cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
cultivation@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara email: info@iakntarutung.ac.id
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Teologi Cultivation
ISSN : 25810499     EISSN : 25810510     DOI : https://doi.org/10.46965/jtc
Journal of Teologi Cultivation (JTC) Journal of Religion and Christian Theological Education, published by the Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Indonesia, which contains articles on scientific research in the fields of Theology, Missiology, Theology Education and Teaching, History of Theology, Homiletics, Church Science, Catechetics, and Cultivation. The JTC is published biannual in July and December.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation" : 10 Documents clear
PERTOBATAN DI DALAM PHILOKALIA Wijaya, Hendi
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.182

Abstract

AbstrakArtikel ini ditulis untuk memberikan pengajaran tentang perjalanan kehidupan spiritual ketika seseorang sudah dilahirkan baru oleh Roh Kudus dalam baptisan. Pertobatan sehari-hari menjadi kunci untuk mencapai Theosis ini. Pandangan para Bapa Gereja dalam tradisi Timur yang terhimpun dalam buku Philokalia menjadi inti pembahasan untuk mengenal lebih dalam tentang konsep pertobatan mereka dan bagaimana relevansinya dalam kehidupan spritual kita sehari-hari sehingga kehidupan spiritual kita bisa bertumbuh.Kata-kata kunci: pertobatan, philokalia, spiritual, air mata, Nous, Roh Kudus, Bapa Gereja, dosa
INKULTURASI DALIHAN NA TOLU BENTUK MISI KRISTEN DI TANAH BATAK Manullang, Megawati
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.193

Abstract

AbstrakMisi Kristen dalam perjalanannya selalu mengalami perkembangan dimana perkembangan tersebut seiring perkembangan paradigma teologi. Perkembangan paradigma teologi tersebut juga mengalami sentuhan dengan budaya-budaya yang mengakibatkan perubahan perkembangan misi Kristen. Orang Kristen di tanah Batak memiliki keunikan tersendiri dalam menjalankan misi Kristen di tanah Batak karena misi tersebut dipahami sebagai inkulturasi budaya didalamnya dan budaya yang cocok adalah budaya kekerabatan orang Batak yaitu Dalihan Na Tolu.Kata Kunci : Inkulturasi, Dalihan na ToluAbstractThe Christian mission always has development progress in its journey, as a the development of the theological paradigm. The development of the theological paradigm is also experiencing when it touched with the cultures that lead to changes in the development of Christian mission. Christians in the land of Batak have their own uniqueness in carrying out the Christian mission in Batak land because the mission is understood as cultural inculturation and a suitable culture is the Batak kinship culture that is called Dalihan Na Tolu.Keyword : inculturation, Dalihan Na Tolu
TEOLOGI DEUTERONOMISTIS AMOS 4:1-3 BAGI KEHIDUPAN SOSIAL UMAT Yanti, Maria Evvy
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.183

Abstract

AbstrakTujuan penulisan artikel ialah menemukan karakter teologi Deuteronomistis dari Amos 4:1-3. Materi ini merupakan orasi Amos yang dituliskan oleh para redaktur. Teks ini sarat dengan pengajaran untuk mempraktikkan ketaatan dan ketekunan melakukan kehendak Allah. Metodologi penelitian yang digunakan dengan mengadaptasi pendekatan kualitatif termasuk: sejarah sosial, kritik redaksi, kritik teks dan analisis refleksi teologi dari Amos 4:1-3 yang memiliki karakter Deuteronomistic. Hasil dari penelitian Amos 4:1-3 untuk menaati dan mengembangkan karakter kehidupan sesuai kehendak Allah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teologi Deuteronomistis dalam Amos 4:1-3 menjadi pengajaran kebenaran Allah yang teraktualisasi melaluikehidupan sosial umat.Kata-kata kunci: orasi, deuteronomistis, sejarah sosial, sejarah redaksi, ketaatanAbstractThe research is intended to find out the character of Deuteronomistic Theology from Amos 4:1-3 for the social life of people. This material is an oration delivered by Amos which be told from redaktor. This oration is God’s Judgement becouse the wrong behaviors people in the social life aspects. This texts is full of dairy God’s will. Research methodology used in this research adopts qualitative approach including: sosial history, redaction criticism, text criticism and analysis of theological reflection ofDeuteronomistic of Amos 4:1-3 to obey and develop the character life in God’s will. The research suggets there are the character of Deuteronomistic theology in Amos 4:1-3 should be on God’s truth teaching through practise of social human life.Key Words: oration, The Deuteronomistic theology, social history, redaction history, obedienc
FILM “TANDA TANYA” SEBAGAI PRODUK BUDAYA POPULER DAN PERANNYA DALAM KONTEKS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA Kalay, Nelson Semol
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.178

Abstract

AbstractIn this article I would like to discuss about one of the popular cultures that is a film entitled “Tanda Tanya” (Question Mark) by focusing on its narrative. The film was produced by Indonesian producer to provoke religious pluralism, but at the end the film raised a series of controversies by the public due to the issue it brings. I herewith want to see how we understand the film as a product of popular culture and understanding the story based on the theological concept of religious pluralism. Finally, I will see how such a film gives a contribution for Indonesian Religious Plurality.Keywords: Tanda Tanya, religious plurality
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KARAKTER SISWA Pasaribu, Andar Gunawana
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.186

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk memperoleh gambaran Pola Asuh Orang Tua dengan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional purposive sampling (non random). Pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan 727 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pola Asuh Orang Tua, karakter dengan Kristiani siswa berada pada kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua dengan karakter Kristiani siswa Kelas VIII SMP Se Kabupatern Tapanuli Utara Tahun 2018. Sumbangan Efektif yang didapatkan adalah 38, 1%.Kata kunci: Pola Asuh Orang Tua, Karakter KristianiAbstractThe research aims: (1) to find out a description Patering Pattern and with character christian students’, and (2) to know a significant correlation together with Patering and students’ character Christian class VIII at SMP Se Kabupatern Tapanuli Utara. The research used a quantitative descriptive correlational and data were collected by using closed questionnaire with 727 second class students as respondents. The findings indicate that: (1) The Relationship Patering Pattern and with character christian students’, were moderate category, and (2) there was a significant impact between, Patering with character christian students’, class VIII SMP se Kabupaten Tapanuli Utara years 2018 is 38,1 %.Keywords: Relationship, patering pattern, character christian.
KAITAN PEMBERITAAN PARA NABI DENGAN TAURAT, HIKMAT, DAN APOKALIPTIK DALAM PERJANJIAN LAMA Sitopu, Elisamark
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.179

Abstract

AbstractThis paper discusses the relation between the messages of the prophet with other literature in the bible. The messages from prophets, such as Jeremiah, Isiah related, to special parts in torah namely Covenant, exodus. Another parts is related to wisdom and Apocaliptic. It means we have to learn other parts of the bible in order to understand the messager of the prophetis.Keywords: Relation, message of the propetis, Literatur
PREACHING GOSPEL TO ALL CREATURES (An Ecological - Theological Description) Gea, Ibelala
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.185

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang bagaimana memberitakan Injil kepada seluruh makhluk, bertolak dari Markus 16:15-16. Pemberitaan Injil adalah menyadarkan manusia agar tidak hanya memandang alam sebagai kekuasaan (dominio) tetapi sebagai sesama ciptaan, sahabat yang bersifat communio. Memberitakan Injil kepada seluruh makhluk dan menghargai segala makhluk dengan saling memberi dan menerima dengan mengacu pada pola-pola reduce, reuse, recycle dan replace sebagai tanggung jawab kepada Tuhan yang telah memberi amanat.Kata Kunci: Injil dan Segala makhlukAbstractThis article aims to describe the results of research on how to preach the gospel to all beings, based on Mark 16:15-16. Preaching the gospel is a great commission from the Lord Jesus to His followers after His resurrection from the dead. The world is the address of the gospel preaching, not only to man but to all beings.The Gospel writer of Mark wants to explain that the world is synonymous with evil, therefore the gospel serves to salt the evil world, so when Iniil is preached to the wicked, it is expected to change the mindset and human behavior.Greedy and greedy human behavior that only views nature as a commodity.Human evil is seen when only the task of exploiting natural resources and forget the responsibility of caring for, nurturing nature and the environment. Gospel preaching aims to awaken peoples not only to view nature as power (dominio) but as a fellow of creatures, and friends(communio).Preach the gospel to all beings and receiving each other with referring to reduce, reuse, recycle andreplace as a responsibility to God who has given the mandate for us.Keywords: gospel and All Creaturess.
PENGARUH PELAKSANAAN SERTIFIKASI GURU TERHADAP MINAT STUDI LANJUT MAHASISWA PROGRAM PENINGKATAN KUALIFIKASI SEMESTER II DI STAKPN TARUTUNG TAHUN AKADEMIK 2016/2017 Simatupang, Ronny
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.180

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara Pelaksanaan Sertifikasi Guru terhadap Minat Peningkatan Kualifikasi. Hasil analisa data menunjukan: 1) r hitung lebih besar dari r tabel (0,726 lebih besar dari 0,381); 2) Uji signifikan hubungan diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel sebesar 5,274 lebih besar dari 1 ,703; 3) Persamaan regresi linier diperoleh Ÿ = 16,889 + 0,245X; 4) Besarnya pengaruh antara pelaksanaan sertifikasi guru terhadap minat studi lanjut mahasiswa program peningkatan kualifikasi dipengaruhi oleh pelaksanaan sertifikasi guru sebesar 52,6% dan sebagian lagi dipengaruhi oleh faktor lain; 5) Uji signifikan pengaruh F hitung lebih besar dari F tabel pada taraf = 0,05 (31,60 lebih besar dari 4,17).Kata Kunci : Sertifikasi guru, Minat Studi Lanjut
PENGARUH MODEL MENGAJAR GURU PAK YANG BERVARIASI TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SIBORONGBORONG TP. 2017/2018 Napitupulu, Tianggur Medi
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.181

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variasi mengajar dengan minat belajar. Dari hasil disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variasi mengajar dengan minat yaitu 2,59 lebih besar dari 2,021. Dari hasil uji signifikansi pengaruh dapat disimpulkan bahwa hipotesa penelitian diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara model mengajar yang bervariasi dengan minat belajar PAK.Kata Kunci: Model Mengajar Guru PAK Yang Bervariasi, Minat Belajar Siswa.
ANALISIS DAN MAKNA TEOLOGI KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM KONTEKS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA Saragih, Erman Sepniagus
Jurnal Teologi Cultivation Vol 2, No 1 (2018): Teologi Cultivation
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v2i1.175

Abstract

AbstrakIndonesia adalah bangsa yang majemuk. Keadaan ini berpeluang dan sensitif terhadap konflik sosial jika sikap toleran yang rendah, kepentingan politik dan fanatisme. Tujuan penulisan yaitu menemukan makna teologi “Ketuhanan” dalam konteks pluralisme agama. Metologi penelitian dilakukan dengan studi analisis isi. Kesimpulannya yaitu, pertama; kata ketuhanan tidak boleh difahami dari aspek agama tertentu saja dalam kemajemukan di Indonesia. Kedua; ketuhanan berarti sifat-sifat yang mengindahkan Tuhan sebagai tampilan antropomorfis oleh agama manapun. Ketiga; Ketuhanan merupakan hasil sejarah perumusan sila pertama Pancasila dengan kesadaran akan bhineka sebagai realita yang harus dirawat, dijunjung tinggi dan dihormati dalam berbagai aspek hidup melebihi agama. Kata Kunci : Ketuhanan Yang Maha Esa, Pluralisme Agama, Teologi AbstractA plural nation these circumstances are likely and sensitive to social conflict if low tolerance, political interests and fanaticism. The purpose of writing is to find the meaning of theology of as mentioned earlier in the context of religious pluralism. The methodology by content analysis, further interpret theologically. The concludes the theological meaning of God in the first principle of the Pancasila; is first, the meaning of divinity should not be understood from certain aspects of religion only in the context of pluralism in Indonesian. Second; divinity means the properties of God or attributes that need the God as an anthropomorphic appereance of and for any religions. Third; the sentences of “belief in the one and only God is the achierement of reconciliation of the historical resultsof the first principle of pancasila with the awareness of the difference as a reality that must be nurtured, upheld and respected in various aspects of life beyond certain religious values. Keywords: Ketuhanan Yang Maha Esa, Pluralism, Theology

Page 1 of 1 | Total Record : 10