cover
Contact Name
Zauhani Kusnul
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP)
ISSN : 27160483     EISSN : 27156036     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Ilmiah Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Ilmiah Pamenang menerima karya ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil penelitian maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 16 Documents
EFEKTIFITAS METODE MNEMONIC (CHUNKING ) TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG INDIKATOR STATUS GIZI BALITA Vidia Effendy, Henny; surya mustikasari
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lima tahun pertama dari kehidupan seorang manusia adalah fondasi bagi seluruh kehidupan di dunia. Sumber daya manusia yang berkualitas baik fisik, psikis, maupun intelegensianya berawal dari balita yang sehat. Masalah gizi yang merupakan masalah kesehatan masyarakat, dipengaruhi beberapa factor antara lain: penyakit infeksi, konsumsi makanan, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, pelayanan kesehatan dan pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Efektifitas metode mnemonic ( chunking ) terhadap pengetahuan orang tua tentang Indikator Status gizi balita di Posyandu Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Desain penelitian ini adalah Quasy Experimen Design dengan pendekatan pre – post Control Group Design. Teknik pengambilan sampling dengan teknik purpose sampling yang terdiri dari 49 responden. Variabel Independen adalah Metode Mnemonic ( Chuking) Variabel Dependen pengetahuan orang tua tentang indikator gizi. Data yang terkumpul melalaui lembar Kuisioner di analisis dengan uji statistik Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan orrang tua tentang indikator gizi sebelum diberikan HE diposyandu desa gayaman kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto didapatkan hasil sebanyak 33 responden (67,3%) dikategorikan kurang. Pengetahuan orang tua tentang indikator gizi sesudah diberikan HE diposyandu desa gayaman kecamatan Mojoanyar kabupaten Mojokerto didapatkan hasil sebanyak 27 responden (55,1%) dikategorikan baik. Metode mnemonic ( chunking ) efektif untuk pengetahuan orang tua tentang indikator gizi balita di Posyandu Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto ( p value = 0,00<0,05). Upaya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dapat dilakukan dengan cara menambah wawasan informasi dan penyuluhan kesehatan, mendorong untuk berinisiatif meningkatkan pengetahuannya.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN MINAT IBU MENJADI AKSEPTOR KONTRASEPSI METODE OPERATIF WANITA (MOW) nur azizah, eva
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi, sedangkan minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri, sehingga kecemasan yang ada masyarakat masih menjadi faktor yang mempengaruhi minat yang rendah terhadap kontrasepsi MOW. Tujuan penelitian penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kecemasan dengan minat ibu menjadi akseptor kontrasepsi MOW. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional Case Control dimana dalam penelitian ini melihat kebelakang untuk mengali dampak yang terjadi. Pengambilan sampel secara Purposive sampling berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan Uji statistik Spearman Rank. Hasil uji statistika didapatkan angka probabilitas (p) = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan ada hubungan kecemasan dengan minat ibu menjadi akseptor kontrasepsi MOW. Nilai r = 0,701, maka ada hubungan positif kuat antara kecemasan dengan minat ibu menjadi akseptor kontrasepsi MOW berarti bahwa sebagian besar ibu yang merasakan kecemasan sedang maka ibu hanya berminat. Berdasarkan hasil penelitian diatas, sebaiknya sebagai petugas kesehatan lebih banyak melakukan pendekatan ke masyarakat agar kecemasan dalam masyarakat dan minat ibu semakin tinggi.
SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA BPJS CABANG KEDIRI nugroho, christianto
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik peningkatan kadar glukosa darah, Penderita DM seringkali mengalami kesulitan untuk menerima diagnose DM, terutama ketika ia mengetahui bahwa hidupnya diatur oleh diet makanan dan obat- obatan. Pasien DM akan bersikap negatif apabila terjadi penolakan selama menjalani pengobatan, sikap negatif terhadap penyakit dan pengobatan akan mengakibatkan kegagalan penatalaksanaan DM, hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kemampuan sosial pasien, Pasien Diabetes mellitus (DM) cenderung mengalami gangguan mekanisme koping salah satunya adalah self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui self efficacy pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan deskripsi dengan sampel pada penelitian ini adalah pasien DM Type 2 yang tergabung dalam peserta Pronalis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di wilayah kerja BPJS cabang Kediri, Jawa Timur, Indonesia pada bulan April-Mei 2015. Sampel penelitian ini adalah semua peserta Prolanis berjumlah 34 orang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DMSE dan PTES, kemudian dianalisa menggunakan analisis diskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan Self Efficacy pada pasien DM tipe 2 dalam kateori sedang, ini mengindikasikan pasien DM belum mampu mengontrol penyakitnya secara maksimal yaitu dalam pengontrolan makan dan diet, program latihan/ olah raga, dan pengobatan. Kesimpulan: Self Efficacy pada pasien DM tipe 2 dalam kategori sedang
(QUALITATIV RESEARCH) PENGALAMAN PEMBELAJARAN LABORATORIUM KEPERAWATAN JIWA METODE ROLE PLAY PADA MAHASISWA DIPLOMA III KEPERAWATAN STIKES PAMENANG Wiseno, Bambang
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mempelajari ilmu asuhan keperawatan harus dilakukan secara menyeluruh, yaitu; bio, psiko, sosio, spiritual dan budaya sehingga didapatkan hasil yang optimal. Banyak model dan metode yang digunakan untuk proses pembalajaran. Metode role play dalam pembelajaran laboratorium mata kuliah asuhan keperawatan jiwa Diploma III dilakukan untuk mengaplikasikan teori keperawatan jiwa yang lebih membutuhkan kemampuan komunikasi terapeutik sebagai perawat pelaksana. Mahasiswa ketika praktik bermain peran pada pembelajaran laboratorium asuhan mempunyai berbagai pengalaman yang bermakna dan permasalahan yang tidak didapatkan ketika praktik laboratrium mata kuliah lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna dari pengalaman mereka ketika selesai mengikuti kegiatan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenology diskriptive dilakukan wawancara secara mendalam (indepth interview) dengan pertanyaan semistruktur terhadap enam mahasiswa secara purposive sampling setelah pembelajaran roleplay pada bulan Juni 2019 di laboratrium kampus. Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisa data dan ditemukan 7 tema, yaitu; merasa perlu tambahan praktik komunikasi terapeutik, merasa susah mempelajari keperawatan jiwa, tidak yakin akan kemampuan, merasakan seperti berhadapan langsung dengan klien, merasakan takut bila berhadapan langsung dengan klien jiwa, tidak bisa konsentrasi dalam proses role play dan merasa perlu untuk sering melakukan role play. Dari semua tema yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa mahasiswa ada yang merasa kesulitan mempelajari keperawatan jiwa karena persepsi yang salah tentang keperawatan jiwa sehingga merasa perlu meningkatkan pemaham teoritis materi dan sering melakukan latihan bermain peran. Kata Kunci: Praktik Klinik, Diskriptif, Fenomenology, Keperawatan Jiwa, Komunikasi Terapeutik. Abstract Studying nursing care must be done thoroughly, that is; bio, psycho, socio, spiritual and culture so that optimal results are obtained. Many models and methods are used for the learning process. The role play method in learning laboratory nursing Diploma III mental nursing care is carried out to apply mental nursing theory that requires therapeutic communication skills as a practical nurse. Students when practicing role playing in mental health laboratory have a variety of meaningful experiences and problems that are not obtained when practicing laboratory in other subjects. The purpose of this research is to find the meaning of their experience when they finish participating in the activity. Qualitative research with a descriptive phenomenological approach was carried out in-depth interviews (in-depth interviews) with semi structured questions to six students by purposive sampling after role play learning in June 2019 at the campus laboratory. Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) was used to analyze data and found 7 themes, namely; feel the need for additional therapeutic communication practices, find it difficult to study mental nursing, are unsure of ability, feel like dealing directly with clients, feel afraid when dealing directly with mental clients, cannot concentrate on the role play process and feel the need to frequently do role play. From all the themes produced it can be concluded that there are students who find it difficult to study mental nursing because of wrong perceptions about mental nursing so they feel the need to improve theoretical understanding of the material and often do role playing exercises. Keywords: Clinical Practice, Descriptive, Phenomenology, Psychiatric Nursing, Therapeutic Communication
PENGARUH RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PENDERITA TB PARU DI UPTD PUSKESMAS PUHJARAK KEDIRI Firdausi, Nugrahaeni
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi. Program END-TB adalah salah satu program yang dicanangkan oleh Sustainable Development Goals (SDGs). Pasien dengan TB Paru yang sedang menjalani terapi obat anti tuberkulosis dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis yang merupakan salah satu domain dari kualitas hidup. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experiment dengan pendekatan pretest-posttest non randomized control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sepuluh sampel yang didapatkan, di UPTD Puskesmas Puhjarak Kediri dibagi menjadi dua kelompok, 5 sampel kelompok perlakuan dan 5 sampel kelompok kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kesejahteraan psikologis, dan variabel dependennya adalah Rational Emotive Behavioral Therapy. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan di UPTD Puskesmas Puhjarak Kediri, terdapat peningkatan kesejahteraan psikologis pada saat pretest dan posttest. Nilai kesejahteraan psikologis kelompok perlakuan dan kontrol saat pretest menunjukkan p=1,000. Nilai kesejahteraan psikologis kelompok perlakuan dan kontrol saat posttest menunjukkan p=0,050. Pada kelompok perlakuan di UPTD Puskesmas Puhjarak Kediri terdapat peningkatan kesejahteraan psikologis setelah posttest, yaitu p=0,046. Diskusi: Rational Emotive Behavioral Therapy berpengaruh dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis penderita TB Paru, namun nilai kesejahteraan psikologis dapat dipengaruhi oleh pendidikan dan status pekerjaan responden. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengendalian yang ketat pada lingkungan responden penelitian sehingga memberikan hasil yang maksimal.
HUBUNGAN ASSERTIVENESS TERHADAP SELF ESTEEM PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI STIKES PAMENANG PARE KEDIRI Yektiningsih, Erwin
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Peningkatan SDM keperawatan sejak berada di Institusi pendidikan perlu mengembangkan kemampuan soft skill seperti assertive yang berpengaruh terhadap konsep diri menjadi perawat profesional. Adapun salah satu komponen konsep diri adalah self esteem perawat yang dapat digambarkan sebagai informasi dan keyakinan bahwa perawat memiliki tentang tugas, nilai, dan perilaku untuk pengembangan nilai-nilai profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengatahui perilaku assertive dan Self Esteem pada mahasiswa keperawatan di STIKes Pamenang Pare Kediri pada tahun 2020. Methode: Penelitian ini adalah analitik digunakan pendekatan cross sectional dengan spearman-rho. Populasi adalah mahasiswa keperawatan 119 dan sample 40 dengan teknik random sampling. Adapun Instrument penelitian ini kuesioner baku adalah Rathus Assertiveness Schedule (RAS) dan Rosenberg Self Esteem (RSE). Hasil: Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan yang cukup kuat dengan nilai korelasi positive antara assertive dengan self-esteem pada mahasiswa di STIKes Pamenang Pare, di karenakan mahasiswa keperawatan yang berperilaku asertif tinggi cenderung mempunyai harga diri tinggi, sehingga sangat berkaitan erat dengan kelancaran selama menjalani masa studi di pendidikan keperawatan yang menghasilkan lulusan perawat yang kompeten dan profesional. Kesimpulan: Self esteem merupakan sejauh mana individu menilai dirinya yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompetensi yang dapat mempengaruhi perawat bertindak profesiona sangat berkaitan dengan perilaku asertive. Sehingga semenjak di pendidikan perlu di siapkan pengelolaan assertiveness yang efektif untuk peningkatan low self esteem pada mahasiswa keperawatan. Keyword: mahasiswa, perawat, assertiveness, self esteem Abstract Introduction: Improvement of nursing human resources since they are in educational institutions needs to develop soft skills such as assertive which affect the self-concept of becoming professional nurses. One component of the self-concept is nurses' self-esteem which can be described as information and beliefs that nurses have about duties, values, and behaviors for the development of professional values. Aims: This aims of research identified assertive behavior to self esteem in nursing students in Department of nursing Pamenang Health Institute Pare Kediri East Jawa in 2020. Methods: This study used analytic cross sectional approach with spearman-rho. The population nursing students were 119 and samples were 40 with random sampling techniques. This research the instruments were Rathus Assertiveness Schedule (RAS) and Rosenberg Self Esteem (RSE). Results: The results of this research was a significant and positive corelation between assertive and self-esteem in nursing students in Department of nursing Pamenang Health Institute Pare Kediri, because nursing students with high assertive category behavior tend to have high self-esteem category, so its were closely related to fluency while undergoing a period to study in nursing education that produces competent and professional nurse graduates. Conclusion: Self-esteem was the extent to which individuals assess themselves who had abilities, meaningfulness, worth, and competence that can influence nurses to act professionally were closely related to asertive behavior. So since in education it was necessary to prepare effective assertiveness management to increase low self esteem in nursing students. Keywords: students, nurses, assertiveness, self esteem
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL PADA ANAK kusuma wardhani, ratih
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan sosial merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah kelompok. Perkembangan sosial menjadi salah satu hal penting bagi proses pertumbuhan anak. Oleh karena itu, pengetahuan ibu diperlukan sebagai dorongan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga anak akan lebih mandiri dan proses personal sosialnya menjadi baik. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan personal sosial pada anak Metode Desain penelitian menggunakan desain penelitian Analitik Korelasional dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel 41 anak responden yang dipilih dengan teknik Purposive sampling dimana pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang stimulasi dan observasi untuk perkembangan personal sosial pada anak. Metode analisa data yang digunakan yaitu spearmen rank dengan menggunakan SPPS. Hasil analisis dengan nilai spearman rho 0,653 dengan uji signifikan (ρ) 0,000 , dengan tingkat kesalahan 5% (0,05), dengan demikian ρ < α maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan personal sosial pada anak. Kesimpulan dan Saran Diharapkan petugas kesehatan dapat bekerja sama dengan ibu untuk memantau perkembangan anak sehingga perkembangan anak dapat berjalan seimbang.
PENGALAMAN KEPALA RUANG DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI RUANGAN DI RUMAH SAKIT “AMELIA” PARE, KEDIRI Wiseno, Bambang
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran perawat di rumah sakit yaitu memberikan asuhan keperawatan, advocator, educator, colaborator, coordinator, conselor dan researcher. Kepala ruang sebagai pimpinan dalam ruang perawatan mempunyai kewajiban dalam semua peran tersebut. Pengelolaan suatu ruangan di rumah sakit tidak terlepas dari kegiatan administrasi yang teratur dan terarah oleh semua tim yang ada di ruangan dalam mencapai tujuan. Peran perawat yang komplek tersebut akan bertambah beban kerjanya jika kurang didukung dengan tenaga profesional lain untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di ruangan termasuk tenaga administrasi. Pelaksanaan administrasi tidaklah mudah kecuali oleh tenaga profesional yang telah mendapatkan pendidikan khusus keadministrasian. Masing-masing kepala ruangan mempunyai pengalaman pribadi ketika dituntut untuk menyelesaikan administrasi yang ada di ruangan tersebut. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk menemukan makna dari pengalaman mereka yang harus menyelesaikan semua permasalahan ruangan khususnya administrasi ruangan. Wawancara (indept intervew) dilakukan terhadap semua kepala ruang dari rumah sakit “Amellia” Pare Kediri sebagai partisipan pada penelitian ini untuk mengumpulkan data serta mendengarkan curahan hati tentang pengalamannya dalam mengelola administrasi ruangan. Setelah proses analisa data dan diskusi dengan beberapa peneliti kualitatif serta klarifikasi dan beberapa kepala ruang didapatkan sebanyak 6 (enam) tema, yaitu; merasa senang bisa membantu orang lain, bertanggungjawab atas keberhasilan akreditasi rumah sakit, bertanggungjawab atas masalah keperawatan di ruangan, merasa masalah ruangan tanggungjawab bersama staff, merasa beban berlebih karena administrasi selain urusan keperawatan dan merasa perlu ada petugas administrasi. Dari semua tema yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa kepala ruang merasa bertanggungjawab atas operasional administrasi ruangan walaupun ada administrasi yang menurut aturan kerja bukan wewenang untuk menyelesaikannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN DENGAN PERILAKU HYGIENITAS GENETALIA luluk, luluk susiloningtyas
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, wanita yang mengalami keputihan sebanyak 75%, sebagian besar 50% terjadi pada remaja, 25 % pada Wanita Usia Subur (WUS). Keputihan pada remaja biasanya terjadi sebelum dan sesudah menstruasi yang bersifat fisiologis. Bila perilaku perawatan hygienitas genetalia tidak baik, bisa dimungkinkan menjadi penyebab keputihan patologis yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan jangka waktu lama bisa menyebabkan infeksi pada panggul dan infertilitas. Salah satu faktor penghambat berperilaku sehat adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran individu tentang hygienitas genetalia termasuk pencegahan dan penanganan keputihan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku hygienitas genetalia di SMP Negeri 1 Pare Kediri. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi yang sudah pernah menstruasi di SMPN 1 Pare berjumlah 38 siswi. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling. Instrumen penelitian pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan kuesioner dengan skala ordinal dan perilaku hygienitas genetalia menggunakan kuesioner dengan skala ordinal. Analisa data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian dari 38 responden sebagian besar pengetahuan cukup 19 responden (50 %) dan perilaku hygienitas genetalianya sebagian besar baik 29 responden (50%). Ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku hygienitas genetalia dengan hasil uji signifikasi p<α , dengan Korelasi Spearman (r) = 0,780 dengan tingkat hubungan positif, tingkat hubungannya kuat artinya semakin baik pengetahuan maka semakin baik perilaku hygienitas genetalianya Rekomendasi penelitian untuk remaja putri diharapkan menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi terutama tentang hygienitas genetalia. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Higienitas Genetalia, Remaja Putri
TINGKAT STRES MAHASISWA S1 KEPERAWATAN TINGKAT SATU DALAM MENGHADAPI WABAH COVID 19 DAN PERKULIAHAN DARING DI STIKES KARYA HUSADA KEDIRI Sari, Melani Kartika
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Pamenang
Publisher : Pamenang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 outbreak is a new type of disease and is highly contagious. This new virus was previously unknown before infecting many residents of Wuhan, China. This virus is now spreading to most of the world. To prevent its spread, the government urges people to stay at home and learn online. The aimed of this study was to determine the level of stress of first-degree students in the Nursing Study Program at Stikes Karya Husada in dealing with the Covid-10 outbreak and online lectures due to the outbreak. This type of research is a descriptive study with cross sectional design. Sampling was done by purposive sampling technique to get a total sample of 70 respondents. Data were collected using a questionnaire in the form of google and found that most students experienced moderate stress (38.57%), some experienced severe stress (28.57%), and mild stress (32.86%). The stressors that cause the most stress are difficulty understanding online material and worry about contracting Covid-19. Pandemic conditions that are full of uncertainty need to be addressed wisely by various parties. It takes effort to reduce stress by doing a variety of fun activities in the home that can be done by students. Keywords: stress level, students, covid-19, online lectures

Page 1 of 2 | Total Record : 16