cover
Contact Name
Haerul Akmal
Contact Email
haerulakmal@unida.gontor.ac.id
Phone
+6282338265493
Journal Mail Official
jurnalcomparativeofsharialaw@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jln Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia (Unversitas Darussalam Gontor, Gd CIES Lt.1)
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal of Indonasian Comaparative of Syariah Law is a journal published by the University of Darussalam Gontor with its focus and scope related to Islamic Law, such as: Islamic and Positive Law Islam and Contemporary Issues Syariah Law
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 34 Documents
مفهوم المكر في إندونيسيا عند فقه السياسة (دراسة تحليلية قرار المحكمة الرقم 38PID.B2011PN.WMN Pasedero, Tirani; Ardini, Yana Elita
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 2, No 2 (2019): Ahkam al Islami
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

???? ?????? ??????? ?????? ?????????? ???????? ??? ?? ????? ???? ?????? ?????. ???? ??????? ????????? ?????? ?? ??????? ?????? ????? ?????????? ???? ????? ???????. ????? ??????? ????? ?? ??????? ??????? ?? ???? ??????????? ????? ?????????? ?? ???? ???? ??????? ??????? ????? ?????? ????? :(Library Research). ??? ????? ?? ??????? ????????38/Pid.B/2011/PN.Wmn.? ???????? ???? ???? ????? ??????? ?? ???? ??????? ??????? ????? ??????????? : 38/Pid.B/2011/PN.Wmn?? ????? ?? ?????? ????? ???? ??????? ??????????? ???? : ) ? 1?? ?? ????? ?????? ????? ???? ?????? ????? ????? ?????????? ????? ??? ????? ??????? ??????? ???? ?? ??? ??????? ????????? ? )2??????????????? ?????? ????? ????? ?? ?????? ?? ????? ??? 8????? ????? ??????????? ?? ??????? ?? ??????? ???? ?? ??? ??????? ?????? ????? ????? ??? ?????.???? ?????? ??????? ?? ????? ??? ?? ?????? ????????? ???????? : ??? ???????? ?????? ??????? ??????? ??????
ANALISIS KIASAN WAKAF TERHADAP WAKAF JIWA DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Lahuri, Setiawan bin; Alaidi, Rima
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 1, No 2 (2018): Comparative of Sharia Law
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.988 KB)

Abstract

Waqf is one of the Islamic organizations that are social,religious worth, and as devotion to God Almighty. Historically,endowments is an instrument Maliyah, which as it pertainedto the teachings of Shariah that is sacred and holy, but theunderstanding and implementation of these endowmentsbelonging to the fiqh (humanitarian efforts); Therefore, it can beunderstood that the practice and realization of the endowmentsare closely related to realistas and interests of people in each ofthe Muslim countries (including Indonesia). Waqf continues todevelop significant paradigm along with adjustments to the rulesthat are ijtihadi and application of endowments in certain areaswith the dimensions of the ever-changing history. One pesantrenin Indonesia has implemented a system of endowments, butin addition to implementing a productive waqf system, theyalso adopted a system that is not a lot of mental endowmentswe have encountered in Indonesia and in various countries.Waqf property type is not only eternal, but many do not know,it kind of waqf property there is impermanent nature, the soul.
TRAFFICKING IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND THE DRAFT CRIMINAL CODE Hafizhah, Azzah
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 2, No 2 (2019): Ahkam al Islami
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTARCTHuman traffcking is a crime that violates human rights. Especially for womenand children that is easy and proftable to be exploited. In this modern era, it is stillcommon crime of human traffcking are where the action is carried out in the formand a new mode increasingly manipulated and structured. Indonesian governmentitself participated in the eradication of this crime, which has been regulated in article297 of the Penal Code and updated in the Draft Bill Draft Article 546 of the CriminalCode. This research aims to fnd out the crime of traffcking is in terms of Islamic lawperspective and the perspective of the Penal Code Bill. Writing research use descriptivequalitative type of method and a comparatif research-analysis that makes comparisonsthe crime of traffcking issues in the perspective of Islamic law and the draft CriminalCode. The results of this paper is the legal conformity of the crime of traffcking in theDraft Bill to the Islamic law in the prosecution and combating such crime. In order tobecome a reference in law enforcement transnational crime, combating and stoppingcrime is not humane.Keywords: Traffcking, the draft Penal Code, Islamic law
تعقيم المرأة الجراحي وفقا للفقه الإسلامي Bakri, wahyudi; Sholehah, Husnul Amalia
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 1, No 2 (2018): Comparative of Sharia Law
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.271 KB)

Abstract

Berkembangnya zaman modern ini menjadikanteknologi semakin maju dan jumlah penduduk yang bertambahbanyak juga. Pemerintah pun menyelenggarakan adanya progra?keluarga berencana untuk mengurangi jumlah penduduk yangada di Indonesia. Adapun cara untuk mengurangi jumlahpenduduk yaitu dengan sterilisasi. Adapun berbagai macamsterilisasi diantaranya tubektomi. Tubektomi merupakankontrasepsi dengan cara membedah rahim dan mengikatatau memotong saluran tuba falopi. Dan telah banyak darimasyarakat menggunakan alat ini akan tetapi bukanlah denganmaksud pengaturan kehamilan maupun kelahiran. Melainkanbanyak dari masyarakat menggunakan alat ini untuk membatasijumlah anak mereka. Karena sebab ekonomi yang kuurang danpendidikan yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalahagar menegtahui bagaimana hukum tubektomi menurutfiqh islam dan pendapat para ulama. Jenis Penelitian iniadalah penelitian Literatur (Literature Research). Pengumpulandata ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Disamping itu, peneliti menggunakan metode dokumen tertulis(documentary method) dalam rangka pengumpulan data yangotentik untuk penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada dasarnya hukum tubektomi haram. Karena halitu menyebabkan kemandulan dan tidak bisa hamil kembali.Namun ada beberapa ulama yang memiliki berbeda pendapat terhadap tubektomi. Ada yang membolehkan dan ada juga yangtidak membolehkan. Suatu hal yang diharamkan akan menjadimubah apabila ada suatu dalil yang merubah hukum tersebut.Demikian pembahasan dari kesimpulan skripsi ini, mungkinmasih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Semogauntuk peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih dalam tentangsterilisasi khususnya tubektomi dari segi yang lain dengan lebihsempurna dan mendalam. Dan semoga penelitian ini dapatberguna dan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya dan untukpembaca pada umunya.Kata kunci: Tubektomi, Keluarga
Hukuman Bagi Peminum Khamr Pada Putusan Pengadilan Negeri Klaten No 148/Pid.C/2018/ PN.Kln Dalam Tinjauan Fiqh Islam (Studi Perbandingan) Herawati, Widya Pipit; Rachmawati, Alfiah
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 3, No 1 (2020): Hukum Syariat
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.619 KB) | DOI: 10.21111/jicl.v3i1.4514

Abstract

AbstrakSaat ini, mungkin banyak orang yang kurang pemahamannya terhadap minumankeras, baik itu dalam hukum positif maupun hukum Islam. Dan budaya meminumminuman keras ini bahkan sudah menjadi gaya hidup masa kini untuk mengikuti trendzaman sekarang, khususnya bagi anak-anak muda yang mengekspresikan kesenangannyadengan minuman keras, bahkan ada juga yang melampiaskan masalahnya denganminuman keras. Sedangkan syariat Islam telah menetapkan ketentuan-ketentuannyadalam fqh jinayat untuk menuntaskan maslah ini. Kemudian Pengadilan Negeri Klatentelah menetapkan hukuman atau sanksi bagi peminum khamr dengan membayar dendaataupun dengan kurungan. Penelitian ini akan mengkaji tentang hukuman bagi peminumkhamr menurut putusan Pengadilan Negeri Klaten No. 148/Pid.C/2018/PN.Kln sertadalam tinjauan hukum Islam. Penelitian ini adalah penelitian perpustakaan (libraryresearch) dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan riset. Sedangkananalisa data menggunakan metode komparatif yaitu perbandingan hukum. Hasil daripenelitian ini meunjukkan bahwa: walaupun syariat Islam atau Fiqh Jinayat tidak mungkindiimplementasikan di daerah Klaten, akan tetapi sesungguhnya para aparat hukumsudah berusaha dan berupaya dalam menegakkan setiap peraturan dan hukum untukmemberantas kasus ini, khususnya Pengadilan Negeri Klaten. Dan mungkin saja setiapusaha mereka bisa meminimalisir tindak pidana ini di daerah itu. Hukum positif dan syariatIslam sudah jelas tidak akan bisa disandingkan, karena dasar dan sumbernya saja sudahberbeda. Meskipun dasar dan teorinya berbeda, akan tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menciptakan lingkungan hidup di masyarakat yang beradab, berakhlaq, dansehat jasmani maupun rohani. Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti memberikan saran,walapun fqh jinayat Islam tidak bisa diterapkan di Indonesia, khususnya di daerah Klaten,akan tetapi para aparat hukum harus mendalami ilmu pidana dalam syariat Islam gunamenaati sayriat Islam, karena sesungguhnya jika tidak bisa untuk melakukan semuanya,maka tidaklah ditinggalkan semuanya, paling tidak sudah berusaha untuk menaatinya.Maka para penegak hukum hendaknya memiliki pengetahuan yang integral antara hukumIslam dan hukum positif. Dan penulis berharap semoga kajian ini menambah khazanahilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi pembaca seluruhnya.Kata Kunci: Khamr, Hukuman Peminum Khamr
عادة مينعكابو عن الورثة في منظور حكم الورثة الإسلامي farwati, Liza; Alamsyah, Muhammad Jabal
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 2, No 2 (2019): Ahkam al Islami
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManusia dengan ftrahnya, akan mengikuti adat atau tradisi sekitarnya sejakdilahirkan. Adat kebiasaan diperbolehkan untuk diikuti selama tidak melanggar syariah Disetiap daerah mempunyai adat yang mempunyai hukum tetap seperti dalam masyarakatMinang Kabau yang mempunyai tradisi adanya harta pusaka tinggi, dan dalam syiarnyabahwa Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah. Syariah datang untuk memenuhikebutuhan akan manfaat. Seharusnya manusia memberlakukan hukum yang telah Allahturunkan dan Allah telah mengharamkan untuk mengikuti yang tidak sesuai dengannya.Harta Pusaka Tinggi adalah setiap harta yang diwarisi secara turun temurun dari nenekmoyang, pengaturan dalam pemakaiannya diserahkan oleh mamak. Harta Pusaka initidak sesuai dengan hukum waris islam disebabkan antara lain sebab waris dalam Islamantara lain pernikahan, namun dalam harta pusaka tinggi suami tidak medapat warisan,dalam hukum waris islam pembagian laki-laki dua kali lipat perempuan sedangkan dalamHarta Pusaka Tinggi laki-laki tidak mendapatkan, pembagian harta waris dalam Islamadanya dengan kadar yang telah ditentukan sedangkan dalam pembagian harta pusakatinggi diatur oleh Mamak.Kata Kunci: Adat, Harta Pusaka Tinggi, Hukum Waris Islam
KONSEP KEDAULATAN DALAM ISLAM PANDANGAN M. NATSIR DAN JIMLY ASH SHIDDIIE Rachmawati, Ria; Setiawan, Muhammad Agus
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 1, No 2 (2018): Comparative of Sharia Law
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.466 KB)

Abstract

Kedaulatan yang berlaku di berbagai pemerintahannegara terus mengalami perkembangan secara signifikan seiringberjalannya isu-isu yang ada tidak ubahnya apa yang terjadi didalam pemerintahan Indonesia. Semuanya tercermin di dalamUUD 1945, konsep Kedaulatan secara tegas dirumuskan dalampasal 1 ayat (2) yang menyatakan : ?Kedaulatan adalah di tanganrakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis PermusyawaratanRakyat. Setelah amandemen berubah menjadi: Kedaulatanberada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-UndangDasar, yang mana dalam sejarah Pemerintahan Indonesia untukpertama kalinya menjalankan dan melaksanakan kedaulatandengan pemilu serentak 2019. Tanda lain selang dua tahunsetelah Rasulullah Hijrah ia mengumumkan peraturan danhubungan antar kelompok masyarakat yang hidup di Madinah,pengumuman ini dikenal dengan Piagam Madinah, Piagam iniadalah bentuk upaya Rasulullah dalam mengenalkan kedaulatanyang terbuka, bebas (bidang agama, politik, ekonomi) yangbertanggung jawab secara sosial tanpa harus mengesampingkanSyariat agama Islam.
تقديم المصلحة على نصوص الشريعة عند نجم الدين الطوفي Kamaluddin, Imam; Jauhari, Dwi Langgeng
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 2, No 1 (2019): Pandangan Hukum Dalam Fiqih Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan pengutaman maslahat atas nash ini muncul untuk pertama kalinyaoleh seorang ulama? pada pertengahan abad ke VII yaitu Najmuddin At-Thuf yangberpendapat bahwa masalahat lebih kuat daripada dalil syar?i. Penelitian ini bertujuanuntuk: Menunjukkan aturan-aturan dalam penggunaan maslahat yang sudah banyakdisepakati oleh ulama? terdahulu ataupun masa kini. Menungkap teori maslahat yangdibawa oleh Najmuddin At-Thuf. Mengkritisi beberapa kesalahan dalam teorinya danbeberapa dalil yang dikemukakan oleh Najmuddin At-Thuf yang cenderung menyelisihipara ulama? mu?tabar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsinya iniadalah jenis penelitian kepustakaan atau penelitian literatur. Penelitian ini menunjukkanbahwa maslahat boleh digunakan sebagai dalil dalam agama Islam dengan syarat harusmelihat aturan-aturan ataupun batasan-batasan yang sudah banyak disepakati olehulama? sejak periode salaf hingga masa kini. Sedangkan Najmuddin At-Thuf yang hiduppada masa abad ketujuh dan kedelapan adalah seorang pencinta ilmu banyak menimbailmu di berbagai negara, dialah orang yang pertama kali mengemukaan bahwa jika adadalil syar?i maupun ijma? yang bertentangan dengan maslahat maka maslahat lebihdiutamakan. Meskipun Najmuddin At-Thuf memberikan beberapa aturan dalam teorimaslahatnya tetapi teorinya terlalu liberal sehingga banyak dari ulama? yang menentangkonsep maslahatnya. Disamping konsep maslahatnya itu liberal dan berani sehinggabanyak ditentang, terdapat juga beberapa kerancuan dalam konsepnya dimana antarasatu pernyataan tidak konsisten dengan pernyataan yang lainnya, dan yang membuatkelemahan teori Thuf juga adalah tidak adanya contoh satupun dimana dalil syar?ibertentangan dengan maslahat, sehingga teori ini hanyalah teori yang tidak dapatdibuktikan secara nyata. Maka dari itu, umat islam pada zaman ini harus berhati-hatidengan konsep-konsep liberal yang seolah-seolah membangun agama tetapi sejatinyamenghancurkan agama.Kata Kunci: Maslahat, At-Thuf, Liberal, Syubhat Thuf.
تبديل قلب الميت في منظور حكم الإسلام Munaya, Aufi; Bakrie, Wahyudi
Journal of Indonesian Comparative of Law Vol 2, No 2 (2019): Ahkam al Islami
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTeknologi mewujudkan pengobatan dengan transplantasi, yang disebut jugapemindahan organ ataupun jaringan tubuh pada pasien, pada poin ini diperlukannyaperaturan yang komperhensif. Transplantasi jantung dengan donor hidup tidakdiperbolehkan. Namun, jika donor diambil dari mayat tidak akan membawa akibatburuk untuk donor. Sedang kita diharuskan menjaga kehormatan mayat dan tidak bolehmelukainya.Penelitian ini merupakan studi pustaka (Library Reseach). Dengan teknikanalisa peneliti menggunakan metode deduksi. (Deductive Method). Dalam hukum islamsetiap hukum yang ada mengandung maqasid syar?iah. Maqasid syari?ah bertujuan untukmenjauhkan diri dari kerusakan dan bahaya, serta di dalam hukum islam mempunyaipengeculian dalam penerapannya. Jika manusia dalam keadaan terpaksa dan hal yangdilarang mempunyai kepentingan untuk dilakukan, maka hal ini termasuk hukum terpaksa.Dari pada itu Islam memperbolehkan memakan bangkai jika dalam keadaan terpaksa.Maka pengobatan dengan tubuh mayat tidak dilarang dalam Islam karena mempunyaimaksud untuk menolong dan menyelamatkan diri seseorang dari bahaya. Hal ini dapatdiukur dari kepentingan dan bahaya yang akan datang dari penyakit jantung serta dampakyang akan terjadi pada pendonor atau mayat. Maka dalam penerapan transplantasi jantungmayat diperlukan beberapa syarat agar tidak bertolak belakang dengan maqasid syari?ahdan hukum yang ada.Kata kunci : Transplantasi, maqasid syari?ah, dharar, dharurat.
ولاء النصرة في المنظور الإسلامي دراسة تحليلية عن مجموعة الأحكام الإسلامية المادة 58 Arif, Ahmad; Muhtarom, Muhtarom
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 3, No 1 (2020): Hukum Syariat
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.468 KB) | DOI: 10.21111/jicl.v3i1.4515

Abstract

AbstrakHukum pewarisan Islam ditetapkan atas dasar kaidah-kaidah tertentu antaralain adalah orang yang peringkat hubungan kekeluargaannya terdekat dengan pihakyang meninggal dunia, ia menghajb orang yang peringkat hubungan kekeluargaannyalebih jauh dari pihak yang meninggal dunia, seperti halnya anak pada derajat pertamadan anak dari anak pada derajat kedua, dalam hal ini wafat seorang ayah meninggalkananak dan cucu, maka dalam keadaan ini anak mewarisi sedangkan cucu tidak, karenaderajat anak lebih dekat dengan pihak yang meninggal dunia. Adapun dalam konsepahli waris pengganti menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 185, Ahli waris penggantimenjadi ahli waris karena orang tuanya yang berhak mewaris meninggal lebih dahuludari pada si pewaris. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang ketentuan konsepahli waris pengganti dalam kompilasi hukum Islam pasal 185 dan posisinya menurutkaidah kewarisan Islam. Penelitian Ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatanlibrary reasearch. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menganalisiscontent pasal tersebut dan posisinya dalam Fiqih kewarisan Islam. Hasil yang diperoleh(1) Hukum kewarisan Ahli waris pengganti tidak pernah ditemukan baik melalui nashAl-Qur’an ataupun dalam literatur Fiqh Islam Akan tetapi syari’at Islam telah memberisolusi terhadap perkara tersebut dengan wasiat wajibah, ataupun ketika pada pembagianHarta kepada ahli waris yang berhak memberi mereka yang hadir pada saat pembagianbaik dalam bentuk hadiah atau hibah, selanjutnya agar ditetapkannya undang-undangNafaqoh dalam Islam. (2) Bahwa Ketentuan ahli waris pengganti yang terdapat dalamKompilasi Hukum Islam Pasal 185 berisikan Ahli waris yang meninggal lebih dahulu daripada pewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, dengan syarat bagian bagi ahli waris pengganti tidak boleh melebihi bagian ahli waris yang sederajat denganyang diganti. Pasal tersebut terdapat pembatasan melalui rapat kerja Nasional MahkamahAgung Republik Indonesia menentukan bahwa Ahli Waris Pengganti sebenarnya terbatashanya sampai dengan cucu saja.Kata Kunci: Ilmu waris, Kompilasi Hukum Islam, Ahli waris pengganti,Wasiat wajibah.

Page 1 of 4 | Total Record : 34