cover
Contact Name
Muhammad Iqbal
Contact Email
alghazalimuhammad0@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
eduprof.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III –Tuparev-Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduprof : Islamic Education Journal
ISSN : 26565625     EISSN : 27232034     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Eduprof is a scientific publication of research articles from the islamic educational field where every issue has the focus of educational administration, educational management, and educational leadership. Eduprof is issued by the Management of Education Master Degree of IAI Bunga Bangsa Cirebon.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019): Eduprof" : 6 Documents clear
Kontribusi Pendidikan Karakter dalam Sistem Pendidikan Nasional Amin, Arif; Fitri, Vinesha
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.3

Abstract

The integration of national values, norms and culture is an important aspect of the national education system. The creation of a generation that has a strong character as part of the moral characteristics of a nation. The implementation of the curriculum that includes the subjects of Religion and Character Education is actually still minimal in the National education system, but at least education stakeholders can innovate with the existing curriculum, either by integrating it with the curriculum or in other elegant ways that can be applied in educational institutions. The application of concepts that are integrated with education, including with a holistic approach. This paper, although simple, tries to explain the concept of Islamic religious education with a character-oriented holistic approach, explains a new discourse on the practice of holistic character education in early childhood, and as part of an effort to internalize moral values ​​from an early age. Meanwhile, the expected benefits are to be part of a good concrete concept and implementation in an effort to internalize values ​​or characters from an early age. Abstrak Terintegrasinya nilai-nilai, norma dan budaya bangsa merupakan bagian dari aspek penting sistem pendidikan nasional. Terciptanya generasi yang memiliki karakter yang kuat sebagai bagian dari karakteristik bangsa yang bermoral. Penerapan kurikulum yang memasukkan mata pelajaran Pendidikan Agama dan Karakter sejatinya masih minim dalam sistem pendidikan Nasional, namun setidaknya steakholder pendidikan bisa berinovasi dengan kurikulum yang ada, entah dengan mengintegrasikannya dengan kurikulum aatu dengan cara lain yang elegan yang dapat diterapkan di lembaga pendidikan. Penerapan Konsep yang terintegrasi dengan pendidikan diantaranya dengan pendekatan holistik. Tulisan ini walaupun sederhana mencoba Menjelaskan konsep pendidikan agama Islam dengan pendekatan holistik berorientasi karakter, menjelaskan wacana baru akan praktek pendidikan karakter yang holistik pada anak usia dini., dan Sebagai bagian dari wacana upaya internalisasi nilai moral sejak dini. Sedangkan manfaat yang diharapkan adalah manjadi bagian dari konsep dan implementasi nyata yang baik dalam upaya internalisasi nilai atau karakter sejak dini.
Water : islam Norms and Sciences Kamil, Iksan Sahri
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.8

Abstract

Classical Muslim scholars discuss water in an early chapter in their book. This shows how important water is in the attention of Muslims as a basic need that Muslims must know. Water in Islam can be argued in two terms. First, in an ecological perspective, the second is in the perspective of mahdhah rituals. First, the concept of imagining water as the basic condition for life and humans as the caliph of Allah fi al-Ardh. It contains an ecological perspective. And the other is for the ritual conditions in Islamic ethics (ilm al-fiqh). Ilm al-fiqh or Islamic ethics says that water is the basic ingredient for eliminating hadath (the forbidden situation for taking Islamic mahdhah rituals) and cleaning najasat (dirty material in the perspective of sharia). On the other hand, science creates a new way to understand the Koran and al-sunnah as a new interpretation of the Koran, especially in nature and all creation in the universe and ritual activities from the perspective of science. Abstrak Sarjana Muslim klasik membahas air pada bab awal dalam buku mereka. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya air dalam perhatian umat Islam sebagai kebutuhan pokok yang harus diketahui umat Islam. Air dalam Islam bisa diperdebatkan dalam dua istilah. Pertama, dalam perspektif ekologi, kedua dalam perspektif ritual mahdhah. Yang pertama, konsep membayangkan air sebagai kondisi dasar bagi kehidupan dan manusia sebagai khalifah Allah fi al-Ardh. Ini mengandung perspektif ekologi. Dan satunya lagi untuk kondisi ritual dalam etika Islam (ilm al-fiqh). Ilm al-fiqh atau etika Islam mengatakan bahwa air adalah bahan dasar untuk menghilangkan hadath (situasi terlarang untuk mengambil ritual mahdhah Islam) dan membersihkan najasat (bahan kotor dalam perspektif syariah). Di sisi lain, ilmu pengetahuan membuat cara baru untuk memahami Al-quran dan al-sunnah sebagai tafsir baru Al-quran khususnya di alam dan semua ciptaan di alam semesta dan aktivitas ritual dalam perspektif ilmu.
Analisis Nilai-Nilai Humanisme Dalam Islam Amirudin, Amirudin
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.9

Abstract

The debate about the nature of human events has given rise to two major views, namely the viewpoint of science and according to the Koran. This view of science was represented by Robert Charles Darwin, through his theory of evolution. The theory of evolution states that living things, including humans, emerged through a gradual natural selection process ^ so that for some parties, God's role as creator will be disturbed. The theory of evolution's statement about the existence of living things by chance and not having purpose (non-purposive) makes the significance of God for life fade. Living beings will no longer need salvation from God because that religion is no longer needed. According to the Koran, the current generation of humans originated from one figure named Adam. an exception, he comes from the ground. It is explained in QS. 7: 189, 6: 98, QS. 30: 6 and QS. 41: 7-8. The information contained in several verses of the Koran confirms that the earliest humans who were created came from from the ground, while the next generation of humans was created from the essence of the humble water (semen). the breath of Allah SWT's spirit, which is a point of difference compared to other creatures of Allah SWT. Perfection and human excellence is what he finally called the Caliph to prosper the earth and all its contents. Abstrak Perdebatan tentang hakekat kejadian manusia, telah melahirkan dua pandangan besar, yakni pandangan dari ilmu pengetahuan dan menurut Al- quran. Pandangan ilmu pengetahuan diwakili Robert Charles Darwin, melalui teori evolusinya. Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup termasuk rnanusia, muncul melalui proses seleksi alam (natural selection} yang gradual^ sehingga bagi sementara pihak, peran Tuhan sebagai pencipta akan terusik. Pernyataan teori evolusi tersebut tentang keberadaan makhluk hidup secara kebetulan (by chance) dan tidak memiliki tujuan (non purposive} membuat signifikansi Tuhan bagi kehidupan meluntur. Makhluk hidup tidak akan lagi butuh penyelamatan dari Tuhan karena itu agama tidak lagi dibutuhkan. Menurut Al-quran, generasi manusia yang ada sekarang ini berasal dari satu sosok bernama Adam. Penciptaan Adam sendiri merupakan sebuah pengecualian, dia berasal dari tanah. Hal dijelaskan pada QS. 7: 189, 6: 98, QS. 30: 6 dan QS. 41: 7-8. Informasi yang terkandung beberapa ayat Al-quran menegaskan bahwa manusia awal yang diciptakan berasal dari tanah, sementara generasi manusia selanjutnya diciptakan dari saripati air yang hina (air mani). Komposisi penciptaan manusia ini juga dibekali dengan peniupan ruh Allah SWT, yang menjadi titik perbedaan dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT lainnya. Kesempurnaan dan keunggulan manusia inilah yang akhirnya ia dingkat khalifah untuk memakmurkan bumi dan seluruh isinya.
Meningkatkan Kemampuan Kepala Madrasah Aliyah Sewilayah Binaan Dalam Menyusun RKA Melalui Workshop Barnawi, Barnawi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.10

Abstract

The head of madrasah as education manager must be able to prepare RKA to achieve madrasah goals. However, in reality the head of madrasah in the research target area is still unable to prepare the RKA optimally. The purpose of this research is to improve the ability of madrasah principals in the target areas in preparing RKA through workshops. This research is classified as a school action research involving 7 (seven) principals of madrasah in the research target area. The research was conducted in two cycles, each cycle consisting of four stages, namely: planning, acting, observing, and reflecting. The results showed that the classical mean score of madrasah principals in preparing RKA increased from 74.93 in cycle I to 90.07 in cycle II. The percentage of completeness also increased, from 1 person (14.29%) in the first cycle to 7 people (100%) in the second cycle. Thus it can be concluded that the ability of madrasah principals in the target areas in preparing RKA can be improved through workshops. Abstrak Kepala madrasah sebagai pengelola pendidikan harus mampu menyusun RKA untuk mencapai tujuan madrasah. Namun pada kenyataannya kepala madrasah dalam wilayah binaan peneliti masih belum mampu menyusun RKA dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kepala madrasah se wilayah binaan dalam menyusun RKA melalui workshop. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah yang melibatkan 7 (tujuh) kepala madrasah se wilayah binaan peneliti. Penelitian dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata klasikal kepala madrasah dalam menyusun RKA naik dari 74,93 pada siklus I menjadi 90,07 pada siklus II. Persentase ketuntasan juga mengalami kenaikan, yaitu dari 1 orang (14,29%) pada siklus I menjadi 7 orang (100%) pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan kepala madrasah se wilayah binaan dalam menyusun RKA dapat ditingkatkan melalui workshop
Penerapan Model Skrip Kooperatif Dalam Pembelajaran Materi Ketentuan Waris Dalam Islam Basari, Basari
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.11

Abstract

Based on the results of preliminary observations of learning Islamic Religious Education in Class XII TGB 3 SMK Negeri 1 Jamblang, it shows that there are several obstacles in the implementation of teaching and learning activities, namely: less varied learning methods so that students feel bored and bored to learn Islamic Religious Education and learning outcomes are not optimal. This study aims to increase the motivation to learn Islamic Religious Education, in order to be better (maximally), both individually and classically. To achieve this goal, a classroom action research was carried out in Class XII TGB 3 SMK Negeri 1 Jamblang Cirebon Regency in learning PAI on the material "Inheritance in Islam" by applying the Cooperative Script Model, which is based on the principle that teachers teach Islamic Religious Education as a coaching effort, namely students who work in the group are divided into two roles, some are as speakers and some are listeners, and those are listeners in order to listen / correct / show incomplete main ideas, as well as to help, remember / memorize ideas. principal by connecting the previous material or with other material. This classroom action research was conducted in 2 cycles. The results showed that student achievement in Islamic Education subjects, namely: at the beginning it reached an average of 56.84, in Cycle I it increased to an average of 74.47, and in Cycle II there was a significant increase, namely reaching an average of 83 , 03. Abstrak Berdasarkan hasil observasi awal pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XII TGB 3 SMK Negeri 1 Jamblang memperlihatkan adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan KBM, yaitu : metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga siswa merasa jenuh dan bosan untuk belajar Pendidikan Agama Islam dan hasil belajar yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam, agar menjadi lebih baik (maksimal), baik secara individu maupun klasikal. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas di Kelas XII TGB 3 SMK Negeri 1 Jamblang Kabupaten Cirebon dalam pembelajaran PAI pada materi “Ketentuan Waris dalam Islam” dengan menerapkan Model Skrip Kooperatif, yang didasari oleh prinsip bahwa guru mengajarkan Pendidikan Agama Islam sebagai upaya pembinaan, yaitu siswa yang bekerja dalam kelompok tersebut terbagi dua peran, ada yang sebagai pembicara dan ada yang sebagai pendengar, dan yang sebagai pendengar guna untuk menyimak/ mengoreksi/ menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap, serta untuk membantu, mengingat/ menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PAI, yaitu: pada Awal mencapai rata-rata 56,84, pada Siklus I meningkat mencapai rata-rata 74,47, dan pada Siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu mencapai rata-rata 83,03.
Pola dan Model Perubahan Pesantren Mochtar, Affandi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol 1 No 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.13

Abstract

Pesantren are the oldest educational institutions in Indonesia, the bandungan and sorogan systems are classic learning models that were first applied by pesantren before the implementation of madrasi (schools with a tiered system). Historically, Islamic boarding schools have existed in Indonesia for a long time, since they first entered Islam in Indonesia and have become the most important part of the Indonesian nation's struggle against colonialism. In the era of colonialism, pesantren experienced ups and downs in line with the role of the messageren which was considered the power base of the Indonesian nation. However, after the independence of Islamic boarding schools throughout the country, it has grown rapidly, even as an institution it has experienced various innovations that are very encouraging and refreshing the education scene in this country. Pesantren in Indonesia not only preserves its existence as a classic type of education (salaf), but has been biased to adapt and even innovate into a model. and modern educational institutions. Abstrak Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia, sistem bandungan dan sorogan adalah model pembelajaran klasiknyang pertama kali diterapkan oleh pesantren sebelum diterapkannya madrasi (sekolah dengan system berjenjang). Secara histories pesantren telah ada di Indonesia sejka lama, sejak pertama kali masuknua Islam di Indonesia dan menjadi bagain terpenting dari perjuangan bangsa Indonesi dalam melawan kolonialisme. Pada mada kolonialisme pesantren mengalami pasang surut sejalan dengan peran pesanren yang dianggap sebagai basis kekuatan bangsa Indonesia. Namun pasca kemerdekan pesantren di penjuru negri berkembang pesat, bahkan secara kelembagaan mengalami berbagai innovasi yang sangan menggembirakan dan mewarni kancah pendidikan negeri ini.Pesantren di Indonesia tidak saja menjega eksistensinya sebagai pendidikan yang bercorak klasik (salaf), namun telah bias beradaptasi bahkan berinnovasi menjadi model dan lembaga pendidikan modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 6