cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 167 Documents
MODAL SOSIAL DALAM AGRIBISNIS SUBAK KASUS PADA KOPERASI USAHA AGRIBISNIS TERPADU SUBAK GUAMA, KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.952 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.269.%p

Abstract

Pembangunan pertanian yang dilaksanakan selama ini kurang menekankan pada local institution endowment (berbasis pada kelembagaan lokal) yang telah ada. Kelembagaan petani cenderung hanya diposisikan sebagai alat untuk mengimplementasikan proyek belaka, belum sebagai upaya untuk pemberdayaan yang lebih mendasar di dalam pembangunan pertanian dan tidak dilakukan penguatan social capital masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan Subak Guama dihubungkan dengan pengembangan agribisnis dan modal social pada Subak Guama yang berkenaan dengan agribisnis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan dianalisis dengan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama melakukan beberapa kegiatan utama yaitu: (i) kegiatan Pengelolaan Padi Terpadu (Integradted Crops Management) ICM; (ii) kegiatan Kegiatan Integrasi Padi-Ternak (Crops-Livestock System); dan (iii) kegiatan penguatan modal usaha rumah tangga yaitu Kredit Usaha Mandiri (KUM). Modal sosial yang meliputi tiga komponen dasar yaitu trust, norms dan social network memiliki peran terhadap kegiatan-kegiatan agribisnis seperti di atas. Ikatan moral kepercayaan sosial sangat memberikan andil bagi kelancaran kegiatan-kegiatan agribisnis yang dilakukan KUAT Subak Guama.Kata kunci: modal sosial, agribisnis, dan pembangunan pertanian
MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN SIMANTRI UNTUK PEMBERDAYAAN PETANI DI BALI Parining, Nyoman
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.717 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.268.%p

Abstract

Makalah yang berjudul â??Modal Sosial Dalam Pengembangan Simantri Untuk Pemberdayaan Petani Di Baliâ? penulisannya berdasarkan penelitian pada pendamping simantri dan studi komparasi dari kepustakaan yang dirangkum dari beberapa jurnal tentang modal social, pemberdayaan masyarakat, peranan modal social dalam pemberdayaan masyarakat, produk pertanian berkelanjutan yang merupakan hasil dari petani kelompok simantri. Hasil penelitian dan studi komparasi mendapatkan bahwa modal social terutama kerjasama, jaringan dan nilai-nilai yang sangat bermanfaat dalam pemberdayaan petani terutama memperluas jaringan, kerjasama dan peningkatan kualitas manusia seperti peningkatan pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan. Pemerintah Bali agar menambah kelompok yang tergabung dalam kelompok simantri sehingga pembagiannya secara merata dan tidak memunculkan kecemburuan social. Kata kunci: modal sosial, pemberdayaan masyarakat simantri, pertanian berkelanjutan
MANAJEMEN KREDIT KETAHANAN PANGAN (KKP) BAGI PETANI Gunawan, Ketut
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.837 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.266.%p

Abstract

Strategi pembangunan ekonomi pada sektor pertanian dan industri pertanian menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia. Pemerintah Indonesia menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Untuk mengembangkan sektor pertanian telah ditetapkan program kredit untuk petani. Program kredit untuk petani telah beberapa kali mengalami perubahan mulai dari kredit Bimas/Inmas, Kredit Usaha tani (KUT) dan yang terakhir adalah Kredit Ketahanan pangan (KKP). Persyaratan perkreditan secara teoretis jauh berbeda dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Kredit Ketahanan Pangan (KKP) bagi petani. Hal ini disebabkan karena KKP lebih bertujuan sosial yaitu membantu para petani yang membutuhkan bantuan kredit. Kemudahan persyaratan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dapat mengundang resiko kemacetan kredit. Utuk mengatasi hal itu perlu ditetapkan strategi penanganan kredit macet. Penanganan kredit macet dapat dilakukan melalui : (1) Penjadwalan kembali (reschedulling) melalui : a. Memperpanjang jangka waktu kredit; b. Memperpanjangjangka waktu angsuran. (2) Persyaratan Kembali (reconditioning) yang meliputi : a. Kapitalisasi bunga; b. penundaan pembayaran bunga; c. penurunan suku bunga; d. Pembebasan bunga. (3) Penataan kembali (restructuring).Kata kunci : Manajemen Kredit Ketahanan pangan (KKP), Petani, Strategi Penanganan Kredit Macet.
PERSPEKTIF MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS MELALUI LM3 DI PROVINSI BALI Oka Suardi, I Dewa Putu
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.18 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.267.%p

Abstract

LM3 dalam bentuk Subak dan nonSubak di Bali memiliki modal sosial sebagai salah satu kekuatan yangbersinergi dengan aspek dinamika kelompok lainnya mampu meningkatkan kapasitas dan efektivitas LM3. Modal sosial tersebut meliputi: rasa saling percaya, norma sosial, nilai-nilai, sifat mementingkan orang lain, dan partisipasi dalam jaringan teraplikasi sedemikian rupa melandasi setiap perilaku anggota dan pengurus LM3 dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan Program Pengembangan Agribisnis.Kata kunci: LM3, modal sosial, pengembangan agribisnis
KONSEP DAN POTENSI PENGEMBANGAN AGROWISATA DI BALI Budiasa, I Wayan
dwijenAGRO Vol 2 No 1 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.495 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.1.265.%p

Abstract

Bali merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di dunia karena kekayaan dan keanekaragaman warisan budaya, keindahan panorama alami, dan infrastruktur dasar yang tersedia. Bali juga dianugrahi sumberdaya pertanian yang baik. Karena itu, Bali memiliki potensi besar pengembangan pusat-pusat agrowisata. Paper ini bertujuan untuk merumuskan konsep agrowisata dan mengidentifikasi persyaratan, basis, serta dampak dan kendala pengembangan agrowisata di Bali. Data dan informasi sekunder dari berbagai sumber melalui studi literatur digunakan untuk menganalisis dan mendiskusikan permasalahan dalam paper ini. Agrowisata adalah sebuah inovasi bisnis yang mengkombinasikan berbagai aktivitas dalam sistem usahataniuntuk menarik minat wisatawan datang ke usahatani tersebut serta menawarkan pengalaman bagi wisatawan yang merangsang peningkatan aktivitas ekonomi serta berdampak pada peningkatan pendapatan usahatani dan masyarakat. Pengembangannya, yang dapat berbasis pada modal dan/atau masyarakat, membutuhkan infrastruktur dan fasilitas dasar serta lokasi strategis yang memiliki latar belakang panorama alam yang indah, dan berdampak sosial, ekonomis, dan lingkungan. Untuk dapat mewujudkan agrowisata berkelanjutan di Bali, disarankan kepada penentu kebijakan dan pakar agrowisata dapat mendukung dan memfasilitasi pengembangan agrowisata terutama yang berbasis pada masyarakat.Kata kunci: konsep, persyaratan, basis, dampak dan kendala, agrowisata
PEMBERDAYAAN PENGELOLA IRIGASI AIR TANAH BERBASIS AGRIBISNIS (KASUS KELOMPOK PETANI SUMUR POMPA DI KECAMATAN TEJAKULA) Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 1 No 1 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.165 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.1.264.%p

Abstract

Pemberdayaan KPSP bertujuan untuk mewujudkan kelembagaan KPSP yang otonom, mandiri, mengakar di masyarakat, bersifat social-ekonomi, budaya, dan berwawasan lingkungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Tujuan lain dari pemberdayaan KPSP yaitu agar KPSP dapat memberikan  kemudahan  dan  peluang  kepada  anggotanya untuk  secara  demokratis  membentuk organisasi/unit usaha ekonomi di tingkat usahatani dengan pilihannya.Upaya yang dilakukan mencakup : peningkatan  kemampuan organisasi  KPSP;  peningkatan kemampuan teknis irigasi dan pertanian; peningkatan kemampuan usahatani & usaha ekonomi; dan monitoring & evaluasi. Dalam rangka peningkatan kemampuan usahatani dan usaha ekonomi dilakukan kegiatan-kegiatan : pelatihan usahatani; pembuatan percobaan/percontohan; bantuan stimulan sarana produksi (saprodi) seperti pupuk, bibit, pestisida, alat mesin pertanian (alsintan), dan modal kerja; bantuan stimulan prasarana usahatani seperti jalan usahatani, kios saprotan, lumbung, dan tataguna air tingkat usahatani (TGATUT);  bantuan stimulan  pengolahan  dan  pemasaran hasil usahatani seperti penggilingan padi, penampungan hasil, sortasi, pengepakan dan lain-lain; dan fasilitasi KPSP. 
MASALAH YANG DIHADAPI KELOMPOK PETERNAK DALAM MENGEMBANGKAN AGRIBISNIS TERNAK SAPI (KASUS KELOMPOK ASTITI KARYA DI DESA TEMBOK, KABUPATEN BULELENG) Yastini, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 1 No 1 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.805 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.1.262.%p

Abstract

Pengembangan ternak sapi Bali yang sangat potensial untuk dikembangkan di lahan kering. Sapi Bali merupakan salah satu ternak yang memiliki  berbagai  keunggulan seperti  daya adaptasi  yang tinggi terhadap kondisi dan perubahan lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan upaya yang perlu dilakukan dalam pengembangan agribisnis ternak sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa masalah yang dihadapi peternak sapi diKelompok  Peternak  Astiti  Karya,  yaitu: (i) terbatasnya  akses  terhadap  informasi/teknologi; (ii)terbatasnya akses terhadap modal usaha; (iii) lemahnya kemampuan manajemen kelompok; dan       (iv)ketiadaan kemitraan usaha. Upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan akses pada teknologi dan informasi, penyediaan modal usaha, penguatan kapasitas petani dalam manajemen dan administrasi, serta membangun kemitraan. 
SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI MENGENAI FERMENTASI KAKAO: (KASUS DI SUBAK-ABIAN BUANA MEKAR, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, KABUPATEN TABANAN, BALI). Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 1 No 1 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.277 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.1.263.%p

Abstract

Dari segi  kualitas,  kakao Indonesia tidak kalah dengan kakao dunia,         dimana bila dilakukan fermentasi dengan balk dapat mencapai cita rasa setara dengan kakao yang berasal dari Ghana. Namun, agribisnis kakao Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain produktivitas kebun masih rendah akibat serangan hama penggerek buah kakao (PBK), mutu produk masih rendah serta masih belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao. Subak-abian Buana Mekar di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan telah memulai untuk melakukan pengolahan biji kakao, yaitu melalul fermentasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk         (i) mengetahui tingkat pengetahuan petani mengenai proses fermentasi biji kakao; (ii) mengetahui sikap petani terhadap proses fermentasi biji kakao; dan (iii) mengetahui beberapa faktor yang menjadi kendala bagi petani untuk melakukan proses fermentasi biji kakao. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan mengambil sampel sebanyak 50 petani secara simple  random  sampling.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  wawancara,  observasi  dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai fermentasi biji kakao tergolong tinggi, yaitu rata-rata pencapaian skornya adalah 76,48 % dari skor maksimal, dengan kisaran antara 66,00 % sampai dengan 84,00 %. Rata-rata sikap petani terhadap fermentasi kakao adalah setuju dengan rata-rata pencapaian sebesar 80,47 % dari skor maksimal dengan kisaran antara 75,00 % sampai dengan 85,00 %; Berdasarkan analisis Chi Square, ternyata terdapat hubungan yang nyata antara tingkat  pengetahuan  petani  dengan  sikapnya  terhadap  pengolahan  kakao,  yaitu  fermentasi  kakao. Hubungan yang nyata ini ditunjukkan dengan besar nilai x2 hitung berdasarkan pada hasil analisis Chi Square adalah 11,803 ternyata lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5 %) yang besarnya 3,841. 
ANALISIS USAHATANI CABAL MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI SUBAK ISEH, DESA SINDUWATI, KECAMATAN SIDEMEN, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Goya Suwastawa, I Nyoman
dwijenAGRO Vol 1 No 1 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.094 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.1.260.%p

Abstract

The research was carried out to study farmer' s income and profit gained from an ordinary chili farm. The research was conducted at Subak lseh of Sinduwati village, Sidemen sub district, Karangasem regency. Thirty six farmers who cultivate ordinary chili with monoculture system ware taken randomly as samples. The research result show that the average large farm business was                         0.1353 ha   with          5,555.85 kg products/ha. While the approximate revenue was Rp 38,884,577.48/ha with the chili price of Rp 7,000.00/kg. Meanwhile farmer's expenditure was Rp I 2,825,949.69/ha, so farmer's income and net profit were Rp 38,884,577.84 and Rp 26,058,627.78/ha, where Return-Cost Ratio was 3.03. it means that the chili farm business give much benefit to the farmers. Key word : Farm business, Revenue, Pro fil, Return-Cost-Ratio
SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI MENGENAI USAHATANI MELON Karyati, Ni Ketut
dwijenAGRO Vol 1 No 1 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.855 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.1.259.%p

Abstract

Tanaman Melon merupakan tanaman hortikultura yang meliputi sayuran dan buah-buahan semakin banyak diminati petani, karena komoditas ini mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman padi dan palawija pada areal sawah yang sama. Namun di sisi lain, pengusahaan tanaman melon  memerlukan adanya biaya usahatani yang relatif tinggi. Selain itu, teknologi budidaya melon merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan produktivitas melon itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku petani mengenai usahatani melon. Penelitian dilakukan di Subak Mambal dengan mengambil seluruh petani yang menanam melon (metode sensus). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistika.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pengetahuan petani mengenai usahatani tanaman Melon adalah tergolong tinggi. Rata-rata sikap petani adalah setuju terhadap pengembangan usahatani tanaman  Melon.  Rata-rata tingkat intensitas  interaksi  antara petani  dengan  PPL termasuk sedang. Terdapat  hubungan yang nyata antara  pengetahuan  dengan  sikap  petani  mengenai  pengembangan usahatani tanaman Melon melalui analisis Chi Square. Terdapat hubungan yang nyata juga antara tingkat intensitas interaksi diantara anggota subak dan juga antara anggota subak dengan agen/aparat penyuluh dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi pengembangan tanaman Melon. 

Page 1 of 17 | Total Record : 167