan Rp 7000/kg. Total pendapatan 30 petani responden setelah menggunakan pupuk NPK sebesarRp 491.401.000 dengan rata-rata pendapatan per responden Rp 6.759.200/MT. Sedangkan penggunaan pupuk organik pada tahun pertama akan terjadi penurunan produksi 20 persen dari panen sebelumnya. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini dan bukan pengambilan/pengumpulan dataKata kunci: pupuk NPK, produksi padi

Page 1 of 1 | Total Record : 7