cover
Contact Name
Petrus Ana Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
+6285217048344
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : -
The Journal aims to develop and publish various scientific perspectives on communication based on the results of studies (field research) including mass communication, public relations, intercultural communication, tourism communication, and other topics that are similar or relevant to the field of communication. Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives. include: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 64 Documents
Komunikasi Transendental dalam Ritual Membuat Periuk Tanah Kolo, Oktaviana Lestry; Liliweri, Aloysius; Hana, Ferly Tanggu
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2053

Abstract

This research aims to know transcendental communication in making soil stewpot ritual in Wolokoli Village of Bola Subdistrict of Sikka Regency. The object of this research is making soil stewpot rituals done by People in Wolokoli village. This is a phenomenological study with data collected technique through Observation, In-Depth Interview and Documentation. The result of this research showed that transcendental communication done by people in Wolokoli village of Bola Subdistrict of Sikka Regency. Transcendental communication of people in this village with God or ancestors’ soul or the other invisible strength believed by them happens in the ritual or in the production process of a traditional handicraft that known as unu tana Wolokoli. Especially for making the soil stewpot, a ritual held in the stone plate in one of the craftsman's houses corner and held by the craftsmen his own (woman only) helped by one of her family. This ritual held before makes the soil stewpot. Ritual held in the house corner aims to give offerings for ancestors’ souls in the hope of the ancestors’ souls always guide them in making soil stewpot process.
Gambaran Efektivitas Spanduk Sebagai Media Komunikasi Kesehatan di Desa Oemasi Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2051

Abstract

Billboard is an outdoor health communication media aimed to promote health behavior in large audience. This research objective was to describe the effectiveness of billboards in the Oemasi Village Office in terms of visibility, size, and visual design. Descriptive design was applied and 43 respondents were selected by using a convenience sampling technique. Research showed that only 32 respondents (74%) had seen the billboard while the rest, 11 respondents (26%) had not. From 32 respondents, only 27 respondents (84%) had read the message written in while the rest, 5 respondents (16%) had not. Limitations of this media reported were related to the inadequate placement of this media in Village Office as it is rarely visited, the small size of the media leading to the lack of its visibility both picture and written text in reaching the attention of respondents. Therefore, the improvement of size and color is necessary as well as this media to be placed in some selected points in the village to have more attention from the community.
Makna Standar Kompetensi Wartawan bagi Wartawan Media Online di Kota Kupang Wutun, Monika; Liliweri, Yohanes K. N.
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2050

Abstract

Penelitian Makna Standar Kompetensi Wartawan Bagi Wartawan Media Online Di Kota Kupang memiliki tujuan yakni untuk menemukan dan mendeskripsikan makna standar kompetensi wartawan bagi wartawan media online dalam membentuk diri menjadi wartawan profesional. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi digunakan untuk menganalisis temuan lapangan. Dari hasil penelitian ditemukan Wartawan media online di kota kupang menyadari pentingnya bekerja sesuai standar kompetensi. Mereka sering mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang standar kompetensi wartawan, bahkan telah mengikuti ujian kompetensi pada level wartawan pemula dan wartawan utama. Standar kompetensi wartawan dinilai seperti SIM bagi seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya. Karena itu mereka memaknai standar kompetensi wartawan sebagai pedoman yang harus ditaati untuk menjadi wartawan professional dan menjadi indikator untuk mengukur profesionalitas wartawan.
Efektifitas Metode Demonstrasi Sebagai Media Edukasi Cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Mahasiswa FKM Undana Tahun 2019 Purimahua, Sintha Lisa
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2048

Abstract

Healthy behavior washing soap or (CTPS) is not fully understood by the public at large, and the practice is still not widely applied in everyday life including in the student campus age group. The purpose of this research is to investigate the impact of counseling with the demonstration method in increasing knowledge and changing of attitude of CTPS at the student campus of FKM Undana. The method used was pre-experiment with a one-group pretest-posttest research design. The sampling technique used was total sampling, namely 30 respondents. The data obtained were analyzed using the paired-sample T-test. The results of this study indicate that the Demonstration method is effective in increasing the knowledge and attitude of the student campus with a significance value (ρ) 0.00<(α)0.05. Demonstration methods are highly recommended as one of the effective learning media as wash soap handbound sales for student campus.
Analisis Pembentukan Citra PT PLN (Persero) Wilayah NTT melalui Implementasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kapitan, Puspasari; Mas’amah, Mas’amah; Mandaru, Silvania S. E.
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2047

Abstract

Sebuah perusahaan akan dapat bertahan jika memiliki citra perusahaan yang baik di publik. Praktisi Hubungan Masyarakat (Humas) di setiap perusahaan penting untuk memiliki strategi yang tepat. Untuk menjaga keberlanjutan coororate, diperlukan hubungan antara perusahaan dengan komunitas sebagai publik eksternal melalui hubungan masyarakat. PT. PLN (Persero) Wilayah NTT sebagai perusahaan negara yang bertugas menyediakan pasokan listrik ke seluruh wilayah di NTT, menjalankan hubungan masyarakat dengan masyarakat di daerah NTT dengan mengimplementasikan program kemitraan dan bina lingkungan. Fokus penelitian ini adalah implementasi salah satu program tanggung jawab sosial yaitu Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai upaya membentuk citra perusahaan PT PLN (Persero) Wilayah NTT. Metode penelitian ini adalah studi kasus instrumen tunggal dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria lama masa kerja dan memiliki kredibilitas dalam memberikan informasi. Menggunakan tinjauan pustaka yakni konsep proses pembentukan citra Altman (exposure, attention, and comprehensive) dan teori opinion, attitude, and belief Zaller dengan lama penelitian satu bulan, hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT PLN (Persero) Wilayah NTT mampu membentuk citra positif di mata masyarakat melalui implementasi PKBL. PLN NTT membangun citra perusahaan dengan memilih kelompok masyarakat yang mempunyai peranan penting terhadap usaha (profit making).
Makna Simbol-Simbol dalam Tradisi Hamis Batar (Syukur Jagung) pada Suku Tetun Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Fouk, Remigius F.; Konradus, Blajan; Liliweri, Yohanes K. N.
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v8i1.2046

Abstract

Meaning of Symbols in the Tradition of Hamis Batar (Gratitude of Maize) On the Suku Tetun of Wehali Village, Malaka Tengah Sub-district, Malaka Regency. (Culture society of Malaka Regency have a set of meaning value system.,The system is manifested in the structure and the social patterns that are implemented in accordance with the standards passed down from generation to generation. The meaning is contained in "culture" as the linking thread between human beings and the facts that exist outside of himself.) The tradition of Hamisbatar/gratitude of maize is one of the traditional cultures in Malaka regency. This tradition is one of the cultures of many cultures in this area, where are people celebrating in every year as the key roles in community life. Basically the tradition of Hamisbatar reveals the meanings that come as a hope that is always believed by humans. The tradition of Hamisbatar is a regular ceremony that presents the belief that always colored the life of the community because the HamisBatar culture shows the gratitude ceremony that comes through the maize for God or Maromak in Tetun. In this study, the researcher aims to examine the meaning of the symbols contained in the tradition of Hamisbatar (Gratitude of the Maize) with Roland Barthes's theory of semiotic analysis, which in theory examines the meaning of denotation, connotation, and the myth of the symbol in the tradition of Hamisbatar. This research uses the qualitative method. The study was conducted in Wehali Village, Malaka Regency. The data was collected by observation and in-depth interviews. The results showed that the ceremony of HamisBatar performed as a good relationship between human beings with the highest being believed is God. The people follow the ceremony of Hamis Batarwith big hope of obtaining the blessing of the Supreme Being, so as to live healthy, safe, peaceful, and harmonious and live well. The traditions contain various tools used as symbols that represent gratitude offerings to the highest form.
Peningkatan Peran Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Menjaga Kebhinekaan dalam Kehidupan Kebangsaan Konradus, Blajan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2043

Abstract

Diskursus seputar penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di tengah realitas sosial kehidupan berbangsa di Negara Indonesia seolah-olah berwajah ganda. Pertama, diskursus dengan tema penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini seakan-akan ingin menunjukkan betapa negara (baca: Pemerintah Indonesia, melalui kementerian terkait) begitu peduli terhadap rakyatnya (baca: masyarakat bangsa Indonesia) yang sejatinya adalah masyarakat multikultur terbesar di dunia, dan Kedua, diskursus dengan tema penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sama ini sesungguhnya juga secara tidak langsung mau mempertontonkan betapa rapuhnya komintmen dari sejumlah elemen masyarakat bangsa Indonesia ini dalam mengimplementasi kesadaran sekaligus kebanggaan sebagai warga negara Indonesia yang memang secara nyata merupakan negara multikultur terbesar di muka bumi ini.
Konstruksi Makna Lansia pada Dunia Kerja dalam Film The Intern Radja, Fredriek. H. B.; Daga, Lukas. L.; Mandaru, Silvania S. E.
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konstruksi makna lansia pada dunia kerja dalam film The Intern. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Semiotika John Fiske dengan memakai kode-kode sosial John Fiske yaitu Level Realitas, Level Representasi dan Level Ideologi. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan kode televisi yaitu, pada level realitas konstruksi makna lansia yang dibentuk adalah seorang lansia memiliki kecendrungan untuk tampil formal dalam berbagai kesempatan. Seorang lansia juga masih memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri dan bekerja untuk memberikan sisa-sisa kemampuannya. Banyaknya pengalaman yang dimiliki membantu dalam memecahkan berbagai persoalan yang sedang terjadi. Pada level representasi konstruksi makana lansia yangt dibentuk adalah seorang lansia masih memiliki hasrat untuk memberikan kemampuan terbaiknya dan beradaptasi dengan perkembangan zaman (teknologi). Lansia membutuhkan penerimaan dalam lingkungan di mana dirinya berada sehingga memudahkan proses beradaptasi.Pada level ideologi konstruksi makna lansia yang dibentuk adalah seorang lansia memiliki sikap rendah hati dan bersedia membantu dan bekerja sebaik mungkin dalam lingkungannya. Lansia memiliki prinsip kerja yang dijunjung tinggi oleh dirinya. Selain itu seorang lansia bersedia mendengarkan arahan agar memudahkan dirinya untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya.
Dinamika Masyarakat dalam Proses Adaptasi Budaya Pongantung, Cristina Agnes; Manafe, Yeremia Djefri; Liliweri, Yohanes K. Nula
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika masyarakat dalam proses adaptasi budaya pada pendatang baru perumahan Bougenville Indah Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode Deskriptif dan Teori yang digunakan adalah Teori Adaptasi Budaya untuk menelaah proses adaptasi pendatang baru perumahan Bougenville Indah. Subyek dari penelitian adalah Pendatang Baru perumahan Bougenville Indah dan unit analisisnya adalah pada 5 orang pendatang baru yang masing-masing berasal dari Bima, Bogor, Medan, Makassar, dan Manado. Data yang digunakan untuk menunjang penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi.Teknik analisis data yang dipakai oleh peneliti menggunakan 3 tahapan meliputi: Reduksi Data, Display Data dan Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Individu dalam masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan melalui proses belajar dimana dalam prosesnya berlangsung secara cepat maupun lambat. Proses perubahan dalam masyarakat disebut dinamika masyarakat. Dinamika masyarakat pendatang baru perumahan Bougenville Indah dalam proses adaptasi budaya meliputi proses Internalisasi yakni masyarakat pendatang baru mendekatkan diri dengan masyarakat lokal dengan mempelajari bahasa dan dialek masyarakat local setempat untuk berkomunikas dengan masyarakat lokal. Proses Sosialisasi yakni masyarakat pendatang baru menunjukkan partisipasi aktif mereka dalam lingkup masyarakat dengan ikut terlibat dalam pemilihan kepala desa dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai lambing atau symbol komunikasi pendatang baru bahwa mereka mau berbaur dengan masyarakat local setempat. Proses Enkulturasiyakni proses pembudayaan yang dilakukan oleh masyarakat pendatang baru dengan mengikuti acara kumpul keluarga dan juga ikut melayat orang yang meninggal yang pada akhirnya akan melahirkan pola komunikasi yang baik dalam proses adaptasi masyarakat pendatang baru dengan masyarakat lokal. Proses Difusi yakni penyebaran unsure kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat pendatang baru dal hal ini memperkenalkan kuliner asal daerah kepada masyarakat lokal.Dalam konteks ini, komunikasi merupakan alat yang digunakan oleh masyarakat pendatang baru dalam memperkenalkan kuliner daerah asal kepada masyarakat lokal.Para pendatang baru ingin memperkenalkan identitas budaya asal mereka kepada masyarakat lokal.Hal ini juga bertujuan untuk memperkaya budaya local setempat.
Adaptasi Komunikasi Masyarakat Asal Pulau Jawa di Kota Kupang Mas’amah, Mas’amah
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2040

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini, lazim dtemui perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Perpindahan ini bisa disebabkan karena tuntutan pekerjaan, menempuh pendidikan tinggi ataupun sekedar jalan-jalan. Kota Kupang merupakan tempat banyak dikunjungi oleh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, sehingga banyak pendatang yang mengalami proses adaptasi komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses adaptasi komunikasi, kendala yang dihadapi dan cara mengatasi kendala dalam proses adaptasi komunikasi masyarakat Asal Pulau Jawa Di Kota Kupang. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pengurangan Ketidakpastian, Adaptasi Komunikasi, dan bentu-bentuk hubungan antar etnik. Sedangkan paradigma penelitian ini adalah konstruktivis, metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, subyek penelitian adalah orang tua wali siswa SDN Angkasa Kota Kupang. Informan penelitian ini detentukan dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses adaptasi dan komunikasi para informan mengalami berbagai masalah, seperti tidak memahami bahasa lokal, yang berakibat munculnya rasa khawatir ketika akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Adapun cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan berusaha memahami bahasa lokal, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan lingkungann seperti arisan dan pengajian