cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 108 Documents
Analisis Efektivitas Pemberian Konseling Dan Leaflet Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dalam Mengontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Rawi, Umilawati; Kumala, Shirly; Uun, Wahyudi
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.127

Abstract

Ketidak patuhan terapi hipertensi dapat menimbulkan komplikasi kronis. Konseling dan leaflet adalah bentuk edukasi yang dapat diberikan pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian konseling dan leaflet terhadap tingkat kepatuhan melalui penurunan nilai tekanan darah sistole dan diastole dan penurunan skor kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) pada pasien hipertensi. Penelitian merupakan pre-experimental yang dilaksanakan secara prospektif mulai dari bulan April sampai Juni 2014 dan dilaksanakan di RSUD dr. Adjidarmo. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi berjumlah 30 orang yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi dan diberikan intervensi konseling dan leaflet. Kepatuhan diukur terhadap skor MMAS-8 dan nilai tekanan darah sistole dan diastolesebelum dan sesudah 30 hari pemberian intervensi. Hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk MMAS-8 dan Nilai tekanan darah sistole dan diastole. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan (p
Review Artikel : Pengobatan Tradisional Dan Aktivitas Farmakologi Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) Aprilliani, Arini; Damayanti, Hilda; Dewianti, Zenith Putri
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i2.139

Abstract

Temu giring merupakan tumbuhan asli Indonesia yang banyak digunakan sebagai obat tradisional terutama sebagai perawatan kulit. Review artikel ini berfokus pada studi pengobatan tradisional dan farmakologi dari temu giring yang diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi dan dapat mendukung pengembangan obat tradisional kedepannya. Review artikel ini berdasarkan studi literature dari beberapa publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional. Hasil yang didapatkan dari beberapa studi menunjukan bahwa temu giring sering dimanfaatkan dalam penggunaan tradisional sebagai Obat batuk, disentri, demam, angin duduk, radang vagina, pelangsing, mengembalikan stamina, perawatan tubuh pasca melahirkan, anthelmentik dan perawatan kulit, dan juga memiliki aktivitas farmakologi sebagai Antidiabetes, antiaging, antibakteri, aktivitas sitotoksik, antiinflamasi dan antihiperlipidemia. Kata Kunci: Temu giring, Curcuma heyneana, obat tradisional, aktivitas farmakologi
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR PENTOXYFILLIN DALAM SEDIAAN TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI FOURIER TRANSFORM INFRARED (FT-IR) DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL Ismail, Faisal; Kanitha, Dilla
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i2.523

Abstract

Aterosklerosis memiliki peranan penting dalam penyakit jantung koroner dengan ditandai dengan adanya penumpukan terus-menerus plak di dinding pembuluh darah arteri koroner. Pentoxyfillin merupakan turunan metilxantin. Pada pemakaian obat dalam pentoxyfillin digunakan untuk aterosklerosis atau diabetes mellitus dengan indikasi meredakan sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan metetapkan kadar dari pentoxyfillin. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dengan pembuatan pellet KBr. Pembuatan pellet dibuat dengan menggunakan tekanan menggunakan alat hand press dengan bobot tekanan 8 ton. Dilanjutkan dengan penetapan kadar pentoxyfillin dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel pada panjang gelombang maksimum ± 274 nm, dengan menggunakan methanol sebagai blangko. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapat hasil identifikasi berupa bilangan gelombang pada daerah 3000-2750 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH, -CO, amida -CO rengang, pada bilangan gelombang 1750-1500 cm-1 yang menunjukkan gugus -CH dan pada bilangan gelombang 750 - 800 cm-1 menunjukkan gugus -CH2, dan hasil kadar 407 mg. Dari hasil pengujian kadar tablet pentoxyfillin dapat disimpulkan bahwa sediaan tablet pentoxyfillin memenuhi persyaratan Standar Internal.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK TABLET EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) DENGAN PERBANDINGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT (MICROCRYSTAL CELLULOSE) DAN PENGISI (LACTOSE MONOHIDRAT) SECARA KEMPA LANGSUNG M.Farm, Apt, Nuraini; Nurmiftahuddin, Muhammad; M.Sc, Apt, Yusransyah
Jurnal Farmagazine Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v2i1.18

Abstract

Daun asam jawa mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, tanin, steroid, glikosida, tetapi negatif terhadap glikosida jantung dan glikosida antar kuinon. Daun asam jawa mengandug asam galat yang mempunyai efek antipiretik sebanding dengan Paracetamol 300 mg/kg bb. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh tablet yang memenuhi persyaratan sebagai suatu sediaan farmasi dari ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L.). Formulasi ini menggunakan metode kempa langsung dengan bahan tambahan yang digunakan yaitu Microcrystal cellulose (Avicel pH102), Laktosa monohidrat, Talkum, Koloidal sillika (Aerosil 200) dan Mg Stearat. Formulasi yang dibuat adalah V formulasi dengan perbandingan 2 eksipien antara Microcrystal cellulose (Avicel pH102) konsentrasi 60 mg, 45 mg, 36,05 mg, 27,1 mg, 12,1 mg dan Laktosa monohidrat 12,1 mg, 27,1 mg, 36,05 mg, 45 mg, 60 mg. Hasil dari pengujian tablet menunjukan bahwa formulasi V telah memenuhi persyaratan tablet yang baik seperti pada uji massa granul dan beberapa uji sifat fisik tablet, tetapi tidak memenuhi persyaratan pada uji waktu hancur tablet dengan rata-rata waktu yaitu 15,3 menit. Hasil waktu hancur formulasi V lebih mendekati waktu yang telah ditetapkan farmakope yaitu harus kurang dari 15 menit dibandingkan dengan formulasi I-IV. Kata Kunci: Tablet, Daun asam jawa, Microcrystal cellulose, Laktosa monohidrat
AKTIVITAS EKSTRAK BIJI BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT DAN SEL TUMOR KELENJAR SUSU MENCIT C3H SECARA IN VITRO Danang Indriatmoko1, Dimas; Kumala2, Shirly; 3, Kusmardi
Jurnal Farmagazine Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v4i2.81

Abstract

Pandanus conoideus Lam. dilaporkan memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan tumor. Penghambatan terhadap sel tumor dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung yaitu dilakukan melalui stimulasi terhadap sel yang berperan dalam menimbulkan responss imun terhadap tumor seperti sel limfosit. Telah dilakukan pengujian aktivitas buah merah terhadap proliferasi sel limfosit dan sel tumor kelenjar susu secara in vitro. Pengujian dilakukan dengan menggunakan buah merah yang diekstraksi dengan tiga macam pelarut yang berbeda polaritasnya yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Sel limfosit diisolasi dari limpa mencit bertumor kelenjar susu yang diperoleh dengan cara transplantasi. Pengujian terhadap sel tumor dilakukan terhadap sel tumor kelenjar susu yang diperoleh dari mencit yang sama dengan mencit untuk isolasi sel limfosit. Setelah itu diberi perlakuan dengan ekstrak buah merah sesuai tingkat konsentrasi masing-masing ekstrak. Kemudian diinkubasi dalam inkubator CO2 5% 37OC.Pengamatan dilakukan setelah inkubasi selama 24, 48, dan 72 jam untuk sel limfosit serta 24 dan 48 jam untuk sel tumor kelenjar susu. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak yang paling baik dalam meningkatkan respons imun adalah ekstrak n-heksan dengan konsentrasi 0,0875 mg/mL dan ekstrak yang paling baik untuk menghambat pertumbuhan sel tumor kelenjar susu adalah ekstrak n-heksan dengan konsentrasi 0,14 mg/mL. Kata kunci : Pandanus conoideus Lam., limfosit, limpa mencit, tumor kelenjar susu, proliferasi
UJI AKTIVITAS TONIK RAMBUT YANG MENGANDUNG FRAKSI AIR YANG MENGANDUNG FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) Noviani, Vini; Thauresia, Shelly; Simanjuntak, Partomuan
Jurnal Farmagazine Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v6i1.524

Abstract

Produk kosmetik untuk memecahkan masalah kerontokan rambut serta kebotakan banyak dikembangkan berasal dari produk sintesis yang dapat menimbulkan efek samping. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) meningkatkan laju pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas penumbuh rambut yang mengandung fraksi air dan fraksi etil asetat yang mengandung flavonoid dari ekstrak etnaol daun teh hijau. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70% kemudian dilanjutkan partisi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air sehingga diperoleh fraksi n-heksan, etil asetat dan air. Sediaan uji dibuat dengan memvariasikan konsentrasi fraksi etil asetat dan fraksi air (konsentrasi 1% dan 4%) yang mengandung flavonoid. Hasil menunjukkan bahwa fraksi air 4% yang mengandung flavonoid memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik.Konsentrasi terbaik selanjutnya dibuat sediaan tonik rambut dengan bahan tambahan etanol 96%, propilen glikol, phenoxyethanol dan aquadest. Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa tonik rambut mempunyai aktivitas yang tidak berbeda dengan kontrol positif mulai pada minggu ke 1 sampai minggu ke 4.Sediaan tonik rambut tidak mengiritasi pada uji menggunakan kelinci. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total sebelum dan sesudah uji stabilitas selama 1 bulan adalah 0 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan sediaan kosmetik < 108.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz and Pav) Sebagai Antiinflamasi pada Tikus Putih Jantan Galur Spague Dawley Setiawan, Abdul Aziz; s.farm, M.Sc, Sefi Megawati; S.Farm, Dinda Nisa
Jurnal Farmagazine Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v3i2.30

Abstract

Sirih merah merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah sebagai antiinflamasi. Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap jejas. Pengobatan inflamasi yang banyak digunakan masyarakat adalah Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) sebagai terapi antiinflamasi, namun memiliki efek samping berupa perdarahan pada saluran cerna. Penelitian uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode edema buatan pada telapak kaki tikus dengan menggunakan karagenan 1% sebagai zat pembuat udem. Uji efek antiinflamasi menggunakan tikus putih jantan galur Sprague-dawley sebanyak 24 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol normal (Na-CMC), kelompok kontrol positif (Na diklofenak), kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan ekstrak dengan variasi dosis 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB yang diberikan secara per oral. Pengukuran volume udem kaki tikus diukur menggunakan alat pletismometer, dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih merah memberikan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan yang diinjeksi karagenan 1%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara setiap kelompok perlakuan dengan kontrol normal. Pada dosis ekstrak 10mg/200gBB, 20mg/200gBB dan 30mg/200gBB menunjukkan tidak ada perbedaan secara bermakna dengan kontrol positif pada taraf uji 0,05. Kata kunci : sirih merah, antiinflamasi, udem PENDAHULUAN Inflamasi adalah respon perlindungan normal terhadap cidera jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, bahan kimia berbahaya atau agen mikrobiologi. Inflamasi adalah usaha tubuh untuk menginaktifkan atau menghancurkan organisme penginvasi, menghilangkan iritan, dan persiapan tahapan untuk perbaikan jaringan. Bila penyembuhan telah sempurna, proses inflamasi biasanya mereda. Reaksi inflamasi dapat diamati dari gejala klinis yaitu timbul warna kemerah-merahan (rubor) karena adanya aliran darah yang berlebihan pada daerah cedera, peningkatan panas (kalor) merupakan respon inflamasi pada permukaan tubuh, pembengkakan (tumor) karena pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi darah ke daerah interstitial, nyeri (dolor) karena adanya penekanan jaringan akibat edema, dan gangguan fungsi (function laesa) (Katzung, 2001). Inflamasi atau radang merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Inflamasi memiliki angka kejadian yang cukup tinggi, dimana inflamasi dapat disebabkan oleh trauma fisik, infeksi maupun reaksi antigen dari penyakit, seperti terpukul benda tumpul dan infeksi bakteri pada luka terbuka (timbulnya nanah pada luka) yang dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas (Noer dan Wasradji, 1986). Pengobatan pasien dengan inflamasi pada umumnya untuk memperlambat atau membatasi proses kerusakan jaringan yang terjadi pada daerah inflamasi (Tjay dan Rahardja, 2007). Berdasarkan mekanisme kerjanya ada dua golongan obat untuk mengatasi inflamasi, yaitu obat antiinflamasi steroid dan obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Adapun yang banyak di konsumsi oleh masyarakat adalah obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Pemakaian OAINS dalam waktu lama dapat menyebabkan ulserasi dan perdarahan pada saluran pencernaan bawah. Dilaporkan bahwa OAINS menyebabkan luka permukaan dengan mempengaruhi integritas membran mukosa saluran cerna. Indonesia terkenal akan beragam jenis tumbuhan, pemanfaatannya telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Salah satu tumbuhan yang secara empiris telah banyak digunakan masyarakat adalah sirih merah. Telah dilaporkan bahwa sirih merah memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi diduga aktivitas antiinflamasi berasal dari kandungan kimia seperti alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid (Werdhany, 2008). Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah sebagai antiinflamasi pada tikus putih jantan galur Sprague-dawley dan konsentrasi atau dosis ekstrak etanol daun sirih merah yang dapat memberikan aktivitas antiinflamasi. METODE PENELITIAN Alat Alat yang digunakan seperti kandang tikus, tempat makanan dan minuman tikus, timbangan berat badan tikus, neraca analitik (O’haus), alat-alat gelas
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Sebagai Sediaan Antinyamuk Aedes aegypti Stiani, Sofi Nurmay; Purnama Sari, Siska; Kuncoro, Banu
Jurnal Farmagazine Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v5i2.93

Abstract

Tanaman Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung insektisida berupa saponin dan polifenol yang dapat menghambat bahkan membunuh larva nyamuk, saponin dapat merusak membran sel dan mengganggu proses metabolisme serangga sedangkan polifenol sebagai inhibitor pencernaan serangga. Penelitian tentang formulasi dan evaluasi sediaan gel ekstrak etanol 96% daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai sediaan antinyamuk Aedes aegypti telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Formula dibuat dalam enam konsentrasi yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5%. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium.Formula optimum gel ditentukan berdasarkan variasi konsentrasi natrium karboksimetil selulosa (CMC-Na).Gel yang memenuhi kriteria organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar ditetapkan sebagai formula optimum.Keenam formula menghasilkan gel yang baik ditinjau dari segi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan semua formula tidak menyebabkan iritasi. Uji aktivitas antinyamuk menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 96% daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dengan konsentrasi 0,5% efektif sebagai antinyamuk terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan waktu pengujian selama 6 jam. Kata kunci : Daun pandan wangi, gel, Aedes aegypti
STUDI MOLECULAR DOCKING SENYAWA DARI TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata Linn.) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA RESEPTOR PPAR-𝛾 Pratiwi, Dina
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i1.533

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis serius di Indonesia yang disebabkan oleh pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes yaitu ciplukan (Physalis Angulata Linn.). Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman ciplukan (Physalis Angulata Linn.) pada reseptor PPAR-𝛾. Pada penelitian ini digunakan metode molecular docking menggunakan AutoDock 4.2.6. Hasil docking menunjukkan nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu 4,7-didehydrophysalin B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,39 kcal/mol, Physagulin-F memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol, Physordinose B memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -5,92 kcal/mol, dan rutin memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -6,97 kcal/mol. Nilai energi bebas ikatan (ΔG) senyawa aktif terbaik dari tanaman ciplukan (Physalis angulata Linn.) terhadap reseptor PPAR-𝛾 yaitu Physagulin-F dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) -10,10 kcal/mol dan dapat berinteraksi lebih baik dibanding obat antidiabetes Thiazolinedione yang memiliki nilai energi bebas ikatan (ΔG) -7,99 kcal/mol.
PENETAPAN HARGA POKOK SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF RAWAT INAP BERDASARKAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Nurmay Stiani, Sofi; Fudholi, Achmad; ., Satibi
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.51

Abstract

Penetapan biaya rawat inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul masih menggunakan sistem akuntansi tradisional dengan menggunakan satu jenis cost driver saja yaitu jumlah hari rawat inap. Tarif yang diperoleh dengan cara menghitung semua biaya yang ditimbulkan dibagi dengan jumlah hari rawat inap. Akan tetapi selain itu RSU PKU Muhammadiyah Bantul juga mempertimbangkan faktor harga pasar, sehingga biaya overhead dibebankan pada produknya saja dan penyebab timbulnya biaya hanya didasarkan pada aktivitas berlevel unit saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok dan tarif rawat inap dengan menggunakan ABC system pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dan mengetahui perbedaan antara akuntansi tradisional yang digunakan oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dengan metode ABC system dalam menetapkan cost kamar rawat inap. Hasil dari penelitian ini adalah Harga pokok rawat inap tiap tipe kelas di RSU PKU Muhammadiyah Bantul bila dihitung menggunakan ABC system untuk kelas VIP sebesar Rp 203.561,93; kelas I sebesar Rp 73.244,73; kelas II sebesar Rp 72.630,28; dan kelas III sebesar Rp 65.061,49. Tarif jasa rawat inap Rumah Sakit apabila dihitung dengan menggunakan ABC system dengan memperhitungkan laba yang diharapkan adalah sebesar Rp 246.309,93 untuk kelas VIP; sebesar Rp 87.893,68 untuk kelas I; sebesar Rp 80.619,61 untuk kelas II; dan sebesar Rp 67.013,33 untuk kelas III. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional, maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas I yang memberikan hasil lebih kecil dengan selisih untuk kelas VIP sebesar Rp 36.309,93; kelas I sebesar Rp 27.106,32; kelas II sebesar Rp 25.619,61 dan kelas III sebesar Rp 32.013,33. Kata kunci : Harga Pokok, Activity Based Costing System, RSU PKU Muhammadiyah Bantul

Page 1 of 11 | Total Record : 108