cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK -, Rubini
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v2i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dalam proses pembelajaran di kelas melalui layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Alat pengumpulan data yang digunakan angket dan pedoman observasi. Pada Siklus I, siswa yang kemandirian belajarnya sangat tinggi ada 17 anak, siswa yang kemandirian belajarnya tinggi ada 8 anak, siswa yang kemandirian belajarnya cukup ada 7 anak, sedang siswa yang kemandirian belajarnya kurang dan rendah tidak ada. Pada Siklus I ditemukan ada dua, indikator yang hasilnya masih di bawah kriteria keberhasilan yaitu indikator percaya diri 79.04% dan indikator berinisiatf sendiri/mau berbuat sendiri 73.83%. Pada Siklus II terjadi peningkatan, siswa yang kemandirian belajarnya sangat tinggi ada 27 anak dan siswa yang kemandirian belajarnya tinggi ada 5 anak. Siswa yang kemandirian belajarnya cukup, kurang dan rendah tidak ada. Hasil analisis kuantitatif per indikator kemandirian belajar pada Siklus I dibandingkan Siklus II maka hasilnya lebih baik karena telah mencapai 80%.Kata kunci: kemandirian belajar, bimbingan kelompok, siswa kelas X
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA -, Suharni; -, Purwanti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v3i1.89

Abstract

Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar. Siswa yang belajar tanpa motivasi (ataukurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal. Siswa akan terdorong untukbelajar apabila mereka memiliki motivasi untuk belajar. 1) Kuatnya kemauan untukberbuat, 2) Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar, 3) Kerelaan meninggalkankewajiban atau tugas yang lain, 4) Ketekunan dalam mengerjakan tugas.Menumbuhkanmotivasi belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan kemampuandan kemauan belajar. Sebagai guru atau calon guru sebisa mungkin kita harus selaluberupaya untuk dapat meningkatkan motivasi belajar terutama bagi siswa yangmengalami kesulitan dalam belajar dengan menggunakan berbagai upaya yang dapatdilakukan oleh guru yaitu 1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. 2) Membangkitkanmotivasi siswa. 3) Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. 4)Mengguanakan variasi metode penyajian yang menarik. 5) Berilah pujian yang wajarsetiap keberhasilan siswa. 6) Berikan penilaian. 7) Berilah komentar terhadap hasilpekerjaan siswa. 8) Ciptakan persaingan dan kerjasama.Kata kunci: motivasi belajar, upaya guru
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERHADAP KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GALUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Dewi Astuti, Anita
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v3i2.322

Abstract

Kesulitan belajar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh siswa dengan tingkatan yang bebeda-beda. Hal tersebut berpengaruh terhadap prestasi belajarnya, karena tidak semua siswa mempunyai prestasi belajar yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan metode pemberian tugas terhadap kesulitan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menggunakan desain control group pre-test post-test sebagai populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Galur. Teknik sampling menggunakan random sampling dan purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan angket serta teknik analisis data menggunakan uji t (t-test). Berdasarkan hasil penghitungan uji t-test maka didapat nilai thitung = 3,095 dan nilai t tabel = 2,26 dengan demikian thitung > ttabel sehingga hipotesis kerja yang peneliti ajukan diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan antara rata-rata tingkat kesulitan belajar siswa dari hasil postest antara kelompok kontrol dan eksperimen sehingga layanan bimbingan kelompok dengan metode pemberian tugas dapat dikatakan efektif untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Kata kunci: layanan bimbingan kelompok, pemberian tugas, kesulitan belajar
MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA ASLI PAPUA TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER Maria Anjaryani, Anna; Noor Edwina, Triana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v4i1.460

Abstract

Pendidikan memilki peran yang sangat penting untuk memenuhi sumber daya manusia yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan Indonesia. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sistem pendidikan di Indonesia telah dilakukan dari Sabang hingga Merauke Papua. Namun hingga saat ini masih menjadi tantangan dalam pemerataaan pendidikan yang ada di Indonesia. Belum adanya semangat pendidikan yang membebaskan, tidak berkembangnya kultur pendidikan yang sehat, dan belum terbentuknya masyarakat yang melek pendidikan. Kondisi politik yang tidak aman, ekonomi yang lemah, dan sekolah yang tidak memadai secara signifikan mempengaruhi pendidikan siswa Papua. Hal ini berpengaruh pada motivasi belajar dan menjadi salah satu penyebab rendahnya karakter pada masyarakat. Sehingga motivasi belajar pada siswa asli Papua memiliki pengaruh dalam implementasi pendidikan karakter.Kata kunci: motivasi belajar, siswa asli Papua, pendidikan karakter
DINAMIKA POLA ASUH SINGLE PARENT (STUDI PERBANDINGAN SINGLE PARENT CERAI HIDUP DENGAN SINGLE PARENT CERAI MATI di PILANGREJO NGLIPAR GUNUNGKIDUL) Rahayu, Tatik
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v4i2.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dinamika pola asuh single parent cerai hidup dengan dinamika pola asuh single parent cerai mati; (2) mengidentifikasi perbedaan pola asuh single parent cerai hidup dengan pola asuh single parent cerai mati; (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi dinamika pola asuh single parent cerai hidup dengan pola asuh single parent cerai mati. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, klasifikasi data, reduksi data, trianggulasi data, dan kesimpulan sementara. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pola asuh berbeda karena faktor pendidikan orang tua pola asuh yang diterapkan oleh single parent cerai hidup dengan single parent cerai mati memiliki gaya masing-masing. (2) Metode pembiasaan dan keteladanan single parent cerai hidup mengasuh anak mereka menjadi lebih mandiri dan dewasa dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Sementara single parent cerai mati mengasuh anaknya dengan cara permissive. (3) faktor yang mempengaruhi dinamika pola asuh adalah: (a) Faktor ekonomi, (b) Faktor pendidikan orang tua berbasis agama, (c) faktor lingkungan masyarakat, (d) Faktor karakteristik anak, (e) faktor waktu dan komunikasi.Kata kunci: dinamika, pola asuh, single parent.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI DAN BIMBINGAN PRIBADI TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS XII MA COKROAMINOTO WANADADI BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ernawati, Ika
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v1i1.40

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh layanan informasi terhadapkedisiplinan siswa, 2) pengaruh bimbingan pribadi terhadap kedisiplinan siswa, 3)pengaruh layanan informasi dan bimbingan pribadi terhadap kedisiplinan siswa kelas XIIMA Cokroaminoto Wanadadi Banjarnegara Tahun 2014/2015. Populasi dalam penelitianini seluruh siswa kelas XII MA Cokroaminoto Wanadadi yang berjumlah 83 siswa.Metode pengumpulan data menggunakan angket tertutup. Analisis data untuk hipotesis 1dan hipotesis 2 menggunakan statistik korelasi product moment, untuk hipotesis 3menggunakan rumus regresi ganda. Hasil penelitian bahwa 1) Ada pengaruh yang positifdan signifikan layanan informasi terhadap kedisiplinan siswa (rx1y = 0,566 denganp=0,000) artinya semakin baik layanan informasi yang diberikan kepada siswa akanmempengaruhi peningkatan kedisiplinan siswa, 2) Ada pengaruh yang positif dansignifikan bimbingan pribadi terhadap kedisiplinan siswa (rx2y = 0,491 dengan p=0,000),3) ada pengaruh yang positif layanan informasi dan bimbingan pribadi terhadapkedisiplinan siswa (Freg = 13,483 dan nilai p = 0,000).Kata kunci : layanan informasi, bimbingan pribadi, kedisiplinan siswa
FENOMENA KENAKALAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Kasus Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian di Dusun Kayunan Kabupaten Sleman) Kartika, Ainy
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perilaku kenakalan remaja dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Dusun Kayunan Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah Dusun Kayunan Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah: perilaku menganiaya yang mengakibatkan kematian menunjukkan bahwa para remaja belum mencapai tingkat pascakonvensional dalam perkembangan penalaran moral Kohlberg. Faktor-faktor penyebab para remaja melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian adalah faktor eksternal berupa intoksikasi minuman keras, pengaruh teman sebaya, pengaruh pola asuh orangtua dan pengaruh lingkungan buruk. Sedangkan faktor internal berupa perkembangan karakteristik usia remaja, serta pengaruh perkembangan kepribadian remaja yang merupakan bentukan pada masa anak-anak yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Kata kunci: kenakalan remaja, psikologi pendidikan Islam
PEMBERIAN SANKSI TERADAP KETIDAKDISIPLINAN BELAJAR KELAS V SD NEGERI SE KECAMATAN TEMPEL Jurais, Muhammad
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v2i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik di SD Negeri Se kecamatan Tempel. (2) Mengetahui bentuk-bentuk pemberian sanksi di SD Negeri Se kecamatan Tempel (3) Mengetahui teknik pelaksanaan pemberian sanksi yang diterapkan di SD Negeri se kecamatan Tempel. (4) Megetahui perubahan perilaku setelah dibrikan sanksi. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan dewan guru. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik menganalisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah teknik pelaksanaan pemberian sanksi dibagi menjadi tiga yakni teknik penanganan ketidakdisiplinan belajar siswa yang terjadi pada saat proses belajar mengajar, teknik penanganan ketidakdisiplinan belajar siswa yang terjadi di luar kelas dan tergolong kategori ringan, serta teknik penanganan ketidakdisiplinan belajar siswa yang terjadi di luar kelas dan tergolong jenis pelanggaran berat.Kata kunci: sanksi, ketidakdisiplinan belajar, siswa
PENGARUH PROGRAM PENDIDIKAN FULLDAY SCHOOL TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI TKIT DI DIY Widianingsih, Endang
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v3i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pendidikan Full Day Schoolterhadap perkembangan kecerdasan social emosional anak usia dini TKIT di DIY. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey denganpendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru dari 7 TKIT yang ada diDIY dengan teknik sampling acak bertingkat (multistage random sampling). Teknikpengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi, sedangkan teknisanalisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwatidak adanya pengaruh program pendidikan Full Day School terhadap perkembangankecerdasan social emosional anak usia dini TKIT di DIY karena lebih dipengaruhi olehfaktor pengasuhan, pembimbingan dan keteladanan.Kata kunci: full day school, kecerdasan sosial emosional, anak usia dini
PENGARUH KETELADANAN ORANG TUA DAN PEMAHAMAN BALIGH TERHADAP KEDISIPLINAN MELAKSANAKAN SHALAT 5 WAKTU PADA SISWA BALIQ SD MUHAMMADIYAH SOKONANDI YOGYAKARTA Sulistyaningsih, Ani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v3i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk (1) Mengetahui pengaruh antara keteladanan orang tua (X1) terhadap kedisiplinan melaksanakan shalat 5 waktu (Y) siswa kelas VI SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta; (2) Mengetahui pengaruh antara pemahaman baligh (X2) terhadap kedisiplinan melaksnakan shalat 5 waktu (Y) siswa kelas VI SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta; (3) Mengetahui pengaruh keteladanan orang tua (X1) dan pemahaman baligh (X2) terhadap kedisiplinan melaksanakan shalat 5 waktu (Y) siswa kelas VI SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif korelatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI Tahun Ajaran 2017/2018 sejumlah 156 yang terdiri dari 6 kelas dengan sampel 57 siswa. Hasil penelitian: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan keteladanan orang tua terhadap kedisiplinan dalam melaksanakan shalat 5 waktu siswa kelas VI SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta dengan nilai t_hitung lebih besar daripada t_tabel (5.348 > 4.02). (2) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pemahaman baligh terhadap kedisiplinan melaksanakan shalat 5 waktu dengan nilai t_hitung lebih kecil daripada t_tabel (1.10 < 4.02). (3) Terdapat pengaruh yang signifikan keteladanan orang tua dan pemahaman baligh terhadap kedisiplinan melaksanakan shalat 5 waktu dengan nilai t_hitung lebih besar daripada t_tabel (15.490 > 3.17). Kata Kunci: keteladanan orang tua, pemahaman baligh, kedisiplinan shalat

Page 1 of 15 | Total Record : 144