cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitrianifitri240@gmail.com
Phone
+6285242096399
Journal Mail Official
jurnalalqalamiaimsinjai@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sultan Hasanuddin, No. 20, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan
ISSN : 18584152     EISSN : 27155684     DOI : https://doi.org/10.47435/al-qalam.v1i1.52
Core Subject : Religion,
Jurnal Al Qalam memuat tulisan berupa naskah laporan penelitian, kajian ilmiah pendidikan agama Islam serta kajian pendidikan lainya. Jurnal ini merupakan jurnal yang dikelola ole prodi Pendidikan Agama Islam yang bekerja sama oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 98 Documents
PENELITIAN PERSAMBUNGAN SANAD HADIS firdaus, Firdaus
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 7 No 1 (2015): Volume 7 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v7i1.179

Abstract

Berdasarkan kesepakatan ulama kritikus hadis bahwa criteria suatu hadis dengan kualitas shahih adalah : 1) persambungan sanad; 2) seluruh periwatnya bersifat adil; 3) seluruh periwayatnya bersifat dhabith; 4) terhindar dari syadz; dan 5) terhindar dari ‘illat. Pada setiap unsur tersebut memilki kaidah tersendiri. Pembahasan utama dalam tulisan ini mengacu kepada kaidah pertama yaitu tentang persambungan sanad. Hasil kajian menunjukkan, Hadis-hadis yang memiliki sanad bersambung biasa diistilahkan dengan hadis muttashil atau musnad. Untuk mengetahui bersambung atau terputusnya sanad dalam suatu hadis, ada beberapa langkah-langkah yang dapat ditempuh yaitu: 1) mencatat seleuruh nama periwayat dalam sanad hadis; 2) menelusuri sejarah, kualitas pribadi dan kapasitas intelektual masing-masing periwayat; dan 3) meneliti shighat al-tahammul wa al-ada’ yang menghubungkan antar periwayat hadis dalam satu sanad.
PEMBELAJARAN PAI DALAM KERANGKA PENDIDIKAN NILAI Rahman, Hardianto
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 7 No 1 (2015): Volume 7 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v7i1.180

Abstract

Pendidikan nilai pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia, membentuk generasi bangsa yang lebih unggul dan berkepribadian humanis, intelektual dan spiritual, pada realitasnya kini pendidikan belum dapat dimaksimalkan peranannya dalam membentuk nilai peserta didik tersebut, pengaruh negatif lingkungan serta kemajuan globalisasi turut menggeser kadar nilai peserta didik dari waktu kewaktu sehingga degradasi moral pun kian tak terbendung, penyakit sosial yang kian hari mewarnai dunia pendidikan dan lingkup suatu masyarakat. Maka pendidikan nilai disini sangat urgen diperlukan sebagai langkah terdepan dalam membawa kondisi generasi bangsa kearah yang lebih bernilai dan berkarakter. Pendidikan Islam yang didalamnya mengandung unsur kegiatan pembelajaran PAI merupakan mata pelajaran yang sangat mendominasi dalam pembentukan nilai ilahiyah. Pembelajaran PAI merupakan kegiatan pembelajaran yang lebih menekankan pada arah pembentukan kepribadian peserta didik melalui ranah psikomotorik, kognitif maupun afektif, sehingga pembelajaran PAI dianggap berpotensi dalam kerangka pendidikan nilai bagi peserta didik.
PERAN REINFORCEMENT DALAM PENDIDIKAN bu suri, suriati
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 6 No 2 (2014): Volume 6 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v6i2.174

Abstract

Reinforcement diartikan sebagai pengurangan terhadap kebutuhan biologis yang dihubungkan dengan teori pengurangan kebutuhan oleh Hull. Namun dalam pengertian yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari, reinforcement diartikan “hadiah” yang dapat memperkuat tingkah laku organisme. Akan tetapi kajian-kajian psikologi terutama bila dihubungkan dengan Skiner, Dimyati Mahmud menjelaskan bahwa reinforcement merupakan suatu tipe konsekuensi yang memiliki efek memperkuat tingkah laku berikutnya, sehingga tingkah laku yang diikuti oleh reinforcement akan diulang-ulang pada waktu-waktu yang akan datang. Begutupula dengan Nana Sudjana yang menjelaskan bahwa reinforcement merupakan stimulus yang mengikuti respon dan yang memperkuat atau memuaskan kemungkinan respon.Pemberian hadiah dalam proses belajar mengajar sebagai reinforcement positif sangat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Namun lebih lanjut dikatakan bahwa pemberian hadiah yang diberikan terlalu sering akan kehilangan maknanya sebagai hadiah. Malahan pada waktu si anak itu telah nyata budi pekerti yang baik dan perbuatan yang terpuji, maka seyogyanya ia dihargai, dibalas dengan sesuatu yang menggembirakan dan dipuji di hadapan orang banyak (diberikan hadiah)
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL pala, sudirman; Rahman, Hardianto; Kadir, Muhammad
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.370

Abstract

Pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, khususnya yang ada pada siswa seperti keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan, umur, dll. Karena itulah yang terpenting dalam pendidikan multikultural adalah seorang guru atau dosen tidak hanya dituntut untuk menguasai dan mampu secara profesional mengajarkan mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan. Lebih dari itu, seorang pendidik juga harus mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif pada siswa. Pada gilirannya, out-put yang dihasilkan dari sekolah/ universitas tidak hanya cakap sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan para pemeluk agama dan kepercayaan lain. Konsep pendidikan Paulo Freire dalam ruang pembelajaran atau interaksi belajar mengajar adalah Paulo Freire sama sekali tidak menginginkan ada perbedaan atau pengklasifikasian status sosial yang akhirnya kemudian memunculkan kaum dominan dan yang didominan yang besar kemungkinan akan melahirkan sebuah konflik. Jika dikotomi angtara mengajar dengan belajar sampai menyebabkan pihak mengajar tidak mau belajar dari peserta didik yang diajarnya, berarti sebuah ideology dominasi mulai tumbuh. Paulo Freire hadir membawa misi pendidikan kritis namun disisi lain, Paulo Freire tidak akan lupa akan pentinya sebuah perbedaan dan perbedaan itu harus saling menghargai, dan saling memahami. Akhirnya penulis perpendapat inilah salah satu bentuk konsep pendidikan multicultural menurut Paulo Freire.
UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM DERADIKALISASI RADIKALISME STUDI KASUS “KEBERADAAN KELOMPOK ISIS TAHUN 2019” Hamidiyah, Athiyatul; Ningsih, Vevis Hikmawati; Adi, Depict Pristine
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya pemerintah Indonesia dalam deradikalisasi radikalisme dengan studi kasus keberadaan kelompok ISIS tahun 2019. Dalam artikel ini membahas tentang upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memberantas radikalisme yang dilakukan oleh kelompok radikal melalui deradikalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka (Library Research) dengan penyajian data secara deskriptif. Studi pustaka yang dimaksud pada penelitian ini adalah dengan megumpulkan data dari lapangan (Perpustakaan) seperti buku, jurnal, laporan hasil penelitian, website dan lain sebagainya yang memiliki informasi relevan dengan topik penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam deradikalisasi radikalisme yang dilakukan oleh kelompok ISIS. Dalam menangani radikalisme, pemerintah membentuk Badan Nasional Penanggulanngan Terorisme (BNPT). Salah satu program BNPT dalam menangani radikalisme yaitu dengan deradikalisasi. Program deradikalisasi, dibedakan kedalam dua jenis. Yang pertama adalah program deradikalisasi diluar lapas, dan yang kedua adalah program deradikalisasi yang dijalankan di dalam lapas. Pemerintah juga melakukan upaya lain dalam melindungi seluruh elemen masyarakat dan fasilitas public yaitu dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder, menyusun database dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem keamanan serta sosialisasi sistem keamanan. BNPT juga bekerjasama dengan lembaga, organisasi, tokoh dan juga pihak luar, diantaranya BIN, Densus AT 88, serta melakukan kerjasama bilateral dengan negara-negara dunia dalam menangani radikalisme yang ada di Indonesia.
PENGARUH KEKERASAN RUMAH TANGGA TERHADAP KEPRIBADIAN DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH SONGING Nur, Taufiq; Ar, Amran
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.368

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kekerasan rumah tangga terhadap kepribadian dan prestasi peserta didik menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei untuk penjelasan. Hasil penelitian disimpulkan pertama terdapat pengaruh antara kekerasan rumah tangga dengan kepribadian peserta didik dimana r hitung lebih besar dari r tabel (rh > rt ) maka Ha diterima, dengan demikian hasil dari 0,601 itu signifikan baik pada taraf 5% mauun 1%. Kedua terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kekerasan rumah tangga dengan prestasi peserta dimana r hitung lebih besar dari r tabel baik pada pada taraf kesalahan 5% (0.374). dan 1% (0.478), sedangkan untuk r hitung adalah 0,567 signifikan baik pada taraf 5% mauun 1%. Ketiga terdapat pengaruh kekerasan rumah tangga dengan kepribadian dan prestasi peserta didik dimana nilai korelasi ganda (R) adalah 3,252 > 0,308 hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kekerasan rumah tangga terhadap kepribadian dan prestasi peserta didik di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Songing.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK SD INTEGRAL RAHMATULLAH TOLITOLI Abrar, Andi Muhammad
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kompetensi Pedagogik guru pendidikan agama Islam (PAI) dalam meningkatkan interaksi pembelajaran di SD Integral Rahmatullah Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, melalui observasi dan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1. Guru PAI memiliki Kompetensi pedagogik berupa : pemahaman terhadap peserta didik, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 2. Upaya guru PAI meningkatkan interaksi pembelajaran yaitu pertama, Interaksi guru terhadap peserta didik dengan cara, pengaturan kelas, menjelaskan materi pelajaran, mengajukan pertanyaan pada peserta didik, pemberian point/ nilai, pemberian latihan soal pada peserta didik, memeriksa hasil kerja peserta didik, pengulangan materi pelajaran, pemberian tugas belajar, pemberian tugas diskusi. Kedua, Interaksi peserta didik terhadap guru dengan cara menjawab pertanyaan guru, mengerjakan soal, mengerjakan tugas diskusi, mencatat pelajaran, mengulangi materi pelajaran, mengerjakan tugas di depan.
AJARAN AL-MAHABBAH SEBAGAI UPAYA MENGATASI KERESAHAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Hajar, Andi
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan manusia saat ini yang dihadapkan pada berbagai persoalan khususnya pandemi corona-covid-19. Ada beberapa ilmuwan yang menawarkan solusi atas persoalan tersebut, namun tujuan dalam tulisan ini akan diungkapkan pentingnya ajaran mahabbah untuk mengantarkan manusia dalam menyikapi persoalan yang melanda negeri ini sehingga tidak menimbulkan sikap yang mencerminkan kekeringan atau kehampaan spiritual. Al-Mahabbah dapat dipahami sebagai suatu keinginan atau kecenderungan hati kepada suatu objek tertentu (Tuhan) yakni merasakan cinta secara mendalam kepada Allah swt. Kaum sufi senantiasa terus berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah swt., dengan melalui berbagai maqam agar mata batin dapat tercerahkan serta memiliki kesadaran yang tinggi akan kasih sayang Ilahi yang selalu dirasakannya dalam setiap dekapan keluar masuknya nafas yang tiada henti. Penelitian ini adalah Kajian Pustaka (library research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif dalam hal ini penulis berusaha menyeleksi data-data yang valid dan relevan berhubungan dengan judul yang diangkat dalam penulisan jurnal ini. Sumber data yang dikumpulkan memiliki 2 klasifikasi, yaitu: Primary Source and Secondary Source. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah melalui bantuan aplikasi internet untuk menelusuri buku, jurnal, artikel dan lain-lain). Selanjutnya, penulis menganalisis data yang diperoleh selama penelitian dengan beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan berbagai jenis data yang mendukung. kemudian mengolah data tersebut melalui tekhnik reduksi, yakni merangkum, memilih hal pokok, memfokuskan pada hal yang penting kemudian dicari sesuai tema dan polanya. Untuk menganalisa isi dan naskah teks, penulis menggunakan pendekatan sufistik.
PENINGKATAN NILAI KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI IPS 2 DI SMA NEGERI 9 KABUPATEN SINJAI Jamaluddin, Jamaluddin; Judrah, Muh; Harmilawati, Harmilawati; Qadrianti, Laeli
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kemandirian peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Advance Organizer pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Kabupaten Sinjai. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang melibatkan peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Kabupaten Sinjai sebagai subjek. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan angket dengan menggunakan instrumen lembar observasi peserta didik dan lembar angket/respon peserta didik terhadap tindakan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan model pembelajaran Advance Organizer pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Kabupaten Sinjai, dapat meningkatkan nilai kemandirian peserta didik. Ini dapat diukur berdasarkan hasil observasi dan lembar angket yang diisi pada siklus I dan siklus II, dimana pada siklus I hasil observasi peningkatan nilai kemandirian peserta didik yaitu 49,56%, kemudian pada siklus II observasi peningkatan nilai kemandirian peserta didik yaitu 86,31%. Jadi kemampuan peningkatan nilai kemandirian peserta didik berdasarkan hasil observasi dari siklus I ke siklus II meningkat sebanyak 36,75%. Adapun hasil lembar angket yang diisi oleh masing-masing peserta didik pada siklus I mencapai rata-rata 68,50%, kemudian pada siklus II hasil lembar angket peserta didik mencapai rata-rata 84,42%. Jadi kemampuan peningkatan nilai kemandirian peserta didik berdasarkan hasil angket dari siklus I ke siklus II meningkat sebanyak 15,92%. Adanya peningkatan nilai kemandirian peserta didik menunjukkan efektifnya model pembelajaran Advance Organizer digunakan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam.
Study Komparasi antara Metode Contextual Teaching Learning (CTL) dengan Metode Ceramah Tanya Jawab terhadap Hasil Belajar PAI Siswa SMK PGRI 9 NGAWI AZIZ, AZIZ NURI SATRIYAWAN
Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v2i1.364

Abstract

The purpose of this study was (1) to know the learning outcomes of PAI using the CTL method with the question and answer lecture method of SMK PGRI 9 Ngawi 2016/2017 Academic Year, (2) find out teh significant difference between the CTL method with the question and answer lecture method towards PAI learning outcomes of vocational students PGRI 9 NGAWI Academic Year 2016/2017. The form of this research is quantitative research to look for evidence of hypotheses, while this research strategy uses a comparative approach which is a study that aims to find evidence of whether there is a difference between two variables and if there is significant or on difference. In this study the population being the same as the research sample were all students of class X as many as 40 students, which were divided inti 2 classes, namely : TKR class X as many as 20 students and class X TKJ as many as 20 students. The result showed that first, the PAI learning outcomes of students using the CTL method were better than the Question and Answer Lecture method. This is shown based on the average value of the CTL method of 19.00 higher than the average value of the Question and Answer Lecture method of 13.70, secondly, there is a significant difference berween students’ PAI learnng outcomes using the CTL method and the Question and Answer Lecture Method. This is shown based on the calculation results obtained t count 2.10 is greater thah t table with a significance level of 5% of 2.021.Keywords : Learning Outcomes, Contextual Teaching and Learning, Question and Answer Lecture

Page 1 of 10 | Total Record : 98