cover
Contact Name
Fakultas Teknik
Contact Email
mesajurnal@gmail.com
Phone
+6285314481300
Journal Mail Official
teknik@unsub.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim No.8, Cigadung, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41211
Location
Kab. subang,
Jawa barat
INDONESIA
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Published by Universitas Subang
ISSN : 23559241     EISSN : 2714884X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MESA merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala dua kali per tahun, Bulan Oktober dan Maret oleh Fakultas Teknik Universitas Subang. Makalah yang dapat dimuat dalam jurnal ini meliputi bidang keilmuan Teknik Mesin, Teknik Elektronika, Teknik Sipil, dan Arsitektur. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Articles 35 Documents
Analisa Perbandingan Pengaruh Welding Repair Pada Pengelasan SMAW Dengan Menggunakan Elektroda RB -26 Kobe Steel dan RD-260 Nikko Steel Terhadap Nilai Kekerasan Baja Karbon Rendah Kosasih, Deny Poniman; Nurramadhan, Fadli; Hakim, Arief Rachman
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengelasan merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan dalam proses penyambungan material dan konstruksi baja.Teknologi pengelasan mempunyai dampak yang merugikan terhadap suatu material yang telah mengalami beberapa kali proses pengelasan, seperti proses perbaikan ataupun pengelasan ulang. Kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses pengelasan tidak dapat dihindari dan akan berakibat fatal bagi struktur itu sendiri. Hal tersebut diatas dapat terjadi akibat kesalahan non teknis, seperti kesalahan penggunaan electrode dan kesalahan penerapan filler yang tidak sesuai sehingga terjadi defect. Hal lain yang dapat mengakibatkan terjadinya defect pada hasil pengelasan adalah pada saat pergantian welder, dalam hal ini sering disebut human error. Untuk mengatasinya diperlukan perlakuan repair, apabila kesalahan dalam proses pengelasan dilakukan berulang kali maka perlu melakukan multiple repair pada weld joint tersebut. Akibat dari multiple repair yang dilakukan akan berpengaruh besar terhadap daerah HAZ dan weldability dari base metal itu sendiri. Pekerjaan las ini dilakukan dengan metode SMAW(Shielded Metal Arc Welding) pada posisi 1G (datar) dengan elektroda AWS RB-26 KOBE STEEL dan RD-260 NIKKO STEEL. Melalui pengamatan metalografi struktur makro untuk elektroda RB-26 KOBE STEEl, pada pengelasan repair specimen C terlihat jelas pelebaran input panas pada HAZ. Pada pengamatan struktur mikro, tampak bahwa fase sementit terlihat lebih merata pada daerah weld metal untuk specimen D.Kekerasan material yang paling tinggi terdapat pada specimen D yaitu untuk daerah BM harga VHN nya 158,5 ,untuk daerah HAZ harga VHN nya 179,8 dan untuk daerah WM harga VHN nya 210. Untuk elektroda RD-260 NIKKO STEEL harga kekerasan VHN paling tinggi terdapat pada spesimen 2. Untuk daerah base metal VHN 150,3 untuk daerah HAZ VHN 165,9 dan untuk daerah weld metal VHN nya 182,7.Fasa yang terjadi adalah ferit dan perlit, untuk daerah base metal, pada HAZ fasanya sama tetapi memiliki dimater butir yang lebih kecil, sedangkan pada daerah weld metal terjadi peningkatan Fe3c (sementit). Hasil pengelasan terjadi distorsi pada spesimen 3,dan 4.
Kajian Reaktivasi Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Subang Subandi, Adi; Sutikno, Sugeng; Candra, Riki Kristian Adi
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Subang ada beberapa kawasan yang tidak terlayani oleh angkutan umum. Sebenarnya trayek angkutan umum di kawasan itu sudah terbentuk sebelumnya, akan tetapi sekarang tidak ada angkutan umum yang aktif di jalur trayek tersebut dikarenakan tidak ada angkutan umum yang memperpanjang izin operasional yang meliputi Jalan Panji, Jalan Marsinu, Jalan Palabuan dan Pramuka serta Jalan RA Kartini. Teknik Pengumpulan data untuk kajian reaktivasi trayek angkutan kota diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dengan melakukan survei atau observasi data secara langsung pada trayek kajian. Pengumpulan data primer terdiri dari survei responden, survei rute dan survei sarana angkutan kota. Sementara itu data sekunder adalah data yang didapat dari hasil studi literatur pada instansi terkait atau menggunakan data yang telah ada dari hasil survei terdahulu. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah metode analisis data deskriptif kualitatif. Langkah-langkah untuk analisis data mengenai reaktivasi trayek angkutan kota yaitu merepresentasikan data trayek angkutan kota, menganalisa potensi demand (permintaan) angkutan kota pada daerah yang tidak terlayani angkutan umum, perhitungan share angkutan umum dan hasil analisis dari wawancara responden. Luas area pemukiman di daerah sekitar Jalan Panji sebesar 34,46 Ha dan total share angkutan umum atau potensi demand mencapai 543 orang sehingga menghasilkan jumlah kebutuhan angkutan sebanyak 7 unit kendaraan. Luasan area pemukiman di sekitar daerah Jalan Marsinu sebesar 23,93 Ha dan total share angkutan umum mencapai 406 orang sehingga menghasilkan jumlah kebutuhan angkutan sebanyak 4 unit kendaraan. Luas area pemukiman di daerah sekitar Jalan Palabuan dan Pramuka sebesar 86,80 Ha dan total share angkutan umum mencapai 1.937 orang sehingga menghasilkan jumlah kebutuhan angkutan sebanyak 19 unit kendaraan. Luas area pemukiman di daerah sekitar Jalan RA Kartini sebesar 107,77 Ha dan total share angkutan umum mencapai 1.872 orang sehingga menghasilkan jumlah kebutuhan angkutan sebanyak 26 unit kendaraan.
Ekivalen Mobil Penumpang Kendaraan Berat Dan Motor Belok Kanan Pada Simpang Bersinyal Subandi, Adi; Gunawan, M Gugun
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui nilai arus jenuh pada masing-masing lengan terpilih pada simpang-studi. Kemudian menganalisa data untuk mendapatkan nilai ekivalensi mobil penumpang (EMP) untuk masing-masing jenis kendaraan. Kendaraan ringan (LV), kendaraan berat (HV) dan sepeda motor (MC). Data-data yang dibutuhkan diperoleh dari pengamatan langsung melalui survey lapangan selama beberapa waktu di 2 (dua) waktu sibuk, yaitu jam pagi saat waktu berangkat bekerja dan jam sore dimana waktunya pulang dari tempat kerja masing-masing. Simpang-simpang bersinyal yang menjadi lokasi studi adalah simpang beersinyal Terusan Kiara Condong dimana terdapat tiga lengan terpilih, simpang bersinyal Buah Batu yang terdapat tiga pula lengan terpilih, simpang bersinyal Batu Nunggal atau lebih dikenal dengan simpang Tegalega yang juga memiliki tiga simpang terpilih dan simpang bersinyal M. Toha yang memiliki satu lengan terpilih. Lengan-lengan terpilih tersebut berdasarkan pada banyak tidaknya kendaraan berat dan sepeda motor yang melakukan aktivitas pergerakan belik kanan yang terlindung. Sehingga diluar dari dasar acuan tersebut maka lengan-lengan tersebut tidak dapat dipakai sebagai lokasi studi.
Pengujian Balistik Peluru Senapan Angin Lokal dan Peluru Senapan Angin Impor Kaliber. 177/4,5 mm Kosasih, Deny Poniman; Juheri, Juheri; Zaenudin, Ade
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian jenis ini mempelajari tentang karakteristik material pada Peluru Senapan Angin (PSA). Material target yang digunakan yaitu plat baja dengan tebal 0,8 mm mempunyai nilai kekasaran 385,36 VHN, serta peluru yang di uji menggunakan 2 jenis peluru yaitu peluru lokal dan impor. Senapan angin adalah senjata yang menggunakan prinsip pneumatik yang menembakan peluru dengan menggunakan tenaga udara atau sejnis gas tertentu yang dimampatkan. Senapan angin biasanya digunakan untuk olahraga dan berburu binatang kecil seperti burung, kelinci, babi hutan dan tupai, ukuran peluru yang dipakai biasanya juga tidak terlalu besar yaitu ukuran kaliber. 177 atau 4,5 mm dan 5,5 mm biasanya terbuat dari bahan timah, meskipun begitu senapan ini bias membunuh orang kalau prosedur pemakaiannya keliru atau disalah gunakan. Pada laporan ini disajikan penelitian yang bertujuan mengetahui kekuatan material Peluru Senapan Angin lokal dan impor. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan cara di tembakan ke sasaran yaitu plat baja ukuran sedang, dengan jarak 6 meter dan peluru yang digunakan yaitu peluru lokal JAWARA GR12 dan peluru impor EXACT MONSTER DIABOLO.
Studi Kelayakan dan Desain Engineering Detail Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Ponggang Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang Jawa Barat Kapasitas 2,8 Megawatt Setioputro, Novandri Tri
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cilamaya yang berada di Desa Ponggang memiliki potensi untuk dibuat Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) dengan kapasitas 2,8 Megawatt yang ramah lingkungan. Produksi listrik yang dihasilkan PLTM Ponggang digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik PLN melalui jaringan interkoneksi. Kehadiran PLTM Ponggang diharapkan mengoptimalkan potensi sumber daya desa berupa potensi tenaga air yang dapat mendorong kesejahteraan, pembangunan, dan kemakmuran masyarakat Desa Ponggang melalui pengelolaan bersama antara masyarakat setempat dengan investor. Dari hasil pengeloaan tersebut untuk masyarakat setempat digunakan kesehjahteraannya dalam bentuk kegiatan pemberian beasiswa, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur atau sesuai dengan kesepakatan dengan masyarakat Desa Ponggang. Selain itu, pembangunan PLTM Ponggang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi kekurangan energi listrik dan kerusakan lingkungan. Desain rinci PLTM Ponggang ini diawali dengan studi teknis topografi, geoteknik, hidrologi dan investasi, analisis dan perhitungan. Dari hasil perhitungan hidrologi, dapat diketahui bahwa debit desain yang optimal, yaitu sebesar 1.8 m3/s. Dengan tinggi jatuh efektif 191,14 m, maka PLTM ini dapat membangkitkan daya sebesar 2,90 MegaWatt. Ditinjau dari peletakan topografi, Skema PLTM ini sudah baik dan memenuhi kriteria peletakan bangunan utama PLTM. Dari segi geoteknik, tanah dan batuan dasar cukup kuat untuk menahan bangunan utama PLTM. Aspek hidrologi, debit yang diandalkan cukup untuk memutar turbin dan menghasilkan daya 2.90 MW. Aksesbilitas menuju lokasi cukup terjangkau dengan terlebih dahulu dilakukan pembangunan perkerasan jalan. Dan ditinjau dari aspek kelistrikan, dapat diyakini bahwa daya dan energi listrik yang dihasilkan sangat dibutuhkan oleh PLN. Dari desain engineering detail kebutuhan finansial PLTM Ponggang memerlukan biaya total konstruksi sebesar Rp. 52.340.000.000,00 (Lima Puluh Dua Milyar Tiga Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) dengan waktu pengembalian pinjaman biaya investasi (BEP) selama 9 tahun dengan suku bunga 14% pertahun. Ditimjau aspek anaslisis financial memenuhi parameter indeks NPV positif, tingkat pengembalian diatas suku bunga bank, BCR diatas 1 dan biaya kontruksi persatuan daya lebih murah. Maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan PLTM ini LAYAK.
Potensi Energi Mikro Hidro Sungai Ciherang Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta Setioputro, Novandri Tri
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan geografis kabupaten Purwakarta yang berkontur perbukitan dan banyaknya sungai-sungai yang mengalir di dalamya maka secara teori memiliki potensi energi air. Potensi energi air ini dapat dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangunan PLTMH baru merupakan salah satu pengembanggan potensi sumber daya alam desa untuk peningkatan kemandiriaan desa khususnya kemandirian energi. Salah satu lokasi/tempat yang secara teori memiliki potensi energi air adalah Sungai Ciherang yang berada Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta. Sungai Ciherang di lokasi mengalir sepanjang tahun dan berada didaerah aliran deras. Topografi Aliran Sungai Ciherang di Desa Pasanggrahan memilki garis kontur yang rapat dan kondisi lahan relatif stabil karena tidak terlalu terjal untuk lokasi PLTMH direncanakan. Berdasarkan kegiatan survei potensi energi mikro hidro yang dilakukan dilapangan, diperoleh beda ketinggian (haed) pengukuran menggunakan Altimeter yaitu sebesar 40 ± 3 meter dan pengukuran debit yang dilakukan diperoleh sebesar yaitu 0,4873 m3/s atau 487,3 l/s dalam kondisi musim hujan. Sehingga dengan beda ketinggian dan debit yang ada maka akan menghasilkan potensi energi air sebesar 191,23 Kilowatt. Desa Pasanggrahan adalah salah satu desa sedang berkembang yang terus mengembangkan potensi desanya untuk meningkatkan kesejahteraannya. Salah ikon telah berhasil adalah penataan rumah panggung/rumah adat sunda di Kampung Tajur sehingga Kampung Tajur menjadi kampung wisata. Desa Pasanggrahan berupaya terus mengembangkan potensinya yang salah satunya sumber daya potensi energi mikro hidro yang berada di Sungai Ciherang sekitar Kampung Tajur sehingga pengembangan potensi energi mikro hidro dilokasi ini memberikan kontribusi peningkatan kesehjahteraan Desa Pasanggrahan. Pengembangan potensi energi mikro hidro menjadi PLTMH melalui skema ongrid/interkonaksi ke PLN dan produksi listrik PLTMH dijual ke PLN. Hasil jual beli listrik antara PLTMH dengan PLN selanjutnya menjadi pendapatan desa yang akan digunakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desanya. Berdasarkan hasil survai, observasi, wawacara dan analisa data potensi energi mikro hidro ini bahwa potensi energi air Sungai Ciherang di Desa Pasanggrahan layak untuk dimanfaatkan menjadi PLTMH. Dan diharapkan hasil kajian studi potensi energi mikro hidro Sungai Ciherang di Desa Pasanggrahan Kecmatan Bojong Kabupaten Purwakarta dapat dilanjutkan ke tahap studi kalayakan dan desain enginnering detail.
Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu (Integrated Water Resources Management, IWRM) Sutikno, Sugeng
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah salah satu sumberdaya yang mendukung keberlangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya, yang merupakan elemen utama kehidupan yang berkelanjutan. Berbagai persoalan tentang sumber daya air yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitasnya harus menyadarkan semua pihak bahwa persoalan air perlu dilakukan dengan tindakan yang tepat sehingga menghasilkan solusi yang optimal. Berbagai pihak sepakat menyusun agenda pengelolaan sumberdaya air terpadu atau IWRM, dengan definisi sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Dari pemahaman dan perumusan definisi diatas, dapat ditarik kesamaan bahwa prinsip utama IWRM adalah pembangunan dan pengelolaan sumber daya air harus berdasarkan pendekatan partisipatif melibatkan berbagai pengguna, perencana dan pembuat kebijakan di semua tingkat. Semua pihak menyadari bahwa masalah pengelolaan sumberdaya air adalah masalah yang kompleks. Mengingat banyaknya permasalahan dalam pengelolaan sumber daya air terpadu maka dalam pengelolaannya diperlukan kerangka konseptual. Pengelolaan sumber daya air juga harus dipandang sebagai sesuatu yang integrated, comprehensive and interdependency. Air diperlukan oleh semua pihak, maka semuanya terlibat dalam pengelolaan sumber daya air terpadu baik secara langsung maupun tidak langsung. Parameter kinerja digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pengelolaan sumber daya air terpadu. Parameter kinerja IWRM meliputi keterpaduan ruang, keterpaduan tujuan, keterpaduan kelembagaan dan keterpaduan waktu.
Studi Penerapan Sumur Resapan Dangkal Pada Sistem Tata Air Di Komplek Perumahan Sutikno, Sugeng; Sophiani, Muthia
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota dan pesatnya pemukiman yang terjadi di wilayah kota mengakibatkan perubahan tutupan lahan pada daerah aliran sungai yang semula dapat menyerapkan air hujan berubah menjadikan aliran permukaan. Dengan tidak tertampungnya aliran permukaan yang semakin besar ini mengakibatkan banjir. Banjir dapat ditanggulangi atau dikurangi dengan cara mengurangi aliran permukaan dengan cara meresapkan ke dalam tanah. Sistem resapan selain dapat mengatasi banjir juga sangat bermanfaat bagi usaha konservasi air tanah. Konsep sumur resapan pada hakekatnya adalah memberikan kesempatan pada air hujan yan jatuh di atap atau lahan yang kedap air untuk meresap ke dalam tanah dengan jalan menampung air tersebut pada suatu system resapan. Berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan Studi Penerapan Sumur Resapan Dangkal Pada Sistem Tata Air Di Komplek Perumahan. Lokasi studi adalah pada perumahan Premier Cipondoh terletak disebelah timur Jalan H. Maulana Hasanudin, Tangerang, tepatnya berada di sebelah utara Komplek Garuda Cipondoh Permai. Analisa yang dilaksanakan dalam penelitian ini meliputi, analisa hidrologi, analisa dimensi sumur resapan dan analisa debit aliran permukaan. Data digunakan data curah hujan harian maksimum tahunan yang diperoleh dari stasiun pencatatan hujan BMKG Kota Tangerang tahun 2001 hingga tahun 2010. Dari hasil analisa diperoleh dimensi sumur resapan dengan diameter lubang sumur 1 meter dan kedalaman sumur 3,8 meter. Adanya sumur resapan pada setiap kavling rumah di perumahan Premier Cipondoh dapat mengurangi debit aliran permukaan sebesar 0,365 m3/detik atau berkurang 66,36%.
Review Teknologi Konservasi Kerusakan Dinding Bangunan Kolonial Disebabkan oleh Iklim di Kota Subang Beiano, Agus Maryono
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Subang adalah salah satu kota yang terletak di sebelah Utara Jawa Barat, tumbuh dan berkembang melalui beberapa periode kesejarahan yang diawali masa prasejarah, hingga setelah masa kemerdekaan. Dalam perkembangannya setelah masa kemerdekaan, banyak terdapat bangunan peninggalan kolonial yang bernilai sejarah tidak terpelihara sehingga mengalami kerusakan dan bahkan hancur. Pendekatan arsitektural dalam analisa penelitian ini terlebih dahulu diketahui data-data mengenai kerusakan dinding bangunan kolonial, mendiskripsi kerusakan dinding dan mengenali penyebab kerusakan dinding bangunan kolonial di Kota Subang dengan melakukan observasi secara langsung di lapangan mencakup pemetaan jenis kerusakan dinding, sifat kerusakan dinding, volume kerusakan, fungsi dinding dan bahan bangunan yang digunakan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa penyebab kerusakan pada dinding bangunan dipengaruhi faktor iklim, usia bangunan dan faktor pemeliharaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang berguna khususnya mengenai teknologi yang tepat sebagai perbaikan kerusakan dinding bangunan kolonial di Kota Subang.Sebagai suatu penelitian, ini terbuka untuk dilanjutkan dan dikembangkan untuk penelitianpenelitian lebih lanjut yang lebih spesifik.
Analisis Tempat Berdagang Pedagang Informal di Pasar Tradisional Kabupaten Subang Susanto, Susanto
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kembalinya pedagang informal yang menempati pasar lama setelah dilakukan relokasi merupakan fenomana yang menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat berdagang yang ditempati baik ditempat relokasi maupun di pasar lama.Lokasi objek penelitian merupakan pasar lama terdiri dari 2 lokasi dan pasar tempat relokasi yaitu pasar baru di kabupaten Subang., Lokasi 1 pasar lama yaitu terletak di area pertokoan pusat kota sedangkan lokasi 2 berupa pasar tradisional yang sudah dibongkar namun sekarang ramai kembali pedagang informal menempati tanah kosong dan bahu jalan. Untuk pasar baru tempat relokasi yaitu berupa bangunan baru berdekatan dengan terminal angkutan bus yang terletak jauh dari 2 lokasi pasar lama tadi.Peneltian ini merupakan penelitian eksploratif, yang bertujuan untuk menggali data dan fakta dilapangan. Metoda yang digunakan diawali dengan pengamatan langsung untuk mengetahui elemen-elemen yang berkaitan dengan tempat berdagang. Selanjutnya dilakukan pertanyaan terbuka sebelum dilakukan kuesioner alasan pedagang informal kembali berdagang dari pasar baru tempat relokasi ke pasar lama. Setelah didapatkan data lapangan selanjutnya di analisis dengan menggunakan statistik.Hasil peneltian menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menarik / mendorong pedagang informal kembali dari tempat relokasi adalah salah satunya tempat berdagang, selain faktor lain yang berpengaruh seperti penzoningan pedagang.

Page 1 of 4 | Total Record : 35