cover
Contact Name
Ahmad Andry B
Contact Email
andry.ukan@gmail.com
Phone
+6282264964597
Journal Mail Official
jurnalbkpi@gmail.com
Editorial Address
JURNAL KONSELING PENDIDIKAN ISLAM Office: IAI AL-Khairat Pamekasan, Jl Raya Palduding No 2 Pamekasan, Madura
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JKPI
ISSN : 26559692     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JKPI (Jurnal Konseling Pendidikan Islam), merupakan jurnal memuat kajian-kajian studi ilmiah tentang: 1) Bimbingan dan konseling, psikologi, dan dunia pendidikan. 2) Problem Solving, bidang konseptual dan metodologis yang berkaitan dengan bimbingan dan konseling, psikologi pendidikan dan pendidikan secara umum. 3) Media Bimbingan dan Konseling. 4) Manajemen Bimbingan dan Konseling. 5) Cyber Counseling. 6) Konseling Multikultural, dan/atau 7) Kajian teori tentang bimbingan dan konseling, psikologi pendidikan dan dunia pendidikan.
Articles 24 Documents
PREFERENSI ORANG TUA DALAM MEMILIH PONDOK PESANTREN SEBAGAI TEMPAT PENDIDIKAN BAGI ANAK Syaiful, Syaiful
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.31 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.27

Abstract

Setiap awal tahun ajaran baru, sudah menjadi kegiatan rutin lembaga pendidikan membuat branding dan ikon yang marketable untuk memikat para orang tua dalam memilih lembaga pendidikan sebagai tempat belajar bagi anak. Pada umumnya lembaga pendidikan menampakkan berbagai sisi positif yang dimiliki, seperti halnya ketersediaan fasilitas gedung dan profesionalisme pengajar serta keberhasilan para alumni yang sukses dengan salah satu bidang pekerjaan. Keadaan tersebut bertolak belakang dengan apa yang terjadi di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, lembaga pendidikan ini tidak pernah mempromosikan alumninya yang sukses baik dalam dunia praktis dan pragmatis, meskipun demikian tidak sedikit para orang tua memilih pondok pesantren tersebut sebagai tempat pendidikan bagi anaknya. Berbalik antara data dan fakta maka penelitian ini mencoba mengkaji preferensi orang tua dalam memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan bagi anak. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus penelitian ini mencoba mengkaji lebih dalam tentang persepsi para orang tua terhadap pondok pesantren serta faktor yang mempengaruhi para orang tua dalam memilih pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan sebagai tempat pendidikan bagi anak. Hasil penelitian menunjukkan, para orang tua memiliki persepsi bahwa sistem pondok dipandang sebagai sesuatu yang strategis, berjalan di atas nilai yang hidup pada jiwa kiyai, ustadz, dan santri yang digerakkan oleh nilai keikhlasan dan semangat pengabdian. Adapun yang menjadi faktor pendorong para orang tua memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan bagi anak adalah ingin mendalami ilmu agama. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, yaitu peralihan orientasi kerja dari yang berorientasi kapital menuju kepada nilai spiritual. Pilihan sikap ini bagian dari aktualisasi diri para wali yang memiliki kematangan jiwa yang telah bergeser dari materi menuju meta-motivation.
PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA DALAM KELUARGA DI DESA MEKARWANGI KECAMATAN CISAUK, TANGERANG Wiwi Cahya Ningsih; Bela, Sinta; Ika
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v2i1.31

Abstract

The position of morals in human life occupies a very important place, because whether an individual or a society is bad or bad depends on how good they are. Moral education in the family is carried out with examples and examples from parents. The behavior and manners of people in the social relationship between mother and father, the treatment of parents towards their children, and the treatment of parents towards other people in the family and community circles will be role models for children. So the child's moral education begins with the education provided by both parents, because the child will imitate the behavior of his parents. If the parents exemplify good behavior, then the child will be good, but on the contrary, if the parents do not reflect good morals, how will they provide good moral education to their children. This study aims to describe how the moral education of adolescents in the family in Kandang Village, Mekarwangi Village RT 04 RW 02 Cisauk Tangerang. Through a phenomenological approach with this qualitative type, it tries to examine more deeply the application of adolescent moral education in families in Mekarwangi village. Research results The results showed that parents in Mekarwangi village have been carried out well, it can be seen from the role of parents as the main mentors who have to teach about morals, so that teenagers will get used to good morals, habituation to adolescents, provide examples. firstly to adolescents also advise children to continue to behave in a moral way. The conclusion is that the moral education of adolescents in the family in Mekarwangi Village RT 04/02 has been carried out well, this can be seen from the parents who have applied morals towards the family, especially for their children. And parents provide good teaching and examples to their children.
INTROSPEKSI DIRI PADA GELANDANGAN DAN PENGEMIS MELALUI KONSELING LOGOTERAPI Mirsanti, Nining; Jayanti, Nurani
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.362 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.26

Abstract

Gepeng (gelandangan dan pengemis) merupakan fenomena yang menjadi perhatian di setiap daerah perkotaan di seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Yogyakarta, karena beberapa kerugian yang ditimbulkan dan menghasilkan sebuah pemandangan yang tidak nyaman untuk dilihat. Banyaknya gepeng di daerah Yogyakarta menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota dalam memberikan penanganan yang sesuai terutama bagi balai rehabilitasi, khususnya Balai Rehabilitasi Bina Karya dan Karya. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran konseling logoterapi melalui komunikasi transendental pada gepeng yang ada di BRSBKL Yogyakarta dalam membantu proses introspeksi diri yang dilakukan oleh mahasiswa magang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bersifat deskriptif. Informan dalam penelitan ini adalah mahasiswa magang sebagai konselor, gepeng sebagai klien dan pekerja sosial sebagai pamong. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara semiterstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang terjadi dalam diri klien: 1) mengakui segala kesalahan yang pernah dilakukan kepada ibunya dan ingin meminta maaf, 2) kesadaran tentang diri meningkat dan merasa lebih dekat dengan Tuhan, 3) lebih semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan motivasi meningkat.
ETIKA TERHADAP PENGEMIS DALAM PERSPEKTIF TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER Kuswandi, Iwan
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.578 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.25

Abstract

Selama ini, fenomena pengemis banyak dibahas dari sisi orang yang melakukan tindakan mengemis. Sangat jarang kajian tentang bagaimana seharusnya orang lain bersikap terhadap para pengemis tersebut. Dalam tulisan ini, bertujuan untuk mengidentifikasi tentang makna pengemis dalam perspektif al-Qur’an, dan ingin memahami bagaimana kedudukan pengemis dalam al-Qur’an, serta ingin mendeskripsikan etika orang lain terhadap pengemis dalam perspektif al-Qur’an. Tulisan ini menggunakan metode maudu’i, dengan metode analisis yang digunakan adalah metode muqarrin, dalam hal ini membandingkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits dan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat. Kesimpulan tulisan ini sebagai berikut: Pertama, pengemis dalam al-Qur’an dinamakan as-Sail. Kata as-Sail di dalam al-Qur’an, bukan hanya memiliki makna meminta harta, namun juga peminta ilmu pengetahuan. Kedua, peminta (pengemis) di dalam al-Qur’an memiliki hak untuk mendapat zakat dan hal selain zakat, seperti sedekah. Sedangkan untuk peminta ilmu pengetahuan dan ilmu agama, ada beberapa ahli tafsir yang menghukumi fardhu kifayah untuk memenuhi permintaan tersebut. Ketiga, etika terhadap pengemis, tidak boleh membentaknya (tanhar). Kata tanhar ini di al-Qur’an juga terdapat pada larangan membentak orang tua. Beberapa mufassir, menafsirkan kata tanhar terhadap pengemis ini, tidak boleh menghardik, atau ada juga yang menjelaskan agar menyakiti perasaan pengemis.
PERAN PEREMPUAN SEBAGAI GARDA TERDEPAN DALAM KELUARGA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DITENGAH PANDEMI COVID 19 Aisyatin Kamila
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.959 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.21

Abstract

Peran ibu merupakan hal sangat penting dalam proses belajar anak selama di rumah. Mengigat sistem pembelajaran yang dilakukan ini adalah secara online karena wabah covid 19, Maka peran ibu perlu di maksimalkan demi efekivias belajar anak selama di rumah. Terlebih dalam meningktakan motivasi belajar pada anak. Karena Motivasi dalam kaitannya dengan belajar adalah dorongan, keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan yang ada dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi tentu sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar.
KONSELING TRAUMATIK BERBASIS NILAI-NILAI RELIGIUS Fithriyah, Imaniyatul; Lathifah , Maghfirotul
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.699 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.24

Abstract

Kondisi trauma seringkali dialami oleh individu yang memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan di masa lalu, adapun dampak dari kondisi ini sangat mengganggu psikologis individu saat ini ataupun di masa mendatang. Individu akan mencoba menghindari kejadian yang mengingatkannya kembali terhadap peristiwa yang pernah dialaminya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui model konseling traumatik berbasis nilai-nilai religius yang islami. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dapat digunakan sebagai tahapan dalam melaksanakan konseling traumatik. Adapun nilai-nilai religius yang bisa digunakan antara lain 1) bertawakkal kepada Allah SWT, 2) melakukan shalat, 3) berzikir, 4) meningkatkan kesabaran, 5) selalu Bersyukur. Penelitian ini diharapkan menambah ragam konseling yang bisa digunakan oleh konselor untuk membantu konseli yang mengalami trauma dengan meningkatkan nilai-nilai religius yang sudah ada di dalam dirinya.
PENGEMBANGAN PANDUAN PERMAINAN TRADISIONAL BENTENG UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SDN LAWANGAN DAYA PAMEKASAN Ziyadul Haq Annajih,; Sa’idah, Ishlakhatus
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.025 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan permainan tradisional benteng sebagai media dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Pengembangan panduan permainan tradisional benteng sebagai media untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa, peneliti menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan R&D (research and development) Borg & Gall. Efektifitas produk panduan permainan benteng berdasarkan kesesuaian produk terhadap karakteristik pengguna, yaitusiswa kelas VI SD dan juga kesesuaian produk dengan indikator perkembangan kecerdasan emosional siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan sebelum dan sesudah menggunakan panduan permainan tradisional benteng. Hasil uji keefektifan produk panduan permainan tradisional benteng adalah nilai t hitung > t tabel (4.827 > 2.160) sehingga penggunaan produk panduan permainan tradisional benteng efektif dalam meningkatkan kecerdasan emosional.
KUALITAS PELAYANAN PEMBINAAN LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA TERHADAP KEPUTUSAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENGGUNAKAN JASA KONSELING PADA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER (MDMC) KABUPATEN PAMEKASAN ***) Fajar, Surahman
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.075 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i1.9

Abstract

Abstract: The context of the problem in this study about “Quality of disastermanagement counseling service for education unit toward decision to usecounseling service of Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)Pamekasan Regency”. The result of this research by using multiple linearanalyzing show that quality of counseling service for education unit that consistof Reliability X1, Responsiveness X2, Assurance X3, Empaty X4, dan Tangible X5has effect toward decision of education unit in using counseling service ofMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pamekasan Regency. Keywords: Quality of Disaster Management Counseling Service for EducationUnit, Decision to Use Counseling Service of Muhammadiyah DisasterManagement Center (MDMC) Pamekasan Regency
PERAN KONSELOR DALAM PENANAMAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI BAGI SISWA SMPN 5 KEPANJEN Abdi S, Fairus
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.503 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i1.7

Abstract

Abstract: Corruption comes from the Latin "corruputio" or "corruptus" meaning damage or corruption (Samidan, 2011). Meaning of the word corruption is corruption, literally, malice, depravity, dishonesty, can be bribed, immoral, deviations from the Holiness (Karsona, 2013). Corruption may be defined as a misappropriation or misuse of State money and private for personal benefit or others. The Act of corruption can also damage a country in terms of economy and education. Corruption in Indonesia is already very worrying, and needs to be eradicated altogether, during the handling of the corruption eradication more done in the form of repressive actions, namely the Act provides punishment by holding the corruptor. Other strategies in the fight against corruption, one of them with preventive action or prevention of the occurrence of corruption, this action which is considered the most effective way to prevent the occurrence of corruption, namely through education pathways. This type of research is a case study, Bungin (2003) describes research case study is a study that is comprehensive, intensive, detailed and insightful as well as more directed in an effort to elucidate the issues or phenomena the contemporary nature and immediacy. Anti-corruption education modules can be delivered through the role of the Counselor/teacher BK through granting information services by delivering anti-corruption education values for students of JUNIOR HIGH SCHOOL. Anti-corruption education could be developed back-related media provided against the students. Keywords: Anti-corruption Education, Counselors, Students
COPING MECHANISM PADA PESERTA DIDIK SD (STUDI KASUS DI SD ISLAM TERPADU MUTIARA HATI MALANG) A, Budianto
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.525 KB) | DOI: 10.32806/jkpi.v1i1.6

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to find the causes of coping habits in students, theoretically coping is divided into two namely problem solving focused coping and emotional focused coping, individuals using problem solving focused coping when individuals face problems that they think can be controlled such as problems -problems related to school or work while the use of emotional focused coping when individuals are faced with problems that he thinks are difficult to control. The research method used is a case study and research site at SDIT Mutiara Hati Malang, where conclusions or results from this study are students at SDIT Mutiara Hati often complain because the pattern of educating teachers in schools who do not dare to give punishment is because they are afraid to complain by the guardian of the student, and the pattern of educating parents who often indulge as if there is homework from the school students in doing homework are often assisted by parents. Keywords: Coping Mechanism, Students, Elementary School

Page 1 of 3 | Total Record : 24