cover
Contact Name
muhammad Iqbal
Contact Email
edubase.bbc@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
edubase.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III –Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
EduBase : Journal of Basic Education
ISSN : -     EISSN : 27221520     DOI : 10.47453
Core Subject : Education,
EduBase merupakan salah satu portal jurnal yang menyajikan hasil penelitian ilmiah lapangan maupun non lapangan di lingkup pendidikan dasar yang dilakukan oleh praktisi pendidikan seperti guru, dosen, professor maupun mahasiswa. Hasil penelitian ilmiah yang dibahas terkait dengan kajian strategi, model, metode, media, bahan dan sumber pembelajaran serta manajemen sekolah di ranah pendidikan sekolah dasar. Jurnal EduBase terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Penerapan Lesson Studi Melalui Pelatihan Pola In-On-In dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pada Madrasah Ibtidaiyah Durahman, Durahman
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.240

Abstract

Improving the quality of education can be started by improving the quality of teachers in teaching and professional behavior. Teacher upgrading and training is one form of the effort. The teacher coaching model to achieve the quality of learning in school is Lesson Study. Lesson Study is a "model of professional educator development through collaborative and sustainable learning learning based on the principles of collegality and mutual learning to build learning communities". The in-on-in training of lesson study implementation for madrasah ibtidaiyah teachers in the ministry of religion is an effort to improve the professionalism of madrasah teachers in managing learning. The training participants consisted of 30 madrasah ibtidaiyah teachers formed in 6 (six) groups according to grade level to carry out lesson study activities, among others: planning (plan), implement (do), and reflect (see). The final conclusion of the training participants increased their understanding of lesson study as an effort to improve the quality of learning. Abstrak Peningkatan mutu pendidikan dapat dimulai dengan meningkatkan mutu guru dalam mengajar dan berprilaku professional. Penataran dan pelatihan guru salah satu bentuk dari upaya tersebut. Model pembinaan guru untuk mencapai kualitas pembelajaran di sekolah adalah Lesson Study. Lesson Study adalah ”model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar”. Pelatihan in-on-in implementasi lesson study bagi guru madrasah ibtidaiyah di lingkungan kementerian agama adalah upaya meningkatkan profesionalitas guru madrasah dalam mengelola pembelajaran. Peserta pelatihan terdiri dari 30 orang guru madrasah ibtidaiyah dibentuk dalam 6 (enam) kelompok sesuai tingkatan kelas melaksanakan kegiatan lesson study antara lain : merencanakan (plan), melaksanakan (do), dan mereflekasi (see). Simpulan akhir peserta pelatihan meningkat pemahamannya terhadap lesson study sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
Pengaruh Ice Breaking Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas III Sekolah Dasar Islam Terpadu Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon Khoerunisa, Tiyara; Amirudin, Amirudin
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 1 (2020): Edubase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i1.47

Abstract

This study refers to the lack of student learning motivation in science subjects. This is due to the lack of interesting teacher innovations in learning, so students easily feel bored while learning. Ice breaking is a simple, lightweight and concise activity that functions to change the composition of freezing, rigidity, boredom or drowsiness in learning so that it can build an atmosphere of learning that is full of enthusiasm and fun. This research uses a quantitative approach with a correlational method. The population used is class III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon, which amounted to 23 students. Sampling is done by population research techniques which are used if the subject is less than 100. Statistical data analysis used is the Person Product Moment Correlation Test (PPM). The conclusions of this study are: 1) The application of Ice Breaking in natural science subjects obtained 90% the results of the questionnaire recapitulation means that the application of Ice Breaking is included in the excellent category. 2) Student learning motivation in science subjects in Class III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon obtained 86% (very high). In this study, there is a significant influence of the application of Ice Breaking in Natural Sciences as indicated by the results of the correlation analysis of 0.65% with the level of strong relationship and hypothesis testing obtained by tcount of 3, while ttable () so as to reject Ho and Ha accepted. Keywords: Effect of Ice Breakin; Student Learning Motivation; Sains Abstrak Penelitian ini mengacu pada kurangnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Hal ini disebabkan guru kurang membarikan inovasi yang menarik dalam pembelajaran, sehingga siswa mudah merasa bosan saat belajar. Ice breaking merupakan kegiatan sederhana, ringan dan ringkas yang berfungsi untuk mengubah susunan kebekuan, kekakuan, rasa bosan atau mengantuk dalam pembelajaran sehingga bisa membangun suasana belajar yang penuh semangat dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi yang digunakan yaitu kelas III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon yang berjumlah 23 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik penelitian populasi merupakan teknik yang digunakan bila subjeknya kurang dari 100. Analisis data statistik yang digunakan yakni uji korelasi Person Product Moment (PPM).Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Penerapan Ice Breaking pada mata pelajaran IPA diperoleh 90% dari hasil rekapitulasi angket artinya penerapan Ice Breaking termasuk dalam kategori sangat baik. 2) Motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di Kelas III SDIT Nuurusshiddiiq Kedawung Cirebon diperoleh 86% (sangat tinggi). Dalam penelitian ini, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan Ice Breaking pada mata pelajaran IPA yang ditunjukkan dengan hasil analisis korelasi sebesar 0,65% dengan tingkat hubungan kuat dan uji hipotesis diperoleh harga thitung sebesar 3, sedangkan ttabel () sehingga dengan demikian tolak Ho dan Ha diterima. Kata kunci : Pengaruh Ice Breaking; Motivasi Belajar Siswa; IPA
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Berbasis Etnosains untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Sari, Susi Purnama; Mapuah, Siti; Sunaryo, Ivandha
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.284

Abstract

This research refers to the lack of students' critical thinking skills in science subjects. This is caused by passive teacher learning because it still dominates learning activities and the lack of students paying attention to the environment in socio-culture. Peethnoscience learning teaches science which is contained in local wisdom in society, in this case, learning about local culture can improve students' critical thinking skills. It will need ethnoscience directly could observing learning about the culture as a learning environment in the learning process in elementary schools, so that students can identify scientific problems and explain phenomena scientifically. This research aims to analyze about important role of ethnoscience-based Natural Science learning to develop the thinking skills of elementary school students. Type the research method used was the literature review method (literature review). Data collection techniques in this study are from various sources, namely articles and scientific journals that come from google scholar and Scopus. The conclusion of this study ethnoscience-based learning encourages students to think critically through mental activity, it's using ethnoscience-based science learning that can support students to develop abilities in response to information received by considering all aspects related to that information. Abstrak Penelitian ini merujuk pada kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA. Hal tersebut disebabkan oleh pembelajaran guru yang pasif karena masih mendominasi kegitan pembelajaran dan kurangnya siswa dalam memperhatikan lingkungan pada sosial budaya. Pembelajaran etnosains mengajarkan Ilmu Pengetahuan yang didalamnya terkandung pada kearifan lokal di masyarakat,dalam hal ini pembelajaran tentang budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Maka diperlukannya etnosains yang secara langsung dapat mengamati pembelajaran tentang budaya sebagai lingkungan belajar dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, agar siswa dapat mengidentifikasi masalah keilmuan dan menjelaskan fenomena secara ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tentang pentingnya peranan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berbasis etnosains untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa sekolah dasar. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan pustaka (literature review). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berbagai sumber yaitu artikel dan jurnal ilmiah yang berasal dari google scholar dan scopus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis etnosains mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui aktivitas mental, oleh karena itu penggunaan pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat mendukung siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam menanggapi informasi yang diterima dengan mempertimbangkan semua aspek yang berkaitan dengan informasi tersebut.
Pengembangan Media Video Animasi Zepeto untuk Materi Metamorfosis Kupu-Kupu untuk SD/MI Impronah, Iim; Batubara, Hamdan Husein
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 2 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i2.392

Abstract

This research was conducted due to the lack of media that used in science learning metamorphosis material in MI/SD, usually the teacher only explained the metamorphosis of a butterfly by drawing it on the blackboard or students were told to listen in the science textbook provided. Therefone, researcher had the initiative to provide new learning, of course, which can be carried out online or offline learning. Researcher developed learning media in the form of two-dimensional animated videos made from a combination of zepeto and kinemaster applications. The researcher used the R&D step. The object of this research was in 3rd grade of MI/SD. The results of this study were to describe what concepts were in making animated video learning media with the zepeto application used for butterfly metamorphosis shows an increase with the results of the percentage of material and media experts being 86 % then the percentage of users or students 96.5 %, so it can be concluded that animated video media is effective in learning metamorphosis. Abstrak Penelitian ini dilakukan karena kurangnya media yang digunakan dalam pembelajaran IPA materi metamorfosis di MI/SD, biasanya guru hanya menjelaskan metamorfosis kupu-kupu dengan cara digambar di papan tulis atau siswa disuruh menyimak di buku ajar IPA yang sudah disediakan. Oleh karena itu peneliti mempunyai inisiatif untuk memberikan pembelajaran yang baru tentunya yang bisa di laksanakan secara online maupun offline. Peneliti mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi dua dimensi yang dibuat dari perpaduan aplikasi zepeto dan kinemaster. Langkah penelitian ini menggunakan langkah R&D. Obyek penelitian ini dilakukan pada kelas III MI/SD . Adapun hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep-konsep apa saja dalam pembuatan media pembelajaran video animasi dengan aplikasi zepeto yang digunakan untuk materi IPA Metamorfosis kupu-kupu di kelas III MI/SD. Langkah-langkah penelitianya meliputi mengidentifikasi media yang telah ada, observasi lapangan, studi literature, pengembangan produk, validasi ahli, revisi video, uji coba produk, finalisasi produk hingga produk akhir. Tetapi dalam penelitian ini ada beberapa campuran atau adaptasi dari langkah-langkah penelitian pokok yang dicampur dengan langkah penelitian dari Arief S, (2010) yang isinya meliputi menganalisis kebutuhan dan karakter siswa, menentukan tujuan intruksional pembelajaran, merumuskan materi pembelajaran, mengembangkan alat pengukuran keberhasilan, praproduksi, adan produksi. Presentase kelulusan siswa pada pembelajaran media video animasi materi metamorfosis kupu-kupu menunjukan peningkatan dengan hasil presentase para ahli materi dan media 86% kemudian hasil presentase pengguna atau siswa 96,5 %, sehingga dapat disimpulkan bawasannya media video animasi lebih efektif digunakan dalam pembelajaran metamorphosis
Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation pada Mata Pelajaran IPS Di Sekolah Dasar Damayanti, Indani; Winarsih, Murni; Deasyanti, Deasyanti
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 1 (2020): Edubase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i1.41

Abstract

This study aims to improve students' critical thinking skills in social science subjects in fifth grade students of SDN Majalengka Kulon I through the cooperative learning model type of group investigation. This study uses an action research method using the Kemmis and Mc.Taggart model which consists of four stages, namely, planning, action, observation and reflection which is carried out for two cycles. Data collection techniques using field notes, documentation, observation of teacher activities and observation of student activities, tests and non-tests. The subjects in this study were fifth grade students of SDN Majalengka Kulon I. The results showed an increase in critical thinking skills. This is evidenced by the average percentage of students in the first cycle of action that is 69.9%. Teacher activities according to the steps of this method reached 67.5% and student activities reached 65%. An increase in the second cycle reached 88% of teacher activity according to the steps of this method reached 90% and student activity reached 87.5%. The implication of this research is a group investigation cooperative learning model to improve critical thinking skills. In the teaching material theme 5 is proud as Indonesia. The results of this study indicate an increase in students' critical thinking skills through the cooperative learning model group investigation type. Keywords: Critical Thinking Ability;Model Group Investigation ; Action Research. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada siswa kelas V SDN Majalengka Kulon I melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan selama dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, dokumentasi, observasi aktivitas guru dan observasi aktivitas siswa, tes dan non tes. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Majalengka Kulon I. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata presentase siswa pada tindakan siklus I yaitu 69,9 %. Aktivitas guru sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 67,5% dan aktivitas siswa mencapai 65%. Mengalami peningkatan pada siklus ke II mencapai 88% aktivitas guru sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 90% dan aktivitas siswa mencapai 87,5%. Implikasi dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Pada meteri ajar tema 5 bangga sebagai Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis; Model Group Investigation ;Penelitian Tindakan.
Media Engklek Gunung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Payaman Annur, Mia Novita; Sumarwiyah, Sumarwiyah; Purbasari, Imaniar
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 2 (2020): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i2.134

Abstract

The purpose of this research is to improve the students learning outcomes by the applying EKU media in fifth grade students of the SDN 1 Payaman Kudus in a academy year 2019/2020. The approachment of this research is classroom action research wich consist of two cycles. Each cycle consists of two confluence and four phase, they are: planning, action implementation, observation, and reflection. the subject and data resources were teacher and students which consists of 29 students. The data collection techniques used interview, observation, documentation and test. The validaty data techniques used Expert Judgement. The resech data analysis used quantitative and qualitative. The result of this research show that the student learning outcomes improved in each cycle. Percentage of classical students learning outcome the percentage of classical completeness in outcomes learning social knowledge scincence in the first cycle 44,82% with an average 64,82 and in cycle 82,76% with an average 82,58. In Indoneisan in the first cycle 58,62% with an average 70,51 and the second cycle 75,87% with an average 83,63. While in the outcomes of student learning in the aspect of skills in the first gained 55,34% and increased in the second with 78,20%. Based on the research result, it can be concluded that the application of EKU media can to improve students learning outcomes in fifth grade students of the SDN 1 Payaman Kudus in a academy year 2019/2020. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media Engklek Gunung (EKU) pada siswa kelas V SDN 1 Payaman Kudus tahun ajaran 2019/2020. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dan sumber data adalah guru dan siswa yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik uji validasi data yang digunakan adalah Expert Judgement. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya. Persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa aspek pengetahuan IPS pada siklus I 44,82% dengan nilai rata-rata 64,82 dan pada siklus II 82,76% dengan rata-rata 82,58. Pada Bahasa Indonesia pada siklus I 58,62% dengan rata-rata 70,51 dan pada siklus II 75,87% dengan rata-rata 83,63. Sedangkan pada hasil belajar siswa aspek keterampilan pada siklus I memperoleh 55,34% dan mengalami peningkatan pada siklus II 78,20%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penerapan model EKU dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V SDN 1 Payaman tahun ajaran 2019/2020.
Pengaruh Metode Role playing untuk Meningkatkan Motivasi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di MI Annidhomiyah Astanajapura Somantri, Somantri; Zaeni, M.
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.319

Abstract

This study uses correlation research. The research approach used is a quantitative approach. The low student motivation is due to the unattractive use of the learning method causing the students to be overwhelmed by feelings of boredom and boredom, so that what the teacher says is not paid attention. The role playing method has a relationship with student learning motivation. This method is when the learning process without a good role playing method, learning will not be effective and will not foster student motivation to the fullest. To test the hypothesis, testing was carried out by calculating t from the tcount of 5,334 which was then consulted with ttable 2.030, then tcount 5.334 ≥ ttable 2.030, which means that the relationship that occurs between variable X (role playing method) and variable Y (student learning motivation) is a relationship significant. Thus it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the role playing method with student learning motivation at MI Annidhomiyah Japura Kidul. Abstrak Penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan tidak menariknya cara penggunaan metode pembelajaran menyebabkan para siswa diliputi oleh rasa bosen dan jenuh, sehingga apa yang guru sampaikan tidak diperhatikan. Metode role playing mempunyai hubungan terhadap motivasi belajar siswa. Metode ini saat proses pembelajaran tanpa metode role playing yang baik, pembelajaran tidak akan bisa efektif dan tidak menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan maksimal. Untuk uji hipotesis maka dilakukan pengujian dengan penghitungan thitungdari hasil penghitungan thitung 5,334 yang kemudian dikonsultasikan dengan ttabel 2,030 maka thitung 5,334 ≥ ttabel 2,030, yang artinya bahwa hubungan yang terjadi antara variabel X ( Metode role playing) dengan variabel Y ( motivasi belajar siswa ) adalah hubungan yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan dari Metode role plyaing deangan motivasi belajar siswa di MI Annidhomiyah Japura Kidul
Pembelajaran Berbicara di Kelas IV Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Dalam Jaringan Pada Masa Pandemic Covid 19 Alfiawati, Riska
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 2 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i2.448

Abstract

This research is motivated by the low speaking skills of fourth grade students. The subjects of this study were fourth grade students of SDN 1 Durian Umbrella, totaling 31 students. This research was conducted using a classroom action research model with a John Elliot model research design consisting of 3 cycles and each cycle consisting of 3 actions. Based on the results of the study, it can be concluded that in improving speaking skills in grade IV elementary school, you can use online learning by using a zoom meeting platform. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas IV. Subjek penelitin ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Durian payung yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian Tindakan kelas dengan desain penelitian model John Elliot yang terdiri dari 3 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 3 tindakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan berbicara di kelas IV Sekolah dasar dapat dengan menggunakan pembelajaran dalam jaringan dengan menggunakan platform zoom meeting.
Upaya Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 1 Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Kartika, Ika; Purwati, Ratna
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 1 (2020): Edubase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i1.46

Abstract

The low interest in reading our society greatly affects the quality of the Indonesian nation, because with the low interest in reading it cannot know and follow the development of science and information in the world. With the library, it can give students an "opiate taste" and bring about new habits, namely reading. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The research location which is the main focus in collecting data is SD Negeri 1 in Pamengkang village, located in Mundu District, Cirebon Regency. Primary data is data obtained directly from informants such as school principals, teachers, students, and library staff. Secondary data used such as school archives, and other documents that can support the completeness of primary data. Data collection techniques is a way that researchers do in obtaining data. As for this study researchers used observation, interview and documentation techniques. Analysis of the data used is data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of the study show that the Utilization of School Libraries in Increasing Interest in Reading in SDN 1 Pamengkang, Mundu District, Cirebon Regency has carried out several efforts, but it has not yet run as expected, due to several factors, namely the state of the library, both from collections, facilities, and also not having librarians, so the library walk improperly following the existing path. Keywords: utilization; library; interest in reading Abstrak Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca maka tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia. Dengan adanya perpustakaan dapat memberikan “rasa candu” pada peserta didik dan memunculkan new habits yakni membaca. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yang menjadi fokus utama dalam mengumpulkan data adalah di SD Negeri 1 di desa Pamengkang yang terletak di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari informan seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan tenaga perpustakaan. Data sekunder yang digunakan seperti seperti arsip-arsip sekolah, serta dokumen lainnya yang dapat menunjang kelengkapan dari data primer. Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti dalam memperoleh data. Adapun dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan Upaya Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca di SDN 1 Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon sudah menjalankan beberapa upaya akan tetapi belum berjalan sesuai harapan, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu keadaan perpustakan baik dari koleksi, sarana, dan juga belum mempunyai pustakawan sehingga perpustakaan berjalan seadanya mengikuti alur yang ada. Kata Kunci: pemanfaatan; perpustakaan; minat baca
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Zat dan Perubahannya dengan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Kaliwulu Kecamatan Plered Shulkhah, Shulkhah; Lusiani, Lusiani; Febriyansyah, Febriyansyah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.122

Abstract

The effectiveness of learning that boils down to mastery of learning material to the maximum in children is more determined by the ability of teachers to package a learning activity. If all teachers realize that meaningful learning processes and optimal results affect the ability of children to deal with problems in the future, then every time a teacher plans to prepare a lesson plan will try to create a scenario that can arouse student motivation. The purpose of this paper is "To find out the increase in student learning outcomes in matter substances and their changes through the experimental method". Research uses classroom action research through the preparatory stage, compiling an action plan and a class action research plan held in the Natural Sciences learning process. Data collection techniques that researchers do in class action research is to use test techniques and observation techniques. The data used to measure learning outcomes on subject matter and their changes through the experimental method are data from the results of the first cycle test, and the second cycle. The results of these tests are numbers, then the data analysis used is qualitative data, and the observational data as quantitative data. The data is used by researchers to determine the success of learning the first cycle and second cycle. The results of the study are that: Obtaining the value of the percentage of students in learning cycle 1 of 61.86% According to the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 70, the results of improvement in learning cycle 1 need to be followed up by carrying out activities to improve learning cycle 2. Students feel happy in participating in learning activities , so that students 'mastery of the material increases, as evidenced by the increase in teacher activity reaching 88.75% (very good), the motivation of students to participate in learning reached 96% (excellent) and the acquisition of the percentage of students' value in improving learning cycle 3 is 81.86%. Thus, learning science with material substances and their changes is said to have succeeded in mastering the material. The use of experimental methods is proven to be able to improve students' ability to improve science learning outcomes on the subject matter of matter and its changes. The acquisition of student grades above the minimum completeness criteria is 70. Abstrak Efektifitas pembelajaran yang bermuara pada penguasaan materi pembelajaran secara maksimal pada anak lebih banyak ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengemas sebuah aktivitas pembelajaran. Jika semua guru menyadari bahwa proses pembelajaran yang bermakna dan hasil yang optimal berpengaruh pada kemampuan anak menghadapi masalah di masa depan, maka sudah seharusnya setiap kali mempersiapkan sebuah rencana pembelajaran guru akan berusaha menciptakan sebuah skenario yang mampu membangkitkan motivasi siswa.Tujuan penulisan ini adalah “Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam materi zat dan perubahannya melalui metode eksperimen”.Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas melalui tahap persiapan, menyusun rencana tindakan dan rencana penelitian tindakan kelas yang diselenggarakan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan pada Penelitian tindakan kelas yaitu dengan menggunakan teknik tes dan teknik observasi. Data yang digunakan untuk mengukur hasil belajar terhadap materi pokok zat dan perubahannya melalui metode eksperimen adalah data dari hasil tes siklus pertama, dan siklus kedua. Hasil tes tersebut adalah angka, maka analisa data yang digunakan adalah data kualitatif, dan data hasil observasi/pengamatan sebagai data kuantitatif. Data tersebut digunakan peneliti untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian adalah bahwa: Perolehan nilai prosentase siswa pada pembelajaran siklus 1 sebesar 61,86% Sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70 maka hasil perbaikan pembelajaran siklus 1 perlu ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus 2.Siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga penguasaan siswa pada materi meningkat, terbukti dengan meningkatnya aktivitas guru mencapai 88,75% (baik sekali), motivasi siswa mengikuti pembelajaran mencapai 96% (baik sekali) dan perolehan prosentasi nilai siswa pada perbaikan pembelajaran siklus 3 yaitu 81,86%. Dengan demikian, pembelajaran IPA dengan materi zat dan perubahannya dinyatakan telah berhasil menguasai materi. Penggunaan metode eksperimen terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pokok zat dan perubahannya. Adapun perolehan nilai siswa di atas standar kriteria ketuntasan minimal yaitu 70.

Page 1 of 3 | Total Record : 29