cover
Contact Name
Aldian Hudaya
Contact Email
oichidan@ap3si.org
Phone
+6285861655587
Journal Mail Official
public@ap3si.org
Editorial Address
Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 235B RT002/005 Bandung, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Sociology, Education and Development
ISSN : 2685483X     EISSN : 2685483X     DOI : -
Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) merupakan jurnal yang bertujuan untuk memungkinkan publikasi penelitian terkini dan aktual di bidang Sosiologi, Pendidikan, dan Pembangunan. Kami menerima kiriman dari pendidik Sosiologi dan peneliti dari institusi manapun, baik di dalam maupun luar negeri. Fokus dan Ruang Lingkup IJSED mewujudkan artikel penelitian dengan cakupan berikut, tetapi tidak terbatas pada: Sosiologi Analitik Sosiologi Terapan Sosiologi Arsitektur Sosiologi Behavioral Sosiologi Tionghoa Perilaku Kolektif Sosiologi Komparatif Sosiologi Komputasional Sosiologi Kritis Sosiologi Budaya Sosiologi Digital Sosiologi Dramaturgi Sosiologi Ekonomi Sosiologi Pendidikan Sosiologi Lingkungan Sosiologi Empiris Sosiologi Evolusioner Sosiologi Feminis Sosiologi Figurasional Sosiologi Historis Sosiologi Humanistik Sosiologi Industri Sosiologi Internet Sosiologi Interpretatif Makrososiologi Sosiologi Marxist Sosiologi Matematika Sosiologi Medis dan Kesehatan Mesososiologi Mikrososiologi Sosiologi Militer Sosiologi Sumber Daya Alam Sosiologi Fenomenologis Sosiologi Kebijakan Publik Sosiologi Politik Sosiologi Psikoanalitik Sosiologi Publik Sosiologi Murni Sosiologi Utopia Murni Sosiologi Desa-Kota Kesenjangan Sosial Psikologi Sosial Sosiologi Kelompok Usia Sosiologi Agrikultur Sosiologi Arsitektur Sosiologi Seni Sosiologi Autisme Sosiologi Anak Sosiologi Konflik Sosiologi Budaya Sosiologi Ranah Siber Sosiologi Penyimpangan Sosiologi Pembangunan Sosiologi Kebencanaan Sosiologi Pendidikan Sosiologi Emosi dan Perasaan Sosiologi Finansial Sosiologi Makanan Sosiologi Gender Sosiologi Globalisasi Sosiologi Pemerintahan Sosiologi Penyakit Masyarakat Sosiologi Imigrasi Sosiologi Ilmu dan Pengetahuan Sosiologi Bahasa Sosiologi Literatur Sosiologi Hukum Sosiologi Pasar Sosiologi Pernikahan Sosiologi Musik Sosiologi Organisasi Sosiologi Perdamaian, Peperangan, dan Konflik Sosial Sosiologi Filsafat Sosiologi Hukuman Sosiologi Hubungan Ras dan Etnis Sosiologi Agama Sosiologi Perubahan Sosial Sosiologi Pergerakan Sosial Sosiologi Olahraga Sosiologi Teknologi Sosiologi Keluarga Sosiografi Sosiologi Sturktural Teori Sosiologi Sosiologi Visual
Articles 22 Documents
Perlawanan Gerakan Guru Pasca Orde Baru di Indonesia: Studi Pada Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Afdhal; Hidayat, Rakhmat
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena menjamurnya gerakan guru pasca jatuhnya rezim Orde Baru. Guru yang tergabung dalam serikat guru memperjuangkan kualitas pendidikan dan keadilan sosial dalam pendidikan. Salah satu serikat guru yang fokus terhadap misi tersebut adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Tujuan dari penelitian ini ialah menjabarkan bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh FSGI dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan mengombinasikan beberapa metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara mendalam, dan survey. Sementara itu, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan yang dilakukan oleh FSGI didorong dua hal, yaitu perubahan struktur peluang politik (political opportunity structure) secara eksternal dan proses reproduksi sumber daya gerakan (resource mobilization) secara internal. Perubahan struktur politik di Indonesia terlihat sejak munculnya kebebasan berorganisasi yang tertuang dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Adapun peran FSGI adalah mereproduksi sumber daya gerakan dengan sumber daya material dan jaringan yang kuat terhadap organisasi lainnya. Kedua hal inilah yang menggiring FSGI dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di Indonesia.
Analisa penyebab hilangnya tradisi Rarangkén (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya) Rohimah, Ira Siti; Hufad, Achmad; Wilodati
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang hilangnya tradisi Rarangkén, faktor penyebab beserta dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat Kampung Cikantrieun Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Tradisi Rarangkén yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti orientasi bersama, kekompakan, solidaritas, dan gotong royong telah menghilang keberadaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur. Menggunakan teori Ferdinand Tonnies mengenai Tipologi masyarakat dan perspektif perubahan sosial budaya (sosiokultural) Pitirim A. Sorokin, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: 1) proses dan penyebab hilangnya tradisi Rarangkén, 2) nilai kearifan lokal tradisi Rarangkén, 3) Bentuk modal sosial tradisi Rarangkén, 4) dampak hilangnya tradisi Rarangkén bagi kehidupan masyarakat Kampung Cikantrieun.
Sesajen sebagai Nilai hidup bermasyarakat di Kampung Cipicung Girang Kota Bandung Adam, Ujang Kusnadi; Yusup, Andreian; Fadlullah, Salma Fauziyyah; Nurbayani, Siti
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya sesajen menjadi salah satu contoh akulturasi budaya Hindu-Islam. Kebudayaan ini menjadi identitas masyarakat lokal. Kebudayaan sesajen menjadi identitas dan akulturasi serta menjaga kearifan lokal seluruh sistem kehidupan. Akan tetapi hal ini bertolak belakang dengan budaya islam modern yang memgang teguh al-qur’an dan Hadist. Masyarakat awam tidak mengetahui makna serta nilai yang terkandung dalam budaya sesajen. Tujuan penelitian ini ialah 1) menganalisis kebudayaan sesajen, 2) mendeskripsikan kebudayaan sesajen sebagai identitas, 3) menganalisis sesajen sebagai akulturasi budaya, 4) menemukan model pelestarian sebagai kearifan lokal. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kualitatif, intrumen penelitian ini menggunakan observasi partisipasif, catatatan lapangan dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan dengan catatan lapangan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, remaja, serta tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan 1) budaya sesajen mulai luntur seiring berkembangnya zaman,serta tidak diminati oleh kalangan muda., 2) Penampilan sesajen pun sangat sederhana dengan balutan kopi,rujak,rokok,bara api 3) model pelestarian dengan cara menurunkan ilmunya ke generasi selanjutnya. Kebudayaan sesajen menjadi dwi fungsi makna dalam hidup bermasyarakat, menjadi sebuah identitas budaya serta kearifan lokal masyarakat yang hanya dapat dilakukan oleh semua pihak yang terlibat baik kalangan masyarakat tertentu dan keluarga tokoh adat.
Pemanfaatan Sungai Langkap sebagai Tempat Pembuangan Limbah Rumah Tangga di Kabupaten Purbalingga Saputri, Gita; Arsi, Antari Ayuning
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan sungai dan faktor yang melatarbelakangi masyarakat membuang limbah rumah tangga ke sungai. Lokasi penelitian ini di permukiman masyarakat di pinggiran Sungai Langkap Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead. Hasil dalam tulisan ini menunjukkan bahwa: 1) Selain sebagai sumber air, masyarakat mempersepsikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah. Masyarakat juga menganggap bahwa membuat septic tank sebagai menyimpan limbah, 2) Faktor yang melatarbelakangi perilaku masyarakat membuang limbah rumah tangga ke sungai adalah faktor internal yang meliputi kebiasaan turun-temurun masyarakat dan kesadaran lingkungan yang rendah, dan faktor eksternal, yaitu tidak tersedianya TPS di desa dan tidak ada sanksi yang tegas.
Pembentukan Perilaku Kewirausahaan Tunanetra melalui Come_Unity Sahabat Mata di Kota Semarang Toyibah; Luthfi, Asma
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang tunanetra merupakan kelompok sosial yang selama ini dianggap sebagai kelompok yang lemah atau tidak berdaya dalam masyarakat. Kehadiran Komunitas Come_Unity Sahabat Mata sebagai lembaga yang konsen pada penyandang tunanetra dapat memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha sehingga para penyandang tunanetra memiliki kemandirian. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan perilaku kewirausahaan tunanetra melalui Come_Unity Sahabat Mata di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode analisis riwayat hidup (life history). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan: (1) alasan para tunanetra tertarik menjadi anggota, karena ingin menambah wawasan dan pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan meningkatkan usaha. (2) proses pembentukan perilaku kewirausahaan, melalui tiga tahapan; menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri, cerita kisah sukses, dan pengembangan keterampilan melalui pelatihan pijat, komputer bicara, huruf braille, dan penyiaran radio. (3) perilaku kewirausahaan yang terbentuk, diantaranya tekun, ulet, sabar, istiqamah, berani mengambil risiko, manajemen waktu, kreatif dan inovatif. Adapun kemandirian ekonomi yang dimiliki yaitu usaha pijat, obat herbal, pulsa, dan peralatan listrik offline dan online.
Peran Paguyuban Duta Wisata “Sekargading” dalam Mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Batang Agung, Deby Prasetio; Wijaya, Atika
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas peran Paguyuban Sekargading dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Batang. Pariwisata merupakan sektor yang memiliki dampak positif pada berbagai sektor kehidupan manusia lainnya, untuk mengoptimalkan hal itu Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang kembali mengaktifkan Paguyuban Duta Wisata “Sekargading”. Tulisan ini menggunakan teori peranan oleh David Berry dan metode penulisan kualitatif. Tulisan ini memberikan hasil bahwa terdapat pandangan dari masyarakat yang mengamati Paguyuban Sekargading hanya digunakan sebagai among tamu dan masih mengikuti aktivitas dari Disparpora, masyarakat yang pernah mengikuti kegiatan Paguyuban Sekargading menganggap beberapa kegiatan yang dilakukan oleh paguyuban memiliki pengaruh terhadap pariwisata di Kabupaten Batang. Peranan yang dilakukan oleh Paguyuban Sekargading untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Batang diwujudkan melalui beberapa program kerja, seperti Mas Mbak Batang Berbagi, Mas Mbak Batang Goes To School, dan Mbolang Mbatang. Secara keseluruhan peran ganda anggota paguyuban merupakan kendala terbesar yang dirasakan oleh Paguyuban Sekargading.
Nilai Budaya dan Perubahan Karakteristik Sosial dalam Serikat Mahmejaan Masyarakat Taratara Paat, Elpanius; Soputan, Grace J.; Pangalila, Theodorus; Kerebungu, Ferdinand
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Edisi 1 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat berbagai kelompok sosial yang dapat kita jumpai dalam masyarakat dewasa ini. Di dalam masyarakat Taratara, terdapat salah satu kelompok sosial yang bernama Serikat Mahmejaan. Tujuan penelitian ini yakni menemukan nilai budaya dan perubahan karakteristik sosial yang terkandung dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara. Proses penelitian dilaksanakan di kelurahan Taratara, Tomohon-Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian purposive sampling, dan teknik pengumpulan datanya dengan observasi tak berstruktur dan wawancara semi terstruktur, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis Grounded Teory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai budaya dapat ditemukan dalam aspek-aspek seperti: sistem keanggotaan, sistem kepemimpinan, langkah awal, aturan untepan lutu dan hukuman, (2) perubahan karakteristik sosial ditemukan dalam aspek-aspek seperti: sistem keanggotaan, menu makanan, dan perlengkapan sabuah. Ada lima nilai budaya yang terdapat dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara: (1) nilai kekeluargaan, (2) nilai kerjasama, (3) nilai persatuan dan kesatuan (4) nilai musyawarah/mufakat, dan (5) nilai religius. Sedangkan perubahan karakteristik sosial yang terjadi dalam Serikat Mahmejaan masyarakat Taratara yakni: (1) dilihat dari bentuknya, perubahan yang terjadi adalah perubahan kecil dan perubahan yang dikehendaki dan direncanakan, (2) dilihat dari faktor-faktor penyebabnya, perubahan yang terjadi disebabkan oleh situasi dan kebutuhan masyarakat yang berubah karena adanya pemikiran yang baru serta sentuhan dengan budaya lain.
Pembinaan Solidaritas Masyarakat Melalui Lamongan Green and Clean di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan Wulansari, Fitri Ayu; Komariah, Siti; Waluya, Bagja
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Edisi 2 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Lamongan Green and Clean yang dirancang oleh pemerintah, bertujuan untuk menumbuhkan sikap solidaritas melalui pelaksanaan kegiatan sosial di masyarakat yang disebabkan adanya menurunnya kesadaran di masyarakat. Hal ini menyebabkan permasalahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelaksanaan sebelum dan sesudah terjadinya pelaksanaan program Lamongan Green and Clean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus kader lingkungan, ketua RT dan masyarakat. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan kondisi masyarakat dan lingkungan setelah terjadi program Lamongan Green and Clean. Adapun implementasi yang terdapat dalam pelaksanaan Lamongan Green and Clean adalah, sebelum terlaksananya kegiatan, masyarakat memiliki sikap individualisme dalam kehidupan sehari-harinya, yang menyebabkan lunturnya solidaritas akibat perubahan dalam perbedaan pekerjaan, kapitalisme dan teknologi. Namun setelah pelaksanaan program, masyarakat mampu menunjukkan terbinanya solidaritas, terciptanya lingkungan yang bersih dan rapi, serta meningkatnya partisipasi masyarakat khususnya peran aktif ibu rumah tangga yang berperan dalam kegiatan tersebut.
Perubahan Sosial di Tosari (Studi Kasus Lunturnya Folklore Masyarakat Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan) Manggala, Harwan Dharma Aji
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Edisi 2 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial terjadi di setiap lapisan masyarakat secara disadari maupun tidak. Beberapa hal yang menyebabkan perubahan sosial adalah adanya penemuan baru, adanya revolusi, dan modernisasi yang terjadi di suatu tempat. Perubahan sosial dirasakan di Desa Tosari ditandai dengan lunturnya folklore yang mempunyai hubungan dengan kepercayaan maupun ritual yang mereka miliki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses lunturnya Folklore dan mengapa Folklore di masyarakat Desa Tosari mengalami pelunturan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling. Lunturnya folklore masyarakat Desa Tosari dimana menjadi tempat tinggal Suku Tengger terjadi karena adanya pengaruh gagasan baru yaitu agama Islam yang masuk ke dalam masyarakat tersebut. Agama Islam menjadi agama mayoritas di Desa Tosari. Integrasi menjadi kunci dalam perubahan sosial ini.
Bekerja dalam Rentangan Waktu: Geliat Perempuan pada Home Industri Keramik Dinoyo Khotimah, Husnul; Kiranantika, Anggaunita
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Edisi 2 Tahun 2019
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam ranah publik tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan roda perekonomian suatu keluarga. Sektor industri dewasa ini menjadi salah satu wadah pada ranah publik bagi perempuan untuk berkecimpung di dalamnya. Geliat perempuan dalam home industry keramik Dinoyo menunjukkan bagaimana partisipasi perempuan dalam eksistensi home industri keramik Dinoyo di Kota Malang. Selain itu, tulisan ini juga menjelaskan mengenai manajemen waktu bekerja terkait dengan peran ganda yang dimiliki oleh perempuan. Fokus dalam tulisan ini adalah pembagian waktu bekerja dalam ranah publik dan domestik pada perempuan yang terlibat aktivitas di home industry keramik Dinoyo. Metode dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tulisan ini dianalisis menggunakan analisis gender Naomi Wolf dengan perspektif feminis liberal, yang berkeyakinan pada pembagian kerja secara seksual di dalam masyarakat modern. Hal ini dilakukan dengan prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, sehingga rasionalitas dalam bekerja harus dilakukan dengan membagi produksi baik dari segi gender maupun lingkungan yang ditandai sebagi “publik” dan “privat”. Hasil dalam tulisan ini yaitu pembagian waktu bekerja yang dilakukan pada perempuan dalam home industry keramik Dinoyo dengan cara (1) Menyelesaikan pekerjaan domestik terlebih dahulu, (2) Menyambi antara pekerjaan domestik dengan publik, dan (3) Saling berbagi peran dengan suami.

Page 1 of 3 | Total Record : 22