cover
Contact Name
Muh. Asroruddin
Contact Email
asror.fakod@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalamin16@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
ISSN : 25274155     EISSN : 25276557     DOI : -
Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat. Jurnal ini memuat segala kajian-kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Dengan ini kami Tim redaksi mengajak para Dosen, Peneliti, Pemerhati Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan untuk berkontribusi mengirimkan Karya Ilmiahnya, baik berupa Jurnal, Review Buku, ataupun Laporan Penelitian dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Murni merupakan karya sendiri, bukan hasil plagiat dari karya tulis lainnya, 2) Belum pernah dipulikasikan sebelumnya, 3) Tulisan berjumlah 7000 s/d 9000 kata, 4) Ukuran kertas A4 (kuarto), 5) Spasi 1,5pt. Penyerahan naskah tulisan dapat dikirim via email, atau dengan register dan meng-unggah langsung. Kerangka tulisan mencakup judul, abstraksi, kata kunci, isi atau pembahasan, kesimpulan, saran dan Daftar Pustaka. Abstrak menggunakan Bahasa Indonesia yang jelas dengan panjang antara 150 sampai dengan 300 kata (tidak lebih dari 1 halaman), dan spasi 1pt. yang terdiri dari latar belakang penelitian, metode penelitian, analisis, dan kesimpulan. Kata kunci terdiri dari 3-5 kata, dapat berbentuk kata atau frase. Sedangkan karya tulisan yang berbentuk Artikel harus menggunakan referensi. Naskah yang masuk akan dievaluasi oleh Tim Reviewer dan Editor Jurnal Al-Amin. Tim Reviewer dan Editor dapat melakukan perubahan secara sepihak pada format penulisan jika terdapat tulisan yang tidak sesuai, tanpa merubah substansinya.
Articles 21 Documents
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SHALAT (ANALISIS TERHADAP AYAT-AYAT ‎TENTANG SHALAT DI DALAM AL- QUR'AN)‎ wati, Fatma
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): JURNAL AL-AMIN : Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.326 KB)

Abstract

Shalat merupakan salah satu ibadah dalam Islam, yang didalamnya terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan akhlak seperti ikhlas, rendah hati, disiplin, sabar, dan lain-lain. Shalat juga merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Ia adalah ibadah yang tak boleh ditinggalkan kecuali  jika hilang akal atau tidak sadar. Shalat merupakan ibadah yang paling urgen dalam Islam secara mutlak yang banyak sekali membantu dalam mengatasi problem-problem kejiwaan, dalam shalat manusia akan selalu ingat dan dekat dengan Allah SWT, manusia tidak akan terperosok dalam kemunkaran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 45, Surat Thahaa ayat 132, dan surat An nisa 103 sebagai berikut : 1)  Ada beberapa nilai pendidikan akhlak dalam shalat menurut Al-Qur?an Surat Al-Ankabut ayat 45, Surat Thaha ayat 132, Dan Surat An-Nisa? ayat 103 yaitu: a) Shalat Mencegah dari Perbuatan keji dan Munkar, b)Shalat Melatih Kesabaran, c) Shalat membentuk kedisiplinan. 2) Shalat yang dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar yaitu: shalat yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan melengkapi syarat dan rukunnya serta melaksanakannya dengan penuh keikhlasan, kerendahan hati, dan kekhusyukan melalui memahami makna-makna yang terkandung baik dalam ucapan atau gerakan-gerakan di dalam shalat. Karena di dalam ucapan  dan  gerakan-gerakan  shalat  tersebut  terdapat  nilai-nilai  akhlak yang tinggi,  yang apabila kita menghayati damn memahaminya dalam shalat maka akan mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar. Dan yang paling penting dalam hal ini adalah menghadirkan hati dalam shalat. Karena tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah. Jadi apabila seseorang yang shalat, tetapi hatinya berpaling dari Allah, maka Alah  juga  tidak  akan  memperhatikan shalat  orang tersebut.  Jadi  tidak adanya pengaruh pada pelaku shalat untuk menjauhi perbuatan keji dan munkar, karena ia hanya melakukan shalat, tidak mendirikan shalat dalam arti hanya melakukan bentuk lahiriah shalat, dan melalaikan aspek yang terpenting dalam shalat yaitu bentuk batiniah shalat.   Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Akhlak, Shalat.
PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN SANTRI (STUDI ‎KASUS DI PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN NW PUTRA NARMADA)‎ Asroruddin, Muh.
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): JURNAL AL-AMIN : Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.458 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya perilaku negatif masyarakat yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari terutama dikalangan anak usia sekolah seperti penggunaan obat terlarang, pelecehan seksual, sikap agresif, tawuran, bullying, dan lain-lain. Perilaku-perilaku negatif membuat orang tua khawatir dengan pergaulan  anak-anaknya. Untuk mengantisipasinya agar anak usia sekolah tidak mudah terpengaruh dalam degradasi moral tersebut, maka diperlukan tempat pendidikan  yang  dapat  mengubah  perilaku  buruk  tersebut  menjadi lebih baik. Salah satu solusi sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut adalah lembaga Pondok Pesantren. Di dalam lembaga Pondok Pesantren banyak menerapkan berbagai cara atau kegiatan dalam upaya membentuk kesadaran disiplin pada santri. Salah satunya dengan memberlakukan peraturan-peraturan serta kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kesadaran mereka dalam berdisiplin di setiap sisi kehidupan mereka, baik dari mereka bangun tidur hingga mereka tidur lagi, bahkan ketika tidur itu sendiri. Lokasi penelitian ini berada di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana peranan Pondok Pesantren dalam mengembangkan kesadaran disiplin santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada? (2) Apa hambatan yang dihadapi Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra dalam mengambangkan kesadaran disiplin? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan    studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan  dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dengan langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada dalam mengembangkan karakter disiplin santri  dilakukan disiplin secara umum dapat dikatakan berjalan sebagaimana mestinya, Kiat-kiat penanaman kedisiplinan yang dilakukan melalui peningkatan motivasi, pendidikan dan latihan, kepemimpinan, penegakan aturan serta penerapan reward and punishment. (2) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan karakter di pondok pesantren, meliputi: sering kali santri kelelahan dan dalam mengikuti kegiatan sehingga tidak sedikit santri yang pernah menerima hukuman, serta karakter dan kebiasaan santri yang baru memasuki semester awal di pondok pesantren masih sulit untuk diatasi, hal tersebut disebabkan karena ketidak mampuan mereka untuk menyesuaikan diri di lingkungan Pesantren.   Kata Kunci: Pesantren, Karakter, Disiplin
PENGENALAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN UNTUK ‎ANAK USIA DINI Zarkani, Mohammad
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): JURNAL AL-AMIN : Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.968 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar tujuan, dimana usaha itu untuk membangun manusia supaya manusia itu berbudaya dan berpradaban, menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap kehidupan bangsa dan negara dan yang lebih penting lagi tanggungjawab tehadap dirinya sendiri. Problema yang ada dewasa ini adalah kaburnya nilai-nilai agama di kalangan generasi muda. Mereka dihadapkan dalam berbagai kontradiksi, antara apa yang mereka ketahui dengan apa yang mereka lihat. Masalah tersebut justru dipicu oleh kurang mengerti dan kurang perhatiannya orang tua terhadap pendidikan anak mereka sejak dini terutama pendidikan agama Islam disebabkan sibuk dengan urusan yang lain, sehingga tidak sempat untuk memberikan pendidikan terhadap anak-anak mereka secara khusus. Dasar-dasar pendidikan agama Islam harus sudah ditanamkan sejak anak didik itu masih usia anak-anak, karena kalau tidak demikian halnya, kemungkinan kelak akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang akan diberikan pada masa dewasanya. Islam telah mengkongkritkan bagaimana Luqman sebagai orang tua telah menanamkan pendidikan agama kepada anaknya. Adapun pendekatan yang peniliti gunakan adalah pendekatan kualitatif karena peneliti hanya menggambarkan, mendeskripsikan, atau menjelaskan keadaan obyek penelitian sesuai dengan keadaannya pada saat dilakukan penelitian. Dengan berpedoman dari fakta di lapangankemampuan membaca dan menulis Al-Qur?an para santri TPQ Arrahman Desa Midang dapat dikatakan sudah standar (sudah bisa membedakan huruf-huruf Arab dan gaya sambungnya dengan baik dan benar), karena mereka sebelum diterima sebagai santri TPQ Arrahman Desa Midang sudah diajarkan cara pengucapan abjad Arab dan cara membaca al-Qur?an oleh orang tua mereka di rumah. Penulis menyimpilkan bahwa kemampuan membaca santri TPQ Arrahman Desa Midangsangat dipengaruhi oleh peranan orangtua mereka yang telah menerima pelajaran membaca Al-Qur?an, sedangkan kemampuan menulis al-Qur?an santri TPQ dipengaruhi oleh peranan oleh peranan guru di TPQ Arrahman.   Kata Kunci: Manajemen, Sarana dan Prasarana, Sekolah Menengah
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH Mansur, Budi
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): JURNAL AL-AMIN : Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.749 KB)

Abstract

Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya.Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada dalam mendistribusikan sumber-sumber dana pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, sbb :Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran. Kondisi-kondisi diatas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran.   Kata Kunci: Manajemen, Sarana dan Prasarana, Sekolah Menengah
K KONTRUKSI NASIONALISME RELIGIUS Atsani, Zainuddin
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.066 KB)

Abstract

Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah figur sentral di Lombok yang berjasa merekonstruksi dan bahkan mampu mendekonstruksi semangat kebangsaan religius pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Ia mampu menggelorakan semangat juang masyarakat Lombok melalui lembaga khusus yang didirikannya untuk melawan penjajah dengan menginternalisasikan terlebih dahulu nilai-nilai ?Hubb al-Wathan? kepada santrinya melalui pendidikan yang didirikan pertama kali yang diberi nama ?al-Mujahidin?. Dalam konteks ini, dapat dilihat ide dan semangat kebangsaan religius yang digelorakan kepada masyarakat waktu itu yang mendapat bimbingan langsung dari Maulana al-Syaikh Tuan Kiai Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Hamzanwadi). Pada aspek inilah yang menjadi perhatian penulis terkait konsep nasionalisme religius yang diusungnya. artikel ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemikiran nasionalisme-religius Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam karya-karya sastranya. Dari sekian banyak karya sastranya, tulisan ini terfokus pada satu karya sastra yang berjudul Mars Nahdlatul Wathan. Data-data yang diperoleh dari karya-karya tersebut dianalisis melalui teori hermeneutika, suatu pendekatan ilmiah yang menghubungkan antara pembaca (qari) dengan teks (al-Maqru?).
MANAJEMEN PERSONALIA PADA PENDIDIKAN MENENGAH Hadi, H. Syamsul
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 1 (2020): JURNAL AL-AMIN : Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.957 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas personel pendidikan di sekolah menengah maka dibutuhkan pola manajemen yang efektif dalam mengelola  sumber daya manusia pendidikan. Karena aspek ini menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah menengah serta yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah Unsur penting dari manajemen pendidikan adalah manajemen personalia sekolah yang meliputi; perencanaan kebutuhan personil, rekrutmen, seleksi, pengembangan staf Tujuan utama manajemen personel yaitu untuk membangun stabilitas organisasi antara lain untuk meningkatkan kualitas para guru dan staf dalam mengembangkan tujuan organisasi,  memaksimalkan potensi semua personil. Maka  untuk merealisasikan tujuan sekolah ada beberapa strategi dalam manajemen personel yaitu strategi rekrutmen dan seleksi, strategi perencanaan personel, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, strategi kompensasi, strategi hubungan antar personil. Sedangkan Unruh dan Alexander manajemen personel disekolah atas dasar tiga asumsi yaitu; pertama, kapabilitas  guru merupakan hak esensial untuk mencapai kualitas pendidikan sehingga  guru tersebut harus selalu dipersiapkan. Kedua, manajemen sumber daya manusia  yang efektif mensyaratkan aplikasi pengetahuan yang diajarkan dan keterampilan. Sehingga malalui proses seleksi akan didapatkan seorang guru yang mempunyai persyaratan seperti yang dibutuhkan sekolah. Ketiga, identifikasi dan seleksi tidak cukup untuk mendapatkan guru yang berkualitas tetapi harus mendaptkan induksi dari pimpinan sekolah. Hendaknya kepala sekolah mengupayakan kondisi sekolah yang kondusif bagi guru untuk mencapai tujuan sekolah. penting yang menjadi kebutuhan organisasi sekolah, yaitu; 1) Program dan pelayanan pembelajaran. 2) Pembelajaran dan pertumbuhan siswa, 3) Sumber daya manusia, 4) Sumber daya finansial, 5) Sumber daya fisik, 6) Keterlibatan dan hubungan masyarakat, 7) Pengelolaan organisasi, 8) Evaluasi dan pelatihan   Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan, Pendidikan Menengah
N NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM SHALAT Azharullail, Azharullail
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.09 KB)

Abstract

Nilai-nilai itu ada pada setiap prilaku yang ditunjukkan.Tidak terlepas juga bagi orang yang sedang dan sudah melaksanakan shalat.Nilai yang terkandung dalam shalat dapat dilihat dari banyak aspek, di antaranya nilai-nilai pendidikan, sosial dan politik.Ketiga aspek ini melebur dalam personal orang yang shalat.Shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang vertikal yaitu nilai esoteris (teks suci) dipahami sebagai media komunikasi antara ?hamba? dengan ?Khaliq?. Tujuannya adalah sebagai bukti ketaatan hamba dengan perintah sakral Tuhan, karena salah satu tugas seorang muslim sejati adalah menghambakan diri kepada Sanag Maha Kuasa sebagaimana yang telah ditetap dalam syari?at. Disatu sisi shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang sosial-politik (eksoteris) memiliki banyak nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yang nantinya sebagai acuan untuk mencari jawaban atas problematika kehidupan yang sudah mulai bergeser kearah disintegrasi moral (dekadensi moral).Sikap dan gerakan dalam shalat dilakukan dengan tertib namun diluar shalat ternyata masih tidak tertib. Shalat ternyata tidak hanya mengajarkan tentang kepatuhan kepada Sang Pencipta, tapi di aspek lain mengajarkan kepatuhan kepada sesama manusia. Salah satu nilai sosial-politik dalam shalat adalah antara imam dan makmun terjadi kerja sama yang sangat teratur, adil, disiplin, jujur dantoleransi.
P PEMBIASAAN MEMBACA ASMAUL HUSNA DALAM MENANAMKAN PENGETAHUAN KEAGAMAAN PADA ANAK Firdaus, Andrian
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.149 KB)

Abstract

Di sinilah pentingnya arti pembiasaan serta pengajaran agama, dimana pendidikan agama biasanya diartikan sebagai pendidikan yang materi bahasanya berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, akhlak dan ibadah kepada Tuhan. Dengan demikian pendidikan agama berkaitan dengan pembiasaan membaca asmaul husna. Kaitannya dengan hal ini, SDIT ABATA LOMBOK Pengetahuan Keagamaan Pada Anak mengadakan pembiasaan membaca asmaul husna sebagai upaya untuk menanamkan pegetahuan agama Siswa. Ada dua, Pertama, bagaimana Pelaksanaan Pembiasaan Membaca Asmaul Husna Dalam Menanamkan Pengetahuan Keagamaan Pada Anak Di SDIT ABATA LOMBOK.Kedua Hasil Kegiatan Pembiasaan Membaca Asmaul Husna Dalam Menanamkan Pengetahuan Keagamaan Pada Anak Di SDIT ABATA LOMBOK Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis  secara  deskriptif-kualitatif. Penelitian  ini menemukan  beberapa  hal, pertama program pembiasaan membaca asmaul husna.anak-anak disuruh membuat lingkaran untuk bersama sama untuk menyayikan asmaul husna di dalam kelas. Yang kedua hasil satu Meningkatkan daya kosenterasi anak untuk menghafal lafadz asmaul husna kedua Melatih menanamkam pengetahuan keagamaan dan ketiga membantu pola belajar Jadi, mereka menjadi sadar pembiasaan membaca asmaul husna menanamkan pengetahuan keagaman. Siswa mampu menerapkan beberapa sikap atau akhlak terpuji terhadap sesama manusia, yaitu rasa persaudaraan  yang  diaplikasikan  melalui  silaturrahmi,  sopan  santun  terhadap setiap orang, bersikap jujur, baik perkataan maupun perbuatan, begitu pula kedisiplinannya.
E EFEKTIVITAS METODE EKLEKTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Zarkani, Moh
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.322 KB)

Abstract

Bagi pendidik sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor yangbisamengendalikan  proses pembelajaran sehingga terjadi proses belajar yang optimal. Salah satu faktor yang dimaksud adalah faktor metode, metode merupakan salah satu komponen utama dalam proses belajar mengajar, sehingga seorang guru harus betul-betul menguasai metode dalam pencapaian tujuan pembelajaran  yang optimal. Dalam pembelajaran Bahasa Arab terdapat berbagai macam metode mengajar atau teknik penyajian yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam tugasnya, namun perlu dipahami bahwa setiap jenis metode atau teknik penyajian hanya sesuai untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu pula.Jadi untuk tujuan yang berbeda guru harus menggunakan metode yang berbeda pula dari macam-macam metode mengajar itu ada yang mengutamakan dan menekankan peranan guru, ada juga yang menekankan pada media serta ada juga yang hanya digunakan untuk jumlah siswa yang tidak terbatas. Dalam kesempatan ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif hal ini dilakukan untuk mencari data-data yang bersifat informasi, uraian dalam bentuk bahasa, proses yang kemudian dikaitkan dengan data lainnya untuk menguatkan gambaran yang sudah ada. Jadi bentuk pendekatan ini dilakukan berdasarkan penjelasan-penjelasan. Dari hasil analisa dan evaluasi  yang penulis telah lakukan penulis melihat sejauh mana penguasaan anak atau siswa terhadap materi yang telah dipelajari, dimana kelemahan anak dalam penguasaan materi, dan langkah apa yang harus dilaksanakan oleh guru setelah melihat hasil evaluasi pembelajaran. Apakah guru memberikan pengayaan atau mengadakan remedial terhadap materi yang ada. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang penulis telah laksanakan, penerapan metode eklektik dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Al-Ishlahuddiny telah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang efektif pada umumnya, yaitu langkah persiapan (prepare), penyajian (present), dan penilaian (evaluasting).
M MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH Mansur, Budi
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin
Publisher : Sekretariat LP2M STAI al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat ( Jl. TGH. Abdul Karim, Gersik, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.) Email: alaminjournals@gmail.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.236 KB)

Abstract

Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya.Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti: ruang, buku, perpustakaan, labolatorium dan sebagainya.Pada dasarnya setiap sekolah sudah menyelenggarakan sistem pengelolaan yang baik, tetapi sistem yang efektif kurang dilaksanakan. Ketidakdisiplinan dalam penggunaan anggaran, serta pemimpin yang boros selalu menjadi fenomena tersendiri. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan manajemen pengelolaan yang efektif menuju keseimbangan antara sistem yang ada dalam mendistribusikan sumber-sumber dana pendidikan di Indonesia.Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya, sbb :Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaranKondisi-kondisi diatas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran.

Page 1 of 3 | Total Record : 21