cover
Contact Name
rusmala dewi
Contact Email
pipianto76@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pintarharati@upr.ac.id
Editorial Address
Progran Studi PG. PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, JLn. H. Timang Komplek Kampus Tunjung Nyahoo Palangka Raya, Telp: (0536)3229107 E-mail pintarharati@fkip.upr.ac.id
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi
ISSN : 23015993     EISSN : 27155633     DOI : https://doi.org/10.36873/jph.v15i1.846
Core Subject : Education,
Jurnal Pintar Harati dengan ISSN 9-772301-599002, E-ISSN 2301-5993 terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember, Jurnal Pintar Harat adalah jurnal yang menyajikan jurnal hasil penelitian pendidikan dan Psikologi Dosen-dosen jurusan pendidikan anak usia dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas palangka Raya, serta dari instansi lainnya.
Articles 16 Documents
PENGETAHUAN ORANGTUA TENTANG PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI: ELISABETH FRANSISCA S.SITIO1, SOPHIA OKTAVIA B,² ANNISA AGESY S.P3 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 1 (2019): Journal Pintar Harati Volume 15, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.323 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i1.1182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orangtua tentang pendidikan seks pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Adapun subjek dari penelitian ini adalah 50 orangtua peserta didik di PAUD Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan orangtua di PAUD Terpadu tentang pendidikan seks pada anak usia dini masuk dalam kategori baik yaitu sebesar 78,34%. Diperoleh 94% orangtua dengan rentang usia 18-40 tahun memiliki pengetahuan baik mengenai pendidikan seks dimana 42% orangtua dengan latar pendidikan S1 dan 45% dengan latar belakang pendidikan SMA. Hasil pada aspek orangtua mengetahui bahwa pentingnya mendampingi anak selama menonton televisi atau internet untuk meminimalisir pengaruh buruk seperti pelecehan seksual maupun penyimpangan perilaku seksual yaitu 100%, dan diperoleh 42% orangtua mengetahui pentingnya mengajari anak sejak dini cara menjaga organ reproduksi.Kata kunci : Pengetahuan Orangtua, Pendidikan Seks, Anak Usia Dini
UPAYA PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING (EFFORTS IN DEVELOPING A CHILD’S CHARACTER THROUGH AN EXPERIENTIAL LEARNING APPROACH MODEL): WAHYUNI CHRISTIANY MARTONO Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.839 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1174

Abstract

The aim of this study was to describe the efforts undertaken to develop children's character through an Experiential Learning model approach at Homy School in Palangka Raya, Central Kalimantan. This study used qualitative method. The subjects of this study were educators, children and the principals. The methodology used was collecting data by observation, interviews and documentation. The technique used to analyze data was a qualitative descriptive technique. The results showed that the implementation of Experiential Learning approach model at Homy School in Palangka Raya Central Borneo could develop children's character. Homy School implements the four stages of Experiential Learning, which are 1) concrete experiences, 2) reflective observation, 3) abstract concepts, and 4) active experiments; all these efforts are focused towards the process of developing a child's character. Positive character outputs of Experiential Learning are: a child feels they are important and able to relate themselves, to friends and the environment. They also becomes more spiritual, likeable, honest, have a sense of love, empathy, independence, responsibility, creativity, active, confident, and enjoy learning. In an effort to develop a child?s character through an Experiential Learning approach model at Homy School in Palangka Raya, Central Kalimantan, it was recommended that consistency and good collaboration continue to be maintained between the school (tutors) and parents. In addition, hoped that routine evaluations in every activity carried out.Keywords: Character Development, Experiential Learning Model Approach, Homy School Palangka Raya
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA KEAKSARAAN BERBASIS KEMAMPUAN SIMBOLIK PADA ANAK ANAK TK DI GUGUS 11 BUNGA MATAHARI PALANGKARAYA: SOPHIA OKTAVIA BALIMULIA1 & ELISABETH FRANSISCA SARAGI SITIO1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.571 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1173

Abstract

Anak usia TK adalah anak usia dini dengan rentang usia 4 ? 6 tahun. Kemampuan kognitif anak usia dini menurut Piaget masuk pada tahapan pra operasional dan menuju ke tahapan operasional kongkret. Pada tahapan praoperasional ini anak masuk pada subtahap simbolik, yang artinya anak mampu mengembangkan kemampuan secara mental untuk membayang suatu objek yang tidak ada (Mutiah, 2010) atau seperti yang dikemukakan oleh Runtukahu (2014) bahwa ketika anak berada dalam tahap simbolik, anak akan mampu memanipulasi simbol atau lambang objek-objek tertentu. Berbasis kemampuan simbolik yang ada pada anak usia dini ini, peneliti mencoba mengembangkan alat peraga keaksaraan dengan produk lokal yang merupakan produk/benda khas yang ada di Kalimantan Tengah guna mempermudah anak mengingat simbol simbol angka yang merupakan lingkup perkembangan keaksaraan yang diajarkan pada anak berusia 4-6 tahun (anak usia TK). Pengembangan alat peraga keaksaraan ini akan berupa media visual yaitu kartu angka. Pengembangan alat peraga ini akan memanfaatkan proses asosiasi yang berkembang pada tahapan simbolik ini. Proses asosiasi merupakan proses dimana anak mulai menghubungkan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan pengetahuan baru yang didapatkannya atau yang ada disekitarnya. Piaget menyatakan bahwa anak akan membentuk schemata baru tanpa membuang yang sudah ada tetapi memperbaiki dan menguatkan yang sebelumnya dalam proses asosiasi ini. Oleh karena itu berdasarkan teori yang ada, peneliti berencana membuat alat peraga keaksaraan dalam bentuk kartu angka yang dilengkapi gambar asosiatif yang menyerupai bentuk angka yang terispirasi dari produk/benda khas lokal sehingga akan memudahkan anak usia dini belajar mengenal angka. Metode penelitian ini akan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah pengembangan yang direncanakan hanya sampai pada tahap ketujuh (revisi produk) dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi, lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh gambar gambar asosiatif yangJurnalPendidikanDanPsikologiPintarHaratiVol.15No.2,Desember2019 82berasal dari produk dan benda yang menjadi kekhasan lokal Kalimantan Tengah.Kata kunci : Alat peraga, Berfikir simbolik, Gambar asosiasi
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: SITI AISYAH1& IGNATIA IMELDA FITRIANI1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.226 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1172

Abstract

Persepsi merupakan seluruh proses akal manusia mengenai suatu cara pandang dan pemahaman ataupun pemberian makna seseorang mengenai suatu objek yang ada di sekitar lingkungannya melalui pengamatan, pengetahuan dan pengalamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana persepsi orang tua terhadap lembaga pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak usia 1-5 tahun di Kecamatan Sebangau. Lokasi pengambilan data dilakukan di posyandu abadi dan posyandu kuntum mekar yang berada di kelurahan kereng bangkirai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diketahui bahwa persepsi orang tua terhadap lembaga pendidikan anak usia dini di kecamatan sebangau, dapat disimpulkan sebagi berikut: hasil perhitungan nilai keseluruhan persepsi orang tua sebesar 63,49% yang dapat dikategorikan ?Baik?.Kata Kunci : Persepsi. Orang Tua, Lembaga PAUD
PENGARUH METODE BERCERITA MENGGUNAKAN PANGGUNG BONEKA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA HANAU DI DESA PEMBUANG HULU KECAMATAN HANAU KABUPATEN SERUYAN KALIMATAN TENGAH TAHUN AJARAN 2019: RUSNUL JAMILAH Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.507 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1171

Abstract

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan secara aktif dan kreatif untuk memperoleh informasi, menangkap isi cerita atau pesan serta memahami makna komunikasi yang disampaikan secara lisan. Manfaat kegiatan metode bercerita menggunakan panggung boneka yang merupakan persiapan awal atau pengenalan kemampuan mendengar anak. Kegiatan bercerita menggunakan panggung boneka bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan menyimak anak dalam keterampilan mendengar anak. Penelitian ini melibatkan 18 orang anak di kelompok B1 TK Negeri pembina hanau di pembuang hulu kecamatan hanau kabupaten seruyan. Data dijaring menggunakan observasi dalam bentuk penilaian, dan dukomentasi, serta dianalisis dengan teknik statistik uji-t. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Panggung Boneka Terhadap Kemampuan Menyimak Anak. Hasil penelitian diperoleh dari perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 4,181 dengan taraf signifikan 5% dan db (N-1=18-1=17) maka nilai ttabel adalah 2,110, dapat diketahui bahwa thitung > ttabel yaitu thitung = 4,181> ttabel =2,110. Jika thitung > ttabel, maka Ha dapat diterima, dan Hoditolak, artinya ada pengaruh yang positif penggunaan media panggung boneka terhadap Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B1 Tk Negeri Pembina Hanau Di Desa Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci : Menyimak, Metode Bercerita, Panggung Boneka.
STUDI TENTANG KEMAMPUAN GURU MELAKUKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PAUD DI GUGUS MANGGA DI PALANGKA RAYA: RAYNE PRATICIA1, INTAN KAMALA1, JULIAWATI1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.246 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1170

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dilapangan oleh mahasiswa dan dosen pada saat pelaksaaan PPL II di lembaga PAUD yang ada diwilayah kota Palangka Raya masih banyak ditemukan guru-guru PAUD, dimana dalam proses pembelajaran guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan hasil perkembangan peserta didiknya kepada orang tua secara akurat. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan Guru melakukan Penilaian Pembelajaran PAUD di Gugus Mangga di Palangka Raya. Penelitian ini mengunakan pendekatan triangulasi teknik ini, dimana data penelitian ini di peroleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih banyak guru yang belum mampu membuat instrument alat penilaiannya serta melakukan penilaian pembelajaran yang memuat 8 prinsip dalam melakukan penilaian pembelajaran, sehingga hal inilah yang membuat mereka tidak dapat memberikan gambaran yang pasti dan menyeluruh dari semua tahapan pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk memberikan stimulus aspek perkembangan dan pertumbuhan.Kata kunci : Penilaian, Pembelajaran, Guru PAUD
PEMAHAMAN ORANG TUA MENGENAI DAMPAK PLAYGROUP DALAM PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI KOTA PALANGKA RAYA: DEWI ROSARIA INDAH1 & RUSMALADEWI1 Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.034 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1169

Abstract

Playgroup adalah salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak usia tiga sampai enam tahun yang berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar ke arah perkembangan, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya, sehingga siap memasuki pendidikan dasar (Direktorat Paud, Menu Pembelajaran Generik, 2002 : 3). Rentang usia anak yang bersekolah di Playgroup yakni usia 2-4 tahun. Dengan bermain, anak akan belajar mengenal aturan, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian serta belajar menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Di tahun 2019 ini yang terdata di Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya ada sekitar 218 lembaga PAUD (Negeri maupun Swasta). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pemahaman orang tua mengenai dampak Playgroup dalam perkembangan anak usia dini di Kota Palangka Raya. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur Pemahaman Orang Tua Mengenai Dampak Playgroup Dalam Perkembangan Anak Usia Dini. Jenis pernyataan kuesioner yaitu pernyataan tertutup menggunakan skala likert yang nantinya akan memberikan respon yang tegas. Sebelum dilakukan uji validitas jumlah kuesioner 35 pernyataan dan setelah dilakukan uji validitas didapatkan 24 pernyataan yang dinyatakan valid dan 11 pernyataan yang dinyatakan tidak valid. Adapun sampel data dalam penelitian ini adalah orang tua murid yang berjumlah 50 orang. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase. Berdasarkan data hasil penelitian telah diperoleh skor keseluruhan dari angket yang telah dijawab oleh orang tua di beberapa lembaga KB Kota Palangka Raya adalah sebesar 3972 dari skor yang di harapkan 5.472, dimana dari skor tersebut memperoleh persentase sebesar 72,58%. Sehingga dapat di golongkan dalam kategori Baik.Kata kunci : Pemahaman orang tua, Playgroup, AUD
PENERAPAN BIMBINGAN KONSELING GURU TAMAN KANAK KANAK PADA ANAK USIA DINI: CAHAYA AFRIANI NAPITUPULU Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.712 KB)

Abstract

Anak Usia Dini berada pada tahap tumbuh kembang yang merupakan masa keemasan dimana stimulasi yang tepat di masa ini dapat membantu aspek-aspek perkembangan bertumbuh secara optimal. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan Pendidikan formal di luar keluarga sebagai peletak dasar, yang mampu memfasilitasi perkembangan anak. PAUD memerlukan bimbingan dan kosneling sebagai salah satu layanan di sekolah sebagai salah satu upaya pembentukan perilaku dalam proses penyesuaian anak yang berada dalam lingkungan sosial agar dapat berkembang sesuai minat, bakat dan potensinya. Penelitian ini bertujuan melihat pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di PAUD TK Parentas II kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Parentas II Palangka Raya melakukan layanan bimbingan konseling dengan tahap perencanaan, pengelolaan dan pengawasan, pelayanan dan evaluasi.Kata Kunci: Bimbingan konseling, Anak Usia Dini, PAUD
STUDI TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TK MUSLIMAT NU-1 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2019/2020: EMA MADAHWATI Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Pintar Harati Volume 15, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.159 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i2.1168

Abstract

Kompetensi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi kompetensi pendidik PAUD adalah sebagai kemampuan yang dimiliki oleh pendidik PAUD dalam melakukan pekerjaannya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, dan pengevaluasi anak usia dini baik PAUD jalur formal maupun nonformal. Kompetensi profesional adalah kemampuan seseorang dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik, memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. ) kompetensi profesional terkait dengan kemampuan pendidik PAUD dalam menguasai bidang pengembangan. Kompetensi profesional pendidik PAUD antara lain: (1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung bidang pengembangan yang diampu, (2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang pengembangan yang diampu, (3) Mengembangkan materi bidang pengembangan yang diampu secara kreatif, dan (4) Mengembangkan profesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran di TK Muslimat NU-1 Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas triangulasi teknik yaitu dengan sumber yang sama dan teknik yang berbeda. Data dalam penelitian ini berhubungan dengan kegiatan pembelajaran guru di kelas. Teknik dan instrumen pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru sudah maksimal karena telah memenuhi standar kompetensi profesional guru.Kata Kunci: Studi Tentang Kompetensi Profesional Guru
DOI: HTTPS://DOI.ORG/10.36873/JP WAHYUNI CHRISTIANY M1 & RIANA ANGGRAINI1: STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK MUSLIMAT NU-1 PALANGKA RAYA Adminpintarharati
Pintar Harati: Jurnal Pendidikan dan Psikologi Vol. 15 No. 1 (2019): Journal Pintar Harati Volume 15, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.223 KB) | DOI: 10.36873/jph.v15i1.853

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasimengenai Standar Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini di TKMuslimat NU-1 Palangka Raya. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitianini adalah Kepala Sekolah TK dan guru di TK Muslimat NU-1Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasimenggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan di TKMuslimat NU-1 Palangka Raya, memiliki visi yang realistik,visioner, antisipatif, terukur, tidak terlihat singkat dan padat karenamenggunakan kalimat yang terlalu banyak untuk penulisan sebuahvisi, namun bisa disesuaikan lagi dengan rumusan misi dan tujuanyang ada. Memiliki misi yang relevan dan realistik karena berkaitandengan rumusan visi, konsisten dengan rumusan visi, misi, tujuandan terukur, tersosialisasikan melalui beberapa media sosial sepertifacebook dan brochure, memiliki Rencana Kerja Tahunan, RencanaKerja Lima Tahunan yang yang akan digunakan untukmerealisasikan rencana program yang sudah dibentuk. Memilikistruktur organisasi yang jelas dan lengkap dengan uraian kerja,proses pelaksanaannya memiliki buku panduan yang lengkap,melakukan pengawasan pada proses belajar mengajar dalam bentukraport dan buku penghubung dan melakukan penilaian berupakegiatan pembelajaran (catatan anekdot, hasil karya/unjuk kerja,lembar observasi, portofolio, percakapan, raport, ijazah), Layanankesehatan gizi, layanan pengasuhan dan layanan perlindungan,melakukan pendokumentasian dan menerima beberapapenghargaan.Kata Kunci : Standar Pengelolaan, Pendidikan Anak Usia Dini

Page 1 of 2 | Total Record : 16