cover
Contact Name
Paulus Klau Tahuk
Contact Email
paulklau@yahoo.co.id
Phone
+6281339364460
Journal Mail Official
jstpt.unimor2019@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor Jln. El Tari, Km-9, Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Tropical Animal Science and Technology
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 2685452X     DOI : https://doi.org/10.32938/jtast.v1i1.290
Core Subject : Agriculture,
Focus dan scope Journal of Tropical Animal Science and Technology mencakup berbagai keilmuan yang berhubungan dengan ternak sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kuda, dan unggas. Artikel yang dapat diterbitkan oleh JTAST meliputi sistem produksi ternak potong dan unggas, genetika dan pemuliaan ternak, fisiologi dan reproduksi ternak, nutrisi dan teknologi makanan ternak, teknologi hasil ternak, bioteknologi ternak, tingkah laku dan kesejahteraan ternak, lingkungan hewan, serta sosiol ekonomi peternakan.
Articles 26 Documents
RESPONS FISIOLOGIS INDUK KAMBING PERANAKAN ETAWAH BUNTING TERHADAP SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) DAN ZN BIKOMPLEKS Noach, Yacob Robert; Handayani, Heroini Titi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.496 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.290

Abstract

Tujuan penelitian  untuk mengetahui respon  fisiologis induk kambing Peranakan Etawah (PE) bunting yang disuplementasi dengan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dan Zn Biokompleks. Materi yang digunakan adalah 16  induk PE awal kebuntingan bulan ketiga dengan  rerata berat badan awal   38 ± 2,3 kg.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah R0: pakan pola peternak (hijauan lamtoro + konsentrat 0,5 kg); R1: pakan pola peternak + tepung daun katuk 77,5g; R2: R1 + Zn biokompleks 1,03g/kg konsentrat; dan R3: R1 + Zn biokompleks 2,06g/kg konsentrat. Variabel yang diteliti mencakup laju respirasi, laju pulsus dan temperatur rektal, menggunakan metode konvensional. Data terkumpul ditabulasi lalu dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap laju respirasi dan tidak nyata (P>0,05) terhadap laju pulsus dan temperatur rektal. Rerata laju respirasi R0 ? R3 adalah 58,21;59,88; 61,80 dan 63,31 dengusan/menit. Rerata laju pulsus R0 ? R3 adalah 79,0; 79,85;81,1 dan 82,1 denyutan/menit. Rerata temperatur rektal  R0 ? R3 adalah 38,3; 37,55; 38,27 dan 38,36oC. Disimpulkan  bahwa suplementasi tepung daun katuk dan Zn iokompleks pada pakan pola peternak memberikan perubahan siginifikan terhadap kenaikan lajur respirasi  induk kambing PE bunting..
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG TEPUNG DAUN KELOR DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP PENGGUNAAN NITROGEN KAMBING LOKAL Enawati, L. S.; Kleden, Markus M.; Robo, Marfandi M.
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.019 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan konsentrat yang mengandung tepung daun kelor terhadap konsumsi protein, kecernaan protein serta konsentrasi amonia rumen pada ternak kambing. Diterapkan pada 12 ekor ternak kambing lokal jantan dengan rerata BB. 14,35kg (kv. 16,29%). Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi: K1: Konsentrat tanpa penggunaan tepung daun kelor; Konsentrat dengan penambahan tepung daun kelor 10 %; K3: Konsentrat dengan penggunaan tepung daun kelor20 %; dan K4: Konsentrat dengan penggunaan tepung daun kelor 30%. Variabel yang ditetapkan adalah konsumsi dan kecernaan protein kasar serta konsentrasi NH3 rumen. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein (g/ekor/hari) dan kecernaan protein kasar (%) tertinggi pada perlakuan K4: 36.37 dan 72.01, kemudian diikuti K3: 35.81 da. 71.93; K2: 35.06 dan 69.85 serta K1: 31.99 dan 59.91. Konsentrasi NH3 (mM) rumen tertinggi juga ditempati oleh K4: 19.77 diikuti; K3: 18.24 ; K2: 16.48 dan K1: 11.16. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh tidak nyata (p>0.05) terhadap konsumsi dan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap  koefisien cerna protein kasar serta NH3 rumen. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun kelor sebagai komponen penyusun konsentrat hingga level 30 % dapat digunakan untuk pakan ternak kambing lokal guna meningkatkan konsumsi dan kecernaan nutrien ternak serta penyediaan NH3 rumen.
MORFOLOGI USUS AYAM KAMPUNG UMUR 20 MINGGU YANG DISUPLEMENTASI DL-METIONIN DAN L-LISIN HCL DALAM PAKAN Lisnahan, Charles V; Wihandoyo, Wihandoyo; Zuprizal, Zuprizal; Harimurti, Sri
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.047 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui morfologi usus ayam kampung umur 20 minggu yang disuplementasi dl-metionin dan l-lisin HCl pada pakan standar kafetaria. Sebanyak 128 ekor ayam kampung umur 14 minggu dibagi dalam 4 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing 8 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah T0 (pakan berdasarkan standar kafetaria); T1 (pakan dengan standar protein menurut NRC; T2 (pakan kafetaria dengan suplementasi dl-metionin 0,09% dan l-lisin HCl 0,19%); T3 (pakan kafetaria dengan penambahan metionin 0,19% dan lisin 0,42%). Parameter yang diamati adalah tinggi vili, kedalaman kripta dan lebar vili duodenum, jejunum dan ileum usus ayam kampung. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rata-rata tinggi vili duodenum masing-masing untuk T0, T1, T2 dan T3 adalah 863,03; 1237,85; 1171,60 dan 1261,15 µm, kedalaman kripta 212,70; 192,08; 210,25 dan 251,85 µm, lebar vili 168,74; 168,53; 213,61 dan 188,60 µm. Pada jejunum, tinggi vili 1381,48; 1088,70; 1072,68 dan 1383,15 µm, kedalaman kripta 272,05; 261,83; 225,00 dan 205,65 µm, lebar vili 188,28; 166,41; 216,26 dan 182,95 µm. Ileum, tinggi vili 798,03; 863,35; 882,88 dan 828,70 µm, kedalaman kripta 199,58; 199,58; 154,68 dan 145,78 µm dan lebar vili 181,13; 154,55; 201,25 dan 175,65 µm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa suplementasi dl-metionin dan l-lisin HCl dalam pakan tidak mempengaruhi ukuran morfologi usus ayam kampung umur 20 minggu.  
POTENSI HIJAUAN DI AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PERUSAHAAN, KELOMPOK TANI DAN PERKEBUNAN RAKYAT SEBAGAI TANAMAN PAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Mudhita, Ida Ketut; Badrun, Badrun
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.541 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.298

Abstract

Sistem integrasi merupakan usaha industri perkebunan kelapa sawit yang dikombinasikan dengan usaha peternakan sapi atau lebih dikenal dangan sistem integrasi sawit sapi.  Sistem ini memanfaatkan limbah kebun kelapa sawit dan limbah hasil ikutan pengolahan buah kelapa sawit sebagai pakan ternak sapi potong.  Hijauan antara pohon kelapa sawit berupa tanaman penutup tanah dan beberapa jenis gulma merupakan hijauan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak sapi potong.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hijauan di lahan perkebunan kelapa sawit dari segi produksi hijauan dan kandungan nutrienya.  Pengambilan sampel dilakukan di perkebunan kelapa sawit  milik perusahaan, kelompok tani dan perkebunan rakyat di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat.  Sampel hijauan diambil di  perkebunan kelapa sawit dalam 1 hektar dan setiap hektar diambil sebanyak 6 titik dengan menggunakan ubinan ukuran 1 x1 m secara acak terarah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produksi hijauan perkebunan kelompok tani  lebih dominan yaitu: 3.882,4 kg/ha bahan kering, dari produksi hijauan perkebunan rakyat sebesar 1.877,8 kg/ha bahan kering (BK) dan perkebunan perusahaan yaitu 1.337,9 kg/ha BK.  Kandungan nutrien hijauan terutama protein kasar tertinggi terdapat di perkebunan perusahaan yaitu sebesar 19,91% kemudian kelompok tani 12,52% dan perkebunan rakyat sebesar 5,33%, sedangkan serat kasar dengan nilai tinggi terdapat di perkebunan rakyat diikuti perusahaan kemudian kelompok tani dengan masing-masing sebesar 39,92%, 33,92% dan 31,22%.  Dari penelitian ini disimpulkan bahwa hijauan di bawah tanaman utama perkebunan kelapa sawit di perusahaan, kelompok tani dan perkebunan rakyat memiliki potensi yang baik sebagai pakan hijauan untuk ternak sapi potong dengan nilai nutrien terbaik pada perkebunan milik perusahaan.
PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA PAKAN SUMBER ENERGI TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAGING KAMBING KACANG JANTAN YANG DIGEMUKKAN Rika, Dominggas N.; Tahuk, Paulus Klau; Kia, Kristoforus W.
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.835 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.299

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia daging kambing kacang jantan yang diberi pakan sumber energi berbeda. Ternak yang digunakan adalah kambing Kacang jantan sebanyak 12 ekor dengan rata-rata berat badan awal  11,77 kg, denagn kisaran umur 6 sampai 12 bulan sesuai  estimasi gigi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan adalah T0 = 80% Rumput Alam + 20% Leucaena leucocephala; T1 = 50% rumput alam + 20% Leucaena leucocephala + 30% jagung; T2 = 50% rumput alam + 20% Leucaena leucocephala + 30% dedak padi dan  T3 = 50% Rumput alam + 20% Leucaena leucocephala + 30% gaplek.Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kandungan protein daging, lemak daging, kadar air dan kolagen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein daging kambing kacang jantan yang mendapat perlakuan T1 lebih tinggi (P<0,05) dari ternak yang memperoleh perlakuan T0; sedangkan ternak yang mendapat perlakuan T0, T2 dan T3 kandungan protein dagingnya relatif sama. Sebaliknya, kandungan lemak daging, kolagen dan kadar air daging relatif sama di antara perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan jagung giling sebagai sumber energi pada ternak kambing kacang dapat meningkatkan kandungan protein daging. Namun demikian, kandungan lemak, kolagen, dan kadar air daging belum menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara perlakuan.
KUALITAS DENDENG GILING AYAM AFKIR YANG DIBERI CAMPURAN JANTUNG PISANG DAN KELAPA PARUT Harry, Susana Serlince; Sabtu, Bastari; Malelak, Gemini E.M
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.947 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v1i1.300

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jantung pisang dan kelapa parut dalam pengolahan dendeng ayam petelur afkir.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dikenakan adalah: D0: daging ayam afkir saja ( control); D1: daging ayam afkir dengan penambahan jantung pisang 20% (w/w) dan  kelapa parut 10% (w/w); D2: daging ayam afkir dengan penambahan jantung pisang 15% (w/w) dan kelapa parut 15% (w/w); D3: daging ayam afkir dengan penambahan jantung pisang 10% (w/w) dan kelapa parut 20% (w/w). Variabel yang diukur adalah: aroma, warna, rasa, kadar air, kadar lemak dan protein.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aroma, kadar air, lemak dan protein.  Sedangkan warna dan rasa tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan jantung pisang dan kelapa parut menyebabkan skor aroma  dendeng giling ayam petelur afkir menurun tetapi tidak menurunkan skor warna dan skor rasa dendeng giling ayam petelur afkir.  Penambahan level jantung pisang yang lebih banyak dari kelapa parut menyebabkan kadar air dendeng ayam petelur afkir meningkat dan sebaliknya, sedangkan penambahan level kelapa parut yang lebih banyak dari jantung pisang menyebabkan kadar lemak meningkat tetapi menurunkan  kadar protein.
THE BOBY DIMENSIONS OF LOCAL CHICKENS AT THE PULLET PHASE AFTER L-THREONINE AND L-TRYPTOPHAN SUPPLEMENT IN FED Lisnahan, Charles Venirius; Nahak, Oktovianus Rafael; Abi, Aurelia
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.998 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v2i1.581

Abstract

ABSTRACT               The purpose of this experiment was to know the body dimensions of Kampong chickens at the pullet phase after l-threonine and l-tryptophan supplement in the feed. This experiment was conducted in Kelurahan Sasi and the Laboratory of Agricultural Faculty, University of Timor, Kefamenanu from July 2019 to September 2019. The experiment used 96 fourteen-week kampong chickens, was designed with a Completely Randomized Design, consisting of 4 treatments and 4 replications. The dietary treatments were T0 (control feed), T1 (supplementation of 0.15% l-threonine and 0.06% l-tryptophan), T2 (supplementation of 0.37% l-threonine and 0.11% l-tryptophan), and T3 (supplementation of 0.50% l-threonine and 0.15% l-tryptophan). The variables measured were body weight, chest circle, sternum length, wing length, back length, femur, tibia, and shank circle. Data obtained was analyzed by analysis of variance and Duncan?s test. The result showed that the bodyweight of T0, T1, T2, and T3 were 1542.83±10.54, 1600.03±1.82, 1638.49±14.97, and 1716.85±23.84 g/bird, respectively. The chest circle, wing length, back length, sternum length, femur, tibia, circle and length of shank were  26.20±1.87, 26.38±0.47, 28.63±2.21, and 29.83±1.83 cm/bird; 17.78±1.00, 17.98±0.36, 18.75±0.95, and 19.85±1.63 cm/bird; 15.75±0.64, 16.50±1.08, 18.50±0.57, and 18.38±0.85 cm/bird; 12.93±1.77, 13.75±1.19, 13.88±0.85, and 14.73±0.48 cm/bird; 10.50±0.70, 10.93±1.20, 10.95±0.10, and 11.73±0.73 g/bird; 10.70±0.50, 11.10±0.89, 12.23±0.58, and 12.15±0.57 cm/bird; 4.23±0.05, 4.20±0.21, 4.23±0.22, and 4.40±0.20 cm/bird; and 8.90±0.11; 8.88±0.47; 9.13±0.62, and 10.38±0.62 cm/bird, respectively. Statistical analysis showed that levels of l-threonine and l-tryptophan significantly affected body weight, chest circle, sternum length, wing length, and back length (P<0,05). It was concluded that supplementation with 0.50% l-threonine and 0.15% l-tryptophan to the diet increases the body dimensions kampong chickens at the pullet phase.
THE EFFECT OF L-LYSINE HCL SUPPLEMENTATION ON THE BODY WEIGHT GAIN, FEED CONSUMPTION AND FEED EFFICIENCY OF BROILERS Foni, Agustina; Lisnahan, Charles Venirius; Nahak, Oktovianus Rafael
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.946 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v2i2.582

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of l-lysine supplementation in feed on the body weight gain, feed consumption, and feed efficiency of broilers. The experiment was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Study Program, Agriculture Faculty, University of Timor, Kefamenanu from December 2019 to January 2020. This study used 80 day-old chicks (DOC) broilers. The method used is a Completely Randomized Design with four treatments and four replications. The treatments give were: T0 (control feed), T1 (control feed + 0.35% l-lysine), T2 (control feed + 0.70% l-lysine), T3 (control feed + 1.00% l -lysine). Data were processed using Variance Analysis, and Duncan test. The results of the statistical analysis showed that the supplementation of l-lysine in the feed had a significant effect on weight gain, feed consumption, and feed efficiency (P<0.05). It was concluded that supplementation of 0.70% l-lysine HCl in feed gave optimum results to weight gain, feed consumption, and feed efficiency of broilers.
THE EFFECT OF DL-METHIONINE SUPPLEMENTATION ON BODY WEIGHT GAIN, FEED CONSUMPTION AND FEED EFFICIENCY OF BROILERS Son, Deddyano Kandido; Lisnahan, Charles Venirius; Nahak, Oktovianus Rafael
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.971 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v2i2.583

Abstract

The purpose of this experiment was to know the effect of dl-methionine supplementation in feed on the body weight gain, feed consumption, and feed efficiency of broilers. The experiment was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Study Program, Agricultural Faculty, University of Timor, Kefamenanu from December 2019 to January 2020. The experiment used 80 fourteen-day broilers. The method used in this research was an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments given were: T0 (control feed), T1 (T0 + 0.30% dl-methionine), T2 (T0 + 0.50% dl-methionine), and T3 (T0 + 0.70% dl-methionine). The variables observed were body weight gain, feed consumption, and feed efficiency. The results of the experiment showed that the treatment significantly affected the body weight gain, feed consumption, and feed efficiency of broilers (P<0.05). It was concluded that commercial feed supplemented with dl-methionine by 0.70% increased the growth performance of broilers.
THE EFFECT USING DIFFERENT TYPES OF FORAGE FOR THE MAKING COMPLITE SILAGE TO NUTRIENT CONTENT PRODUCED Bira, Gerson Frans; Tahuk, Paulus Klau; Seran, Trifobertus
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.786 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v2i1.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi silase komplit yang dibuat dari jenis hijauan berbeda. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Timor dan  laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan : T1 : Rumput Alam 45% +  Lamtoro 20% + Jagung 25% + bran pollard 10%, T2 : Sorghum  45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + bran pollard 10%, T3 : Rumput Raja 45% + Lamtoro 20% + Jagung 25% + bran pollard 10%. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan sidik ragam sesuai Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil peneltian menunjukkan bahwa penggunaan jenis hijauan berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan nutrisi silase komplit. Disimpulkan bahwa Disimpulkan bahwa silase komplit dengan bahan dasar hijauan sorgum (T2) nyata lebih tinggi dalam menghasilkan kandungan nutrisi dibanding rumput alam (T1) dan rumput raja (T3) yakni BK 94,89%, BO 88,14%, PK 13,81%, LK 7,29%, SK 14,86%, BETN 52,16% dengan gross energy dan EM sebesar 17,43 Mj/Kg BK, 4151,66 Kkal/Kg BK dan 3382,52 Kkal/Kg BK

Page 1 of 3 | Total Record : 26