cover
Contact Name
Niken Dyahariesti
Contact Email
nikenariesti09@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nikenariesti09@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro No.186, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
ISSN : 26563215     EISSN : 26156903     DOI : http://dx.doi.org/10.35473/ijpnp.
Core Subject : Health,
This journal is aimed as promoting principled approach to research on pharmacy that covers a broad range of topics engaging a good relationship in theoretical and practical. This journal covers: Pharmacology Pharmacognosy Analytical Chemistry Pharmaceutical Technology Social and Management Pharmacy
Articles 37 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri dan Kandungan Senyawa Aktif Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol 70% biji Melinjo (Gnetum gnemon. L) terhadap bakteri Salmonella thypi dan Streptococcus mutans Hati, Anita Kumala; Multazamudin, Multazamudin; Iqbal, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.28

Abstract

Indonesia kaya dengan ragam flora, banyak tanaman yang mempunyai aktivitas farmakologis, salah satunya adalah biji melinjo (Gnetum gnemon. L). Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, menunjukkan bahwa biji melinjo memiliki potensi antibakteri karena mengandung senyawa alkaloid, polifenol, steroid, dan saponin. Salmonell thypi bakteri gram negatif penyebab infeksi tifoid. Streptococcus mutans bakteri gram positif penyebab karies gigi. Pelarut yang berbeda kepolaran akan menarik senyawa yang berbeda kepolaran juga. Hasil uji antibakteri ekstrak n-Heksan dan etil asetat biji melinjo terhadap bakteri Salmonella thypi tergolong lemah, terhadap Streptococcus mutans tergolong sedang, dan dari ekstrak etanol 70% biji melinjo terhadap kedua jenis bakteri tersebut memberikan respon penghambatan kuat. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak n-Heksan dan etil asetat adalah Alkaloid dan Saponin. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak etanol 70% adalah Polifenol dan Saponin.
Hubungan Faktor Usia dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pengetahuan Penggunaan Antibiotik di Kelurahan Sidorejo Kidul Yuswantina, Richa Yuswantina; Dyahariesti, Niken Dyahariesti; Fitra Sari, Nur Laeli; Kurnia Sari, Emi Dyah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i1.193

Abstract

Tingginya penggunaan antibiotik yang tidak  tepat menyebabkan terjadinya masalah resistensi antibiotik. Aspek pengetahuan merupakan faktor sosial kognitif yang mempengaruhi perilaku pada setiap individu, termasuk perilaku dalam penggunaan antibiotik. Pengetahuan sendiri sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan faktor usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Sidorejo Kidul terhadap penggunaan antibiotik berdasarkan tingkat pendidikan dan faktor usia. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sidorejo Kidul sebanyak 100 responden yang dipilih secara proporsional sampling. Data tingkat pendidikan dan factor usia terhadap pengetahuan dalam penggunaan antibiotik dianalisis menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil analisis diperoleh berdasarkan tingkat pendidikan nilai Asymtotic Significance  yang diperoleh adalah 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik. Pengujian SPSS berdasarkan faktor usia didapatkan nilai signifikan 0,018 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang sigifikan antara usia dengan tingkat pengetahuan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara tingkat pendidikan dan factor usia masyarakat Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir Kota Salatiga tehadap pengetahuan dalam penggunaan antibiotic.Kata Kunci : Antibiotik, tingkat pengetahuan, faktor usiaThe high use of antibiotics leads to antibiotic resistance problem. Aspects of knowledge is a cognitive social factors that influence the behavior of each individual, including behavior in the use of antibiotics. Knowledge is greatly influenced by the age factor and level of education.This study aims to determine the correlation of education level  and the age factor in Sidorejo Kidul Village Tingkir District Salatiga on knowledge in the use of antibiotics.This research method is analytic survey with cross sectional approach. Samples were Sidorejo Kidul Villager 100 respondents selected by proportional sampling. Data on the education level of knowledge in the use of antibiotics were analyzed using Chi Square correlation test.The results obtained for the level education by analysis of Asymtotic Significance value of 0.000 or less than 0.05, which means there was a significant correlation between level of education and knowledge in the use of antibiotics. Testing using spss for the age factor obtained a significant value of 0.018 <0.05, which meant there was a significant correlation between age and level of knowledge. From these results it can be concluded that there is a correlation between the level of public education and the age factor of Sidorejo Kidul Villager Tingkir District Salatiga on knowledge in the use of antibiotics.Keywords : Antibiotics, level education, age factor, knowledge
Analisis Keefektifan Biaya Pengobatan Pada Pasien Pneumonia Balita Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga Tahun 2018 Wulandari, Nita Tanti; Listyanti, Ening; Dyahariesti, Niken; Erwiyani, Agitya Resti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i2.276

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Pengobatan pneumonia yang diterapi dengan antibiotik secara efektif dapat meningkatkan efek terapeutik klinis, meminimalkan toksisitas obat mengurangi angka kejadian resistensi dan lebih ekonomis. CEA merupakan suatu metode evaluasi ekonomi yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan pemilihan alternatif terbaik pada pemilihan biaya pengobatan pneumonia. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis keefektifan biaya pengobatan pada pasien pneumonia balita di rawat inap Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga   tahun 2018. Penelitian ini menggunakan merupakan penelitian non eksperimental (observasional) menggunakan pendekatan retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pasien. Sampel dianalisis sesuai dengan metode ACER dan ICER. Efektivitas terapi dilihat dari LOS. Nilai ACER: kelas VIP: Ceftriaxon + Cefixime Rp. 615.177, Cefotaxime + Gentamisin Rp.810.773.  Kelas I: Cefotaxime + Gentamisin Rp. 536.880. Kelas II: Cefotaxime Rp. 408.493, Cefotaxime + Cefixime Rp. 357.397, Cefotaxime + Gentamisin Rp. 385.488 dan Ceftriaxon + Cefixime  Rp. 325.355. Kelas III: Cefotaxime Rp. 278.740, Ceftriaxon Rp. 186.250, Cefotaxime + Gentamisin Rp. 312.734, Cefotaxime + Cefixime Rp.286.128 dan Ceftriaxon + Cefixime Rp.295.100. Nilai ICER pada kelas VIP : Ceftriaxon + Cefixime dan Cefotaxime + Gentamisin Rp. -356.967 dan pada kelas III adalah Ceftriaxon dan Cefotaxime Rp.-91.219. Pada pengobatan bronkopneumonia balita terapi antibiotik yang paling cost-effective di ruang kelas VIP adalah penggunaan antibiotik kombinasi Ceftriaxon + Cefixime, ruang kelas I adalah Cefotaxime + Gentamisin, ruang kelas II adalah Cefotaxime, dan ruang kelas III adalah Cefotaxime.Kata Kunci           : Analisis Keefektifan Biaya, Terapi Antibiotik, PneumoniaPneumonia is an acute infection that attacks lung tissue caused by bacteria, viruses and fungi. Treatment of pneumonia is effectively treated with antibiotics because it can increase clinical therapeutic effects, minimizing drug toxicity reduces the incidence of resistance and more economical. CEA is an economic evaluation method that can be used in making the best decision on the selection of alternatives in the selection of pneumonia treatment costs. To analyze the effectiveness of medical expenses in pneumonia patients under five inpatient hospitalized Dr. Ario Wirawan Salatiga in 2018. This study used a non-experimental (observational) method using a retrospective approach and analyzed descriptively. The sample used was 30 patients. The samples were analyzed according to the ACER and ICER methods. The effectiveness of therapy was seen from LOS. ACER Value: VIP class: Ceftriaxon + Cefixime Rp. 615,177, Cefotaxime + Gentamisin Rp.810,773. Class I: Cefotaxime + Gentamisin Rp. 536,880. Class II: Cefotaxime Rp. 408,493, Cefotaxime + Cefixime Rp. 357,397, Cefotaxime + Gentamisin Rp. 385,488 and Ceftriaxon + Cefixime Rp. 325,355. Class III: Cefotaxime Rp.278,740, Ceftriaxon Rp.186,250, Cefotaxime + Gentamisin Rp. 312,734, Cefotaxime + Cefixime Rp.286,128 and Ceftriaxon + Cefixime Rp.295.100. ICER scores at VIP class: Ceftriaxon + Cefixime and Cefotaxime + Gentamisin Rp. -356,967 and in class III Ceftriaxon and Cefotaxime Rp.-91,219. In bronchopneumonia treatment toddlers the most cost-effective antibiotic therapy in VIP classrooms is the use of a combination antibiotic Ceftriaxon + Cefixime, class I is Cefotaxime + Gentamisin, Class II is Cefotaxime, and Class III is Cefotaxime.Keywords : Cost Effectiveness Analysis, Antibiotic Therapy, Pneumonia
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Tanin Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica Granatum L.) Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Wahid, Rahmat A Hi
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i2.538

Abstract

ABSTRAKKulit buah delima putih (Punica granatum L.) diketahui mengandung tanin. Tanin merupakan senyawa polifenol yang dapat larut dalam air dan pelarut organik juga dapat mengendapkan protein. Tanin terdapat luas dalam tumbuhan dan digunakan untuk sarana proteksi serangan hewan, bakteri, jamur, serta dapat digunakan sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara analisis tanin yang sesuai sehingga diperoleh kadar tanin dalam ekstrak kulit buah delima putih menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).Kulit buah delima putih diekstraksi dengan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi selama 5 hari. Pengujian kualitatif tanin dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan KCKT. Sedangkan pengujian kuantitatif tanin dengan KCKT menggunakan fase diam kolom C18 Octadesyl Silane (ODS) 25 cm x 4,6 mm, fase gerak asam fosfat 0,55% (v/v), kecepatan alir 1,5 mL/menit, elusi isokratik, dan menggunakan detektor spektrofotometer UV (λ 277 nm). Hasil analisis menunjukkan waktu retensi 25,0 menit. Linearitas diperoleh dengan memplotkan luas puncak kromatogram dan konsentrasi isolat menunjukkan korelasi yang baik (r =0,999) dengan persamaan regresi linear y = 645,6x. Kadar rata-rata tanin ekstrak etanol kulit buah delima putih yang ditetapkan dengan KCKT sebesar 2,01%. Dari hasil penelitian ini  dapat disimpulkan bahwa analisis kualitatif tanin dapat dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan KCKT sedangkan analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan KCKT.Kata kunci : Folin-Ciocalteu, KCKT, Kulit Buah Delima Putih (Punica granatum L.), Tanin.The peel of white pomegranate (Punica granatum L.) is known to contain tannins. These chemical are polyphenols that can be disolved in water in addition to organic solvent and protein. The aim of this study is to quantify and optimize the composition of tannin extracted from pomegranate peel extract by using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC).The peel of white pomegranate is extracted by maceration method using 70% of ethanol liquid. HPLC and Folin-Ciocalteu was used as qualitative analyze of tannins, and quantitative analyze by HPLC with Octadesyl Silane (ODS) 25 cm x 4,6 mm as stationary phase C18 column, phosphoric acid 0,55% (v/v) as mobile phase, the flow rate 1,5 mL/minute, isocratic elution and with spectrofotometer UV detector (λ 277 nm). Result showed that a retention time of 25.0 minute.Linearity obtained by plotting the peak area of chromatogram and the concentrate of isolate showed that good correlation (r=0,999) with the equality of linear regretion y = 645,6x. The average content of extract tannins ethanol the peel of white Pomegranate that determinated with HPLC is 2,01%. As a conclusion, the qualitative analyze of tannins can be used by Folin-Ciocalteu and HPLC methods, and quantitative analyze can be used by HPLC.Keywords: Folin-Ciocalteu, HPLC, Tannins, Pomegranate (Punica granatum L.)
Formulasi Ekstrak Rambut Jagung (Corn Silk Zea Mays) Dalam Krim Tabir Surya Sebagai Preventif Kanker Kulit Andriani, Disa Andriani; Pratimasari, Diah Pratimasari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i2.94

Abstract

ABSTRAKRambut jagung kaya akan senyawa bioaktif sehingga berpotensi digunakan sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Ekstrak Rambut Jagung (ERJ) yang paling optimal pada krim tabir surya berdasarkan sifat fisik, nilai SPF dan efek iritasinya. Rambut jagung kering dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian ekstrak rambut jagung yang diperoleh diformulasikan ke dalam bentuk krim tabir surya dengan 3 formula. Berbagai Formula ERJ pada sediaan krim tabir surya diuji stabilitas secara fisik, efektivitasnya berdasarkan  nilai SPF, dan efek iritasi pada kulit secara Draize test. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANOVA menggunakan uji-T taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula krim tabir surya ERJ memenuhi persyaratan uji sifat fisik, tidak menyebabkan iritasi dan memiliki kemampuan nilai SPF yang beragam pada tiap formula. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan konsetrasi ekstrak rambut jagung pada masing-masing formula krim tabir surya ERJ tidak mempengaruhi hasil uji sifat fisik, uji iritasi dan nilai SPF. Krim tabir surya ERJ yang paling optimal adalah Formula III dengan konsentrasi  ekstrak rambut jagung 0,15%Kata Kunci : ekstrak rambut jagung, krim tabir surya, uji sifat fisik,   SPF, uji iritasi Corn silk is rich in bioactive compounds and has the potential to be used as a sunscreen. This study aims to determine the optimal concentration of corn silk extract on sunscreen creams based on physical properties, SPF values and their irritation effects. Dry corn silk was extracted with 96% ethanol, and it was formulated into a sunscreen cream with 3 formulas. Various corn silk extract formulas on sunscreen creams were tested for physical stability, their effectiveness was based on SPF values, and the irritation effect on the silk by Draize test. The result were analyzed statistically by ANOVA using a T-test level of 95%. The results showed that all formulas of corn silk extract cream fulfilled the test requirements of physical properties, did not cause irritation and had the ability of various SPF values in each formula. Statistical tests showed that differences concentration of corn silk extract in each formula of sunscreen cream did not affect the results of physical properties test, irritation test and SPF value. The most optimal cream of ERJ sunscreen is Formula III with 0.15% corn hair extracts concentration.Key words : corn silk extract, suncreen cream, physical test, SPF, irritation test
Formulasi Spray Gel Ekstrak Etil Asetat Bunga Melati (Jasminum sambac (L.) Ait.) Sebagai Antijerawat Hayati, Rima; Sari, Amelia; Chairunnisa, Chairunnisa
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i2.256

Abstract

Bunga melati (Jasminum sambac (L.) Ait.) mengandung linalool, geraniol, eugeniol, eugenol yang dikenal dengan zat penolak serangga. Pada penelitian ini peneliti ingin memformulasikan ekstrak bunga melati menjadi sediaan spray gel yang berfungsi sebagai antijerawat. Dalam penelitian ini dibuat 3 kali pengulangan sediaan spray gel dengan konsentrasi ekstrak etil asetat bunga melati 10%. Eksipien yang digunakan dalam formulasi ini adalah karbopol, gliserin, NaOH, dinatrium EDTA dan NaCl. Spray gel ekstrak bunga melati yang dihasilkan berwarna kuning kecoklatan, berbentuk cair dan berbau khas bunga melati. Selain itu sediaan ini juga menunjukkan uji daya sebar 6 cm (P1), 5,5 cm (P2), 5,75 cm (P3). Uji kondisi semprotan ketiga batch baik, sifat ketahanan melekat. Waktu kering 3,01 menit (P1), 2,50 menit (P2), 2,46 menit (P3) dan memiliki pH 4,59 (P1), 4,58 (P2), 4,48 (P3). Ketiga pengulangan formula memenuhi persyaratan uji viskositas dan tidak mengiritasi.Kata Kunci : Spray gel, Bunga Melati, KarbopolJasmine (Jasminum sambac (L.) Ait.) contains linalool, geraniol, eugeniol, eugenol which are known as insect repellents. In this study, researchers wanted to formulate jasmine flower extract into spray gel preparations that function as anti-acne. In this study, 3 repetitions of spray gel preparations were made with 10% jasmine flower ethyl acetate extract concentration. The excipients used in this formulation were carbopol, glycerin, NaOH, disodium EDTA and NaCl. The resulting jasmine flower extract spray gel is brownish yellow, liquid and has the characteristic smell of jasmine. In addition, this preparation also showed a spread test of 6 cm (P1), 5.5 cm (P2), 5.75 cm (P3). Test the spray conditions of the three batches is good, inherent resistance properties. Dry time was 3,01 minutes (P1), 2,50 minutes (P2), 2,46 minutes (P3) and had a pH of 4,59 (P1), 4,58 (P2), 4,48 (P3). Three repetitions formulas meet the viscosity test requirements and do not irritate.Keywords: Spray gel, Jasmine, Karbopol
Evaluasi Terapi Antihipertensi Pada Pasien Rawat Inap Di RS X di Semarang Oktianti, Dian; Furdiyanti, Nova Hasani; Fajriani, Windha Novia; Ambarsari, Utami
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.504

Abstract

Hipertensi menempati proporsi terbesar kelompok penyakit tidak menular di Jawa Tengah sebesar 60,00% pada 2016 dan meningkat menjadi 64,83% pada 2017. Hipertensi adalah faktor resiko penyakit serebrovaskular, penyakit arteri koroner, dan gagal ginjal. Strategi terapi dalam pemilihan obat perlu dicermati agar diperoleh obat yang efektif dan tepat diberikan sehingga dapat menghasilkan efektifitas yang optimum dan tidak menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemilihan dan dosis antihipertensi pada pasien hipertensi rawat inap di RS X di Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non ekperimental. Pengumpulan data secara retrospektif dengan menganalisis data rekam medis pasien hipertensi rawat inap periode 2018. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan sebanyak 79 pasien. Analisis data dilakukan menggunakan JNC VIII 2014, DIH 2018, dan DIF 2012.Hasil penelitian menunjukkan ketidaktepatan pemilihan obat sebesar 15,21% terjadi pada 11 pasien terdiri atas interaksi obat 12,67%, duplikasi 1,27%, dan terlalu banyak obat untuk 1 indikasi sebesar 1,27%, ketepatan pemilihan dosis sebesar 97,47%. Pemilihan terapi antihipertensi pada pasien hipertensi rawat inap di RS X menunjukkan sebanyak 86,08% ketepatan pemilihan dosis sebesar 97,47%memperoleh pemilihan yang sudah tepat.Kata Kunci: Antihipertensi, Pemilihan Obat, Dosis, DRPs.Hypertension had the largest proportion of non communicable diseases in Central Java, which was 60,00% in 2016 increased to 64,83% in 2017. Hypertension is a risk factor for cerebrovascular disease, coronary artery disease, and kidney failure. The therapeutic strategy in drug selection needs to be examined in order to obtain appropriate drugs that can produce optimal effectiveness and avoid Drug Related Problems (DRPs). This study aimed to evaluate the selection and evaluate the accuracy of dose of antihypertensive therapy at X Hospital. This study was non experimental research. Retrospective data collected by analyzing the medical record data from inpatient in 2018. The sampling technique was purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. The sample used in this study were 79 patients. Data analysis was performed using JNC VIII 2014, DIH 2018, and DIF 2012.The results showed the inaccuracy of drug selection was 15,21% on 11 inpatients consisting of drug interactions 12,67%, duplication 1,27%, and too many drugs for 1 indication 1,27%. The dose selection accuracy is high at 97,47%  The selection of antihypertensive therapy in hypertensive inpatients at X Hospital showed that 86,08% obtained the correct drug selection and The dose selection accuracy is high at 97,47%.Keywords: Antihypertension, Drug Selection, Dose, DRP.
Identifikasi Flavonoid dalam Fraksi Kloroform Daun Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) Karimatulhajj, Hanifah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i2.594

Abstract

ABSTRAKFraksi kloroform daun binahong dari ekstrak etanoliknya telah dilaporkan dapat mempercepat penyembuhan luka pada hewan uji. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid dalam fraksi kloroform daun binahong dengan metode kromatografi lapis tipis. Ekstrak etanol daun binahong diawalemakkan dengan n-heksan kemudian difraksinasi dengan kloroform menggunakan metode fraksinasi cair-padat. Selanjutnya fraksi dielusi dengan fase gerak n-heksan:etil asetat:metanol dengan perbandingan 6:3:1 dan fase diam silica gel 60F254. Deteksi semprot menggunakan pereaksi sitroborat yang sensitif terhadap senyawa flavonoid. Hasil KLT menunjukkan adanya 11 spot pada fraksi kloroform daun binahong yang di dalamnya tidak terdapat senyawa flavonoid.Kata kunci : KLT, Fraksi Kloroform Daun Binahong, Flavonoid, Penyembuhan lukaChloroform fraction of madeira vine leaf (FKDB) from the ethanolic extract (EEDB) was reported could promotes wound healing on gentle rat wistar animal testing. Quercetin flavonoid is the one of phytochemical that has wound healing pharmacology activity. Quercetin was found in the shoot part of madeira vine plants. The Leaf was located at the shoot part of plant that might contain flavonoid.  This study was conduct to determine contain of quercetin in madeira vine’s leaf especially at  chloroform fraction. EEDB made with maseration method. Madeira vine’s leaf powder soaked with ethanol 96% for 4 days and stirred for 3 hours then soaked again. Filtrate was taken after 24 hours and repeated until 4 days with solvent replacement. The extract was concentrated using rotary evaporator at50o C until concentrated. The solven evaporated using waterbath  at the same temperature. Extract was defatted with n-hexane and fracionated with chloroform using liquid-solid  method until obtain FKDB. Identification of phytochemical compounds in the chloroform fraction of madeira vine’s leaves by thin layer chromatography method. The fraction eluted in saturated chamber using mobile phase mixture of n-hexan:ethyl asetate:methanol with comparison 6:3:1 and activated silica gel 60F254 as stationary phase. Spray detection using citroborat reagent which is sensitive    to flavonoids. The result identificated using UV 254 and UV 366 showed that any 11 spot in the chloroform fraction of madeira vine’s leaves with no presense quercetin flavonoid there.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Biji Bligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Luhurningtyas, Fania Putri; Vifta, Rissa Laila; Khotimah, Siti Khusnul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.32

Abstract

Tanaman bligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) merupakan tanaman yang termasuk di dalam famili Cucurbitae atau sejenis labu. Khasiat tradisional bligo secara turun menurun adalah sebagai laksatif, diuretik, dispepsia, dan anti inflamasi. Telah dilakukan uji aktivitas antijamur ekstrak etanol biji bligo terhadap Candida albicans untuk mengetahui aktivitas penghambatan pertumbuhan jamur dan identifikasi golongan metabolit sekundernya. Penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu ekstraksi senyawa bioaktif menggunakan refluks, skrining fitokimia dan uji aktivitas antijamur dengan metode mikrodilusi. Ekstrak etanol biji bligo mempunyai aktivitas antijamur yang lemah dengan nilai konsentrasi hambat minimum (MIC) sebesar 250 mg/mL dan konsentrasi bunuh minimum (MFC) sebesar        > 500 mg/mL. Hasil identifikasi metabolit sekunder menunjukkan ekstrak etanol biji bligo positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin.
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Mengkudu (Morindra citrifolia Linn) dan Scopoletin secara In-Vitro terhadap Bakteri Tuberkulosis Dhilasari, Estu Mahanani; Kusumawati, Idha Kusumawati; Primaharinastiti, Riesta Primaharinastiti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i1.192

Abstract

Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Secara tradisional mengkudu digunakan untuk pengobatan tuberkulosis. Scopoletin merupakan komponen utama dalam mengkudu, oleh karena itu scopoletin sering dijadikan marker dalam studi farmakokinetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anti-Mycobacterium tuberculosis (H37RV) ekstrak daun mengkudu dan scopoletin melalui penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Uji aktivitas antibakteri dan penentuan KHM dari ekstrak etanol 50% daun mengkudu dilakukan dengan metode dilusi agar dengan konsentrasi 1,0×10-4 µg/ml – 5,1×10-11 µg/ml. Uji aktivitas menunjukan bahwa ekstrak etanol 50% daun mengkudu dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis dengan KHM 4,0×10-6 µg/ml. Sedangkan scopoletin dengan konsentrasi yang setara dengan kandungan pada ekstrak tidak menunjukan aktivitas anti-Mycobacterium tuberculosisnya.Kata kunci: Mengkudu, Scopoletin, tuberkulosisTuberculosis (TB) is a disease caused by a bacterium, Mycobacterium tuberculosis. Morinda citrifolia Linn has been found to kill Mycobacterium tuberculosis. Scopoletin is a major component in Morinda citrifolia Linn, therefore scopoletin often used as markers in studies of pharmacokinetic. This research purpose to determine anti-Mycobacterium tuberculosis (strain H37RV) activity based on the value of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) used to ethanolic extracts from Morinda citrifolia Linn leaf and scopoletin. Experiment of anti-Mycobacterium tuberculosis activities tested by well dillution methods with a dose 1,0×10-4 µg/ml – 5,1×10-11 µg/ml . The results showed that ethanolic extract Morinda citrifolia Linn leaf  were found to be active to Mycobacterium tuberculosis activity with MIC 4×10-6 µg/ml while scopoletin at the same concentration with extract had no anti­- Mycobacterium tuberculosis activity.Keywords:  Noni, scopoletin, tuberculosis

Page 1 of 4 | Total Record : 37