cover
Contact Name
tekat dwi cahyono
Contact Email
agrohut@unidar.ac.id
Phone
+6285243000030
Journal Mail Official
agrohut@unidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Waehakila Puncak Wara, Batu Merah, Ambon 97128
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Agrohut
ISSN : 20875525     EISSN : 26558300     DOI : -
Jurnal Agrohut lahir atas inisiasi tim dosen yang tergabung pada Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon. Nama Agrohut terlahir dari potongan kata Agro yang "mencerminkan" pertanian dan hut yang menunjukkan identitas "kehutanan". Terbitan pertama Jurnal Agrohut tersedia bulan Oktober 2010 dan terus berupaya menyampaikan kedalaman analisis yang memadai tiap volumenya. Sejak terbitan pertama, tidak semua volume tersaji dengan lengkap. Namun perlahan kami akan melengkapinya dengan sajian yang sesuai. Memasuki tahun 2018, setelah melewati masa panjang selama 8 tahun sejak terbitan pertama, editorial menyajikan Agrohut secara daring dengan alamat http://e-journal.unidar.ac.id/index.php/agrohut . Namun, terdapat kendala teknis pada akhir 2019 sehingga kami memindahkan rumah jurnal dari rumah lama dan bergabung dengan e-journal.id menggunakan alamat baru https://unidar.e-journal.id/agh.
Articles 34 Documents
Prediksi Tingkat Tekanan Penduduk atas Lahan Pertanian di Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Buton, La Jati
JurnalAgrohut Vol 10 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan kepadatan penduduk yang terus mengalami peningkatan di tahun 2018. Keadaan ini menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian ke pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan penduduk atas lahan pertanian di tahun 2018 dan 8 tahun ke depan (2018 – 2026). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tingkat tekanan penduduk terhadap lahan pertanian di hitung menggunakan rumus tekanan penduduk (TP) dan hasilnya dimasukkan dalam kriteria TP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan penduduk terhadap lahan pertanian kurang dari satu (TP <1) terdapat di empat desa yaitu Desa Savanajaya, Desa Waekasar, Desa Waenetat dan Desa Wanareja. Sedangkan dua desa yaitu Desa Waetele dan Desa Waekerta, nilai tekanan penduduknya lebih dari satu (TP >1). Dengan demikian belum terjadi tekanan pangan atas lahan pertanian di Kecamatan Waeapo pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2026.
Hasil Tangkapan Jaring Insang Hanyut (Drift Gill Net) pada Saat Malam hari dan Siang Hari Tomasoa, Yunarti S F
JurnalAgrohut Vol 10 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu penangkapan (siang dan malam) terhadap hasil tangkapan jaring insang hanyut. Metode yang dilakukan adalah metode eksperimentasi. Setiap waktu penangkapan di lakukan 10 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah total berat hasi tangkapan, jumlah individu hasil tangkapan, berat rata-rata individu, komposisi serta jenis hasil tangkapan. Ikan yang menjadi target utama jaring insang hanyut yaitu ikan terbang (Spotted flingfish). Berdasarkan Hasil Uji t-student terhadap berat total hasil tangkapan,jumlah individu dan berat rata-rata individu menunjukan adanya perbedaan hasil tangkapan pada siang dan malam hari. Hasil tangkapan menunjukan bahwa total berat dan jumlah individu pada malam hari lebih tinggi (2.743 ekor) dibandingkan hasil tangkapan pada siang hari (445 ekor).
Inventarisasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Desa Werinama Tuasikal, Tahir
JurnalAgrohut Vol 10 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis alat tangkap ikan ramah lingkungan yang di gunakan oleh nelayan di Desa Werinama. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Data yang berhasil dikumpulkan dan disesuaikan dengan kriteria keramahan lingkungan alat tangkap. Hasil penelitian inventarisasi alat tangkap ramah lingkungan menunjukan bahwa Jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Desa Werinama adalah pancing, jaring insang dasar (bottom gillnet), dan jaring bobo (pukat cincin). Alat penangkapan ikan yang termasuk katagori sangat ramah lingkungan yaitu pancing tegak, jaring insang dasar (bottom gillnet), dan jaring bobo (pukat cincin). Hasil skor keramahan alat tangkap ikan yang digunakan di Desa Werinama pada alat tangkap pancing tegak, jaring insang dasar (bottom gillnet), dan jaring bobo masing-masing adalah 31,2, 27,8, dan 25,7.
Kerapatan Ekosistem Mangrove di Dusun Wael, Kabupaten Seram Bagian Barat Tuasikal, Tahir
JurnalAgrohut Vol 10 No 1 (2020): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kerapatan, dan pola zonasi vegetasi mangrove di Pantai Wael. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua stasiun dan estimasi komposisi dan kerapatan vegetasi mangrove menggunakan sistematik random sampling dengan bantuan transek dan kuadran dengan ukuran kuadran untuk kriteria pohon 10x10m, pancang 5x5m, dan anakan 2x2m. Hasil penelitian pada stasiun ditemukan komposisi dan kerapatan tertinggi kriteria pohon adalah Rhizophora apiculata sebesar 31,6 % dan 433,7 ind/ha, komposisi dan kerapatan terendah adalah jenis Soneratia alba 0,2 % dan 2,1 ind/ha. Kriteria pancang komposisi dan kerapatan tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculata 35,5 %, dan 374,7 ind/ha, sedangkan komposisi dan kerapatan terendah adalah jenis Scyphipora hydrophylaceae 1,6 % dan 16,8 ind/ha. Kriteria anakan komposisi dan kerapatan tertinggi adalah jenis Bruguiera sexangula 25,3 % dan 2131,6 ind/ha, sedangkan komposisi dan kerapatan terendah adalah jenis lumnitzera rasemoza 0,6 % dan 52,6 ind/ha. Untuk stasiun II komposisi dan kerapatan tertinggi kriteria pohon adalah jenis Rhizophora apiculata 31,4 % dan 296,8 ind/ha, dan komposisi dan kerapatan terendah adalah Limnotzera litorea 0,3 % dan 3,2 ind/ha. Kriteria pancang komposisi dan kerapatan tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculata 29,3 % dan 262,4 ind/ha, dan komposisi terendah Lumnitzara litorea 1,4 % dan 12,9 ind/ha. Kriteria anakan komposisi tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculata 32,8 % dan 2096,8 ind/ha, dan komposisi terendah Ceriops decandra 1,7 % dan 107,5 ind/ha. Pola zonasi yang terbentuk pada stasiun I dari arah laut menuju daratan untuk kriteria pohon adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, zona Scyphipora dan Zona Acroticum. Kriteria pancang adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, dan zona Avicennia. Untuk kriteria anakan adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, zona Avicennia dan Bruguiera. Sedangkan pada stasiun II, untuk kriteria pohon adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, zona Scyphiphora, dan zona Acrosticum. Zona kriteria pancang adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, dan zona Avicennia. Kriteria anakan adalah zona Rhizophora, zona Ceriops, dan zona Rhizophora.
Sifat Fisis Kayu Marsegu (Nauclea orientalis L) dari Pulau Buru, Maluku Uar, Nigsie Indahsuary; Wali, Martini
JurnalAgrohut Vol 9 No 2 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu Marsegu (Nauclea orientalis L) merupakan jenis kayu yang tumbuh dan tersebar di seluruh Indonesia, demikian juga di daerah Maluku. Khususnya di Kabupaten Buru tersebar di seluruh wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi vertikal kayu (pangkal, tengah, dan ujung) dan bidang pengamatan anistropis (tangensial, radial) terhadap sifat fisis kayu Marsegu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kadar air dari pangkal sampai ke ujung sedangkan kerapatan tertinggi terdapat di bagian pangkal dan semakin berkurang pada bagian ujung. Penyusutan kayu pada tiga permukaan anistropis menunjukkan bahwa penyusutan terbesar pada bidang tangensial dibandingkan pada bidang radial.
Perubahan Komposisi Tegakan Hutan pada Petak Ukur Permanen (PUP) di Hutan Alam Desa Batlale Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku (Studi Kasus Inventarisasi tahun 2013 dan 2018) Tahitu, Daniel Jacob; Botanri, Samin; Karepesina, Sedek
JurnalAgrohut Vol 9 No 2 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi lima tahunan terhadap suatu petak ukur permanen (PUP) digunakan untuk mengelaborasi data pertumbuhan, khususnya tingkat tiang dan pohon pada unit pengusahaan hutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan studi perbandingan hasil inventarisasi pada tahun 2013 dengan data terbaru inventarisasi. Pengamatan diameter dan tinggi pohon dilakukan pada 16 record unit (RU) dan disajikan menjadi data riap pertumbuhan dan potensi volumenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengurangan jumlah vegetasi tingkat tiang dan pohon, namun ternyata volumenya tetap mengalami peningkatan hingga 30%. Jika dibandingkan antar RU, riap diameter tertinggi ada pada RU 7 sebesar 11,08 cm/tahun dan terendah RU 2 sebesar 0,42 cm/tahun. Riap volume tertinggi ada pada RU 7 sebesar 2,73 m3/tahun dan terendah RU 6 dengan 0,11 m3/tahun.
Perbaikan kualitas pertumbuhan dan produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L) setelah aplikasi pupuk kotoran sapi Samoal, Agisna; Botanri, Samin; Gawariah, Gawariah
JurnalAgrohut Vol 9 No 2 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada (Lactuca sativa L) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Compositae. Sebagian besar selada dimakan dalam keadaan mentah. Selada merupakan sayuran yang populer karena memiliki warna, tekstur, serta aroma yang menyegarkan tampilan makanan. Tanaman ini merupakan tanaman setahun yang dapat di budidayakan di daerah lembab, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Kotoran sapi telah lama digunakan sebagai pupuk untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh aplikasi kotoran sapi terhadap variabel pertumbuhan Selada. Variabel penelitian yang diamati meliputi Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Panjang daun (cm), Lebar daun (cm) dan Berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kotoran sapi memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan berat segar tanaman selada (Lactuca sativa L.). Hasil analisis uji beda pada perlakuan dosis 6,3 (N3) menunjukan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun serta berat segar terbaik.
Pengaruh pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit Samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb) Hasimin, Nasrat; Karepesina, Sedek; Kamsurya, M Yani
JurnalAgrohut Vol 9 No 2 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samama (A. macrophyllus Roxb) merupakan salah satu jenis tumbuhan lokal Indonesia yang berpotensi baik untuk dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman maupun untuk tujuan lainnya, seperti penghijauan, reklamasi lahan bekas tambang dan pohon peneduh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) terhadap pertumbuhan bibit samama (Anthocephalus macrophyllus Roxb). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam faktor tunggal, yaitu : Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (Glomus fasciculantum) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : M0 = Kontrol, M1 = 5 gr/tanaman, M2= 10 gr/tanaman. Percobaan ini diulang sebanyak 3 kali dengan demikian jumlah seluruh satuan percobaan adalah 3 x 3 = 9 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 10 tanaman sehingga total tanaman yang diamati sebanyak 90 tanaman. Hasil analisa keragaman terlihat bahwa pada bibit samama dengan pemberian Mikoriza (Glomus fasciculantum) berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman pada masing-masing umur pengamatan (2, 4, 6, 8 dan 10 MST), jumlah daun (2, 4, 6, 8 dan 10 MST), Diameter batang (2 dan 10 MST) berat kering total tanaman dan persen infeksi akar. Pemberian fungi mikoriza arbuskula (Glomus fasciculantum) dengan dosis 10 gram/tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan bibit samama baik untuk tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering total tanaman dan nisbah pucuk akar. Terjadi peningkatan persen infeksi akar sebesar 82,67% pada saat menggunakan dosis 10 gram/tanaman.
Distribusi Spasial Tumbuhan Sagu (Metroxylon spp.) di Pulau Ambon Pranata, Romi; Karepesina, Sedek; Botanri, Samin
JurnalAgrohut Vol 9 No 2 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sagu merupakan tanaman penghasil pati yang tersedia banyak di bagian Timur Indonesia. Potensinya kadang melimpah di kawasan tertentu namun pada wilayah lain tersebar merata. Banyak sekali ditemukan perbedaan data yang tersaji sehingga menyulitkan untuk menentukan potensinya secara pasti. Penelitian ini dilakukan untuk melihat distribusi spasial tumbuhan sagu di Pulau Ambon. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu (1) Interpretasi citra (analisis awal) citra satelit resolusi tinggi, (2) Pengecekan lapangan (ground check), dan (3) Re-interpretasi citra satelit resolusi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tumbuhan sagu yang tumbuh dan berkembang dalam wilayah Pulau Ambon sebesar 470,95 ha dengan tingkat akurasi sebesar 77,78%. Tumbuhan sagu terdistribusi secara spasial tidak merata dan sebagian besarnya (86,44%) terkonsentrasi pada 2 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Salahutu dengan luas masing-masing sebesar 238,81 ha (50,71%) dan 168,27 ha (35,73%). Sebanyak 95% tumbuhan sagu di wilayah Pulau Ambon terdistribusi pada 3 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Leihitu, Kecamatan Salahutu dan Kecamatan Leitimur Selatan.
Identifikasi jenis-jenis rotan pada home industry di Desa Waitatiri Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Kaliky, Fitriyanti
JurnalAgrohut Vol 9 No 1 (2019): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kepentingan identifikasi jenis dan potensi rotan adalah untuk memastikan bahwa sumberdaya tersebut tersedia pada tingkat pengrajin. Oleh karena itu sebuah penelitian dilakukan untuk mengetaui jenis-jenis rotan dan sumber asal rotan yang dimanfaatkan oleh pengrajin yang berada di Desa Waitatiri sebagai bahan kerajinan. Hasil Identifikasi terhadap jenis-jenis rotan menunjukkan bahwa ditemukan 5 jenis rotan yang digunakan sebagai bahan baku. Rotan-rotan tersebut tidak berasal dari Desa Waitatiri, namun berasal dari Desa Liang, Hila (Keduanya di Kabupaten Maluku Tengah, Piru (Kabupaten Seram Bagian Barat), Laha dan Hatu (berada di wilayah Kota Ambon). Karakteristik morfologi jenis-jenis rotan tersebut memiliki sifat pertumbuhanberumpun (rotan bulu rusa, rotan batang, rotan pinang) dan tunggal (rotan tuni dan rotan akar). Keragaman sifat batang antar jenis rotan sangat besdar dengan koefisien keragaman 25-56% dan termasuk dalam rotan kelas diamater besdar (rotan bulu rusa) dan kelas diameter sedang (rotan akar dan rotan pinang).

Page 1 of 4 | Total Record : 34