cover
Contact Name
Milian Tengker
Contact Email
tumoutoujkak@gmail.com
Phone
+6285256544641
Journal Mail Official
tumoutoujkak@gmail.com
Editorial Address
Jl. BougenvilleTateli Satu, Kec. Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Tumou Tou
ISSN : 23553308     EISSN : 27459527     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tumou Tou adalah jurnal ilmiah Institut Agama Kristen Negeri Manado yang dikelolah oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk membantu para akademisi dan juga peneliti untuk membagikan hasil penelitiannya dalam hubungannya dengan Kristianitas, Ajaran dan Kemasyarakatan. Terbit edisi pertama tahun 2014 dengan nama Tumou Tou yang merupakan falsafah hidup, jalan hidup dan tujuan hidup yang dapat meningkatkan pengetahuan, produkfitas, mutu dalam bidang pendidikan dan penelitian. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses peer-review dan proses editing secara profesional dan berkualitas pada bidangnya yang merupakan salah satu prasyarat untuk dapat Terakreditasi pada ARJUNA RISTEKBRIN dan juga terindeks pada SINTA. Tumou Tou merupakan jurnal yang telah diterbit sejak tahun 2014 dalam bentuk cetak dengan ISSN 2355-3308 dan secara online menggunakan OJS dimulai sejak tahun 2020
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
BERHERMENEUTIK BERSAMA DERRIDA Udang, Frety Cassia
Tumou Tou Volume VI, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans are interpretive beings; a creature that is always seeking meaning and understanding reality outside of himself. The process of understanding and understanding continues and is productive as long as humans are and exist in this life. As long as there is an effort to interpret and understand, hermeneutics play a role. This paper tries to see hermeneutic understanding as a means of criticizing the absoluteness and dominance of meaning and understanding from the perspective of Derrida Deconstruction. Hermeneutics in the perspective of deconstruction provides important space for readers and their context in constructing meaning. The various meanings and understandings are appreciated as a necessity of a process of reading texts. Through Derrida's glasses, deconstruction becomes a reflective tool to open new awareness and new possibilities, which may have been missed in the effort to understand
METODE-METODE YANG KREATIF DAN EFEKTIF UNTUK PENCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Tubagus, Steven
Tumou Tou Volume VI, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative and effective methods for achieving the goals of Christian education. The aim of learning is not just to master concepts knowledge and be skilled in motor skills, but to change attitudes. The method used is qualitative, using the study of literature that is the Bible and reference books. Both school and outside school students have a good signal and people of students are satisfied with the character changes that occur in students, so the methods used are very effective. Methods should not be the main thing by ignoring teaching. The method is used to support teaching so that educational goals are achieved. The various methods will help students to understand the teaching material delivered. The teaching-learning process must be done by various methods. Teachers must have the ability to teach both cognitively, psychomorically, and affective to achieve the goals of Christian religious education. Hold everything that you have heard from me as an example of sound teaching and do it in faith and love in Christ Jesus.
MEMAHAMI PERAN YESUS DAN ROH KUDUS DALAM INJIL LUKAS DENGAN BINGKAI PEMIKIRAN PIERRE FELIX BOURDIEU
Tumou Tou Volume VI, Nomor 2, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to understand the role of the Holy Spirit and Jesus in Luke's Gospel using an interpretive approach that utilizes social science. This way of understanding is called an effort to understand the text using a social approach (utilizing social sciences). This article uses a descriptive analysis method by describing research results from various primary and secondary literature sources related to the topic. The Holy Spirit in Luke's Gospel has an important role in the work of Jesus' ministry. The writer of the Gospel of Luke does pay special attention to the Holy Spirit in his writings. This article wants to examine how the position or role of the Holy Spirit and Jesus themselves in social practice uses the thoughts of Pierre Felix Bourdieu. Some important things from Bourdieu such as habitus, agency, capital, and social practice become the emphasis in this article.
“GEREJA DIBALIK DINDING" Kajian Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Pendidikan Multikultural di Indonesia)
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan pendidikan multikultural dengan mendialogkan Markus 7:24-30 yang berbicara tentang Yesus dan Perempuan Siro-Fenisia dengan dihadapkan dengan wacana multikultural dalam konteks Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research atau penelitian kepustakaan dan metode yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui buku-buku tulisan James Banks dan Tabita Christiani. Melalui dialog analisis Teks Alkitab dan teori dari beberapa ahli ini dapat mengasilkan pendidikan multikultural dalam konteks Indonesia. Analisis terhadap teks Markus 7:24-30 merupakan salah satu teks Alkitab yang berbicara soal multikultural. Yesus berhadap dengan seorang perempuan Siro-Fenisia yang berbeda gender, agama, dan etnis dengan-Nya
“AKU LEPAS AKU BEBAS” Kajian Konsep “Melepaskan” dalam Teologi, Spiritualitas dan Seni
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep “Melepaskan” dengan mengkaji di tiga ranah yang berbeda.Dari segi teologi dengan menilik kitab Amsal.Lalu dari Spiritualitas dengan menelusuri konsep tersebut dari pemikiran tokoh mistik besar, Meister Eckhart. Lalu dari Seni dengan mempertimbangkan lagu “lepas bebas dari Iwa K. Kajian ini memperlihatkan bahwa konsep “melepaskan” itu punya peranan yang cukup signifikan dalam berbagai ranah kehidupan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, konsep ini rupanya memberi kegunaan besar bagi umat manusia.
TULIP: Sejarah Teologi Calvinis di Belanda 1618-1619
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meneliti sejarah perkembangan Calvinisme di Belanda yang dibawah oleh Johanes Calvin di masa 1618-1619 dan pengaruhnya bagi gereja di Indonesia. Salah satu teologi Calvinis yang lahir dan berkembang di Belanda yakni TULIP. Melalui perkembangan di Belanda, penyebarluasan teologi predestinasi yang terkandung dalam TULIP maupun beberapa teologi lainnya boleh dikenal sampai di Asia khususnya gereja di Indonesia seperti Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan studi literatur. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan adanya TULIP, GMIM perlu mengkaji kembali kesadaran bersama menjalankan teologi (doing theology) dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi gereja.
MAKNA TEOLOGI PERAYAAN NATAL YESUS KRISTUS
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bagaimana pemahaman umat kristen tentang Makna Natal, bagaimana upaya dari pimpinan atau lembaga gereja dalam mengajarkan konsep ini kepada anggota jemaat, serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemahaman jemaat tentang konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Dari hasil analisis dan pembahasan/interpretasi, maka diperoleh indikasi bahwa: (1) pemahaman dari anggota jemaat GMIM Sion Sentrum Sendangan mengenai Natal masih kurang. (2) peran para pimpinan gereja dalam mengajarkan Natal masih belum memadai. (3) faktor internal yang mempengaruhi pemahaman anggota jemaat dalam memahami makna natal adalah kurangnya semangat untuk mencari tahu pemahaman yang mendalam tentang natal sedangkan faktor eksternal yakni kurangnya pembelajaran dari pimpinan gereja yang mendalam tentang Natal. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan agar gereja mempunyai pengajaran yang khusus dan mendalam tentang makna natal, sehingga dapat memudahkan untuk mengajarkan konsep ini, dan dapat menjadi motivasi bagi anggota jemaat untuk mengetahui pemahaman yang mendalam mengenai makna natal.
SOLA SCRIPTURA DALAM TAFSIR POSTKOLONIAL Wahono, Tri Ratno
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui kajian postkolonial, artikel ini menganalisis salah satu konsep penting dalam ajaran Protestantisme yaitu Sola Scriptura. Pada kenyataannya terjadi pergeseran makna atas konsep tersebut dari mengembalikan wibawa Alkitab, hingga kini menjadi suatu makna yang eksklusif. Artikel ini memperlihatkan bahwa dengan analisis postkolonial yang membongkar segala upaya dominasi, Sola Scriptura bisa menjadi konsep yang mendukung keterbukaan terhadap perubahan zaman agar Alkitab bisa bicara bagi orang segala masa dan tidak menjadikan Alkitab sebagai alat untuk mengeksklusi yang lain. Dalam perspektif postkolonial, Alkitab justru punya wibawa yang tinggi karena mampu didialogkan dengan berbagai teks dan konteks yang ada tanpa perlu merendahkan Alkitab dibanding yang lain.
ESTETIKA MUSIK PADAGENERASI MILENIAL Purba, Berehme Adyatmo
Tumou Tou Volume VI, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik saat ini semakin banyak memiliki variasi-variasi trendbaru. Masa kepopulerannya kerap berganti-ganti dengan tujuan mengikuti selera musik yang berkembang di masyarakat. Hal ini menjadisuatu kerumitan untuk mengidentifikasi aspek baru apa yang dapat dikatakan sebagai estetika (keindahan)baru pada musik saat ini khususnyapada generasi milenial.Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui esensi dan tendensi keindahan yang terdapat dalam sebuah karya musik dieramilenial. Melalui penggunaan teori estetika musik yaitu untuk mempersepsi konsep dan elemen musikal dalam musikyang digunakan disebuah gereja padaera milenial saat ini.Bahwa jika dianalisa ada unsur musik yang diminati, misalnya di gereja-gereja yang memiliki instrumen berteknologi moderndenganpenerapan idiom-idiom bunyi dari electronic musical instrument seperti misalnya idiom dub step, pad voice, melalui komposisi sequenser. Ada juga yang menggunakan unsur musik elektronik seperti Syntesizer, Drum Machine, bergaya Electronic Dance Music. Sama halnya yang temui di Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) Manado, hasil pengamatan menunjukkan bahwa ada yang menggunakan teknologi musik seperti drum pad dalam kebaktian, hal ini menandakan salah satu elemen yang tergolong baru dari segi teknologi dan timbre musikal. Maka dari itu, musik pada generasi milenial yang juga terdapat di gereja yang dalam hal ini yaitu musik yang berteknologi digital. Bahkan dapat dikatakan estetika musik di gereja juga selalu mengikuti perkembangan estetika musik sekuler dalam dunia musik populer.
KONSEP ABODAH SEBAGAI DASAR BAGI TEOLOGI PERTANIAN Paninggiran, Yanti
Tumou Tou Volume V, Nomor 2, Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berbicara tentang bagaimana membagun sebuah Teologi untuk konteks Pertanian berdasarkan salah satu konsep kerja dalam Perjanjian Lama yaitu Abodah. Sebagai sebuah konsep yang sering diulang teks-teks Perjanjian Lama, Abodah punya sesuatu yang berharga sebagai dasar bagi pentingnya Pertanian dari sudut pandang Kekristenan. Konsep ini memperlihatkan bahwa kerja di bidang Pertanian merupakan sesuatu yang sakral sama seperti gambaran Allah yang menciptakan dunia seperti seorang petani.