cover
Contact Name
Arnold Christian Hendrik
Contact Email
arnold_hendrik@yahoo.cp.id
Phone
+6281339185757
Journal Mail Official
indigenousbiologiukaw@gmail.com
Editorial Address
Jalan adi sutjipto, Oesapa, Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Indigenous Biologi
ISSN : 26144816     EISSN : 26569787     DOI : https://doi.org/10.33323/indigenous
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Indigenous Biologi (JIB) adalah jurnal menggunakan double blind peer review dan akses terbuka yang menerbitkan penelitian penting dan penting dari semua bidang bidang biosciences seperti keanekaragaman hayati, biosistematik, ekologi, fisiologi, perilaku, genetika dan bioteknologi. Meliputi semua bentuk kehidupan, mulai dari mikroba, jamur, tumbuhan, hewan, dan manusia, termasuk virus.
Articles 42 Documents
Pengaruh Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelor (Moringa oliefera L.) Dami, Viktor Janjer; hendrik, arnold christian; Solle, Hartini R.L
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 3 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i3.51

Abstract

Kelor merupakan tanaman yang bergizi dan memiliki berbagai manfaat potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik pada pertumbuhan tanaman kelor. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.Analisa data menggunakan analisis of varians (Anova). Jika perlakuan memberikan pengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjutan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil uji anova pada taraf 5% pemberian pupuk organik pada kelor berpengaruh signifikan pada pertumbuhan tinggi tanaman karena nilai sig (0,048)<0,05 dan nilai sig. pada diameter batang 0,005<0,05 tetapi tidak berpengaruh pada jumlah daun karena nilai sig. 0,276>0,05. Berdasarkan uji lanjut Duncan Multiple Range Test pada tinggi tanaman perlakuan A (Kontrol) memberikan pengaruh paling tinggi tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan perlakuan C (pupuk kotoran kambing) sedangkan berbeda secara signifikan dengan perlakuan B (pupuk kotoran sapi) dan perlakuan D (pupuk kompos sufmuti). Pada diameter batang perlakuan C (pupuk kotoran kambing) memberikan pengaruh paling tinggi tetapi tidak berbeda secara signifikan dengan perlakuan A (kontrol) dan perlakuan B (pupuk kotoran sapi) tetapi berbeda secara signifikan dengan perlakuan D (pupuk kompos sufmuti). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kelor, terutama pada pertumbuhan tinggi dan diameter batang tanaman kelor dan jenis pupuk organik yang memberikan pengaruh terbaik yaitu pupuk kotoran kambing terhadap tinggi tanaman, serta pupuk kotoran sapi dan pupuk kotoran kambing memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter batang tanaman kelor.
KARAKTERISASI MORFOLOGIS ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK DARI SUMBER AIR PANAS PINCARA Kasi, Pauline Destinugrainy
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 2 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v3i2.40

Abstract

Sumber air panas merupakan salah satu habitat alami dari bakteri termofilik. Bakteri termofilik adalah kelompok bakteri yang mampu tumbuh pada suhu lingkungan yang tinggi, berkisar antara 45°-90°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan karakterisasi morfologi isolat bakteri termofilik yang dapat diisolasi dari sumber air panas Pincara. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptf eksploratif, dengan mengambil sampel pada sumber air panas Pincara. Isolasi dan karakterisasi morfologis dilakukan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolat dikulturkan pada medium Luriah Bertani Agar (LBA) dan diinkubasi pada suhu ±50ºC selama 3x24 jam. Sebanyak 3 isolat murni bakteri termofilik ditemukan dengan karakteristik bervariasi. Semua isolat bakteri merupakan bakteri Gram positif dan berbentuk basil. Isolat P1 memiliki karakteristik morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk circular, tepi entire, dan elevasi convex. Isolat P2 memiliki karakteristik morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk circular, tepi entire, dan elevasi flat. Sedangkan isolat P3 memiliki karakterisasi morfologi koloni dengan pigmentasi putih krem, bentuk irreguler, tepi undulate, dan elevasi flat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA MKET TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA TAHUN AJARAN 2019/2020 Kamaleng, Naema; Nomleni, Fransina Th
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 3 No 1 (2020): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems found by students who are less active in the learning process carried out in class are seen from the students who still look passive in asking and answering questions raised by the teacher and raising ideas or ideas, students' ability to learn the concepts that make it difficult for students to explain the material with words alone. The purpose of this study was to determine the effect of the model of problem solving learning assisted by mockup media on students' critical thinking skills. This type of research used is experimental research (experimental). The design of this research is True experimental design in the form of posstest-only control design. The research procedure is the preparation phase and the implementation stage. Data collection techniques using tests were analyzed using t tests. The results of this study indicate that there is an influence on students' critical thinking skills after using the model of problem solving learning assisted by the media model, this is shown from the use of the problem solving learning model where students can solve problems and find solutions, with the media model as a concrete media showing a picture of pollution water clearly so that attracts the attention of students as for the advantages of media models that can represent as contained in nature, students can experience learning directly, direct observation can be observed by students by observing objects directly or imitations, and can show the flow of a process clearly . This can be seen from the average value obtained from the 84.05 experimental class while in the control class 63, 20 and included in the very good category. Thus it can be concluded that learning using a model of problem solving learning assisted by mockup media can improve critical thinking skills.
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR WAIPADDA DESA ANAJIAKA KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH Tiba Marak, Noprianto Umbu; Rupidara, Anggreini D.N; Bullu, Novi I
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.38

Abstract

Abstrak Air merupakan bahan yang sangat vital yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahkluk hidup di muka bumi ini.Segi kualitas, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai air bersih yaitu parameter fisik ,kimia dan biologi.Salah satu mata air yang penggunaannya sangat vital bagi masyarakat Sumba Tengah adalah mata air Waipadda. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengujikualitas mata air Waipada di desa Anajiaka kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat kabupaten Sumba Tengah dengan berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001.Berdasarkan hasil penelitian pada Mata Air Waipadda diperoleh uji kualitas air padaSuhu (23ºC),TDS (215mg/L),TSS (0,0014 mg/L),pH (7,40 mg/L), DO (5,12mg/L), BOD (1,65mg/L),besi (0,02 mg/L),nitrit (0,008 mg/L),nitrat (1,2 mg/L),sianida (0,009 mg/L), Klorin (0,01 mg/L), mangan (0,043 mg/L), sulfat (1 mg/L), dan uji total coliform(<1,8 jlm/100 ml) memenuhi standar batas baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu dikategorikan sebagai kelas I. Namun kadar (Tembaga 0,28 mg/L (0,02 mg/L) dan Phospat 0,27 mg/L (0,2 mg/L) melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya irigasi (pertanian), pembusukan daun, dan aktivitas alam seperti erosi, pelapukan bebatuan/pengikisan batuan dan intensitas cahaya yang diterima oleh badan air rendah (kenaikan suhu).
PENGARUH MODEL PEMBERDAYAAN BERPIKIR MELALUI PERTANYAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 10 KUPANG TAHUN AJARAN 2019/2020 Lingu, Novi Rosina; Nomleni, Fransina Th; Manu, Theodora S.N
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 3 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i3.39

Abstract

ABSTRACT The main problem in this research was the lack of creative thinking ability of students class VIII SMP Negeri 10 Kupang. The purpose of the study was to determine the effect of thinking empowerment models through questions on student’s creative thinking abilities. The method used was an experimental method with a posttest-only control design. The population of all class VIII students wass 327 and the sample of class VIII H and class VIII J was 64 students. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was done by creative thinking tests. The data analysis techniques using t test with the help of SPSS version 19. The results showed that the ability to think creatively in the experimental class was higher, namely fluency of 89,45%, authenticity of 89,06%, detailing 82,03% and flexibility of 77,34% compared to creative thinking in the control class. Based on the results of the hypothesis test, the value of t count>t table / 12,597>1,99897 at the 5% significance level. It showed that there were differences in student’s creative thinking abilities between the experimental using PBMP learning models while the control class used lecture methods so that it can be concluded that there was a significant influence in the use of PBMP learning models on student’s thinking abilities.
KEANEKARAGAMAN LUMUT KERAK (lichen) SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI TAMAN WISATA ALAM CAMPLONG KABUPATEN KUPANG Madjeni, Hetkandra D; Bullu, Novi I; hendrik, arnold Ch
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.37

Abstract

ABSTRAKCamplong terletak di Kabupaten Kupang dan memiliki hutan wisata yang dikenal dengan nama Taman Wisata Alam Camplong yang berada di hutan Camplong, Desa Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Untuk mengetahui kadar pencemaran udara di daerah ini maka akan diamati perkembangan dan jenis Lumut Kerak (lichen). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dilanjutkan dengan identifikasi spesimen secara morfologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara membuat 15 plot dari tiga stasiun. Tiap stasiun yang dibuat memiliki jarak 50 meter dihitung dari jalan menuju masing masing plot pengamatan dengan ukuran masing-masing plot sama yaitu 10x10 meter. Analisis data dilakukan dengan membagikan data berdasarkan kategorinya yakni Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, dan Indeks Kelimpahan Lumut Kerak. Dari hasil penelitian didapatkan tujuh jenis lichen dengan nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener 0,72, Indeks Kemerataan 0,85, dan Indeks Kelimpahan Lumut kerak tertinggi 30,8.
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PPL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG KELAS VIII DI SMPNEGERI 10 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2018/2019 Adoe, JuniSari corlianda yonarti; Meha, Agus Maramba; Foeh, Yonathan
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 3 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i3.36

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas yang dilakukan oleh mahasiswa PPL ditemukan banyak siswa yang kurang paham dengan materi yang diajarkan, hal ini terjadi karena banyak mahasiswa PPL yang belum memiliki kompetensi pedagogik yang baik, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik mahasiswa PPL dengan hasil belajar siswa, Populasi dan sampel adalah siswa yang berjumlah 21 orang, Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar yang diberikan kepada siswa untuk menilai hasil belajar siswa, dan angket diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan kemampuan mahasiswa PPL saat mengajar, Data hasil belajar dan data angket dianalisis menggunakan Uji korelasi produk momen, dengan bantuan SPSS For Windows versi 18. Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikan 0,954>005 ,uji linearitas 0,506>0,05 serta hasil uji hipotesis diperoleh taraf signifikan 0,110>0,05 hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara kompetensi pedagogik mahasiswa PPL dengan hasil belajar siswa,RHitung 0,359 menunjukan bahwa korelasi antara kompetensi pedagogik dengan hasil belajar siswa sangat lemah hasil belajar siswa yang memuaskan tidak bergantung pada kompetensi pedagogik mahasiswa PPL tetapi karena adanya faktor lain dalam penelitian ini, yaitu faktor internal siswa seperti kesiapan belajar dari siswa, psikologi, dan kematangan siswa,sumbangan faktor internal dalam penelitian ini sebesar 88%,hal ini menunjukan bahwa hasil belajar tidak bergantung dari kompetensi pedagogik guru melainkan dari siswa itu sendiri.
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR WAIPIDI DESA WAIRASA KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH seran, maria sarwati; Blegur, Willem A; Daud, Yanti
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas air pada sumber Mata Air Waipidi, Desa Wairasa Kecamatan, Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah dengan uji 3 parameter yaitu fisik, kimia, dan biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. Berdasarkan hasil penelitian pada Mata Air Waipidi, hasil analisis uji kualitas air ditemukan parameter yang memenuhi standar baku mutu yaitu: parameter fisik meliputi: Suhu (23⁰C), TDS (187 mg/L), TSS (O,OO24 mg/L); parameter kimia meliputi: pH (7,52 mg/L), BOD (0,32 mg/L), nitrat (5,5 mg/L), nitrit (0,049 mg/L), sulfat (7 mg/L), dan parameter biologi meliputi: uji total coliform (<1,8 ml). Parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu yaitu: parameter kimia yang meliputi: DO (4,77 mg/L), besi (0,77 mg/L), mangan (0,117 mg/L), fosfat (0,54 mg/L), klorin (0,24 mg/L), sianida (0,14 mg/L), dan tembaga (0,45 mg/L). Faktor-faktor yang menyebabkan beberapa indikator tidak memenuhi standar baku mutu air disebabkan oleh limbah dari irigasi pertanian, pembusukan daun, dan aktivitas alam seperti erosi, dan pelapukan bebatuan. Mata air Waipidi dikategorikan tidak memenuhi standar baku mutu air kelas 1 berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 yang dapat digunakan sebagai air minum namun mata air Waipidi disarankan untuk digunakan sebagai prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan mengairi budidaya tanaman.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI PALIBO KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Lenama, Endang; Bullu, Novi I; Kase, Alfred G.O
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.32

Abstract

Salah satu komponen penyusun ekosistem wilayah pesisir yang sangat penting dan memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia adalah makroalga laut atau rumput laut. Nama rumput laut (ganggang laut) digunakan untuk menyebut tumbuhan laut yang hidup di dasar perairan (fitobentos), berukuran besar dan tergolong dalam divisi thallophyta. Kehadiran jenis makroalga di perairan Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor berperan penting dalam pembentukan ekosistem terumbu karang yaitu sebagai tempat berlindung biota-biota kecil seperti benih ikan dan udang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas makroalga yang terdapat di Pantai Palibo Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2019. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sampling kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga transek (jarak antar transek 20 m), dengan menggunakan plot berukuran 1 x 1 m (jarak antar plot 5 m). Pada setiap plot dihitung jumlah individu dari setiap spesies makroalaga yang ditemukan. Analisis dilakukan untuk mendapatkan parameter epadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominasi. Faktor fisik-kimia perairan yang diambil adalah suhu, pH dan salinitas. Dari hasil penelitian ditemukan 11 spesies makroalga yang terdiri dari alga hijau (Chlorophycea) 3 spesies, alga coklat (Phaeophyceae) 4 spesies, dan alga merah (Rhodophyceae)4 spesies. Nilai kepadatan tertinggi dimiliki oleh spesies Padina boergesenii (38,583 individu/m2), sedangkan terendah dimiliki oleh spesies Halimeda opuntia (0,66 individu/m2). Indeks keanekaragaman yang diperoleh sebesar 1,65 dan dikategorikan sedang, indeks keseragaman sebesar 1,59 dikategorikan stabil dan indeks dominasi sebesar 0,25 dikategorikan rendah.
TUMBUHAN PEWARNA ALAMI KAIN TENUN IKAT SUKU METO DI KECAMATAN NUNKOLO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN nomleni, fransina th; sabuna, alan ch
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 1 (2019): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan pewarna alami, organ tumbuhan yang digunakan, warna yang dihasilkan, dan proses pengolahan tumbuhan hingga menghasilkan warna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara semi struktural. Penelitian ini pada masyarakat Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan di Desa Haumeni, Desa Putun dan Desa Nunkolo. Jumlah informen dalam penelitian ini 30 orang yang terdiri atas kepala Desa, tokoh masyarakat, pengrajin dan masyarakat yang mengetahui tentang pemanfaatan tumbuhan pewarna alami. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh 5 jenis tumbuhan pewarna alami yaitu rimpang dari famili Zingiberaceace yaitu Kunyit/Huki (Curcuma domestica L) menghasilkan warna kuning yang diolah dengan cara ditumbuk, warna merah dihasilkan dari kulit batang famili Rubiaceace yakni Mengkudu/Baok’ulu (Morinda citrifolia L) yang direbus, warna hijau dihasilkan dari famili Fabaceace yakni daun kacang Arbila/Koto (Phaseolus lunatus L) yang ditumbuk, warna hitam dihasilkan dari famili Rubiaceace yakni daun Tarum/Taum (Indigofera tinctoria L) yang direndam, dari famili Euphorbiaceae yang diambil adalah daun Pohon Buah Tinta/Meko (Phylantus reticulatus Poir) untuk warna biru diolah dengan direndam dan dicampuran tepung jagung, Selain itu terdapat tumbuhan yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam pewarnaan yaitu daging buah kelapa/Noa (Cocos nucifera) dan kapur sirih. Tumbuhan yang digunakan dalam proses perendaman awal adalah Kemiri/Fenu (Aleurites mollucana L) dan Jagung/Pena (Zea Mays L). Tujuan penambahan kapur adalah sebagai penguat warna sehingga tidak mudah luntur. Tumbuhan yang berpotensi sebagai pewarna alami tenun ikat sebagian besar telah dibudidayakan. Tumbuhan yang dibudidayakan adalah Tarum, Kunyit dan kacang Arbila.