cover
Contact Name
Deni Trianto
Contact Email
jurnaledukasi1@gmail.com
Phone
+6289601491049
Journal Mail Official
jurnaledukasi1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Petamburan IV, no. 5, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia - 10260
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 20888570     EISSN : 27459845     DOI : 10.47562
Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen is part of the development of the Christian Religious Education Bachelor Study Program which focuses on developing journals in the world of education. Development This journal focuses on developing education and can contribute ideas for readers, education practitioners, and members involved in education. The focus of this Education Journal covers several themes, including Themes: 1. Christian Religious Education 2. Education Management 3. General Education 4. Curriculum 5. Evaluation
Articles 25 Documents
Penerapan Metode Cerita Bervariasi Terhadap Karakter Siswa Mahendra, Yogi
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2018): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47562/edk.v10i1.86

Abstract

Penelitian ini ditinjau antara pengaruh penerapan metode cerita bervariasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Karakter Siswa kelas V di Sekolah Dasar Swasta Widuri Indah II Jl. Jamblang Raya 2 LM Duri Selatan,Tambora Jakarta Barat. Populasi dalam skripsi ini adalah siswa-siswi kelas V berjumlah 50 siswa. Populasi dan sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Struktural model persamaan diuji dengan menggunakan SPSS 16. Tujuan penulisan skripsi ditulis sebagai salah satu persyaratan akademis untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologia Bethel Indonesia, Jakarta. Dan penulis juga ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan metode cerita bervariasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Karakter Siswa kelas V di Sekolah Dasar Swasta Widuri Indah II, Jl Jamblang Raya 2-LM Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat.
Peranan Guru PAK Dalam Membina Karakter Siswa SMA Lasut, Shirley D.
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2018): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47562/edk.v10i1.81

Abstract

Dalam beberapa waktu terakhir penulis melihat bahwa, jumlah anak-anak yang menjadi pelaku tindak kriminal meningkat pesat, bahkan sudah tidak dapat dihitung dengan jari lagi. Anak-anak yang masih berusia belasan tahun menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor, menggunakan obat-obatan terlarang, bahkan ada pula yang melakukan tindakan pemerkosaan. Hal ini terutama sering terjadi pada anak-anak yang sedang berada pada fase akhir masa kanak-kanak. Peralihan dari masa anak – anak dengan remaja merupakan masa peralihan serta perubahan karakter, karena pada masa remaja sedang mencari jati diri dan dengan segala peralihan karakter dalam segala perkembangannya yang sedang terjadi. Untuk pokok penyelidikan sekarang tentu lebih penting pula mengetahui perubahan batin kaum muda , karena dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa kanak-kanak. Anak yang memiliki kepribadian atau karakter yang baik cenderung menjadi anak yang mudah bergaul, hangat dan terbuka, serta lebih mudah menerima kelemahan-kelemahan orang lain dan tidak mudah ikut arus (perkembangan zaman). Sebagai akibatnya, di masa dewasa mereka juga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Karakter Anak Herwanto, Lydia Indriswari
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10 No 1 (2018): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47562/edk.v10i1.80

Abstract

Pendidikan Agama Kristen merupakan pendidikan untuk menumbuh kembangkan kepribadian Kristen dalam diri anak-anak.[1] Juga dapat membawa anak-anak kepada persekutuan iman yang hidup dengan Tuhan, dan jemaat-Nya untuk mempermuliakan nama-Nya, Adapun pelaksanaannya dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan atau mentoring bagi anak-anak. Mentoring merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan melibatkan mentor sebagai pembina atau pemimpin dan menti sebagai orang yang dibina atau dipimpin atau yang diajar, sesuai dengan aturan atau ketentuan yang membutuhkan kesepakatan dua belah pihak. Segala sesuatu yang dikerjakan atau dilaksanakan selalu memiliki tujuan yang akan dicapai, sebagai landasan atau dijadikan sebagai dasar untuk pencapaian suatu hasil kegiatan yang dilaksanakan.[2] Pendidikan Agama Kristen yang diajarkan akan memberikan dampak positif bagi anak-anak yang di bimbingnya, sebab dengan adanya pemberian materi Pendidikan Agama Kristen, karakter anak-anak juga ikut terbentuk. Dalam kenyataannya, masih ada anak-anak yang tidak mau mendengarkan nasehat, bahkan ada pula berprilaku tidak terpuji.bahasanya masih ada yang memukul sesama temannya, dari kenyataan yang seperti ini, kemungkinan Pendidikan Agama Kristen kurang memberikan pengaruh terhadap karakter anak karena dalam pelaksanaannya kurang baik atau kurang efektif karena ada anak-anak tertentu yang sulit dinasehati meskipun dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristennya sudah diusahakan semaksimal mungkin sesuai situasi di lapangan.
Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berinteraksi Dengan Lingkungan Sumarno, Yuel
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia remaja, diharapkan agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan mereka. Namun kenyataannya banyak remaja yang kurang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Remaja yang berhasil bukan saja diukur dari prestasi akademik mereka melainkan bisa diukur dari bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan mereka dan bagaimana mereka dapat menyesuaikan diri mereka dengan lingkungan. Sebab pada umumnya lingkungan sosial tempat para remaja berinteraksi mempengaruhi perkembangan mereka misalnya lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat. Faktor penentu bagaimana remaja mampu berinteraksi dengan lingkungan adalah kecerdasan emosional yang dimiliki tiap orang. Orang yang memiliki kecerdasan emosional cenderung lebih tenang dan lebih nyaman berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka.
Kreativitas Guru Menggunakan Alat Peraga Dalam Mengajar Yulianti, Lidya
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era tekhnologi digital yang sedang berkembang, sekolah minggu dihadapkan pada tantangan yang menuntut guru sekolah minggu untuk kreatif dalam mengajar sekolah minggu. Tidak ada pilihan buat guru sekolah minggu untuk terus menyiapkan diri sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dalam mengajar sekolah minggu. Guru sekolah minggu harus kreatif supaya dapat menarik minat anak-anak sekolah minggu terhadap ibadah dan juga Firman Tuhan yang disampaikan.ibadah sekolah minggu tidak akan mengalami pertumbuhan bila guru sekolah minggu tidak kreatif oleh karena itu, penggunaan alat peraga yang kreatif sangat dibutuhkan untuk membangkitkan minta anak dalam beribadah.
Pola Asuh Orangtua Dalam Memperkenalkan Yesus Kristus Kepada Anak Batita Hardori, Johni
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orangtua memmiliki tugas dan tanggung jawab untuk mrngasuh dan mendidik anak sejak kecil , terutama dalam hal memperkenalkan Tuhan Yesus Kristus dalam hidup mereka. Para ahli berpendapat bahwa anak-anak mempunyai pengalaman sendiri tentang Allah dan mereka mampu berhubungan dengan Allah dengan cara mereka sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan anak batita tidak diperkenalkan secara pribadi kepada Yesus Kristus adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang perkembangan batita, sehingga mereka sibuk bekerja dari pada mengasuh anak mereka sendiri. Pola asuh orangtua dalam memperkenalkan Yesus kristus kepada anak batita masih kurang sehingga menyebabkan kerohanian anak kurang baik dan bahkan terbawa sampai mereka dewasa. Pola asuh orang yang dapat membawa anak batita mengenal Yesus antara lain orangtua harus menjadi teladan, sehingga orangtua dapat mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak batita, Melakukan ibadah keluarga,menyediakan fasilitas rohani.
Keterampilan Guru Dalam Mengajar Pendidikan Agama Kristen Pantan, Frans
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru PAK memiliki peran dan tanggung jawab untuk mencerdaskan anak didiknya, sedemikian besar tanggung jawab guru PAK tersebut, maka Guru PAK harus memiliki sejumlah keterampilan sehingga ketika guru mengajar materi yang disampaikan dapat sampai kepada peserta didik. Guru harus memiliki delapan keterampilan mengajar yakni: keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar perseorangan. Dengan demikian, ketika guru PAK menguasai delapan keterampilan mengajar maka peserta didik dapat merasakan manfaat dari guru PAK yang memiliki keterampilan mengajar.
Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Yulianti, Lidya
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang dimiliki siswa secara sadar dalam proses belajar, dalam proses pembelajaran motivasi sangat diperlukan. Sebab hasil belajar akan menjadi optimal apabila ada motivasi, motivasi juga dapat berfungsi sebagai pendorong usaha pencapaian prestasi. Motivasi ada 2 jenis yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsic dan motivasi yang paling bertahan lama dalam diri sesorang adalah motivasi intrinsik atau yang berasal dari diri sendiri. Presetasi akan dicapai apabila dalam diri peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi yang berasal dari diri sendiri, bukan sekadar dorongan dari luar.
Kompetensi Pendidik Dalam Gereja Marbun, Purim
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas gereja yang tidak boleh dilupakan adalah mendidik dan mengajar jemaat yang dilayani, dan untuk melakukan tugas kependidikan tersebut gereja harus berperan aktif untuk mempersiapkan tenaga-tenaga pendidik yang berkompeten. Tenaga pendidik dalam gereja, harus memiliki sejumlah kecakapan dan kemampuan yang dapat diaplikasikan dalam melakukan tugas-tugas mengajar dan mendidik kepada anggota jemaat. Aspek kompetensi atau kemampuan mendidik dalam gereja minimal ada empat bagian yakni: kompetensi spiritual, kompetensi Paedagogik, kompentensi Psikologis, Kompetensi Sosiologis. Pemimpin gereja harus berupaya untuk mempersiapkan tenaga pendidika yang mumpuni untuk mendidik anggota jemaat sehingga mereka mencapai kedewasaan secara rohani.
PAK Dan Penginjilan Dalam Amanat Agung Yesus Kristus Sugiono, Sadrakh
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1 No 1 (2008): Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan dari Penginjilan dan PAK, hubungan penginjilan dan PAK. Bahwa tujuan dari penginjilan adalah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus, sedangkan tujuan PAK kepada orang-orang yang sudah mengenal Tuhan Yesus dan mereka membutuhkan pembinaan lebih lanjut. Meskipun demikian, PAK maupun penginjilan menjadi sarana yang saling melengkapi dalam mewujudkan tugas utama Amanat Agung. Penginjilan menghasilkan orang-orang yang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi berhenti sampai kepada di situ saja, melainkan mereka harus mendapat pembinaan lebih lanjut untuk pertumbuhan iman mereka dan inilah yang menjadi tugas PAK.

Page 1 of 3 | Total Record : 25