cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 35 Documents
MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN TERNATE DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Hasyim, Rustam
Jurnal Geocivic Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.234 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v2i2.1474

Abstract

Tulisan ini menjelaskan kehidupan masyarakat Ternate dalam dimensi sejarah. Kesultanan Ternate berdiri pada tahun 1257 M dengan raja (kolano) pertama bernama Baab Mansur Malamo. Masyarakat Ternate mendiami daerah kepulauan Ternate secara turun temurun dan masih setia melaksanakan adat istiadat kesultanan Ternate yang telah diwariskan oleh leluhurnya. Masyarakat Ternate tumbuh dan berkembang dengan segala keragaman budayanya. Berdasarkan catatan di daerah Ternate terdapat 12 sub etnis (suku) dengan 13 bahasa lokal. Corak kehidupan sosial budaya masyarakat di Ternate  kental dengan budaya Islam yang dianut oleh Kesultanan Ternate. Marimoi Ngone Futuru Masidika Ngone Foruru adalah ajakan ke arah solidaritas dan persaudaraan antar etnis di Ternate. Potensi budaya ini merupakan modal pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan.
KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 8 OBA TENGAH Abdullah, Oktosiyanti M.T.
Jurnal Geocivic Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.466 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i2.1100

Abstract

Social skills there needs to be a form of development by the students themselves, namely developing interests and talents through skills that grow in the students' personal approach to the learning process in schools to become students categorized in the next generation of the nation. This research is expected to provide information about how the social skills of students in Junior High School, as well as the contribution of the author to the development of educational science. To know the Social Skills of Class VII Students of SMP N 8 Oba Tengah. Based on the results of the above research, the researcher can conclude that the characteristics of students in class VII of SMP Negeri 8 Oba Tengah that have social skills are students who have communication skills, cooperative ability, firm attitude, responsibility, skills to sympathize with all friends and teachers and the communities they occupy, and involve themselves in a social gathering. So that the success of an education is not only measured by the achievement of aspects of knowledge, but more importantly from the aspects of attitude and behavior and in terms of skills as one of the subjects in basic education, it is expected to be able to prepare, foster and shape the ability of students who master the attitudes of values and social skills needed for life in the community.
PERANAN GURU PPKN DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN (BAHAN AJAR) ABAD 21 DI SMP NEGRI 2 KOTA TERNATE Hasyim, Rustam; Umar, Sitirahia Hi
Jurnal Geocivic Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.083 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v2i1.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang berkualitas baik pada jenjang SMP, sehingga  dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah perangkat pembelajaran. Tersedianya perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menunjang proses pembelajaran berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran atau digunakan pada tahap tindakan dalam kegiatan belajar mengajar. Perangkat pembelajaran memberikan kemudahan dan dapat membantu guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa guru PPKn di SMP Negeri 2 Kota Ternate dalam melaksanakan perencanaan proses mengunakan perangkat pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Pengembangan perangkat pembelajaran dan bahan ajar di SMP Negeri 2 Kota Ternate adalah sebagai berikut: (1). Perangkat pembelajaran dan bahan ajar di SMP Negeri 2  Kota Ternate dalam menggunakan   kurikulum K13. (2) Dalam pengembangan perangkat pembelajaran dan bahan ajar di SMP Negeri 2  Kota Ternate diawali dengan analisis materi pelajaran yang sesuai dengan standar dan kompotensi yang diharapkan pada perumuskan pengembangan perangkat pembelajaran yaitu (RPP) dan silabus.Kata Kunci: Guru PPKn, pengembangan, bahan ajar, SMP Negeri 2  Kota Ternate
SULTAN TERNATE ISKANDAR DJABIR SYAH DAN PETUALANGANNYA DALAM NEGARA INDONESIA TIMUR, 1946-1950 Hasyim, Rustam; Faisal, Faisal; Faruk, Rasti Amalia
Jurnal Geocivic Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.279 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i1.862

Abstract

This study aims to reconstruct the political participation of Iskandar Djabir Syah (the 47thSultan of Ternate) in the establishment of the State of Eastern Indonesia. The study focuses on outlining some political events involving Iskandar Djabir Syah such as the Malino and Denpasar conferences and becaming the Minister of Home Affairs of the Eastern Indonesia State for 1949 to 1950 periods.  The method used in this paper is a heuristic method that is history, criticism, interpretation and historiography. The results showed that: (1) the participation of Sultan of Ternate Iskandar Djabir Syah in the unitary state started in the early independence of the Republic of Indonesia; it was characterized by conducting Malino and Denpasar conferences in 1946. The establishment of the Eastern Indonesia State became the political inspiration for Iskandar Djabir Syah to involve as the senate member of the Eastern Indonesia State/NIT representing North Maluku, as well as one of its designers. (2) As one of the leaders who agreed to the idea of van Mook to form a federalist country in the Malino and Denpasar conference, so that when the Eastern Indonesia State was formed, he was appointed as the Minister of Home Affairs in the cabinet of J.E. Tatengkeng for 1949 to 1950 periods. (3) Malino to Denpasar Conference in 1946 initiated by H.J. van Mook was the Dutch effort to establish the states in order to realize the United States of Indonesia (Republik Indonesia Serikat/RIS) based on Linggarjati Agreement. At the conference, it was formed the Eastern Indonesia State (Negara Indonesia Timur/NIT) covering the areas of Sulawesi, Small Sunda (Bali and Nusa Tenggara) and the Maluku Islands.Keywords: Sultan of Ternate Iskandar Djabir Syah, Political History, Malino and Denpasar Conferences, the Minister of Home Affairs of Eastern Indonesia State (NIT)
TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN GERABAH DI DESA MAREGAM KECAMATAN TIDORE SELATAN Marthinu, Eva; Buton, La Pandi
Jurnal Geocivic Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.459 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v2i1.1466

Abstract

Kerajinan gerabah (boso) sudah lama ditekuni oleh masyarakat Maregam. Gerabah ditekuni dengan upaya agar bisa menambah pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan pangan maupun kebutuhan nonpangan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pengrajin gerabah di Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskripsi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dua sumber perolehan data yaitu data primer dan data skunder. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data dan skor dari indikator pendapatan (kemiskinan), pendidikan, kesehatan dan gizi, taraf dan pola konsumsi, Perumahan dan lingkungan, kependudukan, Ketenagakerjaan dan indikator sosial lainnya dinyatakan bahwa seluruh pengrajin gerabah di Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan termasuk dalam tingkat kesejahteraan sedang. Sehingga dapat disimpulkan secara umum pengrajin gerabah di Desa Maregam hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuahan nonpangan dalam jangka pendek.Kata Kunci: Tingkat kesejahteraan, pengrajin gerabah, desa maregam
ANALISIS KESULITAN GURU IPS DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI KECAMATAN IBU Hasim, Jainudin
Jurnal Geocivic Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.66 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i1.856

Abstract

Researching aims to know the ability of teachers in drafting device of learning in Junior High School the country Mother Subdistrict of West Halmahera Regency.this is a descriptive study with a qualitative approach. The population in this research, is a teacher-teacher Mother in Subdistrict 5 IPS schools with numbered 8 teachers. Engineering data collection i.e. observation, interview and documentation.The validity of the data in this study using triangular techniques i.e. checking from a variety of sources in different ways. Qualitative data analysis techniques, namely, the reduction of the data, the presentation of the data, and draw conclusions. Based on the results of the it can be concluded that: the ability of a teacher in drawing up a learning device in Sub junior's mother is still having difficulty in integrating various social material into SK/KD/indicators as well as the selection of appropriate learning materials.Keywords: teacher trouble, IPS, Device learning
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS GEOGRAFI SISWA KELAS VIII MTS AR-RIDHA PAISUMBAOS HALMAHERA-SELATAN Kusrini, Kusrini; Mustafa, Fahran
Jurnal Geocivic Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.641 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v2i2.1475

Abstract

Model problem based learning (PBL) adalah model pembelajaran yang memberi pengertian lebih mendalam serta menekankan pada pengembangan penalaran dan ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang ditunjukkan dengan mendorong siswa untuk mempergunakan analisis kritis dalam pemecahan masalah.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII MTs Ar-Ridha Paisumbaos Halmahera Selatan dengan penerapan pembelajaran melalui model Problem Based Learning (PBL). Desain penilitian adalah penilitian tindakan kelas dengan instrument yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan perolehan rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 20% (siklus I) meningkat menjadi 80% (siklus II). Selain itu, aktivitas belajar siswa meningkat yang ditunjukkan dengan perolehan rata-rata skor aktivitas siswa sebesar 70% (siklus I) meningkat menjadi 100% (siklus II). Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning (PBL), juga dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa, yaitu jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I adalah 8 siswa (58,33%) meningkat menjadi 25 siswa (95%) pada siklus II dari jumlah siswa 25 orang. Selain itu, aktivitas proses belajar mengajar guru meningkat yang ditunjukkan dengan perolehan rata-rata skor aktivitas proses belajar mengajar guru sebesar 70% (siklus I) meningkat menjadi 100% (siklus II). Kata Kunci:  Model pembelajaran PBL, hasil belajar, IPS geografi
IMPLEMENTASI PEMBAGIAN HARTA WARISAN KEPADA ANAK LUAR NIKAH DI KOTA TERNATE (TINJAUAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM) Umar, Sittirahia Hi; Abdullah, Oktosiyanti M.T.; Hasan, Rusdi
Jurnal Geocivic Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.502 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i2.1101

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Pembagian Harta Warisan  Kepada Anak Luar Nikah di Kota Ternate (Tinjauan Hukum Positif Dan Hukum Islam). Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kedudukan anak luar nikah dalam hak mewaris menurut Hukum Islam di Kota Ternate.Untuk mengetahui faktor yang memugkinkan anak luar kawin dapat memperoleh hak waris di Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris, sedangkan pendekatan digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif. Para responden dalam penelitian diambil beberapa orang yang berhubungan langsung dengan praktik pebagian harta warisan bagi ?anak luar nikah? di Kota Ternate. Dalam penelitian ini, peneliti merangkum semua data yang diperoleh dari berbagai sumber yaitu masyarakat Kecamatan Kota Ternate Utara, Kecamatan Kota Ternate Selatan, dan Kecamatan Pulau Ternate sebagai data primer. Selain itu, data sekunder juga diperoleh dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kota Ternate Utara, Kantor Urusan Agama Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kantor Urusan Agama Kecamatan Pulau Ternate, dan Pengadilan Agama Ternate untuk dibahas secara deskriptif kualitatif kemudian dianalisis guna mendapatkan kesimpulan tentang praktik pembagian harta warian bagi anak luar nikah di Kota Ternate. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hukum waris membahas jumlah atau bagian masing-masing ahli waris dalam memperoleh harta warisan. Bahkan pembahasan ini merupakan pembahasan paling urgen dalam diskusi hukum waris. Undang-undang telah menyebutkan secara jelas bagian-bagian harta warisan yang dapat diterima oleh masing-masing ahli waris sesuai dengan derajatnya dalam keluarga yang bersangkutan. Dalam hukum waris Islam telah dibutkan secara jelas mereka yang terhalang memperoleh harta warisan. Karena perlu diperhatikan bahwa meskipun seseroang secara jelas merupakan ahli waris yang memiliki hubungan darah langsung dengan pewaris, tetapi dalam hal-hal tertentu, hak mereka mendapatkan harta warisan menjadi gugur.
KEMAPANAN SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA (ANTARA DEMOKRASI ISLAM VERSUS DEMOKRASI BARAT) (REVIEW) Djumat, Irwan
Jurnal Geocivic Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.815 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v2i1.1470

Abstract

Demokrasi kini telah menjadi bagian terpenting dari kehidupan manusia. Demokrasi sebagai suatu sistem telah dijadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktifitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terdapat dua alasan dijadikannya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara, Pertama, hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental; kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarkan negara sebagai organisasi tertingginya. Dalam prakteknya di Indonesia masih terbelenggu oleh demokrasi Islam ataukah Barat. Namun demikian intin dari demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya pemerintahan memberikan penekanan pada keberadaan kekuasaan di tangan rakyat, baik dalam penyelenggaraan negara maupun pemerintahan. Kekuasaan pemerintahan berada di tangan rakyat mengandung arti; pertama, pemerintahan dari rakyat (goverment of the  people) mengandung pengertian yang berhubungan dengan pemerintahan yang sah dan diakui (legitimate government); kedua, pemerintahan oleh rakyat (goverment by people), yakni suatu pemerintahan yang menjalankan kekuasaan atas nama rakyat, bukan atas dorongan dan keinginan sendiri; ketiga, pemerintahan untuk rakyat (government for the people), mengandung pengertian bahwa kekuasaan yang diberikan oleh rakyat kepada pemerintah harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.Kata Kunci: Sistem, demokrasi Indonesia, demokrasi Islam, demokrasi Barat
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2014 (STUDI PADA MASYARAKAT ADAT DI KELURAHAN KULABA KECAMATAN PULAU TERNATE) Basahona, Hamis; Muhammad, Syahril
Jurnal Geocivic Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.182 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i1.861

Abstract

This research is a study of the political participation of new voters in the 2014 legislative elections. The study of indigenous peoples is motivated by the use of local cultural symbols namely "Jou Kasa Ngom Kage" during legislative elections which refers to the obedience, and loyalty of indigenous peoples to the Sultan. The purpose of this research is (1) to find out the attractiveness of the beginner voters to the candidates who fight, (2) to find out the forms of political participation of first-time voters among indigenous peoples and (3) to find out the obstacles that hamper voter political participation beginners in the 2014 legislative elections. This type of research is qualitative research using observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that (1) political participation of beginner voters in Kulaba sub-district, Ternate Island in the 2014 legislative elections, still tended to be dominated by the strength and attractiveness of charismatic traditional leaders. (2) the form of political participation of first-time voters in Kulaba Sub-District, Ternate Island as seen from involvement of novice voters in the dissemination of the stages of legislative elections, participation in campaign activities to deliver the vision and mission of political parties as well as the delivery of the vision and mission of candidates for legislative members and their presence in voting rights during elections and"Jou kasa ngom kage" (Ternate Malay) which means Jou'ou or Sultan where the people are there, this is the language of the press (media) which is trying to be manipulated by political actors in the run-up to the elections both legislative elections and Regional head elections with destination forget support from the community in the sultanate's cultural circle not a language that was born together with the birth of the kingdom of the sultan of Ternate. (3) constraints as a barrier to the participation of political voters in determining their voting rights are still influenced by the behavior of some legislative candidates who manipulate custom symbols for their political interests. Other than that there is still a lack of education level for novice voters who do not have a mature attitude in determining their choices as citizens who are free in determining their political choices. Keywords: Political Participation, Beginner Voter, Legislative Election and Kulaba Village

Page 1 of 4 | Total Record : 35