cover
Contact Name
Haty Latifah Priatni
Contact Email
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Phone
+62232-871279
Journal Mail Official
herbapharma@stikes-muhammadiyahku.ac.id
Editorial Address
Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan| Jl. Pangeran adipati No. D4 Kuningan Jawabarat Telp.(0232) 871279 Fax (0232)871279 | Email: herbapharma@stikesherbapharma@stikesmuhammadiyahku.ac.id STIKes Muhammadiyah Kuningan stikes-muhammadiyahku.ac.id
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological
ISSN : -     EISSN : 2722709X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Herbs and Farmacological HERBAPHARMA is an essential reference filled with recent research and other valuable information associated with herbs, spices, and medicinal plants. The Journal serves as a focus point through which investigators and others may publish material of importance to the production, marketing, and utilization of these plants and associated extracts. The journal covers the following topics: growth, development, horticulture, ecology, physiology, genetic, chemistry, and economics. Original articles, review articles, and book reviews provide information of interest to an international audience of researchers, teachers, technicians, and managers involved with production and/or marketing of herbs, spices, and medicinal plants.
Articles 24 Documents
FORMULASI SEDIAAN PERMEN ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) DAN SUSU SAPI Nurlita, Yuli; Anwarudin, Wawang
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.069 KB)

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tumbuhan fungsional yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Salah satunya pemanfaatan kulit buah manggis yang berkhasiat sebagai antioksidan karena di dalamnya terkandung xanthone dan antosianin. Tujuan penelitian ini yaitu memanfaatkan kulit buah manggis yang berkhasiat sebagai antioksidan menjadi sediaan permen karamel susu sehingga meningkatkan nilai gizi permen. Metode yang digunakan untuk membuat ekstrak kulit manggis yaitu metode maserasi. Penelitian ini menggunakan 3 formula dengan kandungan ekstrak kulit manggis yang berbeda yaitu F1 0,15 gram, F2 0,2 gram dan F3 0,25 gram. Parameter uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji hedonik dan uji waktu larut. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik dan uji waktu larut permen memenuhi kriteria uji permen karamel susu yaitu SNI Kriteria Uji Permen Karamel Susu dan uji waktu larut permen 5-10 menit. Kemudian pada uji hedonik permen yang paling banyak disukai yaitu F2 dengan nilai persentase berdasarkan tekstur 69%, warna 70%, aroma 71% dan rasa 77%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kulit manggis dan susu sapi dapat di formulasikan sebagai sediaan permen antioksidan.
ANALISIS PENGOBATAN PASIEN EPILEPSI DI POLI SYARAF RSUD 45’ KUNINGAN Nur?Ela, Desi; Arif, Adilla Edi
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.689 KB)

Abstract

Epilepsi adalah suatu serangan atau penyakit yang timbul seara tiba-tiba atau sering disebut dengan kejang. Dalam mendiagnosa epilepsi tidak selalu mudah, terdapat begitu banyak diagnosis banding terhadap suatu kejang, baik kejang yang disebabkan oleh epilepsi, maupun bukan epilepsi. Diperkirakan angka kesalahan diagnosis epilepsi cukup tinggi, berkisar 20%-30%. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dektriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengobatan epilepsi di Poli Syaraf RSUD 45? Kuningan berdasarkan kepada standar yang ditetapan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/367/2017. Dari hasil pengamatan sampel yang didapat sebanyak 45 penderita epilepsi, dengan jumlah pasien laki-laki sebanyak 64,45%, perempuan sebanyak 35,56%. Jenis obat yang digunakan terdiri dari dua macam yaitu Asam Valproat sirup dan Fenitoin 100mg. Sebanyak 93,33% menggunakan asam valproat sirup dan sebanyak 6,67% yang menggunakan fenitoin 100mg. Kesesuaian dosis obat yang diresepkan, dengan standar dosis yang ditetapkan oleh Kemenkes mencapai 77,78%, dan resesp yang tidak sesuai standar sebesar 22,23%.
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK DAUN UNGU (GRAPTOPHYLLUM PICTUM (L.) GRIFF) DENGAN VARIASI KONSENTRASI MINYAK KELAPA Nurcahyati, Desi; Herliningsih, Herliningsih
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.104 KB)

Abstract

ABSTRAK Daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) memiliki aktifitas antioksidan. Senyawa kimia yang berfungsi sebagai antioksidan adalah senyawa flavonoid. Dalam Jurnal Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Daya Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff). Didapatkan hasil terbesar konsentrasi kadar flavonoid yaitu pada konsentrasi 5% sebesar 8,852 mg/100 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula manakah yang memenuhi standar uji sediaan sabun mandi padat, dan untuk mengetahui apakah ekstrak daun ungu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi padat atau tidak. Formulasi ekstrak daun ungu dalam sediaan sabun mandi padat dengan variasi konsentrasi minyak kelapa, F0 tanpa minyak kelapa, F1; 25%, F2; 30%, F3; 35%, dilakukan pengujian organoleptik, pH, kadar air, tinggi dan stabilitas busa. Pengujian dilakukan pada hari-1, hari ke-7 dan hari ke-14, hasil uji organoleptik dilihat dari bentuk, warna dan bau selama proses penyimpanan hampir semua formula hanya mengalami perubahan dari baunya saja. Hasil uji pH sabun yang stabil selama proses penyimpanan yaitu pada formula F1, F2 dan F3, tetap stabil pada nilai pH 10. Hasil uji kadar air semua formula tidak memenuhi SNI. Hasil tinggi dan stabilitas busa yang paling stabil selama proses penyimpanan yaitu formula F1.
OPTIMASI HPMC (HIDROKSI PROPIL METILSOLULOSE) PADA SEDIAAN GEL RAMBUT DARI EKSTRAK URANG-ARING (ECLIPTA ALBA L.) Sodik, Nur; Azizah, Nur
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.068 KB)

Abstract

Tanaman urang - aring berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan gel rambut. Sediaan gel rambut merupakan sediaan yang praktis digunakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membuat sediaan gel rambut dari ekstrak urang - aring. Pembuatan sediaan dilakukan dengan 3 bagian yaitu tahap ekstrasi urang - aring, tahap optimasi basis dan tahap pembuatan sediaan. Sediaan yang sudah dibuat di lakukan evaluasi pengukuran viskositas, diamati secara organoleptis, dilakuakan pengukuran pH, Optimasi gel dibuat dalam 3 formula yaitu F1, F2, F3 dengan pariasi kosentrasi HPMC 5%,7%, 9%. Viskositas F1 adalah 3024cps, F2 adalah 3996cps, F3 adalah 5880cps. serta pengukuran daya sebar. Hasil optimasi menunjukan bahwa basis yang paling optimal yang diperoleh adalah basis gel dengan kosentrasi HPMC 7% memiliki nilai viskositas 3996cps. Ekstraksi urang - aring diperoleh dari proses maserasi dengan perendaman mengunakan etanol 96%. Ekstrsak di formulasikan dalam formulasi sediaan gel yang optimal dengan basis HPMC 7%. Konsentrasi gel rambut ekstrak urang - aring yang paling efektif di konsentrasi 10%.
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) SEBAGAI EMOLIEN DAN PENAMBAHAN BUAH CERI (PRUNUS AVIUM) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Agustiana, yayang Dian; herliningsih, Herliningsih
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.972 KB)

Abstract

Lip balm merupakan sediaan perawatan pada kulit bibir yang digunakan untuk melindungi bibir terhadap kerusakan pada bibir. Oleh karena itu perlu dibuat sediaan lip balm yang mengandung minyak zaitun (Olive oil) sebagai emolien yang berfungsi menjaga kelembaban pada kulit, minyak zaitun banyak mengandung vitamin E sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari kerusakan akibat pengaruh lingkungan. Penambahan sari buah ceri sebagai pewarna dalam formulasi sediaan lip balm  dikarenakan buah ceri (Prunus avium) memiliki pigmen merah dari antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak zaitun dan sari buah ceri dapat di formulasikan dalam sediaan Lip balm. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Sediaan lip balm dibuat dengan menambahkan minyak zaitun dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 13,5% (F1), 15,5% (F2), dan 17,5% (F3) ke dalam formula dasar sediaan lip balm. Sebagai blanko (F0) digunakan formula dasar sediaan lip balm tanpa minyak zaitun dan penambahan sari buah ceri. Pengujian terhadap sediaan lip balm meliputi pemeriksaan mutu fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, titik lebur, uji pH dan uji kesukaan terhadap variasi sediaan yang dibuat. Perbedaan konsentrasi minyak zaitun dan sari buah ceri memberikan hasil yang juga berbeda, dimana semakin tinggi konsentrasi minyak zaitun, maka lip balm yang dihasilkan semakin berminyak. Pada konsentrasi 13,5 % lip balm yang dihasilkan kurang berminyak, konsentrasi 15,5% cukup berminyak, dan konsentrasi 17,5% sangat berminyak. Begitupun pada penambahan sari buah ceri dengan konsentrasi yang berbeda memberikan warna yang berbeda pada tiap formula. Berdasarkan data yang di peroleh formula yang paling banyak di sukai oleh responden berdasarkan warna dan tekstur yaitu Formula 3, sedangkan yang paling banyak di sukai berdasarkan aroma yaitu pada formula 0.
UJI PERBANDINGAN KHASIAT INFUSA DAUN INSULIN (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) DENGAN INFUSA BUAH PARE (MOMORDICACHARANTIA L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DI INDUKSI LARUTAN GLUKOSA Syaza?ah, Isri Siti; Azizah, Nur
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.372 KB)

Abstract

Hiperglikemia merupakan suatu kondisi dimana kadar gula (glukosa) dalam darah dan kadar glukosa dalam urin melebihi batas normal. Jika ini terjadi secara terus menerus dan berlangsung menahun, maka akan mengakibatkan penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas infusa daun insulin dan infusa buah pare terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu setelah 7 hari pemberian bahan uji semua kelompok mencit mengalami penurunan kadar gula darah. Kontrol negatif yang diberi aquadest mengalami penurunan sebesar 1,9%, infusa buah pare dosis 300 mg/kgBB mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 6,3%, dosis 600 mg/kgBB mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 3,9%, infusa daun insulin dosis 300 mg/kgBB mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 12,8% dan dosis 500 mg/kgBB mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 4,3%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu infusa daun insulin dosis 300 mg/kgBB lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah yaitu sebesar 12,8% pada mencit yang diinduksi larutan glukosa.
ISOLASI DAN EVALUASI AMYLUM DARI BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) Sumiar, Amalia; Marini, Marini
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.112 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah biji alpukat (Persea americana mill) memiliki potensi sebagai bahan tambahan sediaan tablet seperti bahan pengisi, penghancur maupun pengikat dalam sediaan farmasi. Karena biji alpukat mengandung zat pati sekitar 23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan amylum biji alpukat serta apakah terdapat perbedaan kualitas yang signifikan antara amylum biji alpukat dengan amylum sejenis. Metode yang digunakan  dengan cara perendaman biji alpukat dengan natrium metabisulfit (Na2S2O5). Hasil pengamatan amylum biji alpukat dari uji organoleptis menunjukan sediaan amylum biji alpukat mempunyai warna yang berbeda yaitu berwarna coklat muda dibandingkan dengan amylum sejenis meliputi amylum manihot, amylum solanum dan amylum zea mays yang mempunyai warna putih, uji waktu alir 09.20 g/detik, bobot jenis sejati 1,42 g/ml, uji homogenitas 0%, indeks kompersibilitas 46,15% dan raio hausner 1,46 g/ml serta uji kelarutan sukar larut dalam air dan etanol 96%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa amylum biji alpukat memiliki kualitas yang memenuhi uji standar yang sama dengan pati sejenis lainya. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan tambahan sediaan obat dan produk makanan.
STUDI ETNOFARMASI TUMBUHAN YANG BERKHASIAT OBAT DI KAMPUNG ADAT CIREUNDEU Roudotuljannah, Yunia; Azizah, Nur
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.206 KB)

Abstract

Etnofarmasi adalah bagian dari ilmu farmasi yang mempelajari penggunaan obat dan cara pengobatan yang dilakukan oleh etnik atau suku bangsa tertentu, ruang lingkup etnofarmasi meliputi obat serta cara pengobatan menggunakan bahan alam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang ada di masyarakat kampung adat Cireundeu sebagai obat serta mengetahui bagian tanaman yang digunakan, cara penggunaan dan khasiatnya. Jenis penelitian ini adalah observasi partisipan dan metode kualitatif serta teknik purposive sampling dan snowball terhadap 7 informan. Hasil penelitian diperoleh 29 jenis tumbuhan obat yang terbagi dalam 19 famili, famili tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah famili Acanthaceae dan Myrtaceae berjumlah 3 spesies. Bagian tumbuhan yang paling besar digunakan adalah daun dengan persentase sebesar 75,86%. Kemudian cara penggunaan yang paling sering dilakukan yaitu direbus dengan persentase sebesar 55,17%, serta khasiat tumbuhan obat yang digunakan adalah untuk mengobati 20 jenis yaitu asam urat, luka luar, gangguan pencernaan, darah tinggi, diare, malaria, susah buang air besar, demam, nyeri lambung, diabetes, bau badan, wasir, disentri, kolesterol, reumatik, gangguan saluran kencing, epilepsi, batuk, mual serta batu ginjal.
ANALISIS LEGALITAS PRODUK JAMU PELANGSING BERDASARKAN NOMOR REGISTRASI DARI BPOM PADA TOKO JAMU DI KECAMATAN CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN Avista, Vista Nurma; Adila Edi Arief, Adila Edi
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.17 KB)

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang paling sering dikonsumsi karena dilihat dari banyaknya jamu yang saat ini beredar dipasaran dengan merek dan produsen tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui legalitas produk jamu pelangsing. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara pengambilan sampel mencatat nama produk jamu pelangsing dan mencatat nomor registrasi prodak jamu pelangsing. Hasil yang di dapat menunjukan bahwa jamu pelangsing ilegal 20%, sedangkan jamu pelangsing legal yang di dapat ialah 80%. Dari penelitian ini kesimpulan yang didapat bahwa jamu pelangsing yang ada dipasar ciawi kebanyakan jamu pelangsing yang legal.
FORMULASI SEDIAAN SAMPO DARI MINYAK ATSIRI AKAR WANGI (VERTIVERIA ZIZANIODES) SEBAGAI ANTI KUTU Firdaus, Fuji Faujiah; Arief, Adila Edi
HERBAPHARMA : Journal of Herbs and Pharmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi S-1 Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.743 KB)

Abstract

Tanaman akar wangi (Vertiveria Zizaniodes) memiliki kandungan senyawa terpenoid yaitu senyawa seskuiterpen, seskuiterpenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan sampo dari minyak atsiri akar wangi, dan dapat mengetahui standar kualitas sampo dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Metode penelitian yaitu membuat formulasi sediaan sampo dari minyak atsiri akar wangi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Hasil dari pengamatan organoleptik untuk formula 1 didapat warna bening, bau khas, dan bentuk sediaan cair, formulasi 2, 3 dan, 4 memiliki warna coklat pekat, bau khas minyak atsiri akar wangi, dan bentuk sediaan cair. Uji pH pada formulasi 1 memiliki pH 7, formula 2, 3, dan 4 memiliki pH 6.Uji homogenitas, pada uji homogenitas untuk semua formulasi sediaan sampo mimiliki sediaan yang homogen dalam arti tercampurnya semua bahan. Uji bobot jenis pada formula 1 memiliki bobot jenis 1,02, formula 2 memiliki bobot jenis 0,96, formulasi 3 dan 4 memiliki formula 0,97 dan, 0,98. Uji tinggi busa untuk formulasi 1 memiliki tinggi busa 1,5 cm, formula 2 memiliki tinggi busa 2 cm, formulasi 3 dan 4 memiliki tinggi busa 4,5 cm dam 5 cm. Uji anti kutu untuk formulasi 1 memiliki waktu 42,33 detik, formulasi 2 memiliki waktu 33,14 detik, dan untuk formulasi 3 dan 4 memiliki waktu 31,35 detik dan 28,19 detik. Berdasarkan dari hasil semua penelitian menunjukan bahwa sediaan formula yang baik adalah formulasi 4 yang hampir memenuhi syarat ketentuan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24