cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): November" : 10 Documents clear
Penyajian Musik pada Upacara Seremonial Adat Batak Toba Sianturi, Monang
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.88

Abstract

Interaksi dengan agama...
Jemaat yang Kudus sebagai Reinterpretasi Kehadiran Allah Sitorus, Herowati
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.35

Abstract

Kudus berarti terpisah (dikhususkan) atau terpotong dari, digunakan terhadap keadaan terlepasnya seseorang atau suatu benda (supaya Tuhan dapat memakainya, dan dengan demikian terhadap keadaan orang atau obyek yang di lepas itu).  Kata kudus kadang-kadang diterjemahkan dengan suci. Walaupun keduanya memiliki arti yang berbeda. Kata kudus berarti sesuatu yang dipikirkan adalah kualitas hakiki Tuhan dan manusia. Istilah suci menekankan akibat daripada sikap yang menjurus kepada kesucian. Para nabi memproklamirkan  kekudusan sebagai penyataan sendiri oleh Allah, kesaksian yang ia terapkan pada dirinya sendiri dan segi yang ia kehendaki supaya mahluk ciptaan-Nya mengenal Dia demikian. Para nabi menyatakan bahwa Allah menghendaki untuk mengkomunikasikan kekudusan-Nya kepada mahluk ciptaan-Nya, dan sebaliknya menuntut kesucian dari mereka. Kekudusan bukanlah suatu teori belaka, kekudusan itu harus dipraktekkan dalam kehidupan pribadi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Allah yang kudus dinyatakan dalam kehidupan jemaat yang kudus. Allah adalah Allah yanag kudus agar tidak ada pemisah hubungan manusia dengan Allah, maka manusia juga sebaiknya menguduskan dirinya. Dalam kehidupan jemaat yang kudus maka Allah akan selalu hadir menyatakan kasihNya, melakukan penebusan lewat pengorbanan Yesus di kayu salib, agar manusia dikuduskan dari dosa. Dalam upaya membahas suatu masalah dalam penelitian, diperlukan suatu metode penulisan agar memperoleh jawaban dan paradigma baru atas permasalahan yang dibahas. Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersumber dari buku-buku teks, jurnal dan bahan-bahan tertulis lainnya.Kata Kunci: Kudus, Suci
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PEDOMAN DALAM BERPERILAKU Simbolon, Elvri Teresia
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.30

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal memiliki makna yang dalam, baik dari segi adat maupun agama, sehingga perlu dilestarikan untuk menciptakan masyarakat yang memiliki pedoman  dalam berperilaku dan bermasyarakat. Masyarakat Batak memiliki nilai-nilai Kearifan lokal dalihan na tolu dimana segala aktifitas adat Batak selalu berpatokan kepada filososi tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal dalihan na tolu dalam masyarakat Batak dan cara mempertahankannya dalam masyarakat yang mulai tergerus oleh arus perkembangan zaman dan globalisasi.  Kearifan lokal ini perlu disosialisasikan pada generasi penerus dengan mempelajarinya mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi sehingga tetap terjaga kelestariannya. Penanaman nilai-nilai social dan kemasyarakatan merupakan faktor dan cara utama dalam mempertahankan kearifan lokal dalihan na tolu. Dalam proses penulisan menggunakan metode study literature. Yaitu dengan melakukan proses pencarian daftar bacaan , dengan menggunakan media baca sebagai sumber data dan informasi.
“Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu Saragih, Ratna
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.37

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas pokok permasalahan tentang “Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu (2:7, 11, 17, 26; 3:5, 12, 21; 5:5;6:2;15:17:14; 21:7). Pokok masalah tersebut lahir dari konteks penganiayaan dan pemenjaraan umat, yang menimbulkan krisis hidup yang sangat besar, sekaligus itu pula sebagai isu krusial dalam tulisan ini. Pembahasan diawali dengan mengulas pemakaian kata “yang menang” di dalam Kitab Wahyu. Pemakaiannya sangat signifikan di dalam Kitab Wahyu dibanding dengan pemakaian di dalam kitab-kitab lain di dalam Perjanjian Baru. Adapun hasil penelitian ini adalah: Pertama, ketakutan akan masa depan semakin sirna sebab Sang Kristus dikenal secara baru. Ini mengandung dimensi penghiburan bagi jemaat yang ketakutan kala itu hingga kini. Kedua, spiritualitas komunikasi Sang Kristus dan jemaat adalah spiritualitas yang membebaskan. Roh mengkomunikasikan keadaan ketujuh jemaat. Roh menyuarakan rencana ilahi atas konteks sosial dan konteks teologis. Ketiga, “yang menang” mampu menghadapi tantangan yang berat. Mengapa? Sebab kehadiran ilahi Kristus ada bersama jemaat yang menderita tersebut. Keempat, menyadari dan meyakini diri sebagai bagian dari “yang menang”, ecclesia triumphans, yaitu kemenangan Kristus, akan meringankan penderitaan akibat penganiayaan.Kata Kunci: Yang menang, wahyu
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendidik Moral Siswa Lumbantobing, M.Pd.K, Lasmaria
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.36

Abstract

Guru PAK adalah seorang guru yang berusaha untuk mendidik watak dan pribadi para murid, supaya akhirnya mereka sendiri berani bertanggungjawab di depan Tuhan tentang kepercayan mereka. Guru PAK adalah juga seorang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang mengenal akan pribadi Yesus serta memiliki pribadi yang meneladani Yesus sebagai guru besarnya.Guru PAK memiliki peranan penting dalam mendidik siswa untuk memiliki moral Kristen yang Alkitabiah. Saat ini, generasi muda yang masih mencari jati dirinya kerap kali jatuh ke dalam cobaan dan kehilangan moralitasnya sebagai orang Kristen. Khususnya para siswa-siswi Kristen yang sedang dalam belajar untuk menjadi seorang Kristen yang sejati. Disinilah terletak peranan Guru PAK sebagai pendidik moral Kristen. Tugas guru tidak hanya sebatas mengajar, yang menjelaskan bahan pengajaran tetapi juga melatih dan membimbing anak didiknya untuk memiliki moral Kristiani. Peranan Guru PAK sebagai pendidik  moral siswa yaitu: 1) Menuntun anak didik keluar dari kegelapan menuju terang, 2) Mengajar agama Kristen sebagai pengetahuan dan kehidupan, 3) memberikan perlengkapan pengetahuan kognitif, afektif, moral dan spiritual, 4) Menaruh perhatian pada pembentukan watak dan moral peserta didik. Kata Kunci : Guru PAK Sebagai Pendidik Moral Siswa
The Power of Professional Entertainer’s Speech Act Raikhapoor, Raikhapoor
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.90

Abstract

There are many kinds
Metode Quick Count dalam Pemilihan Umum Simatupang, Limmarten
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.93

Abstract

Metode Quick Count merupakan suatu...
The Insanity of Anger (Kegilaan Amarah) Simanungkalit, Robinson
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.86

Abstract

Kemarahan....
Ketersedian lingkungan Fisik untuk Pelaksananaan Tridharma Perguruan Tinggi pada Universitas Swasta di Medan Samosir, Lustani
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.29

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk melaporkan hasil penelitian tentang ketersedian lingkungan fisik dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) univeristas swasta di Medan........
Analisis Gender pada Tututaran Bahasa Sitorus, Masniar
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.87

Abstract

The realization....

Page 1 of 1 | Total Record : 10