cover
Contact Name
Dwi Anggorowati Rahayu
Contact Email
dwirahayu@unesa.ac.id
Phone
+6281235407983
Journal Mail Official
jrba@unesa.ac.id
Editorial Address
Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Surabaya Jalan Ketintang Gedung C3 Lantai 2 Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya
ISSN : -     EISSN : 26559927     DOI : 10.26740/jrba
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya is a peer-reviewed journal that strives to provide scientific information on the research results which focused on biological science (Ecology, Animal and Botanical Systematics, Microbiology, Zoology, Botany, Biotechnology, and Genetics and Evolution) and biological education (Innovation of Biology Learning, Assessment and Evaluation in Biology, and Media of Biology)
Articles 38 Documents
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI ARTHROPODA KELAS X SMA Sanchia, Amanda Ivana; Faizah, Ulfi
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan proses sains dapat dilatihkan dengan menerapkan konsep biologi yang berorientasi pada pendekatan saintifik untuk mengembangkan kompetensi ilmiah. Pada proses pembelajaran Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) sangat penting guna menunjang aktivitas pembelajaran peserta didik. Arthropoda merupakan kelompok hewan invertebrata yang sering dijumpai di sekitar kita dan merupakan salah satu materi yang dipelajari di Biologi kelas X. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKPD berbasis Search, Solve, Create and Share (SSCS) pada materi Arthropoda yang layak secara teoretis yang ditinjau dari hasil validitas dan layak secara empiris yang ditinjau dari aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik, dan respons peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model 4D (define, design, develop, disseminate). Tahap pengembangan dilaksanakan di Jurusan Biologi selanjutnya diujicobakan kepada 20 peserta didik MAN Sidoarjo dengan rancangan one group pre test-post test. Variabel penelitian ini meliputi validitas, kepraktisan ditinjau dari aktivitas peserta didik dan respons peserta didik, dan keefektifan ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik dianalisis menggunakan gain score. Penelitian pengembangan LKPD berbasis SSCS berdasarkan aspek validitas memperoleh modus dengan kategori sangat valid. Penilaian berdasarkan aktivitas peserta didik memperoleh nilai 96.66% dengan kategori praktis artinya hampir semua peserta didik melakukan kegiatan pada LKPD berbasis SSCS dan respons peserta didik memperoleh nilai 96.95% dengan kategori sangat praktis. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis SSCS materi Arthropoda untuk melatihkan keterampilan proses layak secara teoretis dan empiris.
KOMUNITAS BIVALVIA YANG BERASOSIASI DENGAN KERANG LENTERA (BRACHIOPODA: LINGULATA) DI ZONA INTERTIDAL SELAT MADURA Rakmawati, Rakmawati; Ambarwati, Reni
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).
PREVALENSI KEJADIAN AGLUTINASI SPERMATOZOA RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR ALBINO YANG DIBERI PAPARAN ANTIBIOTIK KANAMYCIN Abeiasa, Muhammad Saka
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok antibiotik dari golongan aminoglikosida seperti kanamycin dan gentamycin menyebabkan kesalahan penerjemahan dan efek inhibisi pada proses translokasi t-RNA dan m-RNA bakteri. Dilaporkan bahwa toksisitas kanamycin dapat meningkat seiring dengan peningkatan dosis yang diterima. Hal ini dapat berakibat penurunan jumlah dan kecacatan spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antibiotik kanamycin terhadap prevalensi kejadian aglutinasi spermatozoa. Jumlah aglutinasi spermatozoa dihitung menggunakan agglutination grade WHO. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan model post-test-only control group design dengan variabel independen yaitu kanamycin dosis bertingkat dan variabel dependen yaitu jumlah aglutinasi spermatozoa. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan  dilanjutkan dengan  uji lanjut Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kanamycin dosis bertingkat berpengaruh terhadap prevalensi kejadian aglutinasi spermatozoa. Peningkatan jumlah aglutinasi seiring dengan peningkatan dosis yang diterima.
KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAWASAN HUTAN MANGROVE BANYUURIP KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK Mubarrok, Muhammad Musthofa; Ambarwati, Reni
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan Mangrove Banyuurip Ujungpangkah Gresik memiliki potensi dalam mendukung keanekaragaman burung, namun terjadi penurunan dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung, menganalisis keanekaragaman dan kemelimpahan burung serta mendeskripsikan daya dukung lingkungan terhadap keanekaragaman burung di kawasan hutan mangrove Banyuurip. Sampling menggunakan pendekatan birdwatching dengan metode jelajah dengan berjalan sesuai jalur transek yang telah ditentukan sepanjang ± 150 meter yang terbagi menjadi tiga titik pengamatan. Keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kemelimpahan dianalisis berdasarkan kemelimpahan relatif, dan daya dukung lingkungan dianalisis berdasarkan vegetasi dan faktor fisik lingkungan yang meliputi suhu dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Mangrove Banyuurip terdapat 35 jenis burung yang termasuk 20 famili dan delapan ordo, yaitu Anseriformes, Apodiformes, Charadriiformes, Ciconiiformes, Columbiformes, Coraciiformes, Passeriformes, dan Piciformes dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,3 yang termasuk dalam kategori sedang. Jenis burung yang paling melimpah adalah kuntul kecil (Egretta garzetta) sebesar 39,25%, blekok sawah (Ardeola speciosa) sebesar 14%, dan walet linci (Collocalia linchi) sebesar 7,8%. Selain itu, diketahui tujuh jenis vegetasi yang dominan dimanfaatkan dan mendukung keberadaan burung, yaitu Avicennia marina, Azadirachata indica, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Calotropis gigantea, Morinda citrifolia, dan Pluchea indica. Kawasan hutan mangrove Banyuurip dapat mendukung kehidupan burung, bahkan di kawasan ini ditemukan enam jenis burung dalam status dilindungi.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG DI KAWASAN CAGAR ALAM BESOWO GADUNGAN DAN SEKITARNYA KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR Wulandari, Eka Yosida; Kuntjoro, Sunu
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cagar Alam Besowo Gadungan yang terletak di Kabupaten Kediri merupakan salah satu dari delapan belas wilayah cagar alam yang ada di provinsi Jawa Timur. Cagar alam ini termasuk dalam kawasan konservasi dengan tipe ekosistem hutan hujan tropis daratan rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat keanekaragaman, menganalisis kelimpahan jenis burung dan mengevaluasi daya dukung lingkungan di kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah jalur transek dengan menentukan lima stasiun pengamatan. Pengambilan data dilakukan enam kali pada bulan Maret 2018 serta dua kali pengamatan yaitu pagi dan sore pukul 07.00-10.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB. Burung yang dijumpai diidenitifikasi berdasarkan ciri morfologi dan jumlah. Berdasarkan ciri dan jumlah akan dihitung menggunakan indeks keanekragaman Shannon-Wienner dan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan terdapat 38 jenis burung dengan indeks keanekeragaman 2,64 kategori sedang. Jenis yang paling melimpah adalah Collocalia linchi (38,20%), Pycnonotus aurigaster (10,11%) dan Pericrocotus cinnamomeus (5,62%). Vegetasi yang mendukung keberadaan burung pada kawasan ini adalah Albizia chinensis, Aleurites moluccanus, Alstonia scholaris, Altingia excelsa, Coffea arabica, Hopea odorata, Ficus annulata, Ficus benjamina dan Pinus merkusii. Faktor fisik yang mendukung kehadiran burung pada pagi hari hingga sore hari suhu rata-rata 25,9-28,9ºC; kecerahan sebesar 1833,77-2279,68 Lux dan kelembaban udara 56,23-60,97%.
OPTIMASI WAKTU INDUKSI DALAM MENGEKSPRESIKAN GEN PROINSULIN SECARA INTRASELULER MENGGUNAKAN INANG PICHIA PASTORIS Martius, Efrida; Laoditta, Febraska; Sofia, Dewi Yustika; Mahsunah, Anis Herliyanti
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gen proinsulin telah berhasil diinsersi pada galur Pichia pastoris X33, GS115 dan KM71H pada penelitian sebelumnya, namun masih memerlukan optimasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ekspresi galur P. pastoris dan waktu induksi yang optimal dalam mengekspresikan proinsulin. Ekspresi proinsulin dilakukan pada suhu 20 °C selama 120 jam untuk pemilihan galur terbaik. Variasi lama induksi yang digunakan adalah 0, 24, 48, 72, 96, 120 dan 144 jam untuk mengetahui waktu induksi optimal. Kultur kemudian dilisis, dielektroforesis menggunakan Tricine SDS PAGE dan divisualisasikan dengan pewarnaan perak. Berdasarkan ketebalan pita yang terbentuk pada gel elektroforesis, galur X33-X2 menghasilkan proinsulin terbanyak dibandingkan GS115-G11 dan KM71H-K4.. Ekspresi proinsulin optimal pada 120 jam dan mengalami penurunan proinsulin pada waktu induksi 144 jam akibat akumulasi metanol. Galur X33-X2 merupakan inang terbaik dan waktu induksi 120 jam merupakan waktu induksi optimal dalam mengekspresikan proinsulin secara intraseluler. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan produksi insulin di Indonesia.
PERBANDINGAN MORFOLOGI ADIPOSE-DERIVED STEM CELLS ASAL DONOR DIABETES MELITUS TIPE 2 DALAM MEDIUM MENGANDUNG PLATELET-RICH PLASMA DAN FETAL BOVINE SERUM Karina, Karina; Rosadi, Imam; Sobariah, Siti; Rosliana, Iis; Wahyuningsih, Komang A; Widyastuti, Tias; Afini, Irsyah
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu terapi luka pada diabetes melitus tipe 2 adalah terapi sel punca. Lingkungan mikro bagi sel termasuk sel punca, dapat rusak akibat komplikasi dari diabetes. Lingkungan mikro yang rusak tersebut dapat menyebabkan penuaan (senescent) dini pada sel punca. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh morfologi adipose-derived stem cells (ADSCs) dari donor diabetes mellitus tipe 2 dalam medium yang mengandung platelet-rich plasma (PRP). Tahapan studi yang dilakukan yaitu menghitung variasi densitas awal ADSCs. Densitas awal untuk kultur ADSCs adalah 5,000; 10,000; dan 20,000 sel pada setiap kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa morfologi ADSCs dalam medium PRP umumnya lebih kecil dibandingkan morfologi ADSCs dalam medium FBS pada berbagai jumlah densitas awal ADSCs yang dikultur. Morfologi ADSCs kelompok PRP didapatkan semakin kecil luas morfologinya pada densitas kultur awal sel yang besar (20,000 = 0,014 mm2; 10,000 = 0,016 mm2; 5,000 = 0,018 mm2) begitu juga kelompok FBS (20,000 = 0,032 mm2; 10,000 = 0,032 mm2; 5,000 = 0,036 mm2). Luas ukuran ADSCs yang dikultur menggunakan FBS jauh lebih besar dibandingkan PRP dan berbeda bermakna pada densitas jumlah sel awal yang dikultur sebanyak 20,000 sel (p <0,05). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa morfologi ADSCs yang dikultur dengan kerapatan densitas 20,000 sel dalam medium PRP memiliki ukuran sel yang lebih kecil secara signifikan dibandingkan medium FBS.
AKTIVITAS SELLULOLITIK FUNGI INDIGENUS PADA FERMETOGE: PAKAN FERMENTASI HEWAN RUMINANSIA TERBUAT DARI ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) DAN TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) Isnawati, Isnawati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok dan tongkol jagung tergolong bahan bersellulosa. Pada campuran kedua bahan itu terdapat mikroba indigenus. Tujuan pertama riset ini untuk mengetahui aktivitas sellulolitik fungi indigenus yang terdapat pada fermetoge, pakan fermentasi dari campuran eceng gondok dan tongkol jagung. Eceng gondok dipotong dan tongkol jagung dihancurkan sampai berukuran sekitar 1-2 cm, dikukus, dan difermentasi secara alamiah menggunakan mikroorganisme indigenus. Mikroorganisme tersebut diisolasi dari pakan tersebut setiap hari selama 15 hari selama fermentasi berlangsung. Selanjutnya,isolate yang diperoleh dimurnikan, dikarakterisasi, dan diidentifikasi. Terdapat 10 fungi indigenus dalam pakan. Berdasarkan observasi karakteristik mikroskopik dan makroskopik fungi-fungi tersebut meliputi  Aspergillus sp1, Rhizopus sp1, Aspergillus terreus, Mucor sp1, Aspergillus sp2, Aspergillus niger, Trichoderma sp1, Aspergillus flavus, Aspergillus sp3, dan Penicillium sp1. Uji aktivitas sellulolitik pada medium spesifik CMC memaparkan bahwa Mucor Sp1, Rhizopus sp1 dan Trichoderma sp1 adalah tiga fungi dengan aktivitas sellulolitik tinggi, karena membentuk zona halo yang luas pada permukaan media setelah diwarnai dengan Congo red 2%.
KARAKTERISASI ENZIM AMILASE DARI BAKTERI BACILLUS MEGATERIUM PADA VARIASI SUHU, PH DAN KONSENTRASI SUBSTRAT Istia'nah, Dina; Utami, Ulfah; Barizi, Ahmad
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bacillus megaterium merupakan salah satu mikroorganisme potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase. Karakterisasi enzim amilase dapat membantu mengetahui kondisi optimum enzim saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik enzim amilase yang dihasilkan oleh Bacillus megaterium pada variasi suhu, pH dan konsentrasi substrat. Karakterisasi enzim ditentukan dengan menguji aktivitas enzim pada 3 variasi yakni variasi suhu dengan menggunakan pH netral, variasi pH yang dilakukan pada kondisi suhu optimum hasil perlakuan sebelumnya dan variasi konsentrasi substrat YPSs yang dilakukan pada kondisi suhu dan pH optimum hasil perlakuan sebelumnya. Data aktivitas enzim amilase dianalisis secara deskriptif dengan menentukan nilai aktivitas enzim amilase tertinggi pada setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bacillus megaterium mampu menghasilkan enzim amilase. Indeks Aktivitas Amilase (IAA) Bacillus megaterium sebesar 2,35 mm. Secara kuantitatif aktivitas enzim amilase ditentukan dengan metode DNS yang untuk mengukur kadar gula reduksi yang diproduksi oleh mikrob dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Ekstrak kasar enzim amilase yang diproduksi oleh Bacillus megaterium memiliki karakteristik pada suhu 37oC dengan aktivitas enzim sebesar 1,279 U/mL, sedangkan karakteristik pH berada pada pH 5,0 dengan aktivitas enzim sebesar 1,241 U/mL dan karakteristik konsentrasi substrat berada pada konsentrasi 1,50% dengan aktivitas enzim sebesar 0,548 U/mL.
STRUKTUR KOMUNITAS ORDO ANURA DI LOKASI WISATA BEDENGAN DESA SELOREJO KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Devi, Sandra Rafika; Septiadi, Luhur; Erfanda, Muhammad Prayogi; Hanifa, Berry Fakhry; Firizki, Dinda Tinalanisari; Nadhori, Qoyin
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amfibi (Ordo Anura) merupakan bagian dari komponen ekosistem yang memiliki peranan sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Ordo Anura di Lokasi Wisata Bedengan daerah Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan purposive sampling melalui  jalur akuatik yang dibagi menjadi 2 zona yaitu 300×5 meter di bagian atas jembatan dan 300×5 meter di bagian bawah jembatan. Penelitian dilakukan sebelum musim penghujan, penghujan awal, dan penghujan, pada bulan Oktober-Desember 2018. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kepadatan dan kepadatan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaempat famili yang berhasil diidentifikasi yang meliputi Famili Ranidae, Bufonidae, Microhylidae, dan Megophrydae.  Perhitungan indeks keanekaragaman di Bedengan menunjukkan nilai yang rendah yakni sebesar 0,96. Kepadatan dan kepadatan relatif mengalami kenaikan dimulai dari sebelum penghujan, penghujan awal dan pada saat musim penghujan, akan tetapi keanekaragaman mengalami fluktuasi.

Page 1 of 4 | Total Record : 38