cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
alhikmah@iainlangsa.com
Phone
+6285260801133
Journal Mail Official
alhikmah@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies The Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah State Institute for Islamic Studies Langsa Jalan Meurandeh - Kota Langsa
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan
ISSN : 20869762     EISSN : 26550539     DOI : https://doi.org/10.32505/hikmah
Core Subject : Education,
It is a journal published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Studies of the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah of IAIN Langsa.
Articles 82 Documents
D A Y A H DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Hamdan, Hamdan
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.596 KB)

Abstract

Dayah di Aceh merupakan lembaga pendidikan keagamaan dengan bahasa pengantarnya bahasa Aceh. Dayah sebagai lembaga yang mampu memberdayakan masyarakat agar mengembangkan potensi fitrah manusia, hingga ia dapat memerankan diri secara maksimal sebagai hamba Allah yang ta?at serta esksistensi dayah juga masih semakin diakui dalam memainkan perannya di tengah-tengah masyarakat sebagai lembaga dakwah. Dayah dan masyarakat juga merupakan sebuah hubungan yang sudah terjalin erat sehingga keberadaan dayah di tengah-tengah masyarakat dapat diterima dan menjadi sebuah gerakan perubahan dalam menciptakan suasana yang islami bagi masyarakat itu sendiri kemudian masyarakat dan dayah tidak lagi terjadi pertentangan baik dari pihak dayah maupun dari kalangan masyarakat. Setiap manusia pasti mengalami perubahan dan perubahan itu dipengaruhi dari berbagai faktor, apabila perubahan yang dipengaruhi oleh faktor agama maka masyarakat akan memiliki perubahan dalam prilaku keagamaan. Semua orang bersepakat bahwa kehidupan sosial tidaklah statis, melainkan selalu berubah secara dinamis. Tapi tidak orang mempunyai kesepakatan sama dalam mengartikan perubahan sosial. Malah, konsep perubahan sosial sempat diberi makna intuitif dan sebagai suatu mitos belaka. Dalam perkembangannya pun para ahli memperlihatkan perbedaan dalam memahami perubahan sosial. Pemaknaan konsep perubahan sosial kelihatannya masih problematik hingga kini. Oleh karena itu gerakan atau aktivitas-aktivitas dakwah dayah seperti majelis taklim di berbagai desa atau gampong diharapkan yang nantinya bisa menciptakan sebuah perubahan sosial sehingga bisa dirasakan oleh kalangan masyarakat itu sendiri, serta dalam menjalankan aktivitas dakwahnya, dayah tak hanya santri saja yang menjadi sasarannya akan tetapi masyarakat juga yang di luar dayah bisa mendapatkan ilmu tentang pengetahuan agama dari hasil aktivitas dakwah yang dilakukan dayah dan perubahan sosial bisa dapat dirasakan oleh masyarakat dari semenjak sebelum adanya dayah hingga dayah itu hadir di tengah-tengah masyarakat mampu memberikan perubahan, baik dari pengetahuan tentang agama maupun dalam proses pengamalan ibadah.
PERAN DAN FUNGSI DAI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAKWAH Salim, Agus
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.823 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang peran dan fungsi dai dalam perspektif psikologi dakwah. Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim. Sebagai dai tentu saja kita ingin mencapai kesuksesan dalam mencapai tugas dakwah. Salah satu bentuk keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Psikologi dakwah mempedomani kegiatan dakwah, maka tujuan psikologi dakwah dalam peran dan fungsi dai memberikan pandangan tentang mungkinnya dilakukan perubahan tingkah laku atau sikap mental psikologis sasaran dakwah sesuai dengan pola kehidupan yang dikehendaki oleh ajaran agama yang didakwahkan oleh aparat dakwah/dai. Peran dan fungsi dai sebagai juru dakwah adalah salah satu faktor dalam kegiatan dakwah yang menempati posisi sangat penting dalam berhasil atau tidaknya kegiatan dakwah. Dai professional yang mengkhususkan diri di bidang dakwah, seyogianya memiliki kepribadian yang baik untuk menunjang keberhasilan dakwah baik yang bersifat rohani atau yang bersifat fisik. Hasil yang ingin diperoleh dengan pengetahuan tentang tulisan ini, diharapkan kita dapat melaksanakan tugas dakwah dengan pendekatan kejiwaan sehingga hal yang diharapkan peran dan fungsi seorang dai benar-benar dapat dipahami oleh seorang dai sebagai mubalig dan kondisi objek dakwah sebagai mad??
N M E M O R I A M KONSEP DAKWAH DAN PEMIKIRAN PAKAR HADIS; PROF. DR. KH. ALI MUSTAFA YAQUB, MA Mulizar, Mulizar
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.723 KB)

Abstract

Pemikiran dakwah Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (AMY) ternyata sagatlah sejalan dengan teori yang tertera dalam ilmu dakwah, dalil Alquran, dan Sunah. Dalam ilmu dakwah penjelasan mengenai unsur-unsur dakwah, AMY telah menjelaskan hampir semua komponen unsur-unsur dakwah terutama mengenai metode yang paling banyak ia kemukakan, setelah itu beliau juga mengemukakan tentang dai, mad??, objek dakwah, materi dakwah, tujuan dakwah serta hal-hal yang berkaitan dengan dakwah. Pemikiran dakwah AMY juga sesuai dengan ayat-ayat suci Alquran dan Hadis Rasul. Dari data yang didapati, setelah yang dikaitkan dengan apa yang tertera dalam Alquran dan Hadis serta perbuatan dakwah Nabi Muhammad saw., adalah sejalan dengan apa yang dilakukan oleh AMY. Dengan demikian pemikiran dakwah AMY sesuai dengan metode dakwah yang dilakukan Rasulullah Saw. yang sesuai dengan Alquran dan Hadis.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI: SUATU KAJIAN DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM Azhar, Azhar
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.025 KB)

Abstract

Tujuan penulisan ini membahas tentang komunikan antarpribadi  dalam perspektif  komunikasi Islam, sebagaimana yang tercantun dalam surat al-Nahl ayat 125, yaitu dengan cara hikmah, mau?idzat hasanah, muj?dalah billat? hiya ahsan. Dari beberapa  pendapat ahli diketahui bahwa komunikasi antarpribadi biasanya dilakukan secara tatap muka (face to face) sehingga terjadilah kontak pribadi (personal contact). Dengan demikian, hasil umpan balik berlangsung seketika, akhirnya komunikator dapat mengetahui apakah komunikasinya ditanggapi positif atau negatif oleh komunikan. Hal ini dapat dilihat dari mimik atau ekspresi wajah. Jika tanggapan komunikan itu negatif, maka dapat diubah gaya komunikasi tersebut. Ditinjau dari teori-teori komunikasi antarpribadi dalam perspektif komunikasi Islam, lebih dititik beratkan kepada proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan, dengan menggunakan kaedah dan prinsip komunikasi yang berdasarkan kepada Alquran dan Hadis. Proses penyampaian pesan kepada audien secara langsung atau melalui media menjunjung kebenaran yang diajarkan oleh agama.  Dalam proses ini umpan balik (feedback) dalam komunikasi Islam bukan kepada komunikatornya, tetapi kepada mad??, berbeda dengan komunikasi umum yang lebih mengutamakan kepentingan politik dan material.  Komunikasi antarpribadi dalam persfektif Islam disebut dengan dakwah fardiyah. Dalam penyampaiannya diperlukan pengetahuan dalam komunikasi dan kebijaksanaan seorang dai. Seorang dai yang bijaksana adalah orang yang dapat mempelajari realitas, situasi masyarakat, dan kepercayaan mereka serta menempatkan mereka pada tempatnya masing-masing. Dai mengajak mereka berdasarkan kemampuan akal, pemahaman, tabiat, tingkatan keilmuan dan status sosial mereka.
MODEL KOMUNIKASI DAKWAH DALAM KONSELING REALITAS BERBASIS A L - H I K M A H: ANALISIS TERHADAP DIALOG VERBAL DALAM MENANGANI PRILAKU TREN LGBT PADA REMAJA DI ACEH TAMIANG M. Ilyas, Sabrida
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.437 KB)

Abstract

 Komunikasi dakwah dalam konseling realitas berbasis al-hikmah merupakan suatu bentuk komunikasi konseling yang khas dimana seseorang konselor melakukan konseling realitas dengan memadukan nasehat-nasehat yang bersumber sesuai dengan ajaran Alquran dan Sunah dengan pendekatan al-hikmah. Di dalam  konseling realitas berbasis al?hikmah ini tidak sekedar membantu individu atau kelompok menyelesaikan masalah kehidupan saja, namun di dalamnya juga memuat tujuan menguatkan dimensi pikiran, emosi dan spiritual-relijius agar terjadinya perubahan tingkah laku. Untuk itu, tulisan ini merupakan hasil analisis terhadap model komunikasi dakwah berbentuk dialog verbal dalam konseling realitas berbasis al-hikmah dalam  menanggani prilaku tren LGBT pada remaja di kabupaten Aceh Tamiang. Penulis menemukan bahwa dalam tehnik konseling realitas berbasis al-hikmah ini konselor melakukan prosedur dan tahap-tahap konseling dengan mengunakan pendekatan model komunikasi dakwah dalam bentuk dialog verbal. Pendekatan model komunikasi dakwah yang  dimaksud terutama dalam penggunaan bahasa verbal berbasis al-hikmah sebagai alat komunikasi ketika melakukan proses konseling. Hal tersebut karena kegiatan konseling melalui penggunaan bahasa verbal menjadi penentu dalam efektivitas terselesainya suatu permasalahan yang dialami konseli.  
FILOSOFI KOMUNIKASI SPIRITUALITAS: HURUF SEBAGAI SIMBOL ONTOLOGI DALAM MISTISME IBN ‘ARABī Miswari, Miswari
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.481 KB)

Abstract

Spiritualitas adalah pengalaman yang tidak dapat dikomunikasikan. Kitab suci adalah media terbaik atas informasi spiritualitas. Sayangnya media-media komunikasi tersebut sering dianggap sebagai realitas itu sendiri. Jalan dianggap sebagai tujuan. Redaksiredaksi media komunikasi spiritualitas yang seharusnya dilihat sebagai simbol,diperlakukan sebagai premis. Premis-premis tersebut dikodifikasi dalam mazhab dan aliran teologi. Perubahan zaman dan perkembangan pemikiran manusia menyebabkan kodifikasikodifikasi kurang berdayaguna. Pelariannya adalah kepada ideologi dan teori-teori. Tulisan ini menawarkan cara berbeda melihat spiritualitas, media komunikasi spiritualis dan differensiasinya dengan agama.   Berbeda dengan teolog dan fukaha yang memperlakukan media komunikasi spiritual sebagai premis, ?uraf?? memperlakukan media tersebut sebagai simbol yang menuntut untuk dipecahkan. Sebagai seorang ?uraf?? terbesar, analogi-analogi metafisik Ibn ?Arab? sangat menarik untuk dikaji. Sangat banyak sarana yang dipakai Ibn ?Arab? sebagi media komunikasi spiritualitasnya. Salah-satu yang paling menarik diantaranya adalah huruf-huruf. Tujuan tulisan ini adalah menyuguhkan huruf-huruf sebagai media komunikasi spiritualitas dalam sistem ontologi Ibn ?Arab?.
DAKWAH MELALUI METODE SILATURAHMI: SEBUAH TINJAUAN REFLEKTIF TERHADAP AKTIVITAS J A ULA H K H U S H U S H I JAMAAH TABLIGH Mustafa, Ali
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.939 KB)

Abstract

Dakwah dengan metode silaturahmi secara teoretik memiliki berbagai kelebihan, di antaranya ialah dapat menciptakan hubungan yang lebih akrab antara dai dan mad??. Tulisan ini hendak mengulas metode dakwah silaturahmi yang didasarkan pada tinjauan reflektif terhadap aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh. Sebab, di antara gerakan dakwah di dunia, yang menjadikan metode silaturahmi sebagai metode utama adalah Jamaah Tabligh. Dari tulisan ini dapat direfleksikan tiga hal. Pertama, Jamaah Tabligh memiliki konsep dakwah yang komprehensif terkait metode dakwah silaturahmi. Hal ini dapat dilihat dari klasifikasi sasaran khushushi yang ditetapkan oleh Jamaah Tabligh yang disertai dengan memberikan garis-garis tentang pesan yang harus disampaikan pada masing-masing karakter mad?? yang dikunjungi. Kedua, kunjungan dakwah yang dilakukan Jamaah Tabligh demikian terorganisir. Hal ini dilihat dari prinsip nisab ? menyisihkan waktu 2,5 jam perhari, 3 hari dalam sebulan, 40 hari dalam setahun, dan 4 bulan sekali seumur hidup ? bagi karkun untuk melakukan khushushi dalam berdakwah. Ketiga, dalam silturahmi dakwah yang dilakukan Jamaah Tabligh tercermin nilai ikram (memuliakan) sesama muslim. Konsep semacam ini tentu menjadi sebuah keniscayaan bagi gerakan dakwah Islam, di mana umat Islam di seluruh dunia dapat saling menghormati dan bergandengan tangan untuk memecahkan masalah yang menjadi persoalan umat.
METODE DAKWAH HAMKA DALAM MEMILIH PEMIMPIN: STUDI PENAFSIRAN SURAT AL-Mā’IDAH/5 AYAT 51 DALAM TAFSIR AL-AZHAR Luthfi, ?Isyatul
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.552 KB)

Abstract

Kepemimpinan non-muslim di Indonesia masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan agamawan dan pemerintah. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh adanya pemahaman masyarakat terhadap teks-teks keagamaan seperti surat al-M??idah/5 ayat 51 yang secara tekstual dipahami sebagai larangan memilih pemimpin non-muslim. Tulisan ini berupaya menganalisis penafsiran Hamka tentang ayat tersebut dengan pendekatan ilmu dakwah, tafsir, dan hermeneutika. Hamka menggunakan pendekatan adabi ijtim??? dalam penafsirannya, sehingga kaya dengan konteks sejarah. Metode dakwah yang digunakan Hamka dalam penafsiran adalah metode al-mau?izhah al-Hasanah. Hasil penafsiran Hamka pada surat al-M??idah/5 ayat 51 adalah berupa pelarangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin. Hal tersebut didasarkan kepada lingkaran hermeneutika Hamka karena kedalaman bahasa Arab yang dimilikinya dan pengetahuan bidang sejarah yang luas. Sedangkan hermeneutika dialektis Hamka tidak terlepas dari penulisan Tafsir alAzhar yang dilakukannya di balik jeruji besi akibat tuduhan yang harus diterimanya, karena keadaan politik Indonesia yang tidak stabil, pada saat itu kekuasaan ada di tangan Partai Komunis Indonesia.  
KEBEBASAN BERKOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rusli
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 10 No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.185 KB)

Abstract

Kebebasan berkomunikasi dalam perspektif Islam adalah suatu sistem komunikasi yang dibangun atas nilai-nilai etika dan prinsip-prinsip yang berlandaskan kepada Al-Quran dan Hadis. Kebebasan berkomunikasi dalam Islam, yaitu bebas menyampaikan pesan-pesan Islami, baik secara lisan, pikiran, dan tulisan kepada khalayak demi kemaslahatan, khususnya bagi umat Islam dan manusia secara umum. Demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat, pesan yang disampaikan kepada komunikan harus benar, jujur, dan dengan cara yang baik, lemah lembut, dan bisa dipertanggung jawabkan baik kepada diri sendiri, masyarakat luas maupun kepada Allah SWT.
PELUANG DAN TANTANGAN JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA DISRUPTIF 4.0 Zulkarnain
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 10 No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.979 KB)

Abstract

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD IAIN Langsa di masa mendatang tidak akan mampu berkompetisi dalam tataran yang lebih mengglobal tanpa diimbangi dengan strategi komunikasi yang efektif dan transformatif. Memasuki abad ke-21 bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global. Sebagian besar tantangan itu muncul dari proses globalisasi yang terjadi sejak paruhan kedua abad ke-20 dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi. Lebih dari itu juga akan menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur kehidupan bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Memasuki abad baru bangsa Indonesia diperkirakan akan mengalami perubahan-perubahan serba cepat dalam berbagai bidang kehidupan, baik dakwah, sosial, budaya, ekonomi, politik, pendidikan maupun di bidang teknologi.